makalah tuli

Download Makalah Tuli

Post on 28-Nov-2015

373 views

Category:

Documents

17 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tuli

TRANSCRIPT

MAKALAHASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PRESBIKUSIS

DI Susun Oleh :Irwan apriandiEnny triani tyas angrainiRelin rosmidianyahInta lestariYora noprianiNivota sariWinda apriani Kelompok : IV

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ( STIKES )TRI MANDIRI SAKTIBENGKULU2013KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati penulis panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul asuhan keparawatan geronti presbikusis.Penulis menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan yang belum terjangkau oleh penulis, maka penulis mengharapkan kritik dan saran serta masukan yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ns. Ida rahmawati, S. Kep selaku dosen Mata Kuliah Keperawatan gerontik dan beberapa pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini.Semoga amal baik yang telah diberikan kepada saya mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Bengkulu, juni 2013

Penulis

DAFTAR ISI

Kata pengantar..Daftar isi..BAB I pendahuluana. Latar belakang..b. Rumusan masalah..c. Tujuan penulisan..BAB II tinjauan teoritisa. Definisi..b. Etiologi..c. Patopisiologi..d. Manifestasi klinis..e. Penatalaksanaan..f. Pemeriksaan penunjang..BAB III konsep askepa. Pengkajian..b. Analisis..c. Diagnosa keperawatan..d. Intervensi..e. Evaluasi..BAB IV penutupKesimpulan..Saran ..Daftar pustakaBAB IPENDAHULUAN

1.1.Latar belakangPerubahan patologik pada organ auditorik akibat proses degenerasi pada orang tua (geriatri ), menyebabkan gangguan pendengaran. Jenis ketulian yang terjadi pada kelompok geriatri umumnya adalah tuli saraf, namun juga dapat berupa tuli konduktif atau tuli campur. Istilah presbikusis atau presbiakusis, atau tuli pada orang tua diartikan sebagai gangguan pendengaran sensorineural pada individu yang lebih tua. Yang khas daripadanya, presbikusis menyebabkan gangguan pendengaran bilateral terhadap frekuensi tinggi yang diasosiasikan dengan kesulitan mendiskriminasikan kata-kata, dan juga gangguan terhadap pusat pengolah informasi pada saraf auditorik. Selain itu, bentuk lain dari presbikusis pernah dilaporkan. Hubungan antara usia yang lanjut dengan ketulian pada frekuensi yang tinggi pertama sekali dipaparkan oleh Zwaardemarker pada 1899. Sejak itu, penelitian lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui perubahan patologik yang terjadi pada presbikusis, tetapi mekanisme terjadinya masih belum diketahui. Presbikusis merupakan masalah yang penting dalam masyarakat. Hal ini terjadi pada populasi lansia yang merupakan akibat dari penurunan fungsi yang berhubungan dengan usia. Sebagai tambahan, bertambahnya umur menyebabkan gangguan konsentrasi untuk mengingat memori sehingga terjadi kesulitan dalam memahami pembicaraan khususnya pada suasana yang bising. Akhirnya, penurunan fungsi pendengaran ini akan mengakibatkan isolasi dari sejumlah orang tua/lansia dengan cara membatasi penggunaan telepon, menyebabkan mereka melepaskan kesempatan bersosialisasi seperti menghadiri konser musik, kegiatan-kegiatan sosial, dan lain sebagainya.Yang paling mungkin terjadi pada usia lanjut, sehingga disebut tuli karena usia, adalah hilangnya pendengaran akibat faktor ekstrinsik seperti bising atau ototoksisitas atau faktor intrinsik seperti predisposisi genetik terhadap hilangnya pendengaran. Tuli pada pasien usia lanjut dapat juga disebabkan oleh kombinasi faktor kausatif.1.2.Tujuan

Tujuan umun : dari penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan tentang presbikusis.

Tujuan khusus : Mengetahui apa itu presbikusis Apa penyebeb presbikusis Bagaimana gejala presbikusis Bagaimana penatalaksanaan pada presbikusis Apa pemeriksaan pada presbikusis Diagnose presbikusis Klasifikasi presbikusis

BAB IITINJAUAN TEORITIS

2.1.DefinisiGangguan pendengaran merupakan suatu keadaan yang menyertai lanjutnya usia. Dengan makin lanjutnya usia terjadi degenerasi primer di organ corti berupa hilangnya sel epitel syaraf yang di mulai pada usia pertengahan (Vander Cammen, 1991)Kehilangan pendengaran pada lansia disebut presbikusis. fenonema tersebut sebagai suatu penyakitsimetris bilateral pada pendengaran yang berkembang secara progresif lambat terutama memengaruhi nada tinggi dan dihubungkan dengan penuaan. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi berbagai faktoryang telah diteliti adalah: nutrisi, faktor dan arteriosklerosis. Penurunan pendengaran terutama berupa sensorineural, tetapi juga dapat berupa komponen konduksi yang berkaitan dengan presbiskusis. (Rees and Deekert, 1990)

2.2.Klasifikasi Gangguan Pendengarana. Gangguan Pendengaran Tipe Konduktif Gangguan bersifat mekanik, sebagai akibat dari kerusakan kanalis auditorius, membrana timpani atau tulang-tulang pendengaran. Salah satu penyebab gangguan pendengaran tipe konduktif yang terjadi pada usia lanjut adalah adanya serumen obturans, yang justru sering dilupakan pada pemeriksaan. Hanya dengan membersihkan lobang telinga dari serumen ini pendengaran bisa menjadi lebih baik.b. Gangguan Pendengaran Tipe Sensori-Neural Penyebab utama dari kelainan ini adalah kerusakan neuron akibat bising, prebiakusis, obat yang oto-toksik, hereditas, reaksi pasca radang dan komplikasi aterosklerosis.c. Prebiakusis Hilangnya pendengaran terhadap nada murni berfrekwensi tinggi, yang merupakan suatu fenomena yang berhubungan dengan lanjutnya usia. Bersifat simetris, dengan perjalanan yang progresif lambat. Terdapat beberapa tipe presbiakusis, yaitu :1) Presbiakusis SensorikPatologinya berkaitan erat dengan hilangnya sel neuronal di ganglion spiralis. Letak dan jumlah kehilangan sel neuronal akan menentukan apakah gangguan pendengaran yang timbul berupa gangguan atas frekwensi pembicaraan atau pengertian kata-kata.2) Prebiakusis StrialAbnormalitas vaskularis striae berupa atrofi daerah apical dan tengah dari kohlea. Prebiakusis jenis ini biasanya terjadi pada usia yang lebih muda disbanding jenis lain.

3) Prebiakusis Konduktif KohlearDiakibatkan oleh terjadinya perubahan mekanik pada membrane basalis kohlea sebagai akibat proses dari sensitivitas diseluruh daerah tes.d. TinitusSuatu bising yang bersifat mendengung, bisa bernada tinggi atau rendah, bisa terus menerus atau intermiten. Biasanya terdengar lebih keras di waktu malam atau ditempat yang sunyi. Apabila bising itu begitu keras hingga bisa didengar oleh dokter saat auskkkultasi disebut sebagai tinnitus obyektif.e. Persepsi Pendengaran Abnormal Sering terdapat pada sekitar 50% lansia yang menderita presbiakusis, yang berupa suatu peningkatan sensitivitas terhadap suara bicara yang keras. Tingkat suara bicara yang pada orang normal terdengar biasa, pada penderita tersebut menjadi sangat mengganggu.f. Gangguan Terhadap Lokalisasi Suara Pada lansia seringkali sudah terdapat gangguan dalam membedakan arah suara, terutama dalam lingkungan yang agak bising.

2.3EtiologiUmumnya diketahui bahwa presbikusis merupakan akibat dari proses degenerasi. Diduga kejadian presbikusis mempunyai hubungan dengan faktor-faktor herediter, pola makanan, metabolisme, arteriosklerosis, infeksi, bising, gaya hidup atau bersifat multifaktor. Menurunnya fungsi pendengaran secara berangsur merupakan efek kumulatif dari pengaruh faktor-faktor tersebut diatas.Biasanya terjadi pada usia lebih dari 60 tahun. Progesifitas penurunan pendengaran dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin, pada laki-laki lebih cepat dibandingkan dengan perempuan.2.4.patopisiologivestibulocochlearis ( VIII ). Pada koklea perubahan yang mencolok ialah atrofi dan degenerasi sel-sel rambut penunjang pada organ korti. Proses atrofi disertai dengan perubahan vaskuler juga terjadi pada stria vaskularis. Selain itu terdapat pula perubahan, berupa berkurangnya jumlah dan ukuran sel-sel ganglion dan saraf. Hal yang sama terjadi juga pada myelin akson saraf.Banyak peneliti menyelidiki penyebab dari ketulian ini. Crowe dan rekannya, Saxen, Gacek dan Schuknecht telah mempelajari perubahan histologik dari koklea pada telinga seseorang dengan presbikusis. Gacek dan Schucknecht mengidentifikasi 4 lokasi penuaan koklea dan membagi presbikusis menjadi 4 tipe berdasarkan lokasi tersebut. Perubahan histologik ini berhubungan dengan gejala yang timbul dan hasil pemeriksaan auditorik.Adapun keempat tipe dari prebikusis adalah sebagai berikut :2.4.1. Presbikusis sensorikTipe ini menunjukkan atrofi dari epitel disertai hilangnya sel-sel rambut dan sel penyokong Organ Corti. Prosesnya berasal dari bagian basal koklea dan perlahan-lahan menjalar ke daerah apeks. Perubahan ini berhubungan dengan penurunan ambang frekuensi tinggi, yang dimulai setelah usia pertengahan. Secara histology, atrofi dapat terbatas hanya beberapa millimeter awal dari basal koklea. Proses berjalan dengan lambat. Beberapa teori mengatakan perubahan ini terjadi akibat akumulasi dari granul pigmen lipofusin.2.4.2. Presbikusis NeuralTipe ini memperlihatkan atrofi dari sel-sel saraf di koklea dan jalur saraf pusat. Schuknecht memperkirakan adanya 2100 neuron yang hilang setiap dekadenya ( dari totalnya sebanyak 35000 ). Hilangnya neuron ini dimulai pada awal kehidupan dan mungkin diturunkan secara genetik. Efeknya tidak disadari sampai seseorang berumur lanjut sebab gejala tidak akan timbul sampai 90 % neuron akhirnya hilang. Atrofi terjadi mulai dari koklea, dengan bagian basilarnya sedikit lebih banyak terkena dibanding sisa dari bagian koklea lainnya. Tetapi, tidak didapati adanya penurunan ambang terhadap frekuensi tinggi bunyi. Keparahan tipe ini menyebabkan penurunan diskriminasi kata-kata yang secara klinik berhubungan dengan presbikusis neural dan dapat dijumpai sebelum terjadinya gangguan pendengaran.2.4.3. Presbikusis Metabolik Kondisi ini dihasilkan dari atrofi stria vaskularis. Stria vaskularis normalnya berfungsi menjaga keseimbangan bioelektrik dan kimiawi dan juga