fraktur os mastoid

Download Fraktur Os Mastoid

Post on 13-Apr-2016

274 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ju

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUANI.1. DEFINISI Fraktur tulang mastoid adalah diskontinuitas tulang mastoid yang seringkali terjadi akibat trauma. Mastoid merupakan tulang yang terdiri dari bagian yang berselula atau bagian aerasi. Tulang ini dibatasi pada bagian anterior oleh fossa kranialis media dan pada posterior oleh fossa kranialis posterior. Mastoid merupakan bagian dari tulang temporal sehingga trauma pada tulang temporal akan mengakibatkan cedera pada mastoid. Mastoid merupakan tulang yang dapat melindungi struktur vital yang berada ditulang temporal dari mekanisme cedera. Tulang temporal merupakan struktur tulang yang membentuk tulang kepala pada bagian lateral dan juga merupakan bagian struktur yang membentuk basis cranii.. Fraktur tulang temporal adalah kelainan yang sering dikonsultasikan pada spesialis THT (Telinga, Hidung, Tengorok) dalam keadaan darurat. Pengetahuan tentang anatomi struktur vital dalam tulang temporal sangat penting untuk mendiagnosa dan penanganan cedera dengan cepat dan tepat. Dengan evaluasi yang tepat, pada trauma ini dapat diperhitungkan derajat keparahan dari trauma yang terjadi dan dengan mngidentifikasi gejala-gejala yang timbul pada telinga dapat diperkirakan adannya keterlibatan struktur vital yang cedera akibat trauma tulang temporal.1,2,3,7I.2. EPIDEMIOLOGI Cedera pada tulang temporal mencapai angka kejadian yang berkisar 30% sampai 70% kasus yang melibatkan trauma tumpul kepala. Sekitar 4% pasien dengan cedera kepala mengalami fraktur dan 14% sampai 22% dari pasien tersebut menderita fraktur tulang temporal. Kebanyakan fraktur yang terjadi bersifat unilateral dengan laporan kasus fraktur temporal bilateral hanya sekitar 9% sampai 20% kasus. Paling sering terjadi pada orang dewasa dan pada anak-anak kasus ini timbul dengan angka kejadian sekitar 8% sampai 22%. Meskipun langkah-langkah keamanan seperti sabuk pengaman, airbag dan helm sepeda motor dapat membantu mengurangi jumlah kecelakaan kendaraan yang mengakibatkan trauma kepala, namun kecelakaan tetap menjadi menjadi penyebab yang paling umum terjadinya cedera tulang temporal. Tiga penyebab tersering adalah kecelakaan dengan kendaraan dan sepeda motor (45%), jatuh (32%) dan karena tindakan kekerasan atau perampokan (11%). Luka tembakan pada kepala merupakan penyebab yang tidak sering tetapi meningkatkan frekuensi kejadian trauma kepala dan lebih dari setengah pasien ini menderita trauma intrakranial oleh karena itu trauma tulang temporal juga sering dikaitkan dengan terjadinya cedera otak berat. Luka pada arteri karotis lebih sering meningkatkan angka kematian dibandingkan pada trauma tumpul. Fraktur yang terjadi pada tulang temporal dapat mengakibatkan fraktur yang melibatkan komponen penyusunnya yaitu salah satunya adalah tulang mastoid. 1,3,10

BAB IIPEMBAHASAN

II.1. ANATOMITulang temporal merupakan tulang yang membentuk cavum cranii dan terletak pada aspek lateral, berbatasan dengan tulang parietal dibagian superior, tulang sphenoid dibagian anterior dan tulang oksipital dibagian posterior. Tulang temporal membentuk bagian tulang dari fossa kranialis media dan fossa kranialis posterior serta berkontribusi dalam membentuk basis cranii.1,4,10

Gambar 1. Gambar dua sisi tulang temporal pada tulang tengkorak manusia. (A) Dilihat dari sisi anterior, (B) Dilihat dari sisi lateral (C) dilihat dari inferior, (D) Dilihat dari bagian dasar tulang.1 tengkorak.1

Tulang temporal terbagi atas lima komponen tulang yaitu pars squamosa, pars tympanica, styloid, mastoid, dan petrosus. Pars squamosa merupakan bagian os temporal yang terletak dibagian superior dan anterior dan terutama menyusun dinding lateral fossa kranialis medial, pars squamosa juga berkontribusi dalam pembentukan atap tulang dari meatus akustikus eksternus. Pars tympanica dari os temporal membentuk meatus akustikus eksternus yang berfungsi untuk melindungi membran timpani. Prosessus styloideus muncul pada pars timpani dan memberikan tempat untuk melekatnya ligament stylohyoid dan stylomandibular. Pars mastoid membentuk batas posterior dari os temporal dan merupakan tulang yang memiliki banyak rongga-rongga didalamnya yang disebut dengan mastoid cell, pars mastoid juga merupakan tempat bermuaranya kanal fallopian, sinus sigmoid dan ossicles. Pars petrous dari os temporal merupakan tulang yang berbentuk piramida dan memiliki puncak yang terletak pada tulang basis cranium diantara tulang sphenoid dan occipital.1,4

BA

Gambar 2. (A) Gambar tulang temporal kiri dilihat dari sisi lateral. Tulang skuamosa,styloid, dan mastoid yang terlihat. Garis bagian tympani, meatus akustikus eksternus dan tulang petrosa adalah struktur inferior dan tidak terlihat dari pandangan lateral. (B) Gambar tulang temporal kiri dilihat dari sisi medial, struktu pars petrosa dapat terlihat dari aspek ini.1

Struktur vital yang berada di mastoid dan temporal merupakan struktur yang berada ditelinga tengah. Di bagian inferior pars squamosa dari tulang temporal terdapat struktur berupa membran timpani dan ossicula auditori. Bagian yang paling sering mengalami keterlibatan pada fraktur adalah kapsula otik yaitu bagian yang tepat di inferior dari struktur ini terdapat tulang-tulang pendengaran dan juga corda timpani (kanalis dari percabangan saraf fasialis). Selain itu struktur telinga tengah juga dibentuk oleh pars tympanica dari tulang temporal pada bagian inferior, struktur ini juga berbatasan langsung dengan membran timpani dan tulang-tulang pendengaran. Pars mastoid dari tulang temporal merupakan tulang yang menyusun dinding posterior dari telinga tengah pada tulang ini terdapat aditus yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga-rongga yang ada pada tulang mastoid. Pars petrous tulang temporal berhubungan erat dengan struktur vital yang berada pada telinga dalam yaitu koklea, kanalis semisirkularis dan meatus akustikus internus (tempat muara dari nervus VII dan nervus VIII). Didalam tulang temporal juga terdapat jalur dari saraf fasialis mulai dari kanalis akustikus internus, corda timpani, hingga keluar melalui foramen stylomastoideus sehingga fraktur yang terjadi dapat mengakibatkan kerusakan dari struktur vital tersebut dan memberikan gejala yang sesuai dari stuktur yang terlibat cedera.4,8,11

BAGambar 3. (A) Struktur vital yang terdapat pada tulang temporal dilihat dari arah superior. (B) struktur vital dan perjlanan saraf fasialis pada tulang temporal dilihat dari arah anterior.11

II.2. ETIOLOGICedera tulang temporal paling sering diakibatkan oleh trauma tumpul dan sangat jarang oleh trauma tajam atau penetrasi yang kerusakan karena trauma ini lebih parah. Trauma tumpul pada tulang temporal dapat disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor (12%-47%),penganiayaan (10% -37%), jatuh (16% -40%), trauma penetrasi biasanya diakibatkan oleh luka tembak (3%-33%). Dengan perbaikan teknologi keselamatan mobil, kejadian patah tulang akibat kecelakaan kendaraan bermotor dapat mengalami penurunan. Disisi lain, peningkatan kasus cedera tulang temporal justru terjadi akibat kejahatan dan kekerasan.3,6II.3. KLASIFIKASI Fraktur temporal secara klasik dibagi atas dua macam fraktur yaitu fraktur longitudinal dengan angka kejadian sekitar 80% dari seluruh fraktur temporal dan fraktur tranversal dengan angka kejadian 20% berdasarkan studi yang dilakukan pada tahun 1940. Fraktur longitudinal terjadi akibat adanya trauma yang mengenai tulang temporoparietal dan struktur yang paling sering terlibat antara lain membran timpani, atap dari telinga tengah dan bagian anterior dari apex petrous. Sekitar 15-20% dapat melibatkan cedera pada saraf fasialis. Onset dari terjadinya paralisis saraf fasialis biasanya timbul lambat, keterlibatan dari struktur seperti koklea dan vestibular biasanya sangat jarang. Fraktur ini dapat berjalan dari anterior atau posterior (mastoid atau meatus acusticus eksternus ) yang akan mengikuti bagian tulang yang paling lemah menuju koklea dan kapsula labirin lalu membentuk garis fraktur petrosquamos yang berujung di anterior ke kapsula otik serta dapat juga berakhir di dekat foramen spinosum atau pada air mastoid cell. Keterlibatan dari struktur pada telinga tengah dapat menyebabkan hemotimpanum dan cedera ossicula sehingga akan menghasilkan tuli konduktif.1,3,5,6,9,12

Gambar 4. Garis fraktur longitudinal yang dapat terbentuk digambarkan pada garis hitam dan garis biru terhadap gambar.3

Fraktur transversal terjadi akibat adanya trauma yang mengenai tulang fronto-occipital yang menghasilkan gaya sepanjang axis anterior-posterior dan menimbulkan garis fraktur yang tegak lurus pada axis panjang piramid petrous. Garis fraktur berasal dari foramen magnum melalui fossa posterior lalu ke piramid petrous termasuk ke kapsula otik dan fossa kranialis medial sehingga sangat sering menimbulkan tuli sensorineural ataupun vertigo. Keterlibatan cedera saraf fasialis lebih sering (50%) dibandingkan dari fraktur longitudinal. Kapsula otik dan meatus acustikus internus seringkali terlibat cedera. Fraktur transversalbiasanya menyebabkan struktur koklea dan vestibular hancur, sehingga dapat mengakibatkan sensorineural hearing loss (SNHL) dan vertigo yang berat. Intensitas vertigo akan berkurang setelah 7-10 hari kemudian terus menurun selama 1-2 bulan berikutnya, dan hanya menyisakan perasaan goyah yang berlangsung sekitar 3-6 bulan, sampai akhirnya terjadi kompensasi.1,3,5,6,9,12

Gambar 5. Garis fraktur transversal yang dapat terbentuk digambarkan pada garis hitam dan garis merah terhadap gambar.3 Tabel 1. Perbandingan fraktur longitudinal dan fraktur transversal.6Gambaran Fraktur longitudinalFraktur Transversal

Insiden80%20%

MekanismeTrauma dari os temporal atau parietalTrauma dari os frontal atau occipital

Otore CSFSeringJarang

Perforasi membran timpaniSeringJarang

Kerusakan N. Fascialis20% ( Tidak menetap dan onset lambat )50% ( Berat, menetap dan onset immediat