laporan pbl fix.docx

Download laporan pbl fix.docx

Post on 16-Sep-2015

47 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

21

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangSeiring perkembangan zaman semakin banyak penyakit yang timbul akibat gaya hidup manusia dan penularan bakteri. Kurangnya pengetahuan dan tingkat kesadaran perilaku masing-masing individu tentang sebuah penyakit turut mempengaruhi perkembangan sebuah penyakit itu sendiri. Indonesia saat ini menghadapi dua masalah kesehatan utama yaitu penyakit menular dan penyakit-penyakit tidak menular. Menurut data Riskesda, 59% kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular. Salah satunya adalah gastritis. Penyakit gastritis adalah suatu penyakit luka atau lecet pada mukosa lambung. Seseorang penderita penyakit gastritis akan mengalami keluhan nyeri pada lambung, mual, muntah, lemas, kembung dan terasa sesak, nyeri pada ulu hati, tidak ada nafsu makan, wajah pucat, suhu badan naik, keringat dingin, pusing atau bersendawa serta dapat juga terjadi perdarahan saluran cerna. Gastritis terjadi terutama pada mukosa gastroduodenal karena jaringan ini tidak dapat menahan kerja asam lambung pencernaan (asam HCl) dan pepsin, erosi yang terkait berkaitan dengan peningkatan konsentrasi dan kerja asam pepsin atau berkenaan dengan penurunan pertahanan normal dari mukosa. Mukosa yang rusak tidak dapat mensekresi mukus cukup untuk bertindak sebagai barier terhadap HCl. 1Bahaya penyakit gastritis jika dibiarkan terus menerus akan merusak fungsi lambung dan dapat meningkatkan risiko untuk terkena kanker lambung hingga menyebabkan kematian. Berbagai penelitian menyimpulkan bahwa keluhan sakit pada penyakit gastritis paling banyak ditemui akibat dari gastritis fungsional, yaitu mencapai 70-80% dari seluruh kasus. Gastritis fungsional merupakan sakit yang bukan disebabkan oleh gangguan pada organ lambung melainkan lebih sering dipicu oleh pola makan yang kurang sesuai, faktor psikis dan kecemasan. 2Pembagian klinis gastritis secara garis besar dibagi dua jenis yaitu akut dan kronis. Gastritis akut adalah kelainan klinis akut yang jelas penyebabnya dengan tanda dan gejala yang khas, biasanya ditemukan sel inflamasi akut. Gastritis kronis merupakan gastritis dengan penyebab yang tidak jelas, bersifat multifaktor dan perjalanan bervariasi. Biasanya gastritis kronis disebabkan oleh Helicobacter pylori. 3Prevalensi Helicobacter pylori pada orang dewasa adalah sekitar 30% di Amerika Serikat dan negara maju lain sedangkan di sebagian besar negara yang sedang berkembang sekitar >80%. Di AS, prevalensi kolonisasi Helicobacter pylori bervariasi sesuai usia: sekitar 50% pada orang yang berusia 60-an dan sekitar 20% pada usia 30-an. Pada masa dewasa Helicobacter pylori jarang diakuisisi atau lenyap secara spontan. Faktor resiko penting lain untuk kolonisasi Helicobacter pylori adalah tinggal di tempat yang padat dan hygiene yang kurang sewaktu anak-anak. Insiden yang sangat rendah pada anak-anak di negara maju saat ini mungkin disebabkan oleh meningkatnya standar kehidupan dan pemakaian antibiotik. 4 Di Indonesia menurut WHO pada tahun 2012, penyakit gastritis mencapai angka 40,8%. Angka kejadian gastritis pada beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk. Di Provinsi Jambi, pada tahun 2010 penyakit gastritis berada di peringkat 5 dengan persentase 8,33% kemudian pada tahun 2011 naik ke peringkat 4 dengan persentase 9,1% dan pada tahun terakhir yaitu 2012 persentase menunjukkan bahwa gastritis berada di peringkat 6.

Tabel 1.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak di Puskesmas Provinsi Jambi Tahun 2010 s/d 2012 5NO.JENIS PENYAKITPERSENTASE

201020112012

1.Infeksi akut lain saluran pernafasan atas1.44,71.36,61.24,43

2.Penyakit sistem otit dan jaringan pengikat2. 11,492.11,83.11,22

3.Penyakit tekanan darah tinggi3.9,333.9,84. 10,05

4.Gastritis5.8,334. 9,16.8,74

5.Diare (termasuk tersangka kolera)6. 5,005.9,05.8,78

6.Penyakit kulit alergi4. 8,666.8,47.7,82

7.Penyakit lain pada saluran pernafasan atas8.4,017.5,82.21,40

8.Penyakit infeksi kulit7.4,828.4,98.4,23

9.Kecelakaan dan rudapaksa10.1,739.2,89.2,10

10.Penyakit pulpa dan jaringan rongga9.1,9210.1,910.1,9

Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Jambi

Di Kota Jambi, gastritis masuk dalam 10 penyakit terbesar. Gastritis menempati urutan ke-4 setelah Nasofaringitis akut (ISPA), Hipertensi esensial dan Faringitis akut.

Tabel 1.2 Data 10 penyakit terbesar kota jambitahun 2013 6

NOKODENAMA PENYAKITJUMLAH%

1.J00Nasofaringitis akut102.44536,02

2.I10Hipertensi essensial33.18711,67

3.J02Faringitis akut32.02311,26

4.K29Gastritis24.2138,51

5.L23Dermatitis kontak alergi19.9387,01

6.M79P. otot dan jaringan ikat19.6886,92

7.R50Demam tak tahu sebab19.0326,69

8.E12DM tak tergantung insulin11.6794,11

9.A09Diare dan Gastroenteritis11.5024,04

10.K06Gangguan jaringan gigi10.6913,76

Jumlah284.398100,00

Sumber: Dinas Kesehatan Kota Jambi

Tabel 1.3 Data 10 penyakit terbesar di Puskesmas Koni tahun 2013 7NONAMA PENYAKITJUMLAH

1.Faringitis Akut2008

2.Nasofaringitis Akut1277

3.Hipertensi Esensial 1072

4.Demam tak diketahui sebab966

5.Pulpitis938

6.Nekrosis Pulpa832

7.Gastritis520

8.Peritonitis Kronis460

9.Sakit Kepala319

10.Dermatitis Kontak Alergi348

Sumber: Profil Kesehatan Puskesmas Koni 2013

Sedangkan di Kelurahan Sungai Asam, tempat kami mengambil sampel, gastritis menempati urutan ke-2 pada bulan Mei 2014 di Puskesmas Pembantu Sungai Asam. Padahal, gastritis atau yang sering disebut masyarakat awam maag akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, baik bagi remaja maupun orang dewasa.Pengetahuan masyarakat tentang penyakit gastritis sangat diperlukan mengingat hampir setiap orang sepanjang hidupnya pernah mengalami gastritis maka timbul kesadaran diri dari orang tersebut untuk selalu menjaga hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan yang diakibatkan gastritis tersebut. Hal ini didukung pendapat Notoatmodjo (2003) bahwa Terbentuknya suatu perilaku baru terutama pada orang dewasa, dimulai dari domain kognitif, dalam arti subyek tahu terlebih dahulu terhadap stimulus yang berupa materi atau obyek diluar materinya. 8 Berdasarkan uraian diatas maka kami bermaksud melakukan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan perilaku masyarakat di Kelurahan Sungai Asam Wilayah Kerja Puskesmas IV Koni Kota Jambi terhadap Penyakit Gastritis.

1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan uraian dalam latar belakang masalah diatas, dapat dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut :Bagaimana gambaran pengetahuan dan perilaku masyarakat di Kelurahan Sungai Asam Wilayah Kerja Puskesmas IV Koni Kota Jambi terhadap penyakit gastritis?

1.3 Tujuan Penelitian1.3.1 Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan perilaku masyarakat di Kelurahan Sungai Asam Wilayah Kerja Puskesmas IV Koni Kota Jambi terhadap penyakit gastritis.

1.3.2 Tujuan Khusus 1. Mengetahui profil masyarakat di Kelurahan Sungai Asam Wilayah Kerja Puskesmas IV Koni Kota Jambi yang meliputi jenis kelamin, keaneka ragaman suku, riwayat menderita gastritis, dan riwayat pernah mendapatkan penyuluhan tentang gastritis.2. Mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat di Kelurahan Sungai Asam Wilayah Kerja Puskesmas IV Koni Kota Jambi terhadap penyakit gastritis. 3. Mengetahui gambaran perilaku masyarakat di Kelurahan Sungai Asam Wilayah Kerja Puskesmas IV Koni Kota Jambi terhadap penyakit gastritis.

1.4 Manfaat PenelitianPenelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada beberapa pihak antara lain :1. Bagi institusi kesehatanSebagai informasi bagi petugas kesehatan mengenai tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap penyakit gastritis sehingga dapat menjadi masukan dalam menurunkan angka penyakit gastritis. 2. Bagi masyarakatSebagai masukan dasar pengetahuan dan perubahan perilaku serta menjadi informasi dalam upaya pencegahan penyakit gastritis.3. Bagi peneliti selanjutnyaMenjadi data dasar sebagai informasi dan acuan bagi penelitian selanjutnya.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengetahuan2.1.1 Pengertian PengetahuanPengetahuan merupakan hasil dari setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan ini terjadi melalui panca indera manusia, yaitu indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku seseorang. 8Pengetahuan yang dimaksudkan disini dihubungkan dengan pengetahuan seseorang tentang gastritis serta hubungan dengan prevalensi dan tingkat keparahan kekambuhan. Pengetahuan seseorang tentang gastritis, bahaya gastritis, dan hal apa saja yang memicu tingkat kekambuhannya. Pengetahuan merupakan salah satu pendorong seseorang untuk mengubah perilaku atau mengadopsi perilaku baru. Pada penelitian kebiasaan makan yang kurang baik. Peningkatan pengetahuan saja tidak cukup untuk mencegah terjadinya gastritis tanpa diiringi dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Apabila individu hanya mengetahui tetapi tidak mengaplikasikannya, maka pengetahuan tersebut sia-sia.

2.1.2 Tingkat PengetahuanPengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang, sebab dari pengalaman dan hasil penelitian ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih baik dari pada tidak didasari oleh pengetahuan. Pengetahuan yang dicakup didalam domain kognitif mempunyai enam tingkatan yaitu : 81. Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumya. Termasuk kedalam tingkatan ini adalah mengingat kembali terhadap suatu yang spesifik dan seluruh bahan yang dipelajari. Oleh sebab itu tahu merupakan tingkat p