referat judi patologis

Download Referat Judi Patologis

Post on 09-Oct-2015

43 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

hv

TRANSCRIPT

DAFTAR ISI .............................................................................................................1KATA PENGANTAR ..................................................................................................2PENDAHULUAN .......................................................................................................3EPIDEMIOLOGI .........................................................................................................4KOMORBIDITAS .......................................................................................................4ETIOLOGI ..................................................................................................................4DIAGNOSIS DAN GAMBARAN KLINIS .....................................................................5UJI PSIKOLOGIS DAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM ....................................... 7DIAGNOSIS BANDING ...............................................................................................7PERJALANAN GANGGUAN DAN PROGNOSIS .........................................................7TERAPI .......................................................................................................................8EPISODE MANIK ........................................................................................................10KESIMPULAN ............................................................................................................12DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................13KATA PENGANTARPuji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan anugerah-Nya, sehingga referat Ilmu Kesehatan Jiwa yang berjudul Judi Patologis dapat diselesaikan dengan baik. Referat ini dibuat berdasarkan salah satu syarat untuk menyelesaikan kepaniteraan Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.Saya berharap dengan referat ini, dapat menjadi media untuk memberikan informasi yang berguna bagi para pembacanya baik teman-teman sejawat, kalangan medis lain, maupun lapisan masyarakat umum.Saya menyadari bahwa referat ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu kritik dan saran sangat dibutuhkan untuk menambah kekurangan dari referat ini. saya mohon maaf, bila ada kesalahan kata dalam penulisan. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Makassar, September 2014

Penulis

PEDAHULUANMenurut Undang-undang Hukum Pidana Pasal 303 ayat (3) menjelaskan Yang disebut permainan judi adalahtiap-tiap permainan, di mana pada umumnyakemungkinan mendapat untung bergantung pada peruntungan belaka, juga karena pemainnya lebih terlatih atau lebih mahir. Di situtermasuk segala pertaruhantentang keputusan perlombaan atau permainan lain-lainnya yang tidak diadakan antara mereka yang turut berlomba atau bermain,demikian juga segala pertaruhan lainnya.1Secara detail diketahui bahwa di dalam penjelasan pelaksanaan UU nomor 7 tahun 1974 mengenai penertiban judi, yaitu: rolet, poker, hwa-hwe, sabung ayam, pacuan kuda, nalo, dll. 2Judi Patologis ditandai dengan judi maladaptif yang berulangdan menetap dan menimbulkan masalah ekonomi serta gangguan yang signifikan di dalam fungsi pribadi, sosial dan pekerjaan. Aspek perilaku maladaptif mencakup (1) preokupasi terhadap judi; (2) kebutuhan untuk berjudi dengan jumlah uang yang semakin bertambah untuk memperoleh kegairahan yang diinginkan; (3) upaya berulang yang tidak berhasil untuk mengendalikan, mengurangi atau menghentikan judi; (4) berjudi sebagai cara untuk melarikan diri dari masalah; (5) berjudi untuk membalas kekalahan; (6) berbohong untuk menutupi tingkat keterlibatan dengan perjudian; (7) melakukan tindakan ilegal untuk membiayai judi; (8) membahayakan atau kehilangan hubungan baik pribadi maupun pekerjaan karena judi; dan (9) mengandalkan orang lain untuk membayar hutang.3

A. DEFINISIGangguan terdiri dari episode berjudi yang berulang dan sering, yang mendominasi kehidupan individu yang merusak nilai dan ikatan sosial, perkerjaan, material dan keluarga.4Penderita gangguan ini mungkin mempertaruhkan pekerjaannya, mempunyai banyak hutang, berbohong dan melakukan pelanggaran hokum untuk memperoleh uang dan menghindari pelunasan hutang. Gangguan ini disebut juga judi kompulsif, tetapi istilah ini kurang tepat, karena perilakunya bukan kompulsif dalam arti teknis, maupun tidak berhubungan dengan neurosis obsesif-kompulsif.

B. EPIDEMIOLOGIHingga 3 % populasi umum dapat digolongkan sebagai penjudi patologis. Di samping itu, menurut DSM-IV-TR, prevalensi penjudi patologis dilaporkan sebanyak 2,8 - 8,0 % remaja dan mahasiswa. Gangguan ini lebih lazim pada laki-laki daripada perempuan, dan angkanya sangat tinggi di lokasi-lokasi yang melegalkan perjudian. Kira-kira seperempat penjudi patologis memiliki orangtua dengan masalah perjudian; baik ayah dari seorang laki-laki penjudi maupun ibu dari seorang perempuan penjudi lebih cenderung memiliki gangguan tersebut dibandingkan populasi luas. Ketergantungan alkohol juga lazim ditemukan di antara orantua dari penjudi patologis dibandingkan keseluruhan populasi. Perempuan dengan gangguan ini lebih cenderung menikah dengan laki-laki alkoholik yang jarang di rumah dibandingkan dengan perempuan yang tidak terlalu terganggu dengan gangguan ini.3C. KOMORBIDITASAngka gangguan pengendalian impuls lainnya, gangguan penggunaan zat, gangguan mood, gangguan defisit atensi/hiperaktivitas, serta gangguan kepribadian antisosial, ambang, dan narsistik meningkat pada orang dengan judi patologis. Gangguan terkait lainnya mencakup gangguan panik, agorafobia, gangguan obsesif-kompulsif, dan gangguan Tourette.3D. ETIOLOGI1. Faktor PsikososialBeberapa faktor dapat menjadi predisposisi seseorang dapat mengalami gangguan ini : kehilangan orang tua karena meninggal, perpisahan, perceraian, atau ditinggalkan sebelum anak berusia 15 tahun; disiplin orantua yang tidak tepat (tidak ada, tidak konsisten, atau kasar); pajanan terhadap, dan ketersediaan, aktivitas perjudian untuk remaja; tekanan keluarga terhadap materi dan simbol keuangan; serta tidak adanya dorongan keluarga untuk menabung, merencanakan dan manganggarkan.Teori psikoanalitik berfokus pada sejumlah kesulitan karakter inti. Freud memperkirakan bahwa penjudi impulsif memiliki keinginan yang tidak disadari untuk kalah, dan mereka berjudi untuk meredakan rasa bersalah yang tidak disadari. Perkiraan lainnya adalah bahwa penjudi merupakan orang dengan narsisme yang memiliki khayalan kebesaran serta kekuasaan yang dapat membuat mereka yakin bahwa mereka dapat mengendalikan peristiwa dan bahkan meramalkan hasilnya. Ahli teori pembelajaran memandang judi yang tidak terkendali terjadi akibat persepsi yang keliru mengenai pengendalian impuls.32. Faktor BiologisBeberapa studi mengesnakan bahwa perilaku mengambil-risiko pada para penjudi mungkin memiliki penyebab neurobiologis yang mendasari. Teori ini berpusat pada sistem reseptor serotonergik dan nradrenergik. Penjudi patologis laki-laki dapat memiliki kadar MPHG subnormal dalam plasma, meningkatnya kadar MPHG di dalam cairan serebrospinal, dan meningkatnya keluaran norepinefrin di dalam urin. Bukti juga mengaitkan disfungsi pengaturan serotonergik pada penjudi patologis. Penjudi kronis memiliki aktivitas monoamin oksidase (MAO) trombosit yang rendah, suatu penanda aktivitas serotonin, juga terkait dengan kesulitan inhibisi. Studi lebih lanjut dibutuhkan untuk meyakinkan temuan ini.3Faktor-faktor Lain Pendorong Perilaku JudiDari berbagai hasil penelitian lintas budaya dari para ahli sosial diperoleh lima faktor yang amat berpengaruh dalam memberikan kontribusi pada perilaku berjudi. Kelima faktor tersebut antara lain:1. Faktor Sosial dan EkonomiBagi masyarakat dengan status sosial dan ekonomi yang rendah, perjudian sering kali dianggap sebagai suatu sarana untuk meningkatkan taraf hidup mereka.2. Faktor SituasionalSituasi yang bisa dikategorikan sebagai pemicu perilaku berjudi, di antaranya adalah tekanan dari teman-teman kelompok lingkungan untuk berpartisipasi dalam perjudian serta metode-metode pemasaran yang dilakukan oleh pengelola perjudian.3. Faktor BelajarFaktor belajar memiliki efek yang besar terhadap perilaku berjudi, terutama menyangkut keinginan untuk terus berjudi. Apa yang pernah dipelajari menghasilkan sesuatu yang menyenangkan maka hal tersebut akan terus tersimpan dalam pikiran seseorang dan sewaktu-waktu ingin diulangi lagi.4. Faktor Persepsi tentang Kemungkinan KemenanganPersepsi yang dimaksud di sini adalah persepsi pelaku dalam membuat evaluasi terhadap peluang menang yang akan diperolehnya jika ia melakukan perjudian.5. Faktor Persepsi terhadap KeterampilanPenjudi yang merasa dirinya sangat terampil dalam salah satu atau beberapa jenis permainan judi akan cenderung menganggap bahwa keberhasilan/kemenangan dalam permainan judi karena keterampilan yang dimilikinya.E. DIAGNOSIS DAN GAMBARAN KLINISDi samping gambaran yang telah dijelaskan, penjudi patologis sering tampak terlalu percaya diri, terkadang kasar, energik, dan boros. Mereka sering menunjukkan tanda-tanda stres diri yang jelas, cemas, dan depresi. Mereka lazim memiliki sikap bahwa uang merupakan penyebab dari, dan solusi bagi, semua masalah mereka. Mereka tidak melakukan upaya yang serius untuk menganggarkan atau menghemat uang. Jika sumber peminjaman mereka tertahan, mereka cenderung terlibat di dalam perilaku antisosial guna mendapatkan uang untuk berjudi. Perilaku kriminalnya secara khas tidak mengandung kekerasan, seperti pemalsuan, penggelapan, serta penipuan dan mereka secara sadar berniat untuk mengembalikan atau membayar kembali uang itu. Komplikasinya mencakup diasingkan oleh anggota keluarga dan teman, hilangnya pencapaian kehidupan, upaya bunuh diri, dan hbungan dengan kelompok pinggir dan ilegal. Penahanan terhadap kriminalitas yang tidak mengandung unsur kekerasan dap