kdk anemi aav

Download Kdk Anemi Aav

Post on 23-Oct-2015

5 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

penting untuk dibaca

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kehamilan dapat memberikan hasil yang menggembirakan tetapi risiko kehamilannya dapat memberikan bahaya berupa terjadinya kesakitan, kecacatan, bahkan kematian pada ibu maupun janin yang dikandungnya karena pada dasarnya setiap kehamilan mengandung risiko.1Indonesia memiliki angka kematian ibu (AKI) paling tinggi se-Asia Tenggara, yaitu 262 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2010. Angka kematian ibu di Indonesia menunjukkan penurunan, tetapi masih jauh dari target nasional dalam menurunkan AKI.Target AKI merupakan suatu komitmen internasional dalam Millenium Development Goals (MDGs) yang memiliki 8 target yang salah satu targetnya adalah menurunkan angka kematian ibu sebesar tiga perempatnya antara tahun 1990 sampai tahun 2015. Sehingga untuk Indonesia, memiliki target AKI sebesar 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Saat ini angka kematian ibu di Jawa Tengah pada tahun 2010 mencapai 114/100.000 kelahiran hidup, sedangkan di Kota Semarang AKI tahun 2010 adalah 74/100.000 kelahiran hidup.1Departemen Kesehatan menyusun rencana jangka panjang untuk menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi baru lahir yang dikenal dengan sebutan Making Pregnancy Safer (MPS). Terdapat tiga pesan kunci MPS, yaitusetiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, setiap komplikasi obstetri dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat, dan setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran.1Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang akan menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi yang lebih besar baik terhadap ibu maupun terhadap janin yang dikandungnya selama masa kehamilan, melahirkan ataupun nifas bila dibandingkan dengan kehamilan persalinan dan nifas normal. Oleh karena itu, untuk mencegah komplikasi pada ibu hamil diperlukan suatu pemeriksaan kehamilan yang disebut dengan Antenatal Care. Antenatal Care adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu dan janin secara berkala, yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan.Selain pemeriksaan rutin yang wajib dilaksanakan oleh ibu hamil, perlu dilaksanakan pendekatan keluarga atau yang disebut dengan pendekatan kedokteran keluarga agar setiap penatalaksanaan pasien dalam hal ini ibu hamil dapat lebih komprehensif dan berkesinambungan.

1.2 Tujuan LaporanTujuan dari penyusunan laporan ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan pada ibu hamil 26 minggu 6 hari dengan anemi.

1.3 Manfaat LaporanPenyusunan laporan kasus ini diharapkan dapat menjadi media belajar bagi mahasiswa agar dapat melaksanakan praktek kedokteran keluarga secara langsung kepada pasien ibu hamil risiko tinggi.BAB IILAPORAN HASIL KUNJUNGAN RUMAH

II.1 IDENTITAS PASIEN DAN KELUARGA

a. Identitas Pasien

Nama

: Ny. O Jenis kelamin: Perempuan

Usia

: 31 tahun

Status Pernikahan: Menikah

Alamat

: Dusun Wonosari, RT/RW 03/03, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Agama

: Islam

Suku Bangsa: Jawa Pendidikan

: SMA Pekerjaan

: Ibu Rumah Tanggab. Identitas Kepala Keluarga

Nama

: Tn. S Jenis Kelamin: Laki-laki

Umur

: 31 tahun

Status Pernikahan: Menikah

Alamat

: Dusun Wonosari, RT/RW 03/03, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Agama

: Islam

Suku Bangsa: Jawa

Pendidikan

: SMA Pekerjaan

: BuruhII.2 PROFIL KELUARGA YANG TINGGAL SATU RUMAH

NoNamaKedudukan dalam KeluargaJKUmur (th)PendidikanPekerjaanKet

1Tn.SuraminKKL31SMABuruhSehat

2Ny.OktiIstri KKP31SMAIRTSehat

3AnindaAnak IP8SD kelas 2SiswiSehat

4Nur ArifAnak IIL4Belum sekolah-Sehat

5Tn.SarinadiAyah SuamiL65SDPetaniSehat

6Tn.SeminehIbu SuamiP60SD:PetaniSehat

Keterangan :

: laki-laki

: perempuan

Gambar 1. Pohon Keluarga II.3 RESUME PENYAKIT DAN PENATALAKSANAAN YANG SUDAH DILAKUKANI. ANAMNESISAnamnesis dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 22 November 2013 pukul 10.00 WIB di Puskesmas Borobudur, Kecamatan Borobudur.a. Keluhan Utama

Pusing sejak 4 minggu yang lalu.

b. Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang ke Puskesma Borobudur dengan keluhan pusing sejak 4 minggu yang lalu. Pusing dirasakan disertai dengan lemas. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan sejak awal hamil. Saat ini pasien sedang dalam usia kehamilan 26 minggu 6 hari.

Pasien setiap hari makan teratur 3xsehari, dengan nasi (3 sendok makan), tempe/tahu/telur, dan sayur. BAB 1 kali sehari, konsistensi lunak, berwarna coklat, dan tidak ada darah. BAK 4 kali sehari, berwarna kuning, tidak nyeri serta tidak ada darah.

c. Riwayat Penyakit Dahulu

Pasien belum pernah merasakan hal yang sama sebelumnya. Riwayat alergi disangkal Riwayat hipertensi disangkal Riwayat kencing manis disangkal Riwayat penyakit jantung disangkal

Riwayat asma/sesak nafas disangkal

Riwayat operasi disangkal Riwayat trauma daerah perut disangkald. Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat alergi disangkal Riwayat hipertensi disangkal Riwayat kencing manis disangkal Riwayat penyakit jantung disangkal

Riwayat asma/sesak nafas disangkal

Riwayat operasi disangkal Riwayat trauma daerah perut disangkale. Riwayat Pengobatan

Pasien mengaku rutin mengkonsumsi vitamin hamil yang diberikan oleh bidan di Puskesmas Borobudur.f. Riwayat Haid

Menarche pada usia 13 tahun, haid teratur, banyaknya 3-4 pembalut perhari, siklus 28 hari, lama haid 5-6 hari, nyeri saat haid tidak ada.

g. Riwayat PerkawinanMenikah 1x. Pernikahan pada usia 22 tahun. Sudah menikah selama 9 tahun.h. Riwayat Haid

Menarche pada usia 13 tahun, haid teratur, banyaknya 3-4 pembalut perhari, siklus 28 hari, lama haid 5-6 hari, nyeri saat haid tidak ada.

HPHT : 18 Mei 2013UK

: 26 minggu 6 hariTP

: 25 Februari 2014h. Riwayat Obstetri

G3P2A01. Perempuan, 8 tahun, BBL 3600gram, aterm, lahir spontan di bidan, sehat.2. Laki-laki, 4 tahun, BBL 3100 gram, aterm, lahir spontan di bidan, sehat3. Hamil ini

i. Riwayat Antenatal Care

3x di bidani. Riwayat KB

Setelah lahir anak pertama memakai KB suntik per 3 bulan, kemudian setelah lahir anak kedua sampai dengan sebelum hamil memakai KB pil.j. Riwayat Persalinan:

Saat ini kehamilan ketiga pasien, usia 31 tahun, G3P2A0 hamil 26 minggu 6 hari.

II. PEMERIKSAAN FISIKDilakukan tanggal 22 November 2013 pukul 10.15 WIB di Puskesmas BorobudurKeadaan umum: Tampak sakit ringanKesadaran

: Compos mentis

a. Tanda vital Tekanan darah: 100/80 mmHg

TB : 160 cm

Nadi

: 84 x/menit

BB : 48 kg

Suhu

: 36,50 C

BMI : 18,75 Pernapasan: 20x/menit

b. Status Generalis

Kepala : Normocephali Mata : Konjungtiva pucat (+/+), sklera ikterik (-/-) Telinga : Normotia, benjolan (-), oedem (-), nyeri tekan (-) Hidung : Normosepti, sekret (-), deviasi septum (-) Bibir : pucat (-), sianosis (-) Tenggorok : T1-T1, faring hiperemis (-), granulasi (-), nyeri telan (-)

Leher : Trakhea di tengah, pembesaran KGB (-/-) Thoraks :

Paru - paru

Inspeksi : Bentuk dada normal, simetris, gerak thoraks pada pernafasan simetris, sama tinggi, tidak ada bagian yang tertinggal, retraksi (-/-)

Palpasi : Gerak nafas simetris, sama tinggi, tidak ada bagian yang tertinggal, vokal fremitus simetris, sama kuat Perkusi : Kedua hemitoraks berbunyi sonor, batas paru hepar tidak dapat dinilai, peranjakan paru tidak dapat dinilai Auskultasi : Suara napas vesikuler, rhonci (-/-), wheezing (-/-)Jantung

Inspeksi : Bentuk dada normal, simetris, iktus kordis terlihat pada ICS V 2 cm lateral dari garis mid klavikularis kiri Palpasi : Iktus cordis teraba di ics V 2 cm lateral dari garis mid klavikularis kiri

Perkusi : Tidak ada nyeri ketuk, batas jantung kanan pada garis sternalis kiri setinggi ics IV, batas paru lambung sekitar ics VI, batas jantung kiri setinggi ics V 2 cm garis midklavikularis kiri, batas atas jantung kiri setinggi ics III pada garis sternalis kiri

Auskultasi : Bunyi jantung I-II reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen Buncit, dalam batas normal, bising usus 2x/menit Ekstremitas Inspeksi : Bentuk normal simetris, sianosis (-/-), edema (-/-) Palpasi : Suhu hangat, edema (-/-)c. Pemeriksaan Obstetri

Striae gravidarum (+), linea nigra (+), Tinggi Fundus Uteri (TFU) 25 cm Leopold I : teraba bagian lunak (bokong), fundus uteri 3 jari diatas umbilikus Leopold II : teraba bagian keras di kanan ibu (punggung kanan) Leopold III : teraba bagian keras dan meleting di bawah (kepala) Leopold IV : tidak dinilai Denyut jantung janin : 140x/menit monoaural leannecd. Pemeriksaan Dalam

Vaginal toucher : tidak dilakukanIII. PEMERIKSAAN LABORATORIUM DAN PENUNJANGLaboratorium : Hb : 8,4 g/dLIV. DIAGNOSIS KERJA

Multi gravida, 31 tahun, G3P2A0 Usia kehamilan 26 minggu 6 hari, janin tunggal hidup intrauterin, letak memanjang, punggung kanan, presentasi kepala dengan anemia sedang.V. RENCANA PENATALAKSANAAN

Medikamentosa : Tablet Fe Tablet kalsium Nonmedikamentosa :

Pemeriksaan kehamilan secara berkala

Hindari aktivitas yang berlebih

Pola makan dengan gizi seimbang Rencana partus normalVI. HASIL PENATALAKSANAAN MEDIS

Pasien sudah memiliki KMS.

Faktor pendukung :

Pasien rajin kontrol ke bidan Faktor penghambat:

Tidak ada Indikator keberhasilanAdanya kartu KMS ibuII.4 PERMASALAHAN PASIENTabel 3. Tabel Permasalahan Pada Pasien

No.Risiko & masalah kesehatanRencana pembinaanSasaran

1.