ENDORIN FIX.docx

Download ENDORIN FIX.docx

Post on 17-Sep-2015

249 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MAKALAHHEPATITIS TOKSIK, GAGAL HATI FULMINAN DAN CA TIROID

DI SUSUN OLEH :

1. iii

2. YUMNI RUMIWANG 3. HUSNIAWATI 4. BQ. DIAN NURMAYA 5. ERNAWATI 6. M. MAKSUM 7. DEBI ANANDA PUTRI 8. ROLY YULI A.M.P.9. SUDARMAN

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARATSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAMPROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN JENJANG S1MATARAM2015KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT pantaslah kami ucapkan, karena berkat bantuan dan petunjuk-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini. Untuk itu kepada berbagai pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.Kami membuat makalah ini dengan seringkas-ringkasnya dan bahasa yang jelas agar mudah dipahami. Karena kami menyadari keterbatasan yang kami miliki, kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca, agar pembuatan makalah kami yang berikutnya dapat menjadi lebih baik.Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Mataram, Mei 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR iiDAFTAR ISI iiiBAB 1 PENDAHULUAN 11.1 Latar Belakang 11.2 Rumusan Masalah 21.3 Tujuan Penulisan 2BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 32.1 Konsep Dasar Penyakit Hepatitis Toksik32.2 Konsep Asuhan Keperawatan Hepatitis Toksik172.3 Konsep Dasar Penyakit Gagal Hati Fulminan 312.4 Konsep Asuhan Keperawatan Gagal Hati Fulminan462.5 Konsep Dasar Penyakit Ca Tiroid522.6 Konsep Asuhan Keperawatan Ca Tiroid 65BAB 3 PENUTUP 743.1 Simpulan 743.2 Saran 74DAFTAR PUSTAKA

BAB 1PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangHepatitis virus akut merupakan penyakit infeksi yang penyebarannya luas dalam tubuh walaupun efek yang menyolok terjadi pada hepar. Telah ditemukan 5 kategori virus yang menjadi agen penyebab yaitu Virus Hepatitis A (HAV), Virus Hepatitis B (HBV), Virus Hepatitis C (HVC), Virus Hepatitis D (HDV), Virus Hepatitis E (HEV).Walaupun kelima agen ini dapat dibedakan melalui petanda antigeniknya, tetapi kesemuanya memberikan gambaran klinis yang mirip, yang dapat bervariasi dari keadaan sub klinis tanpa gejala hingga keadaan infeksi akut yang total.Bentuk hepatitis yang dikenal adalah HAV (Hepatitis A) dan HBV (Hepatitis B). Kedua istilah ini lebih disukai daripada istilah lama yaitu hepatitis infeksiosa dan hepatitis serum, sebab kedua penyakit ini dapat ditularkan secara parenteral dan non parenteral. Hepatitis virus yang tidak dapat digolongkan sebagai Hepatitita A atau B melalui pemeriksaan serologi disebut sebagai Hepatitis non-A dan non-B (NANBH) dan saat ini disebut Hepatitis C (Dienstag, 1990). Selanjutnya ditemukan bahwa jenis hepatitis ini ada 2 macam, yang pertama dapat ditularkan secara parenteral (Parenterally Transmitted) atau disebut PT-NANBH dan yang kedua dapat ditularkan secara enteral (Enterically Transmitted) disebut ET-NANBH (Bradley, 1990; Centers for Disease Control, 1990). Tata nama terbaru menyebutkan PT-NANBH sebagai Hepatitis C dan ET-NANBH sebagai Hepatitia E (Bradley,1990; Purcell, 1990).Virus Delta atau Virus Hepatitis D (HDV) merupakan suatu partikel virus yang menyebabkan infeksi hanya bila sebelumnya telah ada infeksi Hepatitis B, HDV dapat timbul sebagai infeksi pada seseorang pembawa HBV.Hepatitis menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting tidak hanya di Amerika tetapi juga diseluruh dunia. Penyakit ini menduduki peringkat ketiga diantara semua penyakit menular yang dapat dilaporkan di Amerika Serikat (hanya dibawah penyakit kelamin dan cacar air dan merupakan penyakit epidemi di kebanyakan negara-negara dunia ketiga. Sekitar 60.000 kasus telah dilaporkan ke Center for Disease Control di Amerika Serikat setiap tahun, tetapi jumlah yang sebenarnya dari penyakit ini diduga beberapa kali lebih banyak. Walaupun mortalitas akibat hepatitis virus ini rendah, tetapi penyakit ini sering dikaitkan dengan angka morbiditas dan kerugian ekonomi yang besar.1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang diatas, maka penulisan mengambil rumusan masalah sebagai berikut1. Apa definisi hepatitis ?2. Apa etiologi hepatitis ?3. Bagaimana klasifikasi dan penyebab hepatitis ?4. Manifestasi hepatitis ?5. Bagaimana patofisiologi hepatitis ?6. Bagaimana pathway hepatitis ?7. Bagaimana penatalaksanaan hepatitis ?8. Bagaimana asuhan keperawatan pada pasien hepatitis ?1.3 Tujuan Penulisan1. Untuk mengetahui definisi hepatitis2. Untuk mengetahui etiologi hepatitis3. Untuk mengetahui klasifikasi dan penyebab hepatitis4. Untuk mengetahui manifestasi hepatitis5. Untuk mengetahui patofisiologi hepatitis6. Untuk mengetahui pathway hepatitis7. Untuk mengetahui penatalaksanaan hepatitis8. Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien hepatitis

.

BAB 2PEMBAHASAN

2.1 Konsep Dasar Penyakit Hepatitis Toksik2.1.1 DefinisiHepatitis adalah suatu proses peradangan difusi pada jaringan yang dapat disebabkan oleh infeksi virus dan oleh reaksi toksik terhadap obat-obatan serta bahan-bahan kimia (Sujono Hadi, 1999).Hepatitis adalah keadaan radang/cedera pada hati, sebagai reaksi terhadap virus, obat atau alkohol (Patofisiologi Untuk Keperawatan, 2000;145).Hepatitis virus merupakan infeksi sistemik oleh virus disertai nekrosis dan klinis, biokimia serta seluler yang khas (Smeltzer, 2001).Hepatitis adalah suatu peradangan pada hati yang terjadi karena toksin seperti; kimia atau obat atau agen penyakit infeksi (Asuhan Keperawatan Pada Anak, 2002; 131).Sebagian besar obat masuk melalui saluran cerna, dan hati terletak diantara permukaan absorbsi dari saluran cerna dan organ target obat dimana hati berperan sentral dalam metabolisme obat. Hepatotoksiksisitas imbas obat merupakan komplikasi potensial yang hampir selalu ada pada setiap obat yang diberikan, karena hati meruoakan pusat disposisi metabolik dari semua obat dan bahan bahan asing yang masuk tubuh. Kejadian jejas hati karena obat mungkin jarang terjadi namun akibat yang dapat ditimbulkan bisa fatal.Sebagian besar obat bersifat lipofilik sehingga membuat mereka mampu menembus membran sel intestinal. Obat kemudian diubah lebih hidrofilik melalui proses proses biokimiawi di dalam hepatosit, menghasilkan produk produk larut air di ekskresi ke dalam urin atau empedu. Biotransformasi hepatik ini melibatkan jalur oksidatif utamanya melalui enzim sitokrom P-450.Zat zat kimia tertentu memiliki efek pada hati dan bila diberikan per oral atau secara parenteral menimbulkan nekrosis sel hati yang akut atau hepatitis toksik. Zat kimia yang paling sring terlibat dalam kelainan ini adalah karbon tetraklorida, fosfor, kloroform dan senyawa emas. Semua substansi ini merupakan hepatotoksin sejati.Banyak obat yang menimbulkan hepatitis meskipun lebih bersifat sensitisasi ketimbang toksik.Akibatnya adalah hepatitits yang disebabkan oleh obat ,serupa dengan hepatitits virus yang akut, meskipun demikian, kerusakan parenkim hati cenderung lebih luas. beberapa contoh obat yang dpat menimbulkan hepatitis adalah inzoniasid, halotan, asetaminofen, dan antibiotik tetentu, antimetabolit serta obat- obat anestesi.2.1.2 EtiologiDua penyebab utama hepatitis adalah virus dan non virus. Sedangkan insidensi yang muncul tersering adalah hepatitis yang disebabkan oleh virus.1. Hepatitis virus dapat dibagi ke dalam hepatitis :a. Hepatitis A (HAV)b. Hepatitis B (HBV)c. Hepatitis C(HCV)d. Hepatitis D (HDV)e. Hepatitis E (HEV)Semua jenis virus tersebut merupakan virus RNA kecuali virus hepatitis B yang merupakan virus DNA.2. Hepatitis non virus yaitu :a. AlkoholMenyebabkan alkohol hepatitis dan selanjutnya menjadi alkohol sirosis.b. Obat-obatanMenyebabkan toksik untuk hati, sehingga sering disebut hepatitis toksik dan hepatitis akut.c. Bahan Beracun (Hepatotoksik)d. Akibat Penyakit lain (Reactive Hepatitis)

3. Penyebab Hepatitis Toksika. Acetaminophen ( Tylenol )Overdosis acetaminophen dapat merusak hati. Kemungkinan kerusakan serta keparahan dari kerusakan tergantung pada dosis acetaminophen yang dikonsumsi ; lebih tinggi dosisnya, lebih mungkin akan ada kerusakan dan lebih mungkin bahwa kerusakan akan menjadi lebih berat / parah. Reaksi pada acetaminophen adalah tergantung dosis dan dapat diprediksikan, bukan idiosyncratic. Luka hati dari overdosis acetaminophen adalah hal yang serius kerana kerusakan dapat berat / parah dan berakibat pada gagal hati dan kematian.b. StatinsStatins adalah obat obat yang paling luas digunakan untuk menurunkan kolesterol LDL dalam rangka mencegah serangan serangan jantung dan stroke. Yang menjadi pertimbangan adalah peninggian yang ringan pada tingkat tingkat darah dari enzim hati (ALT dan AST) tanpa gejala. Studi studi klinik telah menemukan peninggian sebanyak 0.5 % sampai 3 % dari pasien yang mengkonsumsi statins. Kelainan ini biasanya membaik atau menghilang sepenuhnya atas penghentian statins atau pengurangan dosis. Tidak ada kerusakan hati yang menetap.c. Nicotinic acid (Niacin)Niacin telah digunakan untuk merawat tingkat tingkat kolesterol darah yang tinggi serta tingkat tingkat triglyceride yang tinggi. Niacin dapat menyebabkan peninggian peninggian ringan yang sementara pada tingkat tingkat darah dari AST dan ALT, jaundice dan pada kejadian kejadian yang jarang, gagal hati. Keracunan hati dengan niacin adalah tergantung dosis; dosis dosis yang beracun biasanya melebihi 2 gram per hari. Pasien dengan penyakit hati yang mempunyai kebiasaan meminum alcohol sebelumnya berada pada resiko yang lebih tinggi menghasilkan keracunan niacin.d. Amiodarone (Cordaronez)Amiodarone (Cordarone) adalah obat yang penting digunakan untuk aritmia seperti atrial fibrillation dan ventricular takikardia. Amiodarone dapat menyebabkan kerusakan hati yang berkisar dari kelainan kelainan enzim hati yang ringan sampai ke gagal hati akut lalu sampai ke tahap akhir yaitu sirosis. Kelainan kelainan tes darah yang ringan adalah umum dan secara khas menghilang berminggu minggu sampai berbulan bulan setelah penghentian obat. Kerusakan hati yang serius terjadi p