fix.docx bgt

Download Fix.docx Bgt

Post on 27-Oct-2015

308 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

jurnal zat aktif

TRANSCRIPT

I. TINJAUAN KIMIA FARMASI1.1 Alumunium Hidroksida

Berat molekul:78

Rumus molekul:Al(OH)3

Kelarutan:Praktis tidak larut dalam air dan dalm etanol, larut dalam asam mineral encer dan larutan alkali hidroksida

Organoleptis:Serbuk amorf, putih, tidak berbau, tidak berasa

Kadar:Mengandung aluminium hidroksida setara dengan tidak kurang dari 90% dan tidak lebih dari 110% Al(OH)3 dari jumlah yang tertera pada etiket.

Penyimpanan:Dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari cahaya matahari

Khasiat:Mengatasi gejala dyspepsia

1.2 Magnesium hidroksidaBerat molekul:58,32

Rumus molekul:Mg ( OH)2

Kelarutan:Pratis tidak larut dalam air dan dalam etanol,larut dalam asam encer

Organoleptis:Serbuk,putih, ruah

Penyimpanan:Dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari cahaya matahari

Khasiat:Mengatasi gejala dyspepsia

1.3 Simetikon

Kelarutan:Tidak larut dalam air dan etanol, fase cair larut dalam kloroform, dalam eter dan dalam benzene. Tahan pemanasan sampai suhu 200C

Pemerian:Cairan kental, tembus cahaya, warna abu-abu

Peyimpanana:Dalam wadah tertutup baik

1.4 GliserinPemerian:Granul putih, bau khas,

Nama kimia:Propane-1,2,3-triol

Kelarutan :Dapat bercampur dengan air dan dengan etanol, tidak larut dan kloroform dalam eter, dalam minyak dan dalam minyak menguap

Bobot jenis dan rumus molekul:C3H8O3 dan 92.09

Stabilitas:

Terurai pada pemanasan. Campuran gliserin dengan air, etanol (95%), dan propilen glikol adalah kimia yang stabil.

1.5 SorbitolPemerian:berbau, putih atau hampir tidak berwarna, kristal, higroskopis bubuk

Kelarutan:Sangat mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol dalam methanol dan asam asetat

Rumus molekul dan bobot jenis :C6H14O6

182.17

Nama Kimia:D-Glucitol

Stabilitas:Sorbitol secara kimiawi relatif inert dan kompatibel dengan sebagian besareksipien.

1.6 Na CMCPemerian:berbau, putih atau hampir tidak berwarna, kristal, higroskopis bubuk

Kelarutan:Larut lambat dalam air lebih cepat larut dalam air yang mengandung mineral

Stabilitas:stabil, meskipun higroskopis, disimpan dalam wadah tertutup baik di tempat sejuk, kering tempat.

incompatibel:Tidak kompatibel dengan larutan asam dan dengan garam larut besi dan beberapa lainnya logam, seperti aluminium, merkuri.

peyimpanan:Dalam wadah tertutup baik

1.6 NipaginPemerian :putih, tidak berbau atau hampir tidak berbau, bubuk kristal.

Kelarutan

:Larut dalam 500 bagaian air, dalam 20 bagian air mendidih, dalam 3,5bagian etanol (95%)Pndan dalam larutan alkili hidroksida

Titik didih:1151188C

Struktur kimia dan Bobot jenis:C9H10O3 dan 166.18

Penyimpanan:Disimpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya , sejuk dan kering

Khasiat:Antimikrobila

Inkompatibilitas:Sifat antimikroba dari ethylparaben yang jauh berkurang dengan adanya surfaktan nonionik sebagai akibat dariMicellizatio

1.7 NipasolPemerian :putih, kristal, tidak berbau, dan tidak berasa

Kelarutan:Sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol, dan dalam eter, sukar larut dalam ait mendidih

Titik Lebur:297 c

Struktur kimia dan berat molekulC10H12O3

180.20

Incompatibel:Aktivitas antimikroba propylparaben berkurang jauh dengan adanya surfaktan nonionik sebagai akibat dari micellization

II. TINJAUAN FARMAKOLOGI

Indikasi:Untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung, gastritis, tukak lambung, tukak pada duodenum dengan gejala-gejala seperti mual, nyeri lambung, nyeri ulu hati, kembung dan perasaan penuh pada lambung.

Kontraindikasi:hipersensitivitas

Efek Samping:Efek samping yang umum adalah sembelit, diare, mual, muntah dan gejala-gejala tersebut akan hilang bila pemakaian obat dihentikan.

Mekanisme Kerja:FarmakologiKombinasi Aluminium Hidroksida dan Magmesium Hidroksida merupakan antasida yang bekerja menetralkan asam lambung dan meninaktifkan pepsin sehingga rasa nyeri ulu hati akibat iritasi oleh asam lambung dan pepsin berkurang. Disamping itu, efek laksatif dari magnesium Hidroksida akan mengurangi efek konstipasi dari aluminium hidroksida.

Perhatian: Jangan diberikan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal yang berat karena dapat menimbulkan hipermagnesia. Tidak dianjurkan digunakan terus menerus lebih dari 2 minggu kecuali atas petunjuk dokter. Bila sedang menggunakan obat tukak lambung lain seperti Simetidin atau antibiotika Tetrasiklin harap diberikan dengan selang waktu 1-2 jam. Tidak dianjurkan pemberian pada anak-anak di bawah 6 tahun kecuali atas petunjuk dokter karena biasanya kurang jelas penyebabnya. Hati-hati pemberian pada penderita diet fosfor rendah dan pemakaian lama karena dapat mengurangi kadar fosfor dalam darah.

Dosis & Administrasi: Anak-anak 6-12 tahun : sehari 3-4 kali 1/2 sendokteh -1 sendok teh. Dewasa : sehari 3-4 kali 1-2 sendok teh. Diminum 1 2 jam setelah makan dan menjelang tidur.

Interaksi obat Antibakteri : antasida mengurangi absorbasi azikromisin, sefadoksin,isoniazid, aflaksosin, rifampisin, dan sebagai besar tetrasiklin Antiaritmia : ekskresi kinidin diturunkan dalam urine basa ( kadang dapatmenurunkan kadar plasma)- Analgetik : ekskresi asetosal dipertinggi dalam urine basa, antasidamengurangi absorban diflusinal

FarmakodinamikAluminium hidroksida merupakan golongan antasida non sistemik.Antasida yang digunakan untuk mengikat kimiawi dan menetralkan asamlambung efeknya adalah dengan peningkatan pH, yang mengakibatkanberkurangnya kerja protelisis dari pepsin (optimal pH 2), diatas pH 4pepsin menjadi minimal.

Farmakokinetikdaya menetralkan asam lambung relatif lambat tetapi daya kerjanya lebih panjang. Al(OH3)dengan ion aluminiumnya dapat membentuk kompleksdengan protein sehingga bersifat adstringen antasida ini mengabsorbsipepsin dan menginaktivasinya

III. TINJAUAN FARMASETIK

3.1 SEDIAAN BEREDARAcitral,adimag,almacon,altidin,alugel,amtacid,berlosid,Maalox,magnegel,magil.

3.2 FORMULA STANDAR

Al(OH) 2,7Mg(OH) 2,4Simetikon 0,36Gliserin 20%Sorbitol 70%CMC Na 1%Nipagin 0,1 %Nipasol 0,02%Ol. Menthae pip. 3 tetesAqua ad 60(Pharmaceutical Dosage Forms : Disperse system vol 2 hal 131)

3.3 FORMULA YANG DIRENCANAKANAl (OH)2,7

Mg( OH)2,4

Simetikon0,36

Gliserin20%

Sorbitol70%

Na CMC1%

Nipagin0,1%

Nipasol0,02%

Ol. Manthae pip3 tetes

Agua ad60

3.4 PERHITUNGAN FORMULA YANG DIRENCANAKAN

BAHAN%1 botol (60 ml)UNTUK 1000 botol

ZAT AKTIF

Al ( OH)2,7 g2700 g

Mg ( OH)2,4 g2400 g

Simeticon0,36 g360 g

BAHAN TAMBAHAN

Gliserin20%15,2 g15200 g

Sorbitol70%62,58 mg62580 mg

Na CMC1%225 mg225000 mg

Nipagin0,1%81,12 mg81120 mg

Nipasol0,02%15,5 mg15500 mg

Ol. Manthae pip3 tetesq.sq.s

Agua ad6060 ml60000 ml

a. Aluminium hidroxida Al(OH)Dosis Al(OH) menurut Pharmaceutical Dosage Forms Dispers System Volume 2 halaman 128 :Dalam sediaan 5mL mengandung 225mg Aluminium hidroxid.Dosis Al(OH) menurut Martindle halaman 2 : Dalam sediaan 15mL mengandung 500-1000 gram Al(OH), hal tersebut sesuai dengan rentang dosis zat aktif pada pustaka Pharmaceutiacal Dosage Forms Dispers System Volume 2. Tiap 5mL mengandung 225mgKemasan terkecil 60mL penimbangan : x 225 mg = 2700 mg = 2,7gram

b. Magnesium hidroxida Mg(OH)2Dosis Mg(OH)2 menurut Pharmaceutiacal Dosage Forms Dispers System Volume 2 halaman 128 :Dalam sediaan 5mL mengandung 200mgDosis Mg(OH)2 menurut Martindle halaman 82 :Dalam sediaan 15mL mengandung 500-750mg Mg(OH)2, hal tersebut sesuai dengan literatur yang ada.Tiap 5mL mengandung 200mgKemasan terkecil 60mL penimbangan : x 200 mg = 2400 mg = 2,4 gram

c. SimeticonDosis simeticon menurut Pharmaceutiacal Dosage Forms Dispers System Vo lume 2halaman 128 :Dalam sediaan 5mL mengandung 20-40mg.

Tiap 5mL mengandung 30mgKemasan terkecil 60mL penimbanga x 30 mg = 360 mgd. Gliserin BJ = 1,2620 g/cm3Sediaan = 20% x 60mL = 12mL= 12mL x 1,2620 g/cm3 = 15,144 g

e. Nipagin BJ = 1,352 g/cm3 Penggunaan nipagin 0,015% - 0,2% excipient halaman 310 Sediaan = 0,1% x 60mL= 0,06mL= 0,06mL /x 1,352 g/ cm3= 0,08112 g= 81,12 mgf. Na CMC BJ = 0,75 g/ cm3Sediaan = = 0,3mL = 0,3mL x 0,75 g/ cm3 = 0,225 g = 225 mgg. SorbitolBJ = 1,49 g/ cm3Sediaan == 42mL= 42mL x 1,49 g/ cm3= 62,58 g = 6258 mgh. NipasolBJ = 1,288 g/ cm3 , penggunaan nipasol 0,01% - 0,02% Sediaan = 0,02% x 60mL = 0,012mL = 0,012mL x 1,288 g/ cm3 = 0,0155 g = 15,5 mg

3.5 ALASAN PEMILIHAN BAHANa. Alumunium HidroksidaAlasan pemilihan bahan aktif :Bahan aktif ini dipilih karena memiliki daya menetralkan asam lambung lambat, tetapi masa kerjanya lebih panjang. Alumunium ini bersifat demulsen dan absorben. Dan juga absorbsi makanan setelah pemberian alumunium dipengaruhi dan komposisi tinja tidak berubah. Efek samping pada antasida yang mengandung Al(OH)3 yaitu konstipasi.b. Magnesium HidroksidaAlasan Pemilihan bahan aktif :Bahan aktif ini dipilih karena antasida yang mengandung magnesium relatif tidak larut air sehingga bekerja lebih lama bila berada dalam lambung dan sebagian besar tujuan pemberian antasida tercapaic. SimetikonAlasan pemilihan bahan aktif :Bahan aktif dipilih karena simetikon digunakan sebagai anti kembung (antiflatulen) dan sebagai penurun tegangan permukaan yang bersifat anti busa.

d. CMC Na (Carboxy Methyl Cellulose Sodium)Alasan pemiliahan : CMC tidak memiliki efek terpetik dan tidak berbahaya. Selain itu, CMC juga berfungsi sebagai coating agent. Dalam sediaan ini CMC digunakan sebagai emulsi