makalah lps

Download Makalah Lps

Post on 16-Oct-2015

20 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah tentang konsep dasar psikologi sosial

TRANSCRIPT

MakalahSIKAP DAN PENGEMBANGAN SIKAPDisusun Guna Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Landasan Psikologi SosialDosen Pengampu : Sigit Hariyadi

Disusun oleh Kelompok 6 :1. Tegar Aji Pamungkas (1301413048)2. Novi Wahyu Wulandari (1301413051)3. Reza Rizky Gunawan (1301413062)4. Maria Ulva (1301413066)5. Krisnowati (1301413071)

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELINGFAKULTAS ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS NEGERI SEMARANG2013

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang MasalahSikap dan perilaku merupakan salah satu unsur yang terdapat pada manusia. Manusia sejak lahir sudah mempunyai ciri-ciri khusus, mempunyai potensi, ketentuan-ketentuan, predisposisi, bakat, bentuk dan semacamnya yang telah berkembang dengan sendirinya. Lingkungannya hanya mewarnai saja, tidak ikut membentuk atau mengarahkan gerak aktualisasi potensi tersebut. Sikap merupakan kegiatan individu yang menentukan perbuatan yang nyata dalam kegiatan-kegiatan sosial.Pengembangan sikap dapat terjadi melalui sedikitnya empat cara. Pengembangan itu berupa sikap seseorang yang berkembang dalam rangka memuaskan suatu keinginan, sikap individu dibentuk melalui informasi yang diterima, kerjasama individu dalam kelompok membantu menentukan pembentukan sikap seseorang terhadap objek sikap, dan sikap individu merupakan pencerminan dari kepribadiannya. Dan pada akhirnya pengembangan sikap ini membentuk hubungan sikap dengan perilaku, yang mencangkup pembentukan sikap dan pengukuran sikap tersebut. Karena sikap dan perilku saling terkait satu sama lain.

B. Rumusan Masalah1. Bagaimana pengembangan sikap bisa terjadi ?2. Apa sajakah hubungan sikap dengan perilaku ?3. Bagaimana pembentukan sikap bisa terjadi ?4. Apa saja cara pengukuran sikap yang bisa dilakukan ?

C. Tujuan Penulisan1. Mengetahui mengapa perkembangan sikap bisa terjadi2. Mengetahui hubungan sikap dengan perilaku3. Mengetahui terjadinya pembentukan sikap4. Mengetahui cara pengukuran sikap

BAB IIPEMBAHASAN1. Pengembangan SikapPengembangan sikap dapat terjadi melalui sedikitnya empat cara. Hal ini dikatakan oleh Krech dkk (1988:213) yang secara ringkas sebagai berikut :1. Sikap Seseorang Berkembang dalam Rangka Memuaskan Suatu KeinginanIa akan mengembangkan sikap terhadap objek dan orang-orang yang memuaskan keinginannya, begitu pula objek tujuan akan dievaluasi sebagai sesuatu yang baik (menyenangkan) bila tujuan tersebut baik. Individu akan mengembangkan sikap tidak menyenangkan terhadap objek atau pribadi yang merintangi pencapaian tujuannya.Selanjutnya ia mengembangkan dalam upaya merespon situasi-situasi atau masalah dan mencoba mencapai atau memuaskan keinginannya yang berbeda-beda. Dari penjelasan rersebut dapat disimpulkan bahwa seseorang akan mengembangkan sikap positif terhadap apa atau siapa yang menyenangkan atau memuaskan baginya. Sebaliknya dia akan mengembangkan sikap negatif terhadap apa atau siapa yang merintangi upaya pencapaian keinginan tujuan.2. Sikap Individu Dibentuk Melalui Informasi yang DiterimaSikap tidak hanya dikembangkan untuk memenuhi keinginannya, sikap juga dibentuk oleh informasi-informasi yang diterimanya. Informasi memegang peranan yang penting dalam pembentukan sikap. Informasi yang diterima akan mempengaruhi kognitif seseorang dan perubahan kognitif akan mempengaruhi komponen afektif dan behavioral. Informasi yang dapat membentuk dan mengembangkan sikap adalah bila informasi itu diberikan oleh informan yang mempunyai kredabilitas tinggi, pakar dalam bidangnya, dapat dipercaya dan disenangi oleh seseorang.Informasi yang diterima oleh orang yang mempunyai kredabilitas tinggi telah dibuktikan oleh Havlan dan Weiss (1952) dalam Marat (1981:58). Informasi yang diberikan oleh sumber-sumber yang mempunyai kredabilitas tinggi menimbulkan lebih banyak perubahan sikap daripada oleh sumber-sumber yang kredabilitasnya rendah.Demikian pula informasi yang diberikan oleh seseorang pakar akan dapat mempengaruhi pembentukan dan perubahan sikap. Para pakar tersebut bisa orang tua bagi anak-anaknya, guru bagi murid-muridnya. Namun deraja kesahihan tergantung pada kesahihan sang pakar. Seperti yang dikatakan pleh Krech dkk (1988:189) bahwa pakar tersebut mungkin benar, mungkin jujur dan mungkin dengan sengaja memalsukan fakta. Dengan demikian halnya maka kebenaran, kejujuran dari para pakar menentukan terjadinya pembentukan dan perubahan sikap.3. Kerjasama Individu dalam Kelompok Membantu Menentukan Pembentukan Sikap Seseorang terhadap Objek Sikap

Hal ini mengisyaratkan tentang pengaruh interkasi tentang pengaryh interaksi antara anggota kelompok terhadap kelompok. Anggota-anggota kelompok akan mempengaruhi pembentukan sikap individu bila individu memandang kelompok tersebut sebagai kelompok pedomannya atay acuannya. Individu akan mengidentifikasikan dirinya kepada kelompok yang selanjutnya akan dipergunakan sebagai standard evaluasi diri dan sumber-sumber nilai serta tujuan pribadinya. Atau juga dapat dikatakan bahwa salah satu efek pengaruh kelompok pada perkembangan sikap adalah menghasilkan keseragaman sikap di antara naggota-anggota dan kelompok sosial dari yang berbeda-beda .

4. Sikap Individu Merupakan Pencerminan dari KepribadiannyaMaksud dari pernyataan ini adalah bahwa sikap individu satu dengan individu lain berbeda karena adanya perbedaan dalam kepribadiannya. Individu akan menunjukan suatu sikap tertentu sebagai bagian dari kepribadiannya. Dengan adanya sikap yang berbeda-beda tersebut maka muncullah berbagai macam sikap seperti: sikap terhadap bangsa (suku), sikap terhadap ras, sikap terhadap politik, sikap terhadap antar bangsa, dll. Kesemuanya itu mencerminkan bahwa sikap seseorang terhadap objek tergantung pada kepribadiannya.

2. Hubungan Antara Sikap Dengan PerilakuPembahasan hubungan antara sikap dengan perilaku memperoleh porsi yang cukup dari pakar psikologi sosial . banyak para pakar menanyakan apakah hubungan antara sikap dengan perilaku merupakan hubungan yang linier ?Dari pernyataan tersebut Fisbein dan Ajzein (1980) mengemukakan bahwa sikap akan menjadi tingkah laku apabila pada diri orang tersebut mempunyai intensi yang kuat . pendapat lain yang menyatakan bahwa hubungan antara sikap dan tingkah laku kurang kuat atau bahkan tidak ada dinyatakan oleh Triandis (1971: 14) . tingkah laku tidak hanya di tentukan oleh apa yang mereka pikirkan untuk dilakukan seperti norma norma sosial yaitu kebiasaan yang dilakukan oleh mereka dan oleh konsekuensi yang diharapkan dari tingkah lakunya . Kendatipun demikian banyak pula pakar yang mencoba mengadakan penelitian tentang hubungan antara sikap dengan tingkah aku . Wicher (1969) dalam Feldman (1985 : 148) menyimpulkan bahwa hubungan antara sikap dengan tingkah laku jarang sekali mencapai 0,30 . Dengan kesimpulan yang demikian itu berarti agak meremehkan konsistensi sikap dengan tingkah laku . Berdasarkan kesimpulan penelitianWicher ini banyak peneliti berikutnya yang memfokuskan pada konsistensi sikap dengan perilaku . Akhirnya, banyak hasil penelitian yang dapat disimpulkan konsistensi sikap tingkah laku cukup baik di bawah beberapa kondisi . Sears(1994) mengemukakan sejumlah kondisi yang menunjukkan tingkat konsistensi sikap perilaku . Pertama , kekuatan pakan sikap yang kuat atau lemah ketidak konsistenan justru timbul dari sikap yang lemah atau ambivalen . sikap yang lemah atau ambivalen ini dapat dilihat dari penelitian yang dilakukan oleh Kelly dan Mirer (1974). Ia menemukan bahwa sebagian besar ketidakkonsistenan sikapsering muncul dari pemilih yang mulai dengan sikap yang lemah atau bertentangan . demikian pula , perilaku yang konsisten tidak akan muncul bila komponen afeksi dan kognisi sikap bertentangan (Norman, 1975) .Kedua , Stabilitas sikap . kita sering mengamati sikap berubah setiap waktu . sikap yang dimiliki oleh seseorang beberapa bulan atau beberapa tahun lalu sudah tentu tidak akan memberikan akibat tingkah laku sebesar pengaruh sikap seseorang pada saat ini . oleh karena itu agar antara sikap dengan tingkah laku konsisten maka hendaknya dilakukan pengukuran pada waktu yang sama . Kelly dan Mirer (1974) menemukan bahwa kekeliruan dalam memprediksi pemberian suara merosot dengan sangat tajam bila pelaksanaan wawancara semakin mendekati hari pemilihan . jadi dengan tingkah laku karena sikap mengalami perubahan . Ketiga Relevansi sikap terhadap tingkah laku . semakin besar relevansi spesifik sikapterhadap tingkah laku , semakin tinggi korelasi antara sikap dengan tingkah laku .Pada umumnya tingkah laku cenderung lebih konsisten dengan sikap yang mempunyai relevansi spesifik dengan tingkah laku tersebut dari pada dengan sikap yang sangat umum . hal ini telah dilakukan penelitian oleh Weigel , Vernon dan Tognacci (1974) yang mengemukakan bahwa sikap lingkungan yang sangat umum tidak berkaitan secara signifikan dengan keinginan untuk bertindak atas nama Klub Sierra , tetapi sikap yang spesifik terhadap Klub Sierra mempunyai kaitan dengan keinginan itu (korelasi 0 , 68) .Keempat , penonjolan sikap . dalam kebanyakan situasi beberapa sikap tertentu bisa relevan dengan perilaku . misalnya , saja tak mau membantu melaksanakan bimbingan dan konseling disekolah , hal ini mungkin ditentukan oleh lemahnya sikap terhadap keinginan untuk membantu atau oleh kuatnya keinginan untuk mangkir dari tugas membantu melaksanakan kegiatan . oleh karena itu dalam pengertian penonjolan sikap ini adalah bila sikap yang mempunyai relevansi spesifik yang terutama menonjol , kemungkinan besar sikap itu akan berkaitan dengan tingkah laku . Kelima , Tekanan Situasi . orang yang bertingkah laku akan dipengaruhi oleh sikap mereka dan oleh situasi . bila tekanan situasi sangat kuat pada umumnya sikap tidak mempengaruhi perilaku . pernyataan ini menandakan bahwa hubungan antara sikap dan tingkah laku bukan hubungan linier . Penelitian yang mendukung pernyataan tersebut di atas dikemukakan oleh (Rokceach, 1968 , 1972 , Wicker : 1971 . Warner dan Fleur : 1969) dalam Zanden (198