laporan pengolahan air kelompok 2 fix.docx

Post on 07-Oct-2015

55 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laboratorium Teknik

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUMLaboratorium Teknik Kimia IPENGOLAHAN AIR

DISUSUN OLEH :KELOMPOK 2KELAS C

CHARISMAYANI(1207121300)ERLISA YANUARI PUTRI(1207113660)KARTONO (1207113637)PETER(1207113617)

PROGRAM STUDI SARJANA TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAUPEKANBARU2014

ABSTRAKAir gambut merupakan air yang memiliki kandungan asam dan zat organik yang tinggi. Pada praktikum ini, digunakan metode ion exchange yang dapat menghilangkan kesadahan pada air. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menetukan kesadahan total (Ca+2 dan Mg+2), konduktivitas dan kadar TDS dengan menggunakan resin penukar kation dan anion. Percobaan ini dimulai dengan analisa sampel untuk mengetahui tingkat kesadahan dengan menggunakan titrasi EDTA, konduktivitas dan total dissolved solid. Setelah itu, sampel dialirkan kedalam kolom ion exchange. Setelah kedua kolom terisi penuh, sampel akan diambil dengan variasi perlakuan berupa waktu proses 15, 30, dan 45 menit. Kemudian air diambil dan dilakukan analisa. Dari sampel tersebut dapat diketahui pengaruh waktu proses dengan efektivitas penyisihan kesadahan, konduktivitas dan TDS. Pada waktu operasi 15 menit memiliki efisiensi penyisihan kesadahan 57,42%, penyisihan konduktivitas 33,52%, dan penyisihan TDS 26,23%; pada waktu operasi 30 menit memiliki efisiensi penyisihan kesadahan 90,1%, penyisihan konduktivitas 34,76%, dan penyisihan TDS 27,87%; dan pada waktu operasi 45 menit memiliki efisiensi penyisihan kesadahan 98,02%, penyisihan konduktivitas 38,42%, dan penyisihan TDS 31,15%.Kata kunci: ion exchange, resin, kesadahan, efektivitas penyisihan

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangKebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kota untuk air minum, memasak, mencuci dan sebagiannya harus diperhatikan. Air adalah materi esensial di dalam kehidupan. Tidak ada satu pun mahluk hidup yang berada di planet bumi ini, yang tidak membutuhkan air. Di dalam sel hidup, baik pada tumbuhtumbuhan ataupun pada hewan (termasuk di dalamnya manusia) akan terkandung sejumlah air, yaitu lebih dari 75% kandungan sel tumbuhtumbuhan atau lebih dari 67% kandungan sel hewan terdiri dari air. Jika kandungan tersebut kurang, akan menimbulkan dehidrasi pada manusia yang diakibatkan muntaber, kalau tidak cepat di tanggulangi akan mengakibatkan kematian, dan juga tanaman yang lupa tidak di siram juga akan layu dan kalau dibiarkan akan mati.Tubuh manusia sebagian terdiri dari air, kirakira 60 70% dari berat badannya. Untuk kelangsungan hidup manusia, tubuh manusia memerlukan air yang jumlahnya antara lain tergantung berat badannya. Untuk orang dewasa kira kira memerlukan air 2.200 gram setiap harinya. Kegunaan air bagi tubuh manusia antara lain untuk proses pencernaan, kebersihan, mengatur keseimbangan suhu tubuh, dan menjaga jangan sampai tubuh kekeringan. Apabila kekurangan banyak air, maka akan mengakibatkan kematian.Lahan gambut berperan penting bagi kesejahteraan manusia sebagai penghasil ikan, hasil hutan non kayu, carbonsink, sebagai penahan banjir, pemasok air, berbagai proses biokimia yang berhubungan dengan air, mengandung plasma nutfah yang bermanfaat (sumber karbohidrat, protein, minyak dan antibiotik). Pengembangan lahan gambut untuk pertanian telah dimulai sejak kolonial. Masyarakat Bugis, Banjar, Cina, Melayu telah mampu mengembangkan pertanian secara berkelanjutan dengan teknik sederhana dengan skala kecil.Pengembangan lahan gambut dengan skala besar dilakukan oleh pemerintah sejak tahun 1970an yang dikaitkan dengan program transmigrasi. Pemanfaatan lahan gambut dapat dijadikan lahan alternatif untuk pengembangan pertanian, meskipun perlu pengelolaan yang tepat, dukungan kelembagaan yang baik dan profesional serta pemantauan secara terus menerus. Potensi lahan gambut di Indonesia cukup luas diperkirakan antara 17,4 20 juta hektar yang tersebardi wilayah Pulau Kalimantan, Sumatera dan sebagian di Papua. Pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian dimaksudkan menghilangkan kelebihan air permukaan dan air dibawah permukaan serta mengendalikan muka air tanah.Pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian melalui reklamasi dari hutan rawa gambut (peat swamp forest) mengakibatkan perubahan ekosistem alami (gambut sebagai restorasi dan konservasi air) menjadi ekosistem lahan pertanian mempunyai konsekuensi perubahan sifat bawaan (inherent) seperti biofisk dan kimia gambut dan lingkungan. Banyak dan beragam kendala yang dihadapi dalam pengembangan lahan rawa ini baik teknis, sosial, ekonomi maupun budaya.

1.2TujuanTujuan dari praktikum ini adalah:a. Menjelaskan proses pengolahan air bersih (ion exchange).b. Menghitung efisiensi penyisihan bahan pencemar dari sumber air.c. Menganalisa hubungan variabel perlakuan terhadap penyisihan bahan pencemar.d. Bekerja sama dengan Tim dan kelompok.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Air Air merupakan zat, materi atau unsur yang penting dan dibutuhkan bagi semua makhluk hidup yang ada. Jumlah air yang terdapat dipermukaan bumi sekitar 71%. Jumlah yang tersedia di bumi sekitar 1,4 triliun kubik (330 juta mil). Saat ini, masalah utama yang dihadapi oleh sumber daya air meliputi kuantitas air yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dan kualitas air untuk keperluan domestik yang semakin turun. Kegiatan industri, domestik, dan kegiatan yang lain berdampak negatif terhadap sumber daya air, menyebabkan penurunan kualitas air. Kondisi ini menimbulkan gangguan, kerusakan, dan bahaya bagi semua makhluk hidup yang bergantung pada sumber daya air. Oleh karena itu, pengolahan sumber daya air sangat penting agar dimanfaatkan secara berkelanjutan dengan tingkat mutu yang diinginkan. Salah satu langkah pengelolaan yang dilakukan adalah pemantauan dan interprestasi data kualitas air, mencakup kualitas fisika, kimia, dan biologi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 20 tahun 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air mendefenisikan kualitas air sebagai sifat air dan kandungan makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain didalam air. Kualitas air dinyatakan dengan beberapa parameter, yaitu parameter fisika (suhu, kekeruhan, padatan terlarut dan sebagainya), parameter kimia (pH, BOD, COD, kadar logam, dan sebagainya). Dan parameter biologi (keberadaan plankton, bakteri, dan sebagainya).

2.1.1Sifat Umum AirAir memiliki karakteristik yang khas yang tidak dimiliki oleh senyawa kimia yang lain. Karakteristik tersebut adalah sebagai berikut :1. Pada kisaran suhu yang sesuai bagi kehidupan, yakni 00C (320F) 1000C, air berwujud cair. Suhu 00C merupakan titik beku dan suhu 1000C merupakan titik didih.2. Perubahan suhu air berlangsung lambat sehingga air memiliki sifat sebagai penyimpan panas yang sangat baik. 3. Air memerlukan panas yang tinggi dalam proses penguapan. Penguapan (evaporasi) adalah proses perubahan air menjadi uap air. Proses ini memerlukan energi panas dalam jumlah yang besar. Sebaliknya, proses perubahan uap air menjadi cairan (kondensasi) melepaskan energi panas yang besar.4. Air merupakan pelarut yang baik. Air mampu melarutkan berbagai jenis senyawa kimia. Sifat ini memungkinkan air digunakan sebagai pencuci yang baik dan pengencer bahan pencemar (polutan) yang masuk ke badan air.5. Air memiliki tegangan permukaan yang tinggi. Tegangan permukaan yang tinggi menyebabkan air memiliki sifat membasahi suatu bahan secara baik (higher wetting ability).6. Air merupakan satu-satunya senyawa yang merenggang ketika membeku. Pada saat membeku, air merenggang sehinga es memiliki nilai densitas (massa/volume) yang lebih rendah dari pada air.

2.1.2Sumber AirAir yang berada di permukaan bumi ini dapat berasal dari berbagai sumber. Berdasarkan letak sumbernya, air dapat dibagi menjadi air hujan, air permukaan, dan air tanah.1. Air LautAir ini sifatnya asin karena mengandung garam NaCl. kadal garam NaCl dalam air laut 3% dengan keadaan ini maka air laut tidak memenuhi syarat untuk diminum.2. Air HujanAir hujan merupakan sumber utama air di bumi, walaupun pada saat presipitasi merupakan air yang paling bersih, air tersebut cendrung mengalami pencemaran ketika berada di atmosfer. Pencemaran yang berlangsung di atmosfer itu dapat disebabkan oleh partikel debu, mikroorganisme, dan gas, misalnya, karbondioksida, nitrogen, dan amonia.3. Air PermukaanAir permukaan yang meliputi badan-badan air seperti sungai, danau, telaga, waduk, rawa, dan terjun, sebagian besar berasal dari air hujan yang jatuh ke permukaan bumi. Air hujan tersebut kemudian akan mengalami pencemaran baik oleh tanah, sampah, maupun lainnya.4. Air TanahMenurut kedalamannya, air tanah terbagi atas :a. Air tanah dangkalTerjadi karena proses peresapan air dari permukaan tanah. Lumpur akan tertahan, demikian pula dengan sebagian bakteri, sehingga air tanah akan jernih tetapi lebih banyak mengandung zat kimia, karena melalui lapisan tanah yang mengandung unsur-unsur kimia tertentu untuk masing-masing lapisan tanah.b. Air tanah dalamTerdapat setelah lapis rapat air yang pertama. Pengambilan air tanah dalam, tidak semudah padaair tanah dangkal, dan harus menggunakan bor dan memasukkan pipa kedalamnya sehingga dengan kedalaman tertentu akan didapatkan lapisan air.c. Mata airMata air adalah air tanah yang keluar dengan sendirinya kepermukaan tanah. Mata air yang berasal dari tanah dalam, hampir tidak terpengaruhi oleh musim dan kualitasnya sama dengan air dalam.

2.1.3Pembagian AirPembagian air berdasarkan analisisa. Air kotor/air tercemarAir yang bercampur dengan satu atau berbagai campuran hasil buangan disebut air tercemar/air kotor. Sumber air kotor/air tercemar menurut lokasi pencemaran digolongkan dalam 2 lokasi yaitu:1. Air tercemar di pedesaan. Sumber pencemar adalah hasil sampah rumah tangga, hasil kotoran hewan dan hasil industri kecil.2. Air tercemar perkotaan bersumber dari hasil sampah rumah tangga, pusat perbelanjaan, industri kecil, industri besar, hotel, restaurant, dan tempat keramaian.b. Air bersihAir