makalah leaching(1)

Download Makalah Leaching(1)

Post on 29-Oct-2015

538 views

Category:

Documents

12 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

jenis-jenis leaching

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Leaching merupakan proses pengambilan logam berharga secara selektif dari bijih dengan leaching agents sehingga didapatkan suatu larutan kaya. Leaching juga bertujuan menaikan kadar dari bijih. Dalam melakukan leaching menurut Habashi 1982 ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu: 1. Leaching agents sebaiknya dapat diregenerasi agar bernilai ekonomis.2. Leaching agents harus murah dan mudah didapat 3. Material umpan harus bebas dari mineral-mineral lempung 4. Leaching agents bersifat tidak beracun, tidak mudah terbakar dan tidak korosif 5. Material umpan harus bersifat porous sehingga leaching agents mudah kontak dengan material umpan Produksi tembaga 20% dilakukan secara hidrometalurgi, 80% dilakukan secara pirometalurgi dan elektrometalurgi.Tembaga adalah salah satu dari sekian banyak macam mineral kelas menengah yang penggunaan relatif lebih banyak ketimbang logam mineral yang lain. Sebagai contoh sederhana, tembaga identik dengan kabel, karena tembaga adalah penghantar listrik terbaik (sampai saat ini). Seluruh alat elektronik menggunakan kabel sebagai media penghantar listriknya. Dan masih banyak lainnya peralatan-peralatan yang menggunakan kabel sebagai media penghantar arus listriknya. Tembaga di alam ditemukan dalam bentuk bijih yang bermacam-macam. Teknik leaching yang bisa digunakan untuk tembaga menurut Habashi 1982 yaitu:. Insitu Leaching Insitu leaching disebut juga sebagai leaching in places. Teknik leaching ini merupakan teknik yang paling tua dan sederhana serta diterapkan pada sisa-sisa penambangan. Jadi dapat dikatakan produk yang dihasilkan merupakan produk sampingan (by product). Waktu yang diperlukan sangat lama atau skala tahunan dan terutama diterapkan untuk bijih tembaga berkadar rendah. Teknik leaching ini dilakukan di Miami Copper Company (Arizona) untuk melarutkan tembaga dari bijih dengan kadar 0,15% tembaga dengan waktu 10-15 tahun.1.2 Rumusan Masalah1) Apa saja jenis-jenis leaching ?2) Bagaiman proses produksi tembaga?3) Bagaimana proses leaching pada produksi tembaga ?

1.3 Tujuan1) Untuk mengetahui jenis-jenis leaching.2) Mengetahui proses produksi khususnya tembaga.3) Mengetahui proses leaching pada produksi tembaga.

1.4 Manfaat1) Dapat mengetahui jenis-jenis leaching dan perbedaannya.2) Dapat mengetahui proses produksi tembaga khususnya pada tahap leaching.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1. Sejarah TembagaTembaga adalah salah satu dari sekian banyak macam mineral kelas menengah yang penggunaan relatif lebih banyak ketimbang logam mineral yang lain. Sebagai contoh sederhana, tembaga identik dengan kabel, karena tembaga adalah penghantar listrik terbaik (sampai saat ini). Anda semua pasti tahu betapa bergunanya kabel itu. Seluruh alat elektronik menggunakan kabel sebagai media penghantar listriknya. Dan masih banyak lainnya peralatan-peralatan yang menggunakan kabel sebagai media penghantar arus listriknya.Tembaga di alam berupa batu. Batuan mineral. Di alam batu tembaga atau pada istilah penambang disebut Cu Ore, jenisnya sangat beragam. Jenis-jenis tembaga tersebut dapat ditinjau dan dikenali dengan melihat dari ikatan-ikatan kimianya. Jenis-jenis tembaga tersebut dilihat dari ikatan kimianya adalah sebagai berikut :1. Jenis ikatan Sulfida : Chalcopyrite, bornite, covelite, chalcocite, dll.2. Jenis ikatan Oksida : Cuprit, Tenorite.3. Jenis ikatan Carbonat : Malchite, Bornite, dll.4. Native atau sudah menjadi tembaga di dalam batuan.Tembaga berwarna coklat keabu-abuan dan mempunyai struktur kristal FCC. Tembaga ini mempunyai sifat sifat yang sangat baik yakni; sebagai penghantar listrik dan panas yang baik, mampu di tempa, duktil dan mudah dibentuk menjadi plat-plat atau kawat. Bijih-bijih tembaga dapat diklasifikasikan atas tiga golongan;Bijih Sulfida, Bijih Oksida.Bijih murni (native).

Dari jenis-jenis ikatan tersebut bisa ditentukan jenis proses yang cocok dengan karakter ikatan tersebut. Misal ikatan carbonat tentu berbeda dengan proses tembaga native. Jika jenis native maka tidak perlu repot, karena tinggal smelting, beres. Tetapi untuk tembaga jenis ini cukup jarang di jumpai di Indonesia. Untuk jenis ikatan carbonat ini, contohnya malchite. Malchite dengan rumus kimia CuCO3. Untuk mendapatkan Cu (copper/tembaga) murni Untuk memecah ikatan kimia tersebut dibutuhkan alat maupun bahan penunjang. Bahan penunjang pada malchite yang paling utama adalah kimia. Jenis kimia yang dipakai banyak sekali dan sangat mudah dibeli di pasaran. Setelah di campur kimia atau istilah yang biasa dipakai Leaching. Setelah melalui proses Leaching, mendapatkan cairan tembaga berwarna biru atau hijau (tergantung tingkat kadar prosentase tembaga yang terkandung dalam batuan tembaga yang kita proses tadi). Setelah terdeteksi bahwa hasil dari Leaching tersebut sudah tidak mengandung tembaga lagi, maka kita bisa mulai proses berikutnya, yaitu mengambil logam tembaga dari cairan hasil Leaching yang biasa di sebut dengan istilah Cementation. Penarikan atau Cementation ini bisa menggunakan berbagai metode. Bisa menggunakan kimia, bisa menggunakan logam. Proses-proses tersebut adalah sebagai berikut :1. Menggunakan kimia. Kalau menggunakan kimia, tinggal mencampur kimia tersebut ke seluruh cairan tembaga terus diaduk-aduk, kemudian di tunggu beberapa jam maka cairan tersebut akan menggumpal, lalu tinggal disaring dan kemudian dikeringkan. Setelah kering bentuknya sepeti keripik berwarna biru. Perlu diperhatikan tingkat kekeringan harus benar-benar kering, karena jika belum terlalu kering maka akan mempengaruhi proses berikutnya.2. Menggunakan logam. Menggunakan logam ini juga relatif mudah. Hanya tinggal mencampurkan logam ke dalam cairan tembaga dan tinggal menunggu hasilnya. Tetapi menggunakan logam ini lebih bagus, karena hasil yang terbentuk sudah berupa serbuk tembaga dengan warna khas tembaga. 2.2. Proses Produksi TembagaPembuatan tembaga dilakukan dalam beberapa tahap. Tembaga terikat secara kimia di dalam bijih pada bahan yang disebut batu gang. Untuk mengumpulkan bijih-bijh itu biasanya dilakukan dengan membersihkannya dalam cairan berbuih, di mana di situ ditiupkan udara. Ikatan tembaga dari bijih yang digiling sampai halus dicampur dengan air dan zat-zat kimia sehingga menjadi pulp (bubur) pada suatu bejana silinder. Zat-zat kimia (yang disebut Reagens) berfungsi untuk mempercepat terpisahnya tembaga. Pada bubur tersebut ditiupkan udara atau gas sehingga timbul buih yang banyak. Bagian-bagian logam yang kecil sekali melekat pada gelembung udara atau gas tersebut. Di situ terdapat semacam kincir yang berputar dengan kecepatan sedemikian rupa sehingga gaya sentrifugal melemparkan buih tersebut dengan mineral keluar tepi bejana sehingga terpisah dari batu gang. Setelah proses tersebut logam dihilangkan airnya. Proses selanjutnya adalah pencarian di dalam suatu dapur mantel dengan jalan membakarnya dengan arang debu. Di sini dapat dipisahkan zat asam dan batu-batu silikon dan besinya dioksidasikan menjadi terak yang mengapung pada copper sulifida.Pengolahan tembaga selanjutnya adalah dengan membawa isi dapur (yang disebut matte) ke konverter mendatar. Di sini belerang akan terbakar oleh arus udara yang kuat. Kemudian tembaga yang disebut blister sekali lagi dicairkan di dalam sebuah dapur anode. Dalam proses ini (yang disebut polen) terjadi proes pengurangan zat asam. Proses selanjutnya adalah pencarian di dalam suatu dapur mantel dengan jalan membakarnya dengan arang debu. Di sini dapat dipisahkan zat asam dan batu-batu silikon dan besinya dioksidasikan menjadi terak yang mengapung pada copper sulifida.Pengolahan tembaga selanjutnya adalah dengan membawa isi dapur (yang disebut matte) ke konverter mendatar. Di sini belerang akan terbakar oleh arus udara yang kuat. Kemudian tembaga yang disebut blister sekali lagi dicairkan di dalam sebuah dapur anode. Dalam proses ini (yang disebut polen) terjadi proes pengurangan zat asam. Di bawah ini adalah deskripsi singkat dari jalan.1. PertambanganAwal penambangan tembaga adalah menambang bijih sulfida dan oksida melalui menggali atau peledakan dan kemudian menghancurkan ke ukuran yang lebih kecil.2. Penggilingan Bijih hancuran pertambangan adalah bola atau batang-digiling dalam jumlah besar, berputar, mesin silinder sampai menjadi bubuk biasanya mengandung kurang dari 1 persen tembaga.Bijih sulfida dipindahkan ke tahap berkonsentrasi, sementara bijih oksida yang diarahkan ke tangki pencucian.3. Berkonsentrasi Sulfida dalam tembaga sekitar 15%..Air didaur ulang.Tailing (impurities) yang mengandung oksida tembaga yang diarahkan ke tangki pencucian atau dikembalikan ke daerah sekitarnya.Setelah tembaga telah terkonsentrasi dapat berubah menjadi katoda tembaga murni dalam dua cara yang berbeda: Pelucutan & electrowinning atau peleburan dan pemurnian elektrolitik.4 a.LeachingOksida bijih dan tailing tercuci oleh larutan asam lemah, menghasilkan solusi tembaga sulfat lemah. b.PeleburanBeberapa tahap mencair dan memurnikan hasil kadar tembaga, berturut-turut, dalam matte, melepuh dan, akhirnya, tembaga murni 99%.Tembaga daur ulang memulai perjalanannya untuk menemukan penggunaan lain dengan menjadi resmelted.Peleburan tembaga melibatkan tiga langkah: Roasting- Bijih konsentrat dipanggang atau dipanaskan untuk menghilangkan sulfur dan kelembaban. Smelting- Tembaga konsentrat dicampur dengan silika (pasir) dan kapur kemudian dipanaskan dalam tungku untuk membentuk dua bercampur (secara alami memisahkan) lapisan.Satu lapisan adalah limbah yang terdiri dari besi dan senyawa silika dan dibuang sebagai terak.Sekitar 75% dari konsentrat tembaga berakhir sebagai terak.Lapisan lain yang disebut "matte tembaga" terdiri dari tembaga, besi sulfida, dan logam lainnya. Konversi- tembaga Matte ditransfer ke konverter, di mana silika lebih yang ditambahkan untuk membantu memisahkan menjadi copper slag yang kaya, yang kembali ke crusher, dan "tembaga blister," yang dikirim ke tungku untuk cas