tuli mendadak2

Download Tuli Mendadak2

Post on 27-Oct-2015

61 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tht

TRANSCRIPT

TULI MENDADAK Humbertho Hutabarat, Siti Hajar HaryunaPENDAHULUAN

Tuli mendadak adalah suatu kondisi otologi yang umum ditandai dengan kehilangan pendengaran unilateral atau bilateral yang berkembang lebih cepat dalam hitungan menit atau jam. Tuli mendadak pertama kali dijelaskan oleh De Kleyn pada tahun 1944 (Merchant et al:2008).Tuli mendadak merupakan suatu pengalaman yang mengejutkan dan sangat tidak nyaman bagi penderitanya. Jika penurunan pendengaran sangat berat maka hal ini akan sangat mengganggu. Namun untungnya pada kebanyakan kasus, tuli mendadak timbul pada telinga unilateral dan proses pemulihannya tinggi. Akan tetapi pada sebagian kecil kasus bisa merupakan tuli bilateral dan sangat parah (Hashisaki:2006).

Penderita tuli mendadak akan mengalami penurunan pendengaran yang sangat cepat dimana bisa berupa pendengaran yang tiba-tiba berkurang pada saat bangun di pagi hari, bisa juga pendengaran yang menurun dalam 12 jam atau kurang sehingga penderita dapat beranggapan sebagai kelainan yang mengancam jiwa (Art:2005).

Penegakkan penyebab pada tuli mendadak sering menjadi dilema sehingga memberikan penanganan yang rasional merupakan proses yang sulit. Pasien dengan tuli mendadak biasanya sangat ketakutan dan sangat berharap untuk mendapatkan pengobatan. Hal ini merupakan beban emosional yang harus ditanggung oleh para dokter untuk memberikan penanganan yang tepat (Hashisaki:2006).

Tuli mendadak merupakan suatu keadaan emergency di bidang otology dan waktu antara munculnya gejala dengan inisiasi pengobatan adalah salah satu faktor prognosis yang paling penting (Rasgon&Schloegel:2009).

Etiologi, riwayat penyakit dan penanganan tuli mendadak telah menjadi bahan diskusi sejak lama. Penanganan penderita tuli mendadak sangat bervariasi pada sentra otologi di dunia dan sampai saat ini belum ada suatu protokol terapi yang dapat diterima sebagai penanganan baku terhadap tuli mendadak (Hashisaki:2006; Raymundo:2010).ANATOMI

Telinga dibagi atas tiga, yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam (Dhingra:2010). Telinga Luar

Telinga luar terdiri atas daun telinga dan liang telinga sampai membran timpani.1. Daun TelingaDaun telinga, kecuali lobulus, dibentuk oleh tulang rawan yang dibungkus oleh kulit tipis. Kulit daun telinga melekat erat ke perikondrium pada permukaan lateral dan semakin longgar ke bagian medial.

2. Liang TelingaLiang telinga memanjang dari dasar concha daun telinga hingga membran timpani. Liang telinga luar dapat dibagi atas 2 bagian, yakni bagian tulang rawan dan bagian tulang. Pada 1/3 lateral adalah bagian tulang rawan yang merupakan tulang rawan yang membentuk daun telinga. Kulit yang melapisinya mengandung kelenjar serumen dan kelenjar sebasea serta terdapat folikel rambut. Bagian tulang mencakup 2/3 bagian medial liang telinga. Kulit yang melapisinya sangat tipis dan ikut membentuk membran timpani. Tidak terdapat kelenjar serumen dan folikel rambut. Dasar liang yang dekat dengan membran timpani agak menyempit, disebut isthmus (Dhingra:2010).Telinga Tengah

Telinga tengah terdiri dari membran timpani, kavum timpani, tuba eustachius dan sistem sel udara mastoid (Wright&Valentine:2008).1. Membran TimpaniMembran timpani berbentuk oval. Letaknya membentuk sudut sekitar 55 dengan dasar liang telinga luar. Tingginya sekitar 10 mm. Lebarnya sekitar 8 mm. Sekeliling membran timpani adalah jaringan fibrocartilaginous yang tebal membentuk seperti cincin, disebut annulus timpanicus. Annulus timpanicus melekat di sulcus timpanicus di pars timpanica tulang temporal. Sulcus timpanicus tidak sempurna mengelilingi membran timpani. Pada bagian atas liang telinga luar, dimana notch of rivinus melekat, tidak dijumpai sulcus timpanicus. Bagian membran timpani diatas malleolar folds, dibawah notch of rivinus, disebut pars flaccida. Pada bagian ini tidak terdapat annulus timpanicus di sekelilingnya. Bagian membran timpani yang lain disebut pars tensa. Pars tensa cekung (concave) terhadap liang telinga luar. Pars tensa dan pars flaccida terdiri dari tiga lapisan. Lapisan paling luar adalah epidermis, yang merupakan terusan kulit yang melapisi liang telinga luar. Lapisan tengah adalah lamina propria. Lapisan dalam adalah mukosa yang merupakan mukosa kavum timpani. Lamina propria pada pars tensa merupakan serat yang tersusun radial pada lapisan luar dan tersusun sirkular pada lapisan dalam. Sementara pada pars flaccida, lamina propria hanya sedikit dan merupakan serat collagen yang jarang (Wright&Valentine:2008).2. Kavum TimpaniRuang diantara membran timpani dan bagian tulang labirin. Didalamnya terdapat rangkaian tulang pendengaran, lubang tuba eustachius serta sistem pendarahan (Gacek:2009). Adapun batas-batas kavum timpani, antara lain (Dhingra:2010): Superior: tegmen timpani Inferior: selapis tulang dan dibawahnya terdapat vena jugularis

Posterior: mastoid

Anterior: arteri carotis, tuba eustachius dan tensor timpani

Medial: dinding labirin

Lateral: membran timpaniTelinga DalamPars petrosa tulang temporal merupakan tempat labirin. Labirin merupakan organ yang berfungsi untuk pendengaran dan keseimbangan. Seluruh organ labirin adalah organ yang mengandung sel rambut dengan silia yang kaku dan dipersarafi oleh saraf aferen dan eferen. Pergerakan silia sel rambut akan membuka saluran potassium dan calcium yang akan menimbulkan potensial listrik dalam sel rambut yang kemudian mengalir ke neuron aferen dan dibawa hingga ke batang otak (Gacek:2009).1. Labirin MembranLabirin membran merupakan rangkaian epitel yang menyerupai pipa dan merupakan suatu ruang dalam telinga dalam yang berisi cairan endolimph. Endolimph merupakan cairan jernih yang mengandung potassium. Labirin membran merupakan organ pendengaran dan keseimbangan (Gacek:2009). Labirin membran terdiri dari labirin vestibulum dan cochlea. Keduanya dihubungkan oleh ductus reuniens. Labirin vestibulum dibentuk oleh kanalis semisirkularis, utrikulus dan sakulus. Utrikulus dan sakulus dihubungkan oleh duktus utrikulosakular. Struktur labirin membran yang lain timbul dari duktus utrikulosakular yakni duktus endolimphatik pada permukaan belakang dari pars petrosa. Fungsi dari kantung endolimphatik belum dapat diketahui sepenuhnya. Labirin membran dari cochlea adalah ductus cochlea (scala media) yang membuat dua setengah putaran (Probst et al:2006).2. Labirin TulangLabirin membran terletak mengelilingi labirin tulang pada bagian dalam pada tulang petrosa. Labirin membran dan labirin tulang dipisahkan oleh ruang yang berisi cairan perilimph. Komposisi cairan perilimph sangat berbeda dengan cairan endolimph, namun serupa dengan cairan ekstraseluler. Labirin tulang dapat dibagi menjadi 3 bagian, yakni sistem kanalis semisirkularis, cochlea dan vestibulum. Labirin tulang mengelilingi kanalis semisirkularis membran dan meniru bentuknya. Ductus cochlea melekat diantara dinding luar dan dinding dalam cochlea tulang. Hal ini membuat dua saluran yang terpisah yakni skala vestibulum dan skala timpani. Keduanya dihubungkan oleh helicotrema pada apex cochlea. Diantara kanalis semisirkularis dan cochlea, vestibulum membuat rongga besar yang berisi sakulus, utrikulus, dasar dari ductus cochlea dan duktus penghubung dari labirin membran. Tingkap lonjong yang menghubungkan telinga dalam dan telinga tengah dibungkus oleh footplate stapes. Tingkap bundar adalah penghubung kedua antara labirin tulang dan kavum timpani. Terletak pada inferior tingkap lonjong pada akhir skala timpani dan ditutupi oleh membran yang dapat bergerak. Ruang perilimph pada labirin tulang berhubungan dengan ruang cerebrospinal melalui duktus perilimphatik, biasa dikenal dengan nama aquaductus cochlea. Duktus ini bermula dari skala timpani dibawah tingkap bundar dan berakhir di permukaan posterior pyramid dibawah porus acusticus internal. Pada anak-anak biasanya terbuka dan sering tertutup oleh jaringan fibrous pada orang dewasa (Probst et al:2006).

Gambar 1. Labirin bagian membran dan labirin bagian tulang (Meyers:2011)CochleaDuctus cochlea adalah organ pendengaran dari labirin, panjangnya sekitar 35 mm. Ductus cochlea membentuk 2,5-2,75 putaran yang bentuknya menyerupai cangkang siput. Hal ini memungkinkan ductus cochlea tersebut berada dalam ruangan yang sempit. Potongan melintang putaran cochlea (basal turn) akan menggambarkan struktur penting organ ini. Skala media atau ductus cochlea mengandung cairan endolimph dengan bentuk menyerupai segitiga pada potongan melintang putaran cochlea. Membran basilaris membentuk sisi horizontal, membran Reissner membentuk sisi atas (superior) dan stria vascularis dengan ligament spiralis pada sisi vertikal (Gacek:2009).Ductus cochlea mengandung cairan endolimph. Skala vestibulum dan skala timpani mengandung cairan perilimph. Cairan perilimph pada kedua skala tersebut berhubungan melalui helicotrema pada bagian apex cochlea. Ductus cochlea berakhir di kantung yang buntu disebut caecum yang terletak di dekat tingkap bundar. Perilimph di skala timpani mengisi vestibulum yang terletak dibawah footplate stapes. Cairan perilimph juga berhubungan dengan ruang subarachnoid melalui saluran periotic melalui aquaductus cochlea (Gacek:2009).

Gambar 2. Potongan melintang cochlea (Hill:2010)Organ corti adalah struktur yang kompleks yang mengandung sel rambut dalam dan sel rambut luar dan sel pendukung diatas membran basilaris. Bagian apical dari sel rambut tertanam di lempeng kutikular dengan stereosilia yang menonjol menembus lempeng kutikular. Stereosilia dari sel rambut luar berhubungan dengan membran tektoria, sedangkan stereosilia dari sel rambut dalam menggantung bebas di ruang endolimphatik di inferior membran tektoria. Sel rambut dalam terdiri dari satu baris dan sel rambut luar terdiri dari tiga hingga lima baris. Sel rambut luar dan sel rambut dalam mempunyai bentuk yang berbeda. Organ corti memiliki sekitar 15500 sel ram