penilaian risiko yang mempengaruhi mmt.its.ac.id/download/semnas/semnas xiii/mp/06...prosiding...

Download PENILAIAN RISIKO YANG MEMPENGARUHI mmt.its.ac.id/download/SEMNAS/SEMNAS XIII/MP/06...Prosiding Seminar

Post on 03-Mar-2019

214 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 5 Pebruari 2011

PENILAIAN RISIKO YANG MEMPENGARUHI PUBLIC PRIVATEPARTNERSHIP (PPP) PADA PROYEK PEMBANGUNAN PASAR

DI SURABAYA DILIHAT DARI SUDUT PANDANG PEMERINTAH

Carla Widha Permatasari1), Retno Indryani2), M. Arif Rohman2)1) Program Pasca Sarjana Manajemen Proyek Konstruksi ITS

2)Jurusan Teknik Sipil ITSE-mail : carla_29@ymail.com

ABSTRAK

Public Private Partnership (PPP) merupakan kesepakatan kontraktual antarainstansi pemerintah dan swasta. Kerjasama ini dilatarbelakangi oleh masalah pendanaanpembangunan pasar di Surabaya. Dengan adanya PPP diharapkan juga dapat membawamanfaat bagi pihak yang terlibat dalam kerjasama tersebut. Pada kenyataannya adabeberapa permasalahan dalam proses kerjasama yang bisa menggagalkan PPP. Hal iniyang menyebabkan perlunya dilakukan identifikasi risiko yang berpengaruh besarterhadap PPP.

Penelitian ini akan menggunakan metode survei dengan kuisioner sebagai alatpengumpulan data primer. Populasi dan sampel pada penelitian ini yaitu pihak yangterlibat pada proyek pembangunan pasar yang menggunakan konsep PPP di Surabayadilihat dari sudut pandang pemerintah. Data hasil kuisioner dianalisa denganmenggunakan Metode Saverity Index dan Probability Impact Analisis. Dari hasil analisadata didapatkan 13 variabel yang berpengaruh besar terhadap PPP pada proyekpengembangan pasar di Surabaya.

Kata kunci : Probability Impact Analisis, Public Private Partnership, Risiko

PENDAHULUAN

Alfen, et.al. (2009) mengutip the German Federal Department of Transportation,Construction and Real Estate (BMVBW) menyatakan bahwa Public Private Partnership(PPP) adalah kesepakatan kontraktual jangka panjang antara instansi pemerintah(federal, negara bagian atau lokal) dan sektor swasta untuk memenuhi kebutuhanfasilitas publik. Melalui perjanjian ini, sektor pemerintah dan swasta memberikanketerampilan dan aset masing-masing dalam memberikan layanan atau fasilitas untukpenggunaan masyarakat umum.

Djunaedi (2008) melaporkan bahwa konsep PPP banyak diterapkan olehpemerintah dalam rangka mengajak investor swasta domestik maupun asing untukbekerjasama dalam penyediaan infrastruktur. Kurdi (2004) berpendapat bahwakerjasama ini banyak diterapkan pada kota-kota Metropolitan di Indonesia. DiSurabaya, pembangunan dengan menggunakan pola PPP mulai digunakan di-antaranyapada proyek pembangunan gedung dan proyek pembangunan pasar.

Negoro, dkk (2009) menyatakan bahwa proyek pembangunan pasar atau yanglebih dikenal dengan istilah revitalisasi pasar ini dapat menghidupkan kembali peranpenting pasar tradisional dalam sektor ekonomi kemasyarakatan dengan menggalipotensi potensi yang dimiliki agar memiliki daya saing yang tinggi terhadappersaingan yang ada (terutama terhadap pasar modern).

Pentingnya revitalisasi pasar ini ditunjukkan pemerintah dengan semakinbanyaknya proyek revitalisasi yang direncanakan oleh pemerintah Surabaya. Salah satuusaha pemerintah dalam mewujudkan proyek revitalisasi pasar ini ialah dengan

mailto:carla_29@ymail.com

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 5 Pebruari 2011

ISBN : 978-602-97491-2-0B-6-2

bekerjasama dengan pihak swasta dengan menggunakan pola kerjasama PPP. Beberapaproyek pembangunan pasar di Surabaya yang menggunakan pola kerjasama PPP ialahpasar Darmo Trade Center (DTC) dimana pasar ini merupakan modernisasi dari pasarwonokromo dan Kapas Krampung Commercial Centre (KKCC) yang merupakanmodernisasi dari Pasar Tambahrejo, Pasar Koblen, Pasar Inpres Bratang, Pasar Ampel,Pasar Kupang.

Teryata dalam kenyataannya ada beberapa masalah yang terjadi dalam proseskerjasama. Beberapa masalah yang terjadi pada pembangunan pasar di Surabaya ialahperubahan kebijakan pemerintah sehingga menyebabkan kenaikan rancangan anggaranbiaya (RAB). Masalah lain yang kerap terjadi ialah masalah pedagang yang menolakdipindahkan ke pasar baru dengan alasan tidak dapat membeli stan dengan harga yanglebih mahal, minimnya dana investor dalam pembangunan pasar dan konsep sertadesain revitalisasi pasar yang tidak sesuai.

Adanya beberapa masalah yang terdapat pada pembangunan pasar dapatmenyebabkan ketegangan pada kerjasama maupun putusnya hubungan kerjasama antarapemerintah dan swasta. Sehingga diperlukan suatu perhatian dari pihak pihak yangbekerjasama dalam kerjasama PPP agar masalah masalah tersebut tidak terjadi.Karena kegagalan pada suatu kerjasama dapat merugikan pihak pihak yang barkaitandalam kerjasama tersebut baik itu dari pihak pemerintah maupun pihak investor.

Berdasarkan permasalahn - permasalahan tersebut maka perlu penelitian iniuntuk mengidentifikasi risiko yang berpengaruh besar terhadap PPP pada proyek pasardi Surabaya.

IDENTIFIKASI VARIABEL

Identifikasi risiko bertujuan untuk mencari variabel risiko kritis pada PPP.Variabel didapatkan dari literatur review beberapa jurnal mengenai PPP dan property.Penambahan jurnal property ini bertujuan agar variabel yang didapatkan lebih bisamendekati keadaan yang ada di lapangan. Dari jurnal jurnal tersebut tidak semuavariabel dijadikan variabel penelitian ini. Variabel yang dipakai hanya variabel risikokritis saja. Dari hasil identifikasi risiko didapatkan 43 variabel risiko.

Tabel 1 Variabel RisikoNo. Variabel Risiko Refrensi1. Adanya keterlambatan atau kegagalan pembebasan lahan Liang (2007), Newell & Steglick (2006)2. Adanya intervensi dari pemerintah Xu (2010)3. Tidak tersedianya dana oleh investor Yuan, et al (2008)4. Adanya aturan yang tidak sesuai dan tidak jelas di dalam kontrak Liang (2007), Yuan, et al (2008)5. Adanya korupsi Xu (2010), Yuan, et al (2008)6. Adanya evaluasi dan penetapan keputusan secara sepihak Xu (2010)7. Investor tidak mendapatkan pinjaman kredit dari pemerintah Xu (2010)8. Pemerintahan tidak stabil Yuan, et al (2008)9. Adanya inflasi yang tidak terkendali Xu (2010)

10. Tidak ada ketegasan pemerintah dalam pengambilan keputusan Xu (2010), Yuan, et al (2008)11. Perubahan tingkat suku bunga Donner (2009), Xu (2010)12. Adanya perubahan peraturan dan hukum Liang (2007), Yuan, et al (2008)13. Adanya penundaan ijin terhadap investor Liang (2007), Newell & Steglick (2006)14. Kerangka hukum yang kurang memadai atau sesuai dalam PPP Xu (2010), Yuan, et al (2008)15. Kurangnya daya tarik investor untuk membiayai proyek PPP Yuan, et al (2008)

16. Adanya kenaikan biaya konstruksi Liang (2007), Newell & Steglick (2006),Wibowo & Mohamed (2009)17. Adanya pesaing baru dalam usaha pusat perbelanjaan Wibowo & Mohamed (2009)

18. Kurangnya pengawasan terhadap pembiayaan proyek olehpemerintahXu (2010)

19. Perubahan nilai tukar mata uang Donner (2009), Xu (2010)20. Tingginya nilai kompensasi pembebasan lahan Liang (2007), Newell & Steglick (2006)21. Ketidakmampuan investor untuk membayar pinjaman modal Yuan, et al (2008)

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 5 Pebruari 2011

ISBN : 978-602-97491-2-0B-6-3

22. Adanya perubahan pasar Donner (2009), Newell & Steglick (2006), Xu(2010)

23. Adanya penundaan waktu konstruksi Wibowo & Mohamed (2009), Newell &Steglick (2006), Xu (2010), Yuan, et al (2008)

24. Kurangnya dukungan dari masyarakat setempat, dewan danpemerintahNewell & Steglick (2006), Yuan, et al (2008)

25. Kurangnya pengalaman investor untuk membangun pusatperbelanjaan (pasar)Newell & Steglick (2006)

26. Adanya dampak negatif bagi lingkungan akibat pembangunan pasar Newell & Steglick (2006)

27. Jumlah stan yang tersewa/terjual dibawah estimasi (Banyak stanyang kosong)Donner (2009), Yuan, et al (2008)

28. Harga sewa/ jual stan yang tidak sesuai Donner (2009)29. Adanya kesalahan dalam mekanisme penyusunan peraturan Yuan, et al (2008)30. Rumitnya birokrasi pemerintah Yuan, et al (2008)31. Adanya keterlambatan dalam pengiriman Liang (2007), Newell & Steglick

material pada saat konstruksi (2006)32. Adanya perubahan pengoperasionalan proyek Xu (2010)33. Risiko yang ditimbulkan oleh perubahan lokasi Donner (2009)34. Keuntungan investor tidak sesuai dengan estimasi awal Yuan, et al (2008)

35. Kurangnya kemampuan investor dalam mengatur, membangun,mengoperasikan dan membiayai pasarYuan, et al (2008)

36. Adanya perubahan harga sewa/ jual stan Xu (2010)37. Adanya penilaian negatif tentang proyek pada saat pengoperasian Donner (2009)

38. Minim atau sedikitnya kegiatan ekonomi (kegiatan perdagangan)pada pasarDonner (2009)

39. Tingginya biaya dalam pemeliharaan dan pengoperasian Donner (2009), Xu (2010), Yuan, et al (2008)40. Kurang adanya keadilan struktur modal swasta Yuan, et al (2008)41. Kualitas pada saat konstruksi dan pengoperasian yang tidak sesuai Yuan, et al (2008)42. Biaya untuk mendapatkan pinjaman lebih besar dari estimasi awal Yuan, et al (2008)43. Risiko memburuknya keuangan investor pada saat pengoperasian Xu (2010), Yuan, et al (2008)

METODOLOGI

Pengumpulan data

Hasil kuisioner faktor faktor yang berpengaruh pada penenetapan kriteriauntuk lokasi stockpile ada 29 (dua puluh sembilan pilihan ) yang nantinya terpilihmenjadi 7 ( tujuh ) kriteria

Metode pengumpulan data ini dilakukan dengan mengolah data primer. Dimanadata primer diperoleh dari pihak Pemerintah, untuk dapat dideskripsikan dandiidentifikasi permasalahan-permasalahan selama pelaksanaan kontrak kerjasama PPP.Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner dan wawancara.Kuesioner digunakan untuk mendapatkan data-data dari responden penelitian.Kuesioner berisi pertanyaan /pernyataan yang berkaitan dengan tujuan penelitian.Wawancara dilakukan agar terdapat persamaan persepsi tentang variabel variabel yangt

Recommended

View more >