tuli kondutif

Download Tuli Kondutif

Post on 23-Dec-2015

265 views

Category:

Documents

18 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tuli konduktif

TRANSCRIPT

  • TULI KONDUKTIFTelinga luar

    a. Atresia liang telingab. Sumbatan oleh serumen c. Otitis eksterna sirkumskriptad. Osteoma liang telingaTelinga tengah

    Tuba kotor / sumbatanOtitis mediaOtosklerosisTimpanoskleorisDislokasi tulang pendengaran

  • Microtia & Atresia Liang TelingaMicrotia pinna yang sangat kecilAtresia tdk ada pinnaHampir selalu bersamaanE/ absen atau inkomplit pembentukan kanal telinga luar. Gejala malformasi telinga luar T/ rekonstruksi bedah. CT scan melihat apakah bedah akan meningkatkan kualitas pendengaran

    Stadium 1,2,3

  • Sumbatan karena SerumenObstruksi kanal telinga karena serumenEtiopatof/ kanal telinga penuh dengan folikel rambut dan glandula produksi serumen. Serumen ekstra yang menutupi kanal telingaGejala/ Earache, sensasi penuh, tinnitus, ggn pendengaran sebagianP.fisik dan penunjang/ otoskopiRx/ melunakan serumen jika keras . Irigasi dengan air (dingin atau panas . KI irgasi MT terkena (tkt infeksi)

  • Osteoma telingaManifest / discrete, pedunculated asimptomatik. Gejala baru muncul jika kanal tersumbat. Histologi lamellar + kanal fibrovaskular multipel

  • OtosklerosisPertumbuhan abnormal tulang di telinga tengahE/ herediter (gene COLIA1), perubahan hormonal (kehamilan)Patfis/ kebanyakan mengenai stapes, menganggu jalannya gel.suara ke telinga dalam. tuli konduktifDpt msebab tuli sensorineural jarang! (rusak sel sensori dan serat saraf telinga dalam)

    Otosklerosis KehamilanMasih belum jelas, tetapi berhubungan dengan infeksi virus (measles)*

  • Gejala Tuli (ggn pendengaran) bertahap. Mulai dari suara rendah / bisikan PusingKeseimbangan tergangguTinnitusDiagnosa Anamnesa (gejala)P.audiologi indentifikasi, mengukur, rehabilitasi kerusakan pendengaran dan fungsi keseimbanganCT DD lain

  • T/ Medikamentosa fluoride oral , kalsium, vit D kontrol tuliStapedectomy (ganti tulang abnormal dengan alat prothetic supaya gelombang suara dapat dihantarkan)Stapedotomy laser lubang di stapesPrognosis buruk tanpa pengobatan . Bedah mengembalikan setengah fungsi pendengaranKomplikasi Tuli total, Infeksi , Pusing, nyeri, blood clot

  • TINITUSSlh 1 btk g3 pendengaran berupa sensasi suara tanpa adanya rangsangan dr luar, dpt berupa sinyal mekanoakustik maupun listrik. Keluhan bunyi mendenging, menderu, mendesis.KLASIFIKASITinitus objektif bila suara tsb dpt didengar o/ pemeriksa / dgn auskultasi di sekitar telinga, bsifat vibratorik, berasal dr transmisi vibrasi sistem muskuler dan KV disekitar telinga.Tinitus subjektif bila suara tsb hanya didengar o/ pasien sendiri sering tjd bsifat non vibratorik, disebabkan o/ proses iritatif / degeneratif tr. auditorius mulai dr sel2 rmbt getar koklea s/d pusat pendengaran.

  • PATOFISIOLOGITjd aktivitas elektrik pd area auditorius yg menimbulkan perasaan adanya bunyi, namun impuls yg ada bkn berasal dr bunyi eksternal yg ditransformasikan, tp berasal dr sumber impuls abN didlm tubuh pasien sendiri (dr kelainan telinga).Tinitus dgn nada rendah spt bergemuruh atau nada tinggi (berdengung).Tinitus nada rendah + g3 konduksi tjd pd sumbatan liang telinga k/ serumen, tumor, tuba katar, otitis media, otosklerosis.Tinitus nada rendah + pulsasi tanpa g3 pendengaran gejala dini tumor jugulare !!!

  • Dapat terus menerus / hilang timbul terdengar.Dihubungkan dgn tuli sensorineural dan k/ g3 konduksi, biasanya berupa nada rendah.Jk disertai inflamasi, bunyi dengung terasa berdenyut.e/ lainnya : g3 vaskular ditelinga tengah, ototoksik, HT endolimfatik pd peny. Meniere, g3 keseimbangan endokrin.

  • Faktor ResikoTuli bawaanTuli rubellaTuli dan kelahiran prematurTuli ototoksik

  • DIAGNOSISAnamnesisKualitas dan kuantitas tinitusLokasi suara tinitus (uni / bilateral / tdk dpt ditentukan scr pastiSifatnya apakah mendenging / menderu / mendesis ???Lamanya 5 menit PATOLOGIK !!!!Frekuensi (intermitten / menetap)apakah mg3 atau b+ berat waktu siang / malam hariGejala lain yg menyertaiRiwayat minum obat sblmnyaRiwayat cedera kepala, pajanan bising, trauma akustik, infeksi telinga, dan operasi telinga.Pemeriksaan Fisik THT dan otoskopi

  • Pemeriksaan PenalaAudiometri nada murniAudiometri tuturBila perlu : OAE, BERA, ENGPemeriksaan laboratorium

  • PENATALAKSANAANTujuan : u/ menghilangkan penyebab tinitus dan atau m(-) keparahan ak/ tinitus.Tinnitus Retraining Therapy memicu dan menjaga reaksi habituasi dan persepsi tinitus dan atau suara lingk yg mg3.Habituasi diperoleh sbg hasil modifikasi hub sistem auditorik ke sistem limbik dan sistem saraf otonom.Tdk dpt menghilangkan tinitus dgn sempurna, tp dpt memberikan perbaiakan yg bermakna p toleransi thd suara.

  • 4 cara pengobatan tinitus

    Psikologik dgn konsultasi u/ meyakinkan pasien bahwa penyakitnya tdk membahayakan, mengajarkan relaksasi stiap hr.Elektrofisiologik memberi stimulus elektroakustik dgn intensitas suara yg > keras dr tinitusnya, dpt dgn ABD atau tinitus masker.th/ medikamentosa blm ada kesepakatan u/ m aliran darah koklea, transquilizer, antidepresan sedatif, neurotonik, vitamin, dan mineral. Pd [asien yg tdrnya sgt tg3 obat penenang / obat tdr.Tindakan bedah pd tumor akustik neuroma

  • Tuli Sensorineuralpenurunan pendengaran atau gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kelainan atau kerusakan pada koklea (rumah siput), saraf pendengaran dan batang otak sehingga bunyi tidak dapat diproses sebagaimana mestinya.

  • EtiologiKongenitalDidapat : Penyakit pembuluh darah (penyakit vaskular) Kekebalan penyakit Infeksi Cedera Meniere's disease Multiple sclerosis Penggunaan obat-obatan tertentu Tumor

  • TULI SENSORINEURAL

  • Gejala Pada bayi dengan tuli bawaan, kegagalan untuk menanggapi suara Pada bayi dengan tuli bawaan, tidak ada suara-suara mengoceh bayi atau bayi lainnya Mendengar suara yang tenang, terdistorsi dan kurang jelas Nada tinggi kurang terdengar Bunyi "s", "f", dan "z" tidak mendengar Pidato mungkin sulit untuk memahami jika ada kebisingan latar belakang Tinnitus Vertigo (pusing dan kehilangan keseimbangan)

  • Klasifikasi Tuli sensorineural kokleaAplasia(kongenital)LabirintisIntoksikasi obatTuli mendadakTrauma kapitisTrauma akustikPajanan bising

    Tuli sensorineural retrokokleaNeuroma akustikTumor sudut pons cerebelumMieloma multipleCedere, perdarahan otak, dan kelainan otak lainnya

  • Diagnosis Pemeriksaan telinga menyeluruh, catatan riwayat medis pasien dan bertanya tentang masalah pendengaran mempengaruhi anggota keluarga lainnya. Tergantung pada kondisi pasien dan usia, mendengar tes, CT scan kepala atau kepala MRI, dan EEG

  • Pemeriksaan PenunjangPemeriksaan audiologi khusus

    Tuli koklea terjadi peningkatan sensitifitas pendengaran yang berlebihan di atas ambang dengar.Tuli retrokoklea saraf pendengaran yang cepat lelah jika di rangsang terus, bila istirahatpulihMacam2nya : tes sisi, tes ABLB, tes kelelahan, audiometri tutur, audiometri bekessyPemeriksaan audiometri objektif (audiometri impedans, elektrokokleografi, evoked response audiometry, otoacoustic emission)Pemeriksaan tuli anorganik Audiologi anakTata laksana :menggunakan alat bantu dengar atau implan koklea.

  • Gangguan Pendengaran Akibat Obat OtotoksikGejala :TinitusGangguan pendengaranVertigoBilateral, tapi tidak jarang unilateral.Bersifat tuli sensorineural.Antibiotika aminoglikosida, loop diuretics adalah 2 dari obat ototoksik yang potesial berbahaya dan biasa ditemukan.

  • Mekanisme Ototoksik

  • PENATALAKSANAAN TULI AKIBAT OTOTOKSIK

  • Pencegahan :Yang termasuk :Mempertimbangkan penggunaan obat ototoksikMenilai kerentanan psMemonitor ESO secara dini dengan perhatikan gejala keracunan telinga dalam yang timbul seperti tinitus, kurang pendengaran, vertigoPs yang menunjukkan gejala harus evaluasi audiologik dan hentikan pengobatan

    PrognosisTergantung :Jenis obatJumlah dan lama pengobatanKerentanan psUmumnya prognosis tidak begitu baik, malah mungkin buruk.

  • PRESBIAKUSISTuli sensorineural frekuensi tinggi, biasanya mulai pada usia 65 tahun, dan simetris.

  • Presbiakusis Etiologi: proses degenerasi dan bersifat multifaktor.Epidemiologi Biasanya terjadi pada usia > 60 tahun. Progesifitas penurunan pendengaran dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin, pada laki-laki lebih cepat dibandingkan dengan perempuan.

  • PATOFISIOLOGITerjadi perubahan struktur koklea dan nervus akustikAtrofi dan degenerasi sel-sel penunjang pada organ CortiPerubahan vaskular pada stria vaskularisBerkurangnya jumlah dan ukuran sel-sel ganglion dan saraf

  • Gejala klinikKeluhan utama berkurangnya pendengaran secara perlahan dan progresif, simetris pada kedua telinga, yang saat dimulainya tidak disadari.1,2,7Keluhan lainTinnitus. Cocktail party deafnessTerkadang suara pria terdengar seperti suara wanita. Bila intensitas suara ditinggikan akan timbul rasa nyeri di telinga, hal ini disebabkan oleh faktor kelelahan ( recruitment ).

  • Klasifikasi:

    Jenis PatologiSensorik Lesi terbatas pada koklea.Neural Sel neuron pada koklea dan jaras auditorik berkurang.Metabolik (strial presbycusis)Atrofi stria vaskularis.Potensial mikrofonik menurun.Fungsi sel dan keseimbangan biokimia dan bioelektrik koklea berkurangMekanik (cochlear persbycusis)Perubahan gerakan mekanik duktus koklearis.Atrofi ligamentum spiralisMembran basilaris kaku.

  • DiagnosisAnamnesa riwayat paparan berulang terhadap kebisingan seperti latar belakang pekerjaan menjadi anggota militer, pekerja industri dan sebagainya. riwayat penggunaan obat-obatan yang bersifat ototoksik

    Otoskopik membran timpani suram, mobilitas b(-)Test Penala tuli sensorineuralAudiometri nada murni tuli saraf nada tinggi, bilateral, simetris.Pd tahap