SYOK fix.docx

Download SYOK fix.docx

Post on 30-Sep-2015

222 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

2

Case Report Session (CRS)SYOK

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Kepaniteraan Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif

Disusun Oleh :

Fatkhanah Tuse F: 4151121474Ingrid Susanti: 4151121446Siti Komalasari: 4151121460Sigit Indra B: 4151121458Diah Astrid K: 4151121404Astri Indah Hapsari: 4151121501Anna Mardiyah : 4151121448Nurul wafa: 4151121478Goesti Yudistira: 4151121423Aulia Putri Ayu: 4151121471Rani Silmi Z: 4151121408

Dokter PembimbingTatat A Agustian, dr., Sp.An., M.Kes

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANICIMAHI2014

BAB IPENDAHULUAN

Syok merupakan suatu ketidaknormalan dari suatu sistem peredaran darah yang mengakibatkan perfusi organ dan oksigenisasi jaringan yang tidak adekuat. Syok juga didefinisikan gangguan sirkulasi yang mengakibatkan gangguan kritis perfusi jaringan vital atau menurunnya volume darah yang bersirkulasi secara efektif.Syok adalah keadaan penurunan perfusi jaringan yang menyebabkan hipoksia seluler. Hal ini didefinisikan sebagai sebuah sindrom yang diawali oleh hiporperfusi akut, sehingga menjadi hipoksia jaringan dan disfungsi organ vital. Syok adalah gangguan sistematik yang mempengaruhi multipel organ sistem. Selama syok, perfusi tidak dapat memenuhi permintaan metabolik jaringan, sehingga terjadilah hipoksia seluler dan kerusakan organ. Syok adalah kondisi mengancam jiwa yang terjadi saat tubuh tidak mendapatkan aliran darah yang adekuat. Hal ini dapat merusak banyak organ. Syok membutuhkan penanganan segera karena kondisi tubuh dapat memburuk dengan amat cepat.Dua manifestasi klinis yang sering muncul pada syok adalah hipotensi dan asidosis metabolik, tetapi penurunan tekanan sistolik bukanlah indikator utama syok sebab patokan tersebut akan menjadikan keterlambatan diagnosis. Setelah dapat menguasai life support measure yang meliputi airway-breathing-circulation dan brain support, langkah yang penting selanjutnya adalah mengatasi kausal syok dengan terapi definitif yang tepat.BAB IITINJAUAN PUSTAKA

1. Definisi SyokSyok merupakan suatu ketidaknormalan dari suatu sistem peredaran darah yang mengakibatkan perfusi organ dan oksigenisasi jaringan yang tidak adekuat. Syok juga didefinisikan gangguan sirkulasi yang mengakibatkan gangguan kritis perfusi jaringan vital atau menurunnya volume darah yang bersirkulasi secara efektif.Syok adalah keadaan penurunan perfusi jaringan yang menyebabkan hipoksia seluler. Hal ini didefinisikan sebagai sebuah sindrom yang diawali oleh hiporperfusi akut, sehingga menjadi hipoksia jaringan dan disfungsi organ vital. Syok adalah gangguan sistematik yang mempengaruhi multipel organ sistem. Perfusi mungkin menurun secara global atau terdistribusikan rendah seperti pada syok septik. Selama syok, perfusi tidak dapat memenuhi permintaan metabolik jaringan, sehingga terjadilah hipoksia seluler dan kerusakan organ. Syok adalah kondisi mengancam jiwa yang terjadi saat tubuh tidak mendapatkan aliran darah yang adekuat. Hal ini dapat merusak banyak organ. Syok membutuhkan penanganan segera karena kondisi tubuh dapat memburuk dengan amat cepat.

2. Manifestasi Klinis SyokGejala dan tanda syok meliputi beberapa perubahan pada banyak organ, diantaranya :a. Hipertermi (pada syok septik) atau hipotermib. Takikardia, tetapi beberapa kasus atau obat dapat menyebabkan terjadinya bradikardiac. Tekanan darah dapat meningkat pada awal terjadinya syok karena adanya peningkatan cardiac output, tapi akan menurun dengan cepat sejalan dengan bertambah beratnya syok. Tapi bagaimanapun gejala yang paling sering adalah hipotensi.d. Susunan saraf pusat juga dapat terkena. Adanya perubahan kepribadian yang berkembang menjadi gelisah biasa ditemukan dini pada kasus syok. Pada syok tingkat lanjut akan timbul suatu confusion dan menjadi komae. Pada kardiovaskular, bila terjadi perubahan denyut jantung dan tekanan darah, akan muncul gejala nyeri dada.f. Takipnea, yang dapat mengarah pada distress pernafasan atau gagal nafas.g. Masalah gastrointestinal akibat terhentinya perdarahan ke daerah ini, menyebabkan usus tidak bekerja dan kembung atau terjadi perdarahan di gastrointestinal. Gejalanya berupa nyeri abdomen, mual, muntah, atau diare. Adanya hematemesis dan melena.h. Kulit menjadi pucat, dan dingin. Terjadinya sianosis.i. Terjadi oliguria atau anuria pada syok tingkat lanjut.

3. Klasifikasi SyokSyok pada penderita trauma dapat diklasifikasikan sebagai syok Hemoragik dan non-hemoragik.3.1 Syok HemoragikPerdarahan adalah penyebab syok paling umum setelah trauma dan hampir semua penderita trauma multipel ada komponen hipovolemia. Walaupun syok bukan disebabkan oleh perdarahan, namun akan memberi respon sedikit atau singkat terhadap resusitasi cairan. Karena itu, bila terdapat tanda-tanda syok, maka syok itu dianggap karena hipovolemi.Jenis syok yang paling sering terjadi, disebabkan oleh karena penurunan volume intravaskuler sebesar 15%. Perdarahan atau kehilangan cairan yang banyak akibat sekunder dari muntah, diare, luka bakar atau dehidrasi menyebabkan pengisian ventrikel tidak adekuat, seperti penurunan preload berat, direfleksikan pada penurunan volume dan tekanan end diastolik ventrikel kanan dan kiri. Perubahan ini mengakibatkan syok dengan menimbulkan isi sekuncup dan curah jantung yang tidak adekuat. Perdarahan adalah kehilangan akut volume peredaran darah. Perkiraan kehilangan cairan dan darah diklasifikasikan berdasarkan presentasi pada penderita semula, klasifikasi ini berguna untuk memastikan tanda-tanda dini dan patofisiologi keadaan syok.

Tabel 1. Klasifikasi perdarahanKelas IKelas IIKelas IIIKelas IV

Kehilangan darah (ml)sampai 750750-15001500-2000>2000

Kehilangan darah (% volume darah)Sampai 1515-3030-40>40

Denyut nadi100>120>140

Tekanan darahNormalNormalMenurunMenurun

Tekanan nadi (mmHg)Normal/naikMenurunMenurunMenurun

Frekuensi pernafasan14-2020-3030-40>35

Produksi urin (ml/jam)>3020-305-15Tidak berarti

CNS/status mentalSedikit cemasAgak cemasCemas, bingungBingung, lesu (lethargic)

Penggantian cairan (hukum 3:1)KristaloidKristaloidKristaloid dan darahKristaloid dan darah

Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa perdarahan kelas I ibarat seseorang yang menyumbang satu unit darah, kelas II perdarahan tanpa komplikasi, namun resusitasi cairan kristaloid diperlukan, kelas III keadaan perdarahan dengan komplikasi dimana harus diberikan infus kristaloid dan mungkin penggantian darah, dan perdarahan kelas IV harus dianggap sebagai kejadian preterminal, dan jika tidak diambill tindakan yang sangat agresif penedrita akan meninggal dalam beberapa detik.Dalam melakukan terapi harus diketahui bahwa sejumlah kecil penderita memiliki penyebab syok yang lain (misalnya pada pasien yang memiliki kondisi sekunder seperti tamponade jantung, cedera saraf, atau trauma tumpul yang akan memperberat syok hipovolemik).3.2Syok non hemoragika. Syok KardiogenikSyok kardiogenik adalah gangguan yang disebabkan oleh penurunan curah jantung sistemik pada keadaan volume intravaskular yang cukup dan dapat mengakibatkan hipoksia jaringan. Syok dapat terjadi karena disfungsi ventrikel kiri yang berat, tetapi dapat pula terjadi pada keadaan dimana fungsi miokardial yang terganggu.Disfungsi miokardial dapat terjadi dari trauma tumpul jantung, temponade jantung, emboli udara atau yang jarang seperti infark. Bila mekanisme cedera pada toraks berupa deselerasi, harus dicurigai cedera tumpul jantung (blunt). Semua penderita dengan trauma tumpul toraks memerlukan pemantauan EKG terus menerus untuk mengetahui pola cedera dan disritmia. Isoenzyme-CPK dan pemeriksaan isotop jarang dipakai dalam menegakkan diagnosis atau mengelola penderita di bagian gawat darurat. Ekokardiografi dapat dipergunakan dalam menentukan diagnosis dari tamponade atau ruptur katup jantung, tetapi tidak praktis dan karang dapat dilakukan langsung di UGD. Adanya darah dalam rongga perikardium (tamponade jantung) dapat dikenali dengan pemeriksaan ultrasonografi (FAST = Focused Assesment Sonography in Trauma) untuk diagnosisi penyebab syok.Cedera tumpul jantung mungkin merupakan suatu indikasi pemasangan tekanan vena sentral (CVP) secara dini agar dapat memandu resusitasi cairan dalam situasi ini.Tamponade jantung merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada trauma tembus toraks, tetapi dapat terjadi juga pada trauma tumpul toraks. Takikaria, bunyi jantung yang meredam, pelebaran dan penonjolan vena leher dengan hipotensi yang tidak dapat diatasi dengan terapi cairan menandakan tamponade jantung.Tension pneumotoraks dapat memiliki kemiripan keadaaan klinis namun tidak adanyan napas dan hipersonor pada bagiah hemitoraksi yang terkena dapat membedakan tamponade jantung dan tension pneumothoraks. Kedua keadaan ini dapat diatasi dengan menusukkan jarum ke ruang pleura dalam kasus tension pneumotoraks atau ke dalam kantung perikardial untuk tamponade jantung.

b. Syok SepsisSyok sepsis adalah keadaan yang umum dan serius ketika infeksi, yang biasanya disebabkan oleh bakteri gram negatif, menyebabkan syok yang memperlihatkan gambaran syok distributif dan hipovolemik. Endotoksin yaitu lipopolisakarida dinding sel yang dihasilkan oleh sebagian bakteri menimbulkan vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas kapiler, disertai keluarnya plasma kedalam jaringan. Endotoksin juga memicu serangkaian reaksi sitokin dan koagulan yang rumit, yang akhirnya dapat menyebabkan kegagalan banyak organ (multiple organ failure). Angka kematian pada keadaan ini adalah 30-50%, dan berbagai obat yang dirancang untuk menghambat respon peradangan, termasuk glukokortikoid, tidak dapat menurunkan angka kematian tersebut.Syok karena infeksi yang timbul segera setelah trauma jarang terjadi. Namun, keadaan ini dapat terjadi pada pasien yang mengalami cedera perut yang tembus serta kontaminasi rongga peritoneal dengan isi usus. Penderita syok septik dengan af