laporan pbl 1 nss fix.docx

Download LAPORAN PBL 1 NSS FIX.docx

Post on 25-Oct-2015

134 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

?

TRANSCRIPT

LAPORAN PBL I BLOK NEUROLOGY & SPECIFIC SENSE SYSTEMS (NSS)Suamiku kok jadi.....

Tutor:

Tutor :dr. Diah Krisnansari, MSi

Disusun Oleh: KELOMPOK III1. Sarah Maulina O.G1A0090152. Dikodemus GintingG1A0090193. Dias IsnantiG1A0090344. Prabawa YogaswaraG1A0090485. Femy IndrianiG1A0090526. Radita IkapratiwiG1A0091037. Esti SetyaningsihG1A0091068. Benza Asa DicarakaG1A0091199. Winda TryaniG1A00912810. Elis MarifahG1A00801811. Radityo ArifK1A005036

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANUNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANFAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATANJURUSAN KEDOKTERANPURWOKERTO2012BAB IPENDAHULUAN

INFORMASI 1Suamiku kok jadi.......RPSTn. A berusia 60 tahun datang ke IGD RSMS diantar oleh keluarganya dengan keluhan anggota gerak sebelah kanan lemah, pasien mengeluh tiba-tiba merasa anggota gerak sebelah kanan terasa lemah dan terjatuh pada saat pasien bangun tidur. Anggota gerak kanan tidak kuat angkat dan bila digerakkan terasa berat. Jika dipaksakan bergerak hanya hanya bisa menggeser sedikit demi sedikit tetapi tetap tidak dapat diangkat. Keluhan dirasakan sejak 2 jam sebelum masuk rumah sakit sampai sekarang. Pasien juga mengeluh nyeri kepala sebelum pasien merasa anggota gerak kanannya lemah. Pasien tidak mengeluh mual maupun muntah dan tetap dalam keadaan sadar sebelum, saat, maupun sesudah kejadian. Pasien tidak mengeluh ada riwayat demam maupun kejang sebelumnya. Pasien juga menyangkal mengalami trauma kepala sebelumnya,Tn. A juga merasa wajahnya menjadi tidak simetris, mulutnya menceng ke kiri dan bicaranya menjadi pelo. Tn. A seorang perokok, satu hari dapat menghabiskan 1-2 pak rokok.

INFORMASI 2RPD Riwayat penyakit yang sama sebelumnya disangkal Riwayat hipertensi sejak 5 tahun yang lalu dan tidak kontrol teratur Riwayat penyakit jantung disangkal Riwayat DM menderita sejak 2 tahun yang lalu dan tidak kontrol teratur Riwayat trauma kepala disangkalRPK Riwayat DM dalam keluarga tidak disangkal Riwayat hipertensi disangkal Riwayat penyakit jantung disangkalBAB IIPEMBAHASAN

A. Kejelasan Istilah dan Konsep1. AfasiaGangguan cara berbahasa. Sindrom afasia dapat dibagi menjadi afasia motorik dan sensorik. Lesi yang menimbulkan afasia motorik terletak di sekitar daerah Broca dimana kondisi terberat adalah penderita sama sekali tidak bisa mengeluarkan kata-kata namun masih mengerti bahasa verbal dan visual. Afasia sensorik dikenal dengan afasia Wernick dimana kemampuan untuk mengerti bahasa verbal dan visual terganggu atau hilang sama sekali (Mardjono, 2009).2. DisartriaGangguan artikulasi. Pada disartria, hanya cara mengucapkannya saja yang terganggu tetapi tata bahasanya baik (Mardjono, 2009).

B. Menetapkan Definisi Dan Batasan Permasalahan Yang TepatAnamnesis1. IdentitasNama: Tn. AUsia: 60 tahun2. RPSKeluhan utama: angota gerak sebelah kanan lemahOnset: 2 jam sebelum masuk rumah sakitKronologis: saat bangun tidur terjatuh karena tiba-tiba merasaanggota gerak sebelah kanan lemah dimana anggotagerak kanan tidak kuat angkat dan bila digerakkanterasa berat. Kualitas: keadaan sadar sebelum, saat, maupun sesudahkejangGejala penyerta: nyeri kepala, tidak mengeluh mual dan muntah,wajah tidak simetris, mulut menceng ke kiri, bicarapelo3. RPDa. Riwayat hipertensi sejak 5 tahun yang lalu dan tidak kontrol teraturb. Riwayat DM menderita sejak 2 tahun yang lalu dan tidak kontrol teraturc. Riwayat demam atau kejang disangkald. Riwayat trauma kepala disangkale. Riwayat penyakit yang sama sebelumnya disangkalf. Riwayat penyakit jantung disangkal4. RPKRiwayat DM, hipertensi, dan penyakit jantung disangkal5. RPSosMerokok 1-2 pak rokok sehari

C. Menganalisa Permasalahan1. Anatomi cerebrum2. Fungsi korteks serebri masing-masing lobus3. Anatomi cerebellum dan batang otak4. Fisiologi otak secara keseluruhan?5. Histologi otak dan medula spinalis6. Faktor resiko7. Faktor yang memperberat (merokok)8. Patofisiologi gejalaa. Nyeri kepalab. Afasia

INFORMASI 3PEMERIKSAAN FISIKKesadaran umum: Tampak sakit sedangKesadaran: compos mentisKuantitatif: GCS E4M6V5Vital sign: TD: 200/100 mmHg N: 98x / menit, reguler RR: 22x / menit S: 36,3oKepala: mesocephal, tanda trauma (-)Mata: konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, reflek cahaya +/+, pupil isokor diameter 2 mm/ 2 mmLeher: dbnJantung: batas kiri 2 cm lateral midclavicular line, lainnya dalam batas normalParu: dbnAbdomen: dbn

9. Hipotesis Sementara a. Stroke hemorragikb. Stroke non hemorragik10. Perbedaan Stroke Hemorragik dan Non hemorragik

D. Menyusun Berbagai Penjelasan Mengenai Permasalahan1. Anatomi cerebrumCerebrum merupakan bagian terbesar otak dan terletak di fossa cranii anterior dan medius serta menempati seluruh cekungan tempurung tengkorak. Cerebrum terbagi menjadi dua bagian yaitu diencephalon yang membentuk inti sentral dan telencephalon yang membentuk hemispherium cerebri (Snell, 2006).a. DiencephalonDiencephalon merupakan struktur yang terletak di garis tengah dengan belahan kanan dan kiri yang simetris. Diencephalon terdiri dari ventrikulus tertius dan struktur yang membatasinya. Diencephalon meluas ke posterior di tempat ventrikulus tertius bersambung dengan aquaductus cerebri dan ke anterior sejauh foramina interventricularis (Snell, 2006).

b. Hemispherium CerebriHemispherium cerebri merupakan bagian otak yang paling besar dan dipisahkan oleh fisura sagiitalis. Untuk memperluas permukaan cortex cerebri secara maksimal, masing-masing permukaan hemispherium cerebri membentuk lipatan-lipatan atau gyri yang terpisah satu dengan yang lain oleh sulcus atau fissura. Pembagian hemispherium dinamakan sesuai dengan tulang tengkorak yang ada di atasnya yaitu lobus frontalis, parietalis, tempooralis, dan oksipitalis dengan sulcus centralis, parietooccipitalis, lateralis dan calcarina sebagai batas-batas yang digunakan (Snell, 2006).

Gambar 1. Pandangan medial hemisfer cerebri kanan (Snell, 2006)

1) Lobusa) FrontalisLobus frontalis menempati daerah di anterior sulcus centralis dan di superior sulcus lateralis. Bagian ini mengandung daerah-daerah motorik dan premotorik (Snell, 2006).

b) Parietalis Lobus parietalis terletak di daerah posterior sulcus centralis dan di superior sulcus lateralis, lobus ini meluas ke posterior sampai sejauh sulcus parietooccipitalis (Snell, 2006).c) OccipitalisLobus oksipitalis adalah lobus posterior korteks serebrum. Lobus ini menempati daerah kecil di belakang sulcus parietooccipitalis (Snell, 2006).d) TemporalisLobus temporalis menempati daerah di inferior sulcus lateralis (Snell, 2006).2) Sulcusa) Sulcus centralisSulcus centralis sangat penting karena gyrus yang terletak di sebelah anteriornya mengandung sel-sel motorik yang menginisiasi gerakan-gerakan tubuh sisi kontralateral. Pada bagian posterior sulcus ini terletak korteks sensorik umum yang menerima informasi sensorik dari sisi tubuh kontralateral (Snell, 2006).b) Sulcus parietooccipitalisSulcus parietooccipitalis berjalan turun dan ke arah anterior pada permukaan medial untuk bertemu dengan sulcus calcarina. Sulcus ini memisahkan lobus parietal dengan lobus occipital (Snell, 2006).c) Sulcus lateralis Sulcus lateralis merupakan celah dalam yang terutama ditemukan di permukaan inferiror dan lateral hemisphere cerebri. Sulcus ini memisahkan lobus parietal dengan lobus temporal (Snell, 2006).d) Sulcus calcarinaSulcus calcarina terdapat pada permukaan medial hemisphere. Sulcus ini dimulai dari bawah ujung posterior corpus callosum dan melengkung ke atas dan belakang untuk mencapai polus occipitalis yang merupakan tempat berakhirnya sulcus tersebut (Snell, 2006).

2. Fungsi korteks serebri masing-masing lobus

Gambar 2. Pandangan lateral pada cerebrum (Hartwig, 2005)

a. Lobus frontalisLobus frontalis merupakan area motorik primer, yang bertanggung jawab untuk gerakan-gerakan voluntar, bertanggung jawab untuk perilaku bertujuan, penentuan keputusan moral, dan pemikiran yang kompleks. Area ini terletak di sepanjang gyrus presentralis. Daerah Broca terletak di lobus frontalis dan mengontrol ekspresi bicara. Banyak daerah-daerah asosiasi di lobus frontalis menerima informasi dari seluruh otak dan menggabungkan informasi-informasi tersebut menjadi pikiran, rencana, dan perilaku. Lobus frontalis memodifikasi dorongan emosional yang dihasilkan oleh sistem limbik dan refleksrefleks vegetatif dari batang otak (Hartwig, 2005).

b. Lobus parietalisLobus ini merupakan daerah sensorik primer otak untuk rasa raba dan pendengaran. Peran utama korteks parietalis adalah pada kegiatan pemrosesan dan integrasi informasi sensorik yang lebih tinggi tingkatnya. Lobus parietalis menyampaikan informasi sensorik ke banyak daerah lain di otak, termasuk daerah asosiasi motorik dan visual di sebelahnya (Hartwig, 2005).c. Lobus temporalisLobus temporalis merupakan area sensorik reseptif untuk impuls pendengaran dan mencakup daerah Wernicke tempat interpretasi bahasa. Lobus ini juga berperam dalam interpretasi bau dan proses penyimpanan ingatan (Hartwig, 2005).d. Lobus occipitalisLobus ini mengandung korteks penglihatan primer yang menerima informasi penglihatan dari retina dan menyadari sensasi warna (Hartwig, 2005).

3. Anatomi cerebellum dan batang otakOtak, terbagi atas struktur-struktur utama sebagai berikut :a. Cerebrum (otak besar)1) Struktur :a) Hemisphere dextra et sinistrab) Fissura longitudinalis cerebriic) Corpus callosumd) Gyrus et sulcus2) Sulcus :a) Sulcus centralisb) Sulcus occipitoparietalisc) Sulcus lateralis (sylvius)3) Lobus a) Lobus frontalisb) Lobus parietalisc) Lobus occipitalisd) Lobus temporalisb. Cerebellum (otak kecil) Fungsi : Pusat Kordinasi Keseimbanganc. Diencephalon (thalamus dan hipotalamus)d. Truncus encephali (batang otak), tediri atas 3 bagian:1) Mesencephalon2) Pons3) Medulla oblongata

Gambar 3. Anatomi cerebellum dan batang otak

4. Fisiologi a. Tractus AscendenSaat memasuki medulla spin