fome dm 441 A fix

Download fome dm 441 A fix

Post on 02-Aug-2015

18 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>KEGIATAN II</p> <p>TAHAP I KARAKTERISTIK DEMOGRAFI KELUARGA Alamat lengkap Bentuk KeluargaNo 1. 2. 3. 4. 5. Nama Pawiro Semito Warsini Sriyanto Sumadi Ngatmi</p> <p>: Mulyorejo RT 010, Jenggrik, Kedawung, Sragen : Extended FamilyKedudukan Ayah (KK) Ibu Anak Menantu Anak L/P L P L L P Umur 56 th 48 th 26 th 31 th 32 th Pendidikan SD/ sederajat SD/ sederajat SLTA/ sederajat SLTA/ sederajat SLTA/ sederajat Pekerjaan Petani Ibu rumah tangga Petani, wiraswasta Ibu rumah tangga Ket Tinggal di kalimantan</p> <p>Tabel 5. Daftar anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah</p> <p>(Sumber:Data Primer). Kesimpulan : permasalahan dalam keluarga ini adalah Ibu warsini 48 tahun, pekerjaan ibu rumah tangga, dengan masalah kesehatan DM type-2 dengan Ulkus Diabetikum Wagner II &amp; III</p> <p>LAPORAN KASUS KEDOKTERAN KELUARGA</p> <p>19</p> <p>TAHAP II STATUS PENDERITA</p> <p>PENDAHULUAN Laporan ini dibuat berdasarkan kasus seorang penderita Diabetes Mellitus, perempuan berusia 48 tahun pulang paksa dari RSUD sragen kurang lebih 1 bulan yang lalu setelah rawat inap selama 1 minggu dengan diagnosa infeksi ulkus diabetikum. Pasien tinggal di wilayah Puskesmas Kedawung II dan setiap dua hari sekali kontrol ke praktek dokter setempat. IDENTITAS PENDERITA Nama Umur Jenis kelamin Pendidikan Agama Alamat Suku Tanggal periksa ANAMNESIS Keluhan Utama : luka yang tak kunjung sembuh : Riwayat Penyakit Sekarang : Ny. Warsini : 48 tahun : Perempuan : SD/ sederajat : Islam : Mulyorejo RT 010, Jenggrik, Kedawung, Sragen : Jawa : 8, 10, 13 September 2012</p> <p>Kurang lebih 1,5 bulan yang lalu pasien mengeluh luka sebesar biji jagung seperti terkena api di bagian bawah jempol kaki kirinya. Luka kemudian pecah dan bernanah tak kunjung sembuh dan dirasakan semakin melebar hingga kurang lebih seruas jari tangan. Pasien sebelumnya tidak menyadari apa yang menyebabkan luka tersebut.</p> <p>20</p> <p>Kurang lebih satu bulan yang lalu pasien mengeluh demam tinggi hingga menggigil kemudian dibawa ke Puskesmas Kedawung II, kemudaian dirujuk ke RSUD Sragen, didiagnosa infeksi ulkus diabetikum. Sempat dirawat selama 7 hari hingga kemudian pulang paksa. Sejak saat itu pasien berobat jalan rutin 2 hari sekali kontrol ke praktek dokter umum untuk kontrol luka dan mendapat insulin. Riwayat Penyakit Dahulu : R. DM R. sesak nafas R. alergi R. batuk darah R. sakit jantung R. mondok : (+) diketahui sejak 5 tahun yang lalu di RSUD, tidak terkontrol. : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : (+), 5 tahun yang lalu karena DM dan 1 bulan yang lalu dirawat selama 1 minggu di RSUD Sragen dengan ulkus diabetikum. R. hipertensi : tidak tahu : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : (+) sejak muda Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat sakit batuk lama &amp; batuk darah Riwayat sakit sesak nafas Riwayat tekanan darah tinggi Riwayat kencing manis Kesukaan minum minuman manis setiap hari</p> <p>Riwayat Kebiasaan Riwayat Sosial Ekonomi Penderita adalah ibu rumah tangga yang tinggal serumah dengan suaminya seorang petani. Penghasilan keluarga sekitar 4 juta rupiah setahun. Sempat berobat di RSUD Sragen dengan biaya Jamkesda. Riwayat Gizi. Penderita sehari-harinya makan 3-4 kali sehari dengan nasi satu piring, sayuran, lauk pauk seperti tempe dan tahu, kadang dengan ayam. Kadang</p> <p>21</p> <p>ditambah dengan buah seperti pepaya. Dahulunya sehari-hari minum minuman manis seperti teh manis, kolak, dan lain-lain setiap hari. A. 1. Kepala 2. Mata 3. Kadiovaskuler ANAMNESIS SISTEM : pusing (+), : penglihatan kabur (+), ketajaman kurang baik : berdebar-debar (+) kadang-kadang perut (+) di ulu hati 5. Neuropsikiatri : Neurologik tungkai Psikiatrik 6. Ekstremitas : Atas Bawah B. PEMERIKSAAN FISIK Sakit sedang, kesadaran compos mentis (GCS E4V5M6 ), gizi kesan cukup. 2. Tanda Vital BB Tensi Nadi 3. Mata 4. Mulut 6. Abdomen I :dinding perut sejajar dinding dada, venektasi (-) P :supel, nyeri tekan (+) di ulu hati, hepar dan lien tidak teraba P :timpani seluruh lapang perut : 50 kg TB:150 cm BMI:BB/TB2 = 50 / 1,52 = 22,2 normoweight (normal BMI = 20-25) : 150/80 mmHg : 92 x/menit, reguler, isi cukup, simetris Suhu : 37,6 oC :Conjunctiva pucat (+ / +), oedem palpebra (+) : Bibir pucat (+), bibir kering (+) : emosi labil, mudah marah (+) : bengkak (-/-), sakit (-) : bengkak (+ minimal /+), : sensasi nyeri menurun (+) di kedua</p> <p>4. Gastrointestinal : mual (+), muntah (+), nafsu makan menurun, nyeri</p> <p>1. Keadaan Umum</p> <p>Pernafasan : 17x/menit</p> <p>5. Hidung, Telinga, Tenggorokan, Leher dan thoraks dalam batas normal</p> <p>22</p> <p>A :peristaltik (+) normal 7. Ektremitas: palmar eritema(-/-), uremic frost (-/-) akral dingin oedem + minimal +</p> <p>8. Pemeriksaan Neurologik Fungsi Sensorik : N 9. Status Lokalis Tampak ulkus di Regio pedis sinistra daerah plantar hallux (digiti I), seukuran 1 ruas jari tangan, panjang 3,5 cm, lebar 2,5 cm, dalam 0,5-1 cm dengan dasar otot dan tendon, oedem (+), pus (+), slough (+), darah (-), jaringan granulasi (+). Ass: Ulkus DM Wagner III. Tampak ulkus di pangkal dorsum hallux berukuran 1,5 cm x 0,3 cm x 0,3 cm dasar jaringan subkutis, pus (+), slough (+), jaringan granulasi (-), darah (-) Ass: Ulkus DM Wagner II. C. PEMERIKSAAN PENUNJANG N </p> <p>Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang pada pasien ini. D. CLINICAL ASSESMENT Ulkus Diabetikum tipe Wagner II dan Wagner III</p> <p>E. PENATALAKSANAAN Non Medikamentosa 1. Istirahat cukup</p> <p>23</p> <p>Diharapkan pasien istirahat yang cukup oleh karena jika pasien terlalu banyak aktivitas akan menurunkan daya tahan tubuh pasien yang akibatnya penyakit yang diderita akan kambuh lagi. 2. Diet teratur dan terkontrol, menu seimbang disesuaikan dengan waktu pemberian Insulin Dengan gizi yang baik akan meningkatkan daya tahan tubuh pasien melawan penyakit sehingga mempercepat proses penyembuhan. 3. Pembersihan Luka teratur Pembersihan luka teratur diperlukan untuk mencegah terjadinya infeksi dan merupakan upaya untuk mempercepat penyembuhan luka. 4. Kontrol teratur Kontrol teratur dibutuhkan agar dapat mengevaluasi hasil pengobatan dan mengetahui secara dini apabila terdapat komplikasi dan bahaya lainnya. Medikamentosa 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Insulin SC 6 unit 3x sehari (Disuntikkan oleh menantu) Antibiotik Ciprofloxaxin 500 mg 2x1 Neomycin topical Rivanol Anti emetik Busfantasid 2x1 Oxoferin Paracetamol k/p</p> <p>F.T Keluhan</p> <p>FLOW SHEET FOLLOW UP Tabel 6. Flowsheet PasienPemeriksaan fisik Plan Target</p> <p>24</p> <p>G L 08 /0 9/ 12</p> <p>KU/ VS lemas dan mual, nafsu makan turun, mata kabur, borok tak kunjung sembuh, kaki bengkak compos mentis, gizi kesan cukup, tampak sakit sedang</p> <p>Status Lokalis Conjunctiva pucat (+ / +), oedem palpebra (+/+) Bibir pucat (+), bibir kering (+), nyeri tekan (+) di ulu hati Ekstremitas Bawah : bengkak (+ minimal /+), Sensasi nyeri kedua tungkai menurun. Ulkus di R. pedis sinistra plantar hallux (digiti I), seukuran 1 ruas jari tangan, p= 3,5 cm, l= 2,5 cm, d= 0,51 cm, dasar otot dan tendon, oedem (+), pus (+), slough (+), darah (-), jaringan granulasi (+). Kulit sekitar kering dan mngelupas. Ass: Ulkus DM Wagner III. Ulkus di pangkal dorsum hallux berukuran 1,5 cm x 0,3 cm x 0,3 cm dasar jaringan subkutis, pus (+), slough (+), jaringan granulasi (-), darah (-) Ass: Ulkus DM Wagner II. Conjunctiva pucat (+ / +), oedem palpebra (+/+) Bibir pucat (+), bibir kering (-), nyeri tekan (+) di ulu hati Ekstremitas Bawah : bengkak (+ minimal /+), Sensasi nyeri kedua tungkai menurun. Ulkus di Regio pedis sinistra daerah plantar hallux (digiti I), seukuran 1 ruas jari tangan, panjang 3,3 cm, lebar 2,3 cm, dalam 0,5-1 cm dengan dasar otot dan tendon, oedem (+), pus (+), slough (+), darah (-), jaringan granulasi (+). Ass: Ulkus DM Wagner III Tampak ulkus di pangkal dorsum hallux berukuran 1,5 cm x 0,3 cm x 0,3 cm dasar jaringan subkutis, pus (+), slough (+), jaringan granulasi (-), darah (-) Ass: Ulkus DM Wagner II Conjunctiva pucat (+/+) berkurang, oedem palpebra (+/+) berkurang Bibir pucat (+), bibir kering (-), nyeri tekan (+) di ulu hati Ekstremitas Bawah : bengkak (+ minimal /+), Sensasi nyeri kedua tungkai menurun. Tampak ulkus di Regio pedis sinistra daerah plantar hallux (digiti I), seukuran 1 ruas jari tangan, panjang 3 cm, lebar 2 cm, dalam 0,5-1 cm dengan dasar otot dan tendon, oedem (+), pus (+), slough (+), darah (-), jaringan granulasi (+). Ass: Ulkus DM Wagner III. Tampak ulkus di pangkal dorsum hallux berukuran 1,5 cm x 0,3 cm x 0,3 cm dasar jaringan subkutis, pus (+), slough (+), jaringan granulasi (-), darah (-) Ass: Ulkus DM Wagner II Motivasi keluarga, Edukasi DM dan diet DM, dan medikasi luka Keluarga dan pasien paham mengenai DM, diet DM, dan komplika sinya</p> <p>T : 150/80 mmHg Rr : 19 x N : 88 x S : 37,20CCompos mentis, gizi kesan cukup, tampak sakit sedang</p> <p>10 /0 9/ 12</p> <p>Lemas berkurang mual muntah, nafsu makan menurun, luka belum membaik</p> <p>Mengusul kan obat anti hipertensi , konsultas i Sp.PD, cek DL</p> <p>Keluarga dan pasien lebih waspada terhadap komplikas i</p> <p>T : 150/80 mmHg Rr : 17 x N : 92 x S : 37,60CCompos mentis, gizi kesan cukup, tampak sakit sedang, lebih kooperatif.</p> <p>17 /0 9/ 12</p> <p>Luka sudah mengecil, mual muntah (-), lemah berkurang .</p> <p>Evaluasi perawata n luka, Manajem en pasien DM</p> <p>T : 145/80 mmHg Rr : 16x N : 86x S : 35,80C</p> <p>Keluarga dan pasien paham mengenai pentingny a higienitas luka dan kontrol gula darah.</p> <p>25</p> <p>TAHAP III IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI KELUARGAFUNGSI HOLISTIK 1. Fungsi Biologis Keluarga terdiri atas penderita (Warsini, 48 tahun), Suami (Tn. Pawiro, 56 tahun), anak pertama (Ny. Ngatni, 32 Tahun), dan anak kedua (Sriyanto, 28 tahun), menantu (Tn. Sumadi, 31 Tahun). Kelima orang tersebut tinggal terpisah rumah, anak pertama dengan menantu tinggal di samping rumah penderita, anak kedua merantau ke Kalimantan. Secara umum, keluarga ini cukup sehat. 2. Fungsi Psikologis Penderita tinggal serumah dengan Suami dan bertetangga dengan anak pertama dan menantunya. Hubungan penderita dengan suami kurang harmonis oleh karena penderita seringkali salah paham dan marah tanpa sebab. Penderita dengan Suami sehari-harinya tidur terpisah. Hubungan antara penderita dengan anak dan menantunya baik. Penyelesaian masalah keluarga yang ada didiskusikan bersama suami,anak,dan menantu. Pengambil keputusan utama dalam keluarga diserahkan pada menantu. 3. Fungsi Sosial Budaya Keluarga ini tidak mempunyai kedudukan sosial tertentu dalam masyarakat melainkan hanya sebagai anggota masyarakat biasa. 4. Fungsi Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan Suami penderita bekerja sebagai seorang Petani. Penderita tidak bekerja, hanya sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan per tahun dari keluarga penderita kurang lebih sebanyak Rp.4.000.000,00 yang dugunakan untuk biaya hidup sehari-hari. 5. Fungsi Penguasaan Masalah dan Kemampuan Beradaptasi Keputusankeputusan penting dalam keluarga dipegang oleh menantu penderita. Dalam kesehariannya, penderita dan keluarganya tidak</p> <p>26</p> <p>ada masalah dalam berinteraksi dengan masyarakat. Hubungan antar tetangga sekitar terjalin dengan baik. Fungsi holistik keluarga : Cukup baik, karena fungsi biologis, sosial budaya, ekonomi dan pemenuhan kebutuhan baik. Hanya saja fungsi Psikologis yang memiliki sedikit kendala. FUNGSI FISIOLOGIS Fungsi fisiologis diketahui dengan menggunakan alat APGAR. ADAPTATION Penderita cukup mendapatkan perhatian dari anggota keluarga yang lain. Penyakit yang diidap penderita mengganggu aktifitas sehari-hari. Keluarga penderita jarang mendapat penyuluhan tentang penyakit yang diidap penderita dari petugas kesehatan. PARTNERSHIP Penderita jarang berkumpul dengan keluarganya dikarenakan lebih sering berada di kamarnya. Aktivitas sehari-hari banyak dihabiskan penderita untuk beristirahat. GROWTH Perkembangan penyakit penderita dirasakan oleh keluarganya semakin membaik. Penderita mendapat dukungan berobat dari suami, anak dan menantunya. AFFECTION Hubungan kasih sayang antara penderita dengan anggota keluarga yang lain cukup baik. Namun, hubungan penderita dengan suaminya kurang harmonis. RESOLVE Penderita merasa kurang puas dengan kebersamaan dan waktu yang dihabiskan dengan keluarganya. Sejak sakit penderita merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri. Tetapi penderita senang karena anak dan menantunya peduli terhadap pengobatannya.</p> <p>27</p> <p>Tabel 7. APGAR Score keluarga Ny. Wi APGAR Sering/ Kadangselalu kadang Jarang/ti dak</p> <p>A Saya puas bahwa saya dapat kembali ke keluarga saya bila saya menghadapi masalah P Saya puas dengan cara keluarga saya membahas dan membagi masalah dengan saya G Saya puas dengan cara keluarga saya menerima dan mendukung keinginan saya untuk melakukan kegiatan baru atau arah hidup yang baru A Saya puas dengan cara keluarga saya mengekspresikan kasih sayangnya dan merespon emosi saya seperti kemarahan, perhatian dll R Saya puas dengan cara keluarga saya dan saya membagi waktu bersama-sama Total poin = 6, fungsi keluarga dalam keadaan sedang Tn. P APGAR A Saya puas bahwa saya dapat kembali ke keluarga saya bila saya menghadapi masalah P Saya puas dengan cara keluarga saya membahas dan membagi masalah dengan saya G Saya puas dengan cara keluarga saya menerima dan mendukung keinginan saya untuk melakukan kegiatan baru atau arah hidup yang baru A Saya puas dengan cara keluarga saya mengekspresikan kasih sayangnya dan merespon emosi saya seperti kemarahan, perhatian dll R Saya puas dengan cara keluarga saya dan saya membagi waktu bersama-sama Total poin = 7, fungsi keluarga dalam keadaan baik</p> <p>Sering/ Kadangselalu kadang </p> <p>Jarang/ti dak</p> <p>28</p> <p>Ny. N APGAR A Saya puas bahwa saya dapat kembali ke keluarga saya bila saya menghadapi masalah P Saya puas dengan cara keluarga saya membahas dan membagi masalah dengan saya G Saya puas dengan cara keluarga saya menerima dan mendukung keinginan saya untuk melakukan kegiatan baru atau arah hidup yang baru A Saya puas dengan cara keluarga saya mengekspresikan kasih sayangnya dan merespon emosi saya seperti kemarahan, perhatian dll R Saya puas dengan cara keluarga saya dan saya membagi waktu bersama-sama Total poin = 8, fungsi keluarga dalam keadaan baik Tn. S APGAR A Saya puas bahwa saya dapat kembali ke keluarga saya bila saya menghadapi masalah P Saya puas dengan cara keluarga saya membahas dan membagi masalah dengan saya G Saya puas dengan cara keluarga saya menerima dan mendukung keinginan saya untuk melakukan kegiatan baru atau arah hidup yang baru A Saya puas dengan cara keluarga saya mengekspresikan kasih sayangnya dan merespon emosi saya seperti kemarahan, perhatian dll R Saya puas dengan cara keluarga saya dan saya membagi waktu bersama-sama Total poin = 7, fungsi keluarga dalam keadaan baik Sering/ Kadangselalu kadang Jarang/ti dak Sering/ Kadangselalu kadang Jarang/ti dak</p> <p>Fungsi fisiologis keluarga = (6+7+8+7)/4 = 28/4 = 7 (BAIK)</p> <p>29</p> <p>FUNGSI PATOLOGIS Fungsi patologis diketahui dengan menggunakan alat SCREEM. Tabel 8. Fungsi Patologis Keluarga Sumber Social Cultural Patologi Interaksi sosial penderita kurang. Partisipasi penderita dalam masyarakat kurang. Belum mengerti kebudayaan daerah dengan baik. Namun bany...</p>