kekuatan transversa lempeng akrilik

Download Kekuatan transversa lempeng akrilik

Post on 12-Dec-2016

214 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I

PENDAHULUAN

1.1LATAR BELAKANG

Gigitiruan adalah piranti untuk menggantikan permukaan pengunyahan dan struktur-struktur yang menyertainya dari suatu lengkung gigi rahang atas dan bawah. Gigitiruan tersebut terdiri dari gigi-gigi buatan yang dilekatkan pada basis. Basis gigitiruan mendapatkan dukungan melalui kontak yang erat dengan jaringan mulut di bawahnya.1

Meskipun basis gigitiruan dapat dibuat dari logam atau campuran logam, kebanyakan basis gigitiruan dibuat menggunakan polimer. Polimer tersebut dipilih berdasarkan keberadaanya, kestabilan dimensi, karakteristik penanganan, warna, dan kekompakan dengan jaringan mulut. Resin akrilik telah digunakan sebagai basis gigitiruan selama lebih dari 60 tahun dan saat ini merupakan bahan yang paling umum digunakan untuk pembuatan basis gigitiruan.1

Akrilik merupakan salah satu bahan dasar yang digunakan untuk membuat basis gigitiruan mengingat bahan tersebut mudah didapat, teknik aplikasi yang relatif sederhana, hasil estetik yang memuaskan dan sudah sangat dikenal. Menurut American Dental Association (ADA) terdapat dua jenis resin akrilik yaitu heat cured polymer dan self cured polymer. Jenis resin akrilik yang sering digunakan yaitu akrilik polimerisasi panas karena memiliki beberapa keunggulan, yaitu memiliki syarat estetik, stabilitas warna baik, tidak mengiritasi, tidak toksik, harga relatif murah, cara pengerjaannya mudah, pembuatan dan reparasi mudah.

Tingkat kehilangan gigi diperkirakan antara 7-69% dari populasi orang dewasa. Selain itu, 26% dari penduduk Amerika Serikat yang berusia antara 65-74 tahun mengalami edentulus. Pertumbuhan penduduk yang pesat ditambah dengan kondisi ekonomi saat ini menunjukkan bahwa penggunaan gigitiruan penuh dan konvensional akan terus meningkat. Meskipun demikian, dengan meningkatnya kebutuhan dan permintaan layanan gigitiruan, ada beberapa pedoman yang diterbitkan mengenai perawatan jangka panjang dan pemeliharaan gigitiruan.2

Saat ini, ada beberapa metode alternatif untuk membersihkan gigitiruan lepasan sebagian maupun gigitiruan penuh. Studi in vivo menganggap bahwa menyikat gigitiruan menggunakan pasta dan krim lebih berkhasiat dalam penghapusan biofilm. Sedangkan Dills dkk menerangkan bahwa penggunaan pembersih gigitiruan pasta lebih rendah penggunaanya dibandingkan penggunaan larutan effervescent. Pembersih gigitiruan yang tersedia secara komersial menggunakan bahan aktif berupa hipoklorit, peroksida dan enzim.2

Pembersih gigitiruan dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada basis gigitiruan karena pembersih gigitiruan juga dapat menyebabkan hilangnya komponen larut dan peliat, atau penyerapan air oleh lapisan bahan lempeng. Proses ini dapat mempengaruhi sifat-sifat bahan-bahan. Dengan demikian pemilihan pembersih gigitiruan harus mempertimbangkan hal-hal yang dapat menghindari dan meminimalkan perubahan dalam kekuatan ikatan tarik lempeng akrilik.3

Beberapa uji telah digunakan untuk menilai kekuatan transvesa lempeng akrilik yang direndam dalam minuman bersoda dengan hasil tidak terdapat perubahan kekuatan transversa yang bermakna.4 Penelitian yang dilakukan di Brazil oleh Amanda Peracini pada tahun 2010 mengenai kekuatan transversa lempeng akrilik yang direndam dalam alkaline peroxide effervescent menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kekuatan transversa lempeng akrilik.5 Beberapa uji di atas menunjukkan hasil yang berbeda dari kekuatan transversa lempeng akrilik yang direndam dalan berbagai larutan. Akan tetapi hingga saat ini di Indonesia belum ada uji yang dilakukan pada lempeng akrilik yang direndan di dalam larutan pembersih gigitiruan tablet.

1.2RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka timbul masalah, bagaimana kekuatan transversa lempeng akrilik yang direndam di dalam larutan tablet pembersih gigitiruan.

1.3TUJUAN PENELITIAN

1.3.1TUJUAN UMUM

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh larutan tablet pembersih gigitiruan pada lempeng akrilik heat cured

1.3.2TUJUAN KHUSUS

1. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan transversa lempeng akrilik yang telah direndam di dalam tablet pembersih gigitiruan.

2. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekuatan transversa yang direndam selama 5 menit dengan masing-masing perendaman 1, 3, 5, 7, 10 hari dan akuades sebagai kontrol.

1.4MANFAAT PENELITIAN

Memberi informasi tentang efek pemakaian tablet pembersih gigitiruan terhadap kekuatan transversa basis akrilik gigitiruan. Kiranya hasil penelitian ini dapat membantu pemakai tablet pembersih gigitiruan mengetahui cara penggunaan pembersih gigitiruan yang baik.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1PEMBERSIH GIGITIRUAN

Pembersih gigitiruan adalah sebuah bahan yang digunakan untuk membersihkan gigitiruan. Adapun jenis pembersih gigitiruan kimia dapat berupa krim, bubuk cair, atau tablet. Selain itu ada juga pembersih gigitiruan secara mekanik yang dapat dilakukan dengan menyikat gigitiruan menggunakan sikat dan teknik ultrasonik.6

Perawatan gigitiruan yang tidak benar dapat memberi efek merugikan yang serius pada gigitiruan dan kesehatan jaringan pendukung. Kehadiran plak pada gigitiruan dan laju akumulasi plak secara langsung terkait dengan keberadaan saliva yang kaya protein dan sifat mikroporus basis polimer, yang memfasilitasi pembentukan plak mikroba dan deposisi kalkulus. Pemeliharaan kebersihan gigitiruan yang memadai, melalui metode mekanik atau kimia, atau keduanya, adalah penting untuk mengurangi dan menghilangkan penyebab kerusakan jaringan di dalam mulut.7

2.1.1TEKNIK PEMBERSIHAN GIGITIRUAN7

1. Teknik mekanik

Pembersihan gigitiruan secara mekanik, yaitu dengan menyikat gigitiruan menggunakan sikat gigi yang lembut atau sikat gigi nilon yang lembut dengan menggunakan air dan sabun. Tindakan pembersihan mekanis sikat biasanya cukup untuk menghilangkan sisa-sisa makanan yang melekat pada gigitiruan, namun tidak efektif untuk desinfeksi gigitiruan. Penggunaan sikat gigi yang kaku, pasta gigi yang abrasif, seperti kalsium karbonat atau silika terhidrasi, dapat menyebabkan abrasi pada bahan polimer atau mengakibatkan goresan pada permukaannya. Pasta gigi dengan beberapa bahan abrasif lembut (natrium bikarbonat atau resin akrilik) dapat digunakan.

2. Pembersih gigtiruan secara kimia

Pembersih kimia yang paling umum digunakan menggunakan teknik perendaman gigitiruan pada larutan peroksida dan hipoklorit. Keuntungan dari pembersihan gigitiruan dengan cara perendaman adalah pembersihan yang mencakup seluruh bagian dari gigitiruan, abrasi minimal pada basis gigitiruan dan gigi, dan merupakan teknik yang sederhana.

a. Pembersih Oxygenating

Peroksida disediakan dalam bentuk bubuk dan tablet. Bahan yang mengandung senyawa alkali, deterjen, natrium perborat, dan bubuk. Ketika bahan ini dicampur dengan air, perborat natrium peroksida terurai melepaskan oksigen. Pembersihan adalah hasil dari kemampuan oksidasi dari dekomposisi peroksida dan dari reaksi effervescent menghasilkan oksigen. Hal ini secara efektif dapat menghapus deposit organik dan membunuh mikroorganisme. Alkali peroksida adalah metode aman, efektif membersihkan gigitiruan dan sterilisasi, khususnya di kalangan pasien geriatri.

b. Larutan hipoklorit

Hipoklorit yang umumnya digunakan sebagai pembersih gigitiruan untuk menghilangkan plak dan noda ringan, dan mampu membunuh organisme pada gigitiruan adalah natrium hipoklorit. Salah satu teknik pembersihan gigitiruan dengan perendaman gigitiruan dalam larutan sodium hipoklorit 5% dan disertai penyikatan pada gigitruan. Selain itu, gigitiruan direndam dalam larutan yang mengandung 1 sendok teh hipoklorit (Clorox) dan 2 sendok teh dari glassy phosphate (Calgon) dalam setengah gelas air, untuk mengontrol kalkulus, noda berat pada gigitiruan.Hipoklorit alkalin tidak dianjurkan untuk gigitiruan yang dibuat dari paduan logam tuang. Ion klorin dapat menyebabkan korosi dan penggelapan dari logam ini. Larutan terkonsentrasi hipoklorit juga tidak boleh digunakan karena penggunaan jangka panjang dapat mengubah warna gigitiruan resin.

3. Teknik pembersihan lain

a. Unit ultrasonik memberikan getaran yang dapat digunakan untuk membersihkan gigitiruan. Bila teknik ini digunakan, gigitiruan ditempatkan ke unit pembersih, yang diisi dengan larutan pembersih. Tindakan pembersihan dari agen perendaman dilengkapi oleh aksi debriding mekanik getaran ultrasonik. Meskipun efektif, teknik ini mungkin tidak cukup menghilangkan plak pada permukaan gigitiruan.

b. Asam yang diencerkan (asam sitrat, isopropil alkohol, asam klorida, atau cuka rumah tangga biasa) tersedia untuk menghilangkan endapan keras pada gigitiruan. Cuka juga dapat membunuh mikroorganisme tetapi kurang efektif dibandingkan dengan larutan bleaching. Pembersih dengan bahan asam yang diencerkan harus digunakan hati-hati, dan gigitiruan harus dibilas secara menyeluruh untuk menghindari kontak dengan bahan kulit dan mukosa. Asam encer juga dapat menyebabkan korosi dari beberapa gigitiruan logam paduan.

c. Pembersih gigitiruan yang mengandung enzim (mutanese dan protease) telah ditunjukkan dapat mengurangi plak gigitiruan secara signifikan, dengan 15 menit perendaman setiap hari, terutama ketika dikombinasi dengan menyikat gigitiran.

d. Penggunaan polimer silikon. Pembersih ini memberikan lapisan pelindung, yang menghambat perlekatan bakteri ke permukaan gigitiruan sampai aplikasi berikutnya.

2.1.2Pembersih gigitiruan yang ideal7

1. Tidak beracun

2. Mudah digunakan oleh pasien

3. Tidak berbahaya terhadap kesehatan pasien dan bahan dasar gigitiruan akrilik

4. Mampu melarutkan plak pada gigitruan

2.2 PEMBERSIH GIGITIRUAN TABLET