quo vadis indonesia

Download Quo Vadis Indonesia

Post on 12-Jul-2015

100 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pidato Bacharuddin Jusuf Habibie pada Sutan Takdir Alisjahbana Memorial Lecture Akademi Jakarta, 14 Desember 2011, Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta

TRANSCRIPT

PimpinandanAnggotaAkademiJakartayangsayahormati KeluargaBesarAkademiJakartayangsayahormati Paraundangandanhadirinyangberbahagia Assalamualaikumww

QuoVadisIndonesia?

KetikasayamenerimapermohonandansarandariProfessorDr.TaufikAbdullahuntuk menyampaikanSutanTakdirAlisjahbanaMemorialLectureatauKuliahKenangan Sutan Takdir Alisjahbana, maka pertanyaan spontan saya adalah mengapa saya? Apakahtidakadaoranglain? Pertanyaantersebutterjawabolehpenjelasanyangdiberikan,bahwabaikSutanTakdir Alisjahbana(STA)maupunBacharuddinJusufHabibie(BJH)memilikiobsessiyangsama, yaitumemajukan(memodernisir)BangsaIndonesiamenjadibangsayangsejajardengan bangsabangsalaindiduniayangsudahmaju. Sutan Takdir Alisjahbana aktif dalam sastra dan kebudayaan sejak sebelum Sumpah Pemuda (1928) dan sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945), sampai hembusannafasterakhirbeliaudiusia86tahunpadatanggal17Juli1994. Bacharuddin Jusuf Habibie aktif dalam ilmu pengetahuan dan teknologi setelah ProklamasiKemerdekaanIndonesia(1945)dansebelumeraReformasi(1998),hingga sampaisaatini. Baik generasi Sutan Takdir Alisjahbana maupun generasi Bacharuddin Jusuf Habibie memperjuangkan dan mengembangkan segala usaha untuk meningkatkan peran sumberdayamanusia(SDM)dalammemajukanIndonesia. JikaSutanTakdirAlisjahbanabersamagenerasinyamenitikberatkan aktivitasnyapada peningkatan nasionalisme dari suatu masyarakat plural dalam kebhinekaan Indonesia, maka Bacharuddin Jusuf Habibie bersama generasi selanjutnya menitikberatkan aktivitas pada peningkatan daya saing sumberdaya manusia Indonesiaditengahprosesglobalisasiyangsedangberjalan. Sasaran Sutan Takdir Alisjahbana dan Bacharuddin Jusuf Habibie sama, yaitu kesejahteraan dan keadilan yang merata, tanpa membedakan suku, agama dan ras bagi sumberdaya manusia yang hidup di Benua Maritim Indonesia. Namun cara untuk mencapai sasaran tersebut berbeda, karena harus disesuaikan dengan keadaan, lingkungan dan kondisi dunia masa mereka masingmasing pada saat berperan dan berkarya. 1

Wajah dunia pada masa generasi Sutan Takdir Alisjahbana (sebelum 1945) dan sekarang sangat berbedah. Dahulu tidak ada organisasi Persyerikatan Bangsa Bangsa (PBB) dansebagian besar duniamasih dijajah oleh bebarapanegara adikuasa. Mereka menjadikan daerah jajahannya sebagai modal tempat mengeruk sumberdaya alam (SDA) terbaharukan dan tidak terbaharukan, yang sekaligus menjadi pasar bagi hasil produk nilaitambah mereka. Pendapatan dari sumberdaya alam dan dari sumberdaya manusia yang hidup di jajahannya dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan dan pengembanganprasaranaekonomidanIPTEKsertaprosesindustrialisasidiEropadan AmerikaUtara,yangsaatitusedangberkembang. Sekarangwajahduniatelahberubah.Bangsabangsayangpernahdijajahtelahmerdeka dan bebas, bahkan menjadi anggota PBB. Mereka berlombalomba meningkatkan daya saingdanproduktivitassumberdayamanusiamasingmasing. Ternyata batas negara dan jumlah penduduk suatu bangsa sangat dipengaruhi, direkayasabahkanditentukanolehpenjajah;danbukanberdasarkanpertimbanganras, ethnik, agama, budaya, bahasa, kerajaan dan suatu dinasti yang pernah berkuasa. NasionalismeyangbaruberkembangdiTimurTengah,diAfrika,diAsiadandiAmerika Utara, Amerika Tengah dan Amerika Selatan lebih berorientasi pada pragmatisme, seperti halnya pada terbentuknya India, Pakistan, Banglades, Malaysia, Singapura, Brunei,Indonesia,dansebagainya.

Hadirinyangterhormat,Apabila kesejahteraan dan keadilan yang merata bagi seluruh sumberdaya manusia Indonesia yang menjadi sasaran perjuangan Sutan Takdir Alisjahbana dan generasi Bacharuddin Jusuf Habibie, maka untuk menilai seberapa jauh sasaran tersebut telah kitacapai,kitaperlumelihatkemampuanberkarya(kualitas)darisumberdayamanusia Indonesia,yangantaralaintercermindalamprofillapangankerjamereka. Ternyata dari data yang kita peroleh menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup memprihatinkan,sebagaimanadapatdilihatpadadataberikut: KesempatanKerjayangdisediakanoleh: UsahaKecil(UK) UsahaBesar(UB) 88,92% 10,54% 0,54% UsahaMenengah(UM)

SumbanganNilaiTambahdalamperekonomiannasional: UsahaKecil(UK) UsahaBesar(UB) 43,42% 15,42% 44,90% UsahaMenengah(UM)

NilaiTambahproKesempatanKerja: UsahaKecil(UK) UsahaBesar(UB) 2 0,4883(1) 1,4630(3xUK) 83,1481(170xUK) UsahaMenegah(UM)

Dari data tentang kesenjangan yang dicerminkan oleh 3 indikator tersebut dapat kita simpulkanbahwa: Usaha Kecil dan Usaha Menengah menyediakan 99,46 % lapangan kerja, sementara lapangan kerja yang disediakan oleh Usaha Besar hanya mencapai 0,54%. BPD dalam perekonomian nasional disumbang oleh hasil Usaha Besar (44,9%) hasilUsahaKecildanMenengah(55,1%). Perbandingan Nilai Tambah yang dihasilkan tiap lapangan kerja oleh UK : UM : UB adalah 1 : 3 : 170 (perbandingan yang ideal adalah 1:1:1 10%). Hal ini mencerminkanadanya: kesenjangankualitassumberdayamanusia; kesenjanganpendidikan; kesenjanganproduktivitas;dan kesenjanganpenguasaanIptek. Kesenjangan tersebut harus dihindari karena akan mengakibatkan peningkatan kesenjangan antara miskin dan kaya dan menghambat daya saing ekonomi nasional, yangpadagilirannyaakanmenghambattercapainyasasarankesejahteraandankeadilan yangmeratabagiseluruhwargabangsa. Gambaran tentang kesenjangan tersebut juga mengingatkan kita bahwa masalah kualitassumberdayamanusiamerupakanpersoalanutamabangsa,yangharusmenjadi perhatian dan hendaknya menjadi tema sentral dalam berbagai upaya kita untuk membangunmasadepansecarakonsistendanberkesinambungan.

Hadirinyangterhormat,Sejarah telah membuktikan bahwa hanya suatu masyarakat yang sumberdaya manusianya merdeka dan bebas saja, yang dapat meningkatkan produktivitasnya dan akhirnyadayasaingmereka. Perilaku sumberdaya manusia dipengaruhi oleh budaya dan agama masyarakat bersangkutan, yang diperoleh dari kualitas proses pembudayaan. Ketrampilan sumberdaya manusia ditentukan oleh sistem pendidikan, penelitian dan kesempatan bekerjamasyarakatbersangkutanpula. Perilaku dan keterampilan sumberdaya manusia sangat menentukan kemampuan berpikir,berkaryadanbekerjadenganproduktivitasdandayasaingtinggi. Biasanya hubungan kerjasama antar masyarakat dan bangsa tercermin pada neraca perdagangandanpembayaranyangbersangkutan. Dalam proses globalisasi perhatian utama diberikan sekitar mekanisme jual belibilateral,multilateraldanglobal.Pasarnasional,regionaldanglobaldenganmata uangyangrelatifstabildanrelatifkuatakanmendapatperhatianutama. 3

Mekanisme Pasar yang tadinya didominasi sumberdaya alam dan produk karya nilai tambah dan biaya tambah sumberdaya manusia, maka sekarang diwarnai dengan komoditasbaruyangkitakenalsebagaimatauang.ArusInformasiyangberlangsung cepat, tidak semua sempurna dan rentan terhadap manipulasi, sehingga akan sulit menghasilkankebijakanyangtepat,cepatdanberkualitas.Mekanismepasardanteori ekonomiyangberlakuperludisempurnakan! Dalam proses globalisasi, dengan cadangan valuta asing yang diperoleh dari ekspor sebagai hasil karya proses nilai tambah sumberdaya manusia, dapat dimanfaatkan untuk membeli modal perkebunan dan modal pertambangan sumberdaya alam di negarapengimpor. Beberapa masyarakat atau negara telah berhasil mengekspor produk karya dan kerja sumberdaya manusianya, dan kemudian memanfaatkan pendapatannya untuk membiayai pembangunan dan penyempurnaan pendidikan, penelitian serta prasarana ekonomidanindustrinasionalnya. Akibatnyaprosespeningkatanproduktivitasdandayasaingnegaratersebutmeningkat dandemikianpulacadanganvalutaasingnya(US$danEuro).

Hadirinyangterhormat,Sebagai penanam modal (investor), melalui proses globalisasi tiap perusahaan nasionalataumultinasionaldapatmenjadipemilikperkebunandanpertambanganatau modalsumberdayaalamdinegaralain. Jaringanglobalparainvestortersebutakanterusbekembangdandimanfaatkanuntuk menjadikan cadangan valuta US$ atau Euro yang dimilikinya berubah menjadi modal sumberdayaalamdimancanegara. Masyarakat akan menjadi konsumen produksi masyarakat lain, yang tanpa disadari telah menjual modal sumberdaya alam perkebunan dan pertambangan yang dimiliki, yang dibayar dengan mengimpor produk yang tidak dibuat sendiri! Demikianlah, jaringan global penguasaan modal sumberdaya alam oleh perusahaan nasional dan multinasionalakanberkembangterus. Bagaimananasibmasyarakat,yangtanpadisadarimenkonsumsiproduksinegara lain? Bagaimana sumberdaya manusia dapat berkembang dan menjadi unggul jikalau karya dan produksinya tidak dibina sedini mungkin dan harus bersaing dengan produksi masyarakat lain yang telah menikmati insentip pembinaan dan pengembanganolehmasyarakatnyasendiri? Bagaimanamembiayaiprosespembudayaandanpendidikansumberdayamanusia jikamodalsumberdayaalamsudahdikuasaiolehjaringaninvestornegaralain? Bagaimanadayasaingdanproduktivitassumberdayamanusiadapatditingkatkan jikalau lapangan kerja untuk produksi barang konsumsi domestik tidak diperhatikanolehMasyarakatnyasendiri? Dapatkah kitabiarkan masyarakatindonesia menjadimasyarakat konsumendan bukanmasyarakatprodusenprodukmanifaktur? 4

Dapatkahkitabiarkanmasyarakatindonesiaterusmenkonsumprodukhasilkarya nilai tambah masyarakat lain, karena karya nilai tambah sendiri tidak cukup diperhatikandandibina? Sadarkah kita bahwa dalam produk impor tersembunyi jam kerja masyarakat lain? Masyarakat indonesia secara tradisional tidak menghalangi investor nasional atau global membangun pusat keunggulan produksi untuk pasar domestik, regional dan global. Namun demikian tetap saja tidak ada pembinaan dan perhatian terhadap produksi masyarakatnya sendiri. Yang diperhatikan adalah keuntungan yang cepat dan jangka pendek. Kita kurang memberi insentip kepada industrie dalam negeri, lebih memperhatikanneracapembayarandanperdaganganyangekspornyadidominasioleh produkindustriperkebunan,pertaniandanpertambangan.Produkmanufakturkurang diperhatikandandibinadenganpemberianinsentip.

Hadirinyangterhormat,Jika hanya neraca perdagangan dan pembayaran yang diperhatikan dan keduanya dalamkeadaanseimbangbahkanmengu