Pengaturan Kecepatan Motor Induksi 3 Fasa

Download Pengaturan Kecepatan Motor Induksi 3 Fasa

Post on 10-Apr-2016

34 views

Category:

Documents

20 download

DESCRIPTION

paper tentang pengaturan kecepatan motor

TRANSCRIPT

PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3 FASA

PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3 FASADIKERJAKAN OLEH :Agung Laksono Pamuji(14311200)Alfin Nadiroh(14311200)Ferari Fortuna Ardiansyah(1431120075)Rhema Pragas Jatmiko(14311200)D3 TL 2A2015TUJUAN PERCOBAANUntuk mengetahui :Cara starting dan cara pengaturan kecepatan motor induksi 3 fasa.Cara mendapatkan karakteristik pengaturan kecepatan.DASAR TEORIPengaturan kecepatan Pengaturan kecepatan motor induksi 3 fasa dapat dilakukan dengan :Pengaturan besar bebanPengaturan tegangan suplyPengaturan R2 ( rotor starter )ALAT DAN BAHANTORQUE METERINDUCTION MOTOR MV 121TACHOMETER GENERATOR MV 153LOAD RESISTOR ROTOR STARTER MV 131VOLTMETER AMPERMETER CURRENT TRANSFORMERTERMINAL BOARD WITH SHORT CIRCUIT BUTTONSWITCHPOWER PACKRANGKAIAN PERCOBAAN

PROSEDUR PERCOBAANTegangan suply tetap (80% tegangan nominal motor) ; R2 tetap (min/0%) ; dan beban motor bervariasi (min 5x)Buat rangkaian seperti terlihat pada diagram rangkaian dan atur hubungan motor menjadi hubungan delta ().Laksanakan prosedur starting motor seperti point 1.3,*point 1.3 :lepaskan hubungan antar poros moto dengan rangkaian torsi meter untuk mendapatkan keadaantanpa beban dan laksanakan prosedur starting motor induksi seperti berikut :Atur rotor starter (R2) pada posisi tahanan maksimum untuk meminimalisasi arus starting motor induksi.On kan tegangan suply variabel dan atur sampai mencapai tegangan nominal motor.Atur rotor starter (R2) pada posisi tahanan minimum untuk meminimalisasi rugi motor di bagian rotor motor induksi.Atur tegangan suply sampai mencapai 80% dari tegangan nominal motor.Atur beban motor dengan menggunakan torsimeter dari beban 1 Nm sampai beban nominal dari motor sesuai dengan name plate dari motor.Ukur kecepatan dengan menggunakan tachometer digital dan amati semua hasil pengukuran dari alat ukur yang terpasang setiap perubahan besar beban.Hitung besarnya daya output dan effisiensi motor.Tegangan suply bervariasi (min 4x) ; R2 tetap (min) ; dan beban motor tetap (2 Nm)Buat rangkaian seperti terlihat pada diagram rangkaian dan atur hubungan motor menjadi hubungan delta ().Laksanakan prosedur starting motor seperti point 1.3,*point 1.3 :lepaskan hubungan antar poros moto dengan rangkaian torsi meter untuk mendapatkan keadaantanpa beban dan laksanakan prosedur starting motor induksi seperti berikut :Atur rotor starter (R2) pada posisi tahanan maksimum untuk meminimalisasi arus starting motor induksi.On kan tegangan suply variabel dan atur sampai mencapai tegangan nominal motor.Atur rotor starter (R2) pada posisi tahanan minimum untuk meminimalisasi rugi motor di bagian rotor motor induksi.Atur beban motor dengan menggunakan torsimeter sampai mencapai 2 Nm dan selama pengukuran besar beban tersebut dibuat konstan.Atur tegangan suply motor dari tegangan nominal 220 V sampai mencapai 80% dari tegangan nominal motor.Ukur kecepatan dengan menggunakan tachometer digital dan amati semua hasil pengukuran dari alat ukur yang terpasang untuk setiap perubahan tegangan suply.Hitung besarnya daya output dan effisiensi motor.

Tegangan suply tetap (220 V) ; R2 bervariasi (5x) dan beban motor tetap (2 Nm)Buat rangkaian seperti terlihat pada diagram rangkaian dan atur hubungan motor menjadi hubungan delta ().Laksanakan prosedur starting motor seperti point 1.3,*point 1.3 :lepaskan hubungan antar poros moto dengan rangkaian torsi meter untuk mendapatkan keadaantanpa beban dan laksanakan prosedur starting motor induksi seperti berikut :Atur rotor starter (R2) pada posisi tahanan maksimum untuk meminimalisasi arus starting motor induksi.On kan tegangan suply variabel dan atur sampai mencapai tegangan nominal motor.Atur rotor starter (R2) pada posisi tahanan minimum untuk meminimalisasi rugi motor di bagian rotor motor induksi.Atur beban motor dengan menggunakan torsimeter sampai mencapai 2 Nm dan selama pengukuran besar beban tersebut dibuat konstan.Atur rotor starter (R2) dari kondisi tahanan minimum sampai tahanan maksimum.Ukur kecepatan dengan menggunakan tachometer digital dan amati semua hasil pengukuran dari alat ukur yang terpasang setiap perubahan besar beban.

TABEL PERCOABAANV (Volt)M (Nm)I1 (A)I2 (A)N (rpm)Pin (W)Pout (W)Eff (%)Untuk percobaan beban motor bervariasi (Nm)Untuk percobaan tegangan suply bervariasi (volt) V (Volt)M (Nm)I1 (A)I2 (A)N (rpm)Pin (W)Pout (W)Eff (%)Untuk percobaan R2 (rotor starter) bervariasiV (Volt)M (Nm)I1 (A)I2 (A)N (rpm)Pin (W)Pout (W)Eff (%)