lps ar 2009

Download LPS AR 2009

Post on 20-Jun-2015

250 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Tangguh Di Masa SulitResilience In Tough Times

Laporan Tahunan Annual Report

09

DAFTAR ISIContents

Daftar IsiTangguh di Masa Sulit Pengantar Ketua Dewan Komisioner Pengantar Kepala Eksekutif Pernyataan Tanggung Jawab Laporan Tahunan Penjelasan LPS Atas Opini Badan Pemeriksa Keuangan Terhadap Laporan Keuangan LPS Tahun 2009 Ringkasan Eksekutif Sekilas LPS 2005-2009 Bab I Kelembagaan Lembaga Penjamin Simpanan

Contents

02 04 10 15 16 22 26 30 32 32 32 34 36 37 44 45 46 48 48 48 49 50 53 54 56 58 62 66 76 87 89 89 90 90

Resilence In Tough Times Message from the Chairman Message from the CEO Statement of Accountibility for the Annual Report IDICs Clarification On The Audit Board Of The Republic Of Indonesias Findings Towards The Idics 2009 Financial Statements Executive Summary IDICs Highlights 2005-2009 Chapter I Indonesia Deposit Insurance Corporation At A Glance

Visi Misi Nilai-Nilai Dewan Komisioner Direksi Komite Audit Struktur Organisasi Manajemen LPSBab II Program Penjaminan Simpanan

Vision Mission Values Board of Commisioners Directors Audit Committee Organizational Structure IDIC ManagementChapter II Deposit Insurance

Kepesertaan Premi Penjaminan Jenis Simpanan yang Dijamin Nilai Simpanan yang Dijamin Penyelesaian dan Penanganan Bank Gagal Pembayaran Klaim Penjamin Likuidasi BankBab III Kegiatan Lembaga Penjamin Simpanan 2009

Membership Insurance Premium Types of Deposit Insurance The Amount of Deposit Insurance Bank Resolution Insurance Claim Payment Bank LiquidationChapter III Operational IDIC

Kondisi Makroekonomi dan Perbankan Indonesia Profil Risiko LPS Penjaminan Simpanan Likuidasi dan Resolusi Bank Indikator Penilaian Tingkat Kinerja LPS Good Corporate Governance Sumber Daya Manusia Sistem Informasi Lain - Lain

Macroeconomics and Banking Condition in Indonesia IDIC Risk Profile Deposit Insurance Bank Liquidation and Resolution IDIC Performance Indicator Good Corporate Governance Human Resources Information System Others

DAFTAR ISIContents

Bab IV Rencana Kerja Tahun 2010

94 96 96 97 97 98 98 99 99 99 100 102 102 102 102 103 106 106 110 111 112 113 113 113 117 146 148 152

Chapter IV Corporate Plan 2010

Penjaminan, Penanganan Klaim dan Manajemen Risiko Resolusi Bank dan Likuidasi Bank Hukum dan Peraturan Akuntansi dan Keuangan Administrasi dan Sistem Informasi Sekretariat Lembaga Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Komite Audit Komite InformasiBab V Informasi Keuangan Ikhtisar Informasi Keuangan

Insurance, Claim and Risk Management Bank Resolution and Bank Liquidation Legal and Regulation Accounting and Finance Administration and Information System Corporate Secretariat Internal Audit Audit Committee Information CommitteeChapter V Financial Overview Financial highlights

1. 2. 3. 4.

Aktiva Kewajiban dan Ekuitas Pendapatan Operasi Biaya Operasi

1. 2. 3. 4.

Assets Lialibilites and Equities Operating Revenue Operating Expenses

Laporan Keuangan (Audited)

Audited Financial Statements

1. 2. 3. 4. 5.

Laporan Auditor Independen Neraca Laporan Surplus (Defisit) Laporan Arus Kas Laporan Perubahan Modal

1. 2. 3. 4. 5.

Independent Auditors Report Balance Sheet Statement of Surplus (Deficit) Statement of Cashflow Statement of Changes of Equity

Ikhtisar Catatan Atas Laporan Keuangan

Summaries of Notes To The Financial Statement

1. Ringkasan Kebijakan Akuntansi Utama 2. Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan 3. Peristiwa KemudianDaftar Istilah Lampiran

1. Summary of Significant accounting Policies 2. Description of Accounts Stated within The Balance 3. Subsequent EventsGlossary Appendices

2009 Annual Report Indonesia Deposit Insurance Corporation

1

TANGGUH DI MASA SULITResilience In Tough Times

Peranan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) dalam stabilisas perbankan nasional diuji pada tahun 2009 akibat dampak krisis keuangan global yang turut mengakibatkan penutupan beberapa bank di Indonesia. Pada tahun 2009, sebuah bank diresolusi sementara 21 bank lainnya dilikuidasi. LPS berdiri dibelakang langkah penyehatan perbankan tersebut dan menjadi mitra perbankan sekalipun. yang tangguh serta andal dimasa-masa sulit

The roles of the Indonesia Deposit Insurance Corporation (IDIC) in the stabilization of the national banking sector was severely tested in 2009 as a result of the global financial crisis that contributed also to the closure of several banks in Indonesia. In 2009, a bank was resolved while 21 other banks were liquidated. LPS stood behind these banking restructuring efforts and serve as the reliable partner of the banking sector by being resilient even in the toughest of times.

2

Laporan Tahunan 2009 Lembaga Penjamin Simpanan

2009 Annual Report Indonesia Deposit Insurance Corporation

3

Pengantar Ketua Dewan KomisionerMessage from The Chairman

Patut kita syukuri bahwa selama tahun 2009, keadaan ekonomi Indonesia pada umumnya dan kondisi industri perbankan pada khususnya dalam keadaan relatif stabil, meskipun 2 tahun sebelumnya telah digoncang dengan krisis keuangan global yang berawal dari Amerika Serikat yang kemudian berdampak luas ke seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia.

We are grateful that during 2009 the economic condition of Indonesia, generally, and banking condition, specifically, was in a relatively stable condition, even though it had been exposed by the global financial crises for the last two years which had started in the US and impacted all countries, including Indonesia. In 2009, IDIC entered a new era of its functions and duties implementation in order to maintain the stability of banking system especially in the resolution of failed bank. In 2009, Indonesia economy recorded advancements in terms of stability growth and distribution. The inflation rate was 2.78% or the lowest in the last 10 years. The economic grew by 4.3% amidst the negative or maximum economic growth of 1%-2% in certain Asian, American and European countries. The Rupiah was continuously strengthened at the average of Rp10,374/USD, from the previous average of Rp11,500.

Pada tahun 2009, ekonomi Indonesia mencatat banyak kemajuan baik dalam hal pertumbuhan stabilitas dan pemerataan. Tingkat inflasi 2,78% atau terendah dalam 10 tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi tumbuh 4,3% ditengah kondisi negara-negara Asia, Amerika dan Eropa tertentu yang mengalami negative growth atau pertumbuhan hanya maksimal 1% s/d 2% saja. Nilai tukar rupiah terus menguat menjadi rata-rata Rp10.374/ per USD, dari rata-rata tahun sebelumnya yang Rp11.500. Disisi fiskal, penerimaaan pajak dan non pajak sebesar Rp870 triliun, mampu dimanfaatkan dengan disiplin yang tinggi mendorong stabilitas inflasi, serta merupakan dukungan kriteria yang kondusif dalam pengelolaan hutang-hutang pemerintah. Keadaan makro ekonomi yang kondusif selama tahun 2009 turut mewarnai industri perbankan menjadi lebih sehat sebagai mana tampak dalam angka-angka agregat CAR yang dapat dipertahankan pada angka 18,8%, NPL net terjaga pada 0,7% s/d 1%, ROA pada kisaran

On the fiscal side, income from tax and non tax of Rp870 trillion was used to boost the inflation stability as well as to support conducive criteria in managing the Government loans.

A conducive condition of macroeconomic during 2009 was encouraged banks soundness as can be seen in the figure of CAR in aggregate which was remained at 18.8%, NPL was stayed at the range of 0.7%-1%, ROA at the range of 2%-3%, while liquidity leveled

4

Laporan Tahunan 2009 Lembaga Penjamin Simpanan

Keberhasilan penyehatan PT Bank Mutiara, Tbk kiranya perlu menjadi kepedulian semua pihak sebagai upaya bersama untuk memelihara stabilitas sistem keuangan, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.The success in reviving PT Bank Mutiara, Tbk also requires the support of all parties as part of the collective effort to maintain the stability of the financial system, promote national economic growth, as we enhance public welfare.

2% s/d 3% sedangkan likuiditas meningkat terus membaik sebagaimana ditunjukkan dari ratio aktiva likuid per total aktiva yang pada akhir tahun adalah 21,6%. Angka-angka diatas menunjukan bahwa pengelolaan moneter, fiskal dan perbankan telah mencapai sasaran-sasaran sesuai yang direncanakan, yang pada gilirannya akan berakibat pada menurunnya risiko kelembagaan LPS terhadap gejolak dan dinamika industri keuangan dan perbankan pada tahun 2009. Pada tahun yang sama, LPS memasuki babak baru dalam pelaksanaan fungsi dan tugasnya untuk ikut turut serta menjaga stabilitas sistem perbankan terutama dalam pelaksanaan penyelamatan (resolusi) bank gagal. PT Bank Century, Tbk telah dinyatakan gagal dan berdampak sistemik oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan pada tanggal 21 November 2008. Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 24 tahun 2004, LPS wajib melakukan penyelamatan dan penyehatan kembali terhadap bank tersebut. Dalam rangka penyelamatan tersebut, LPS telah mengeluarkan biaya penyelamatan dalam bentuk setoran Penyertaan Modal Sementara (PMS) pada PT Bank Century, Tbk. Sampai dengan akhir tahun 2009 LPS telah menyetor PMS sebesar Rp6,76 triliun dan melakukan berbagai upaya untuk menyehatkan PT Bank Century, Tbk sehingga dapat memenuhi ketentuan yang berlaku tentang kesehatan bank. Upaya penyehatan yang dilakukan LPS bersama-sama dengan manajemen PT Bank Century, Tbk yang baru telah menunjukan hasil yang cukup baik. Hal tersebut ditunjukkan

up as shown by the liquid assets ratio to total assets by the end of the year at 21.6%.

The figures above showed that the management of monetary, fiscal and banking have reached the targets planned, which in turn, resulted in the declin