penentuan parameter motor induksi tiga fasa

Download Penentuan Parameter Motor Induksi Tiga Fasa

Post on 31-Oct-2015

519 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

parameter motor induksi tiga fasa

TRANSCRIPT

RINGKASAN

Motor induksi tiga fasa merupakan motor listrik arus bolak-balik yang paling banyak digunakan dalam dunia industri. Kerusakan pada bagian motor akan mempengaruhi proses produksi pada industri dan jasa transportasi. Oleh karena itu, deteksi kerusakan dini sangat dibutuhkan untuk menghindari kerusakan yang lebih parah. Adapun metode-metode yang menjadi parameter penentuan motor induksi tersebut adalah, metode tes hubung singkat (rotor tertahan), metode tes beban nol, dan metode percobaan tahanan DC. Dalam tulisan ini terdapat pula contohsoaldan program bahasa C yang terkait dengan metode-metode tersebut.

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Illahi Robbi, Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan jurnal ini yang kami beri judul Penentuan Parameter Motor Induksi Tiga Fasa.Di dalam jurnal ini kami membahas tentang metode-metode penentuan parameter motor induksi tiga fasa, yang pada intinya berfungsi untuk mendeteksi kerusakan-kerusakan dini dalam motor induksi, agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah dalam motor tersebut dan tidak mengganggu proses produksi dalam industri atau pun pada jasa transportasi.Jurnal ini kami tujukan pula untuk memenuhi tugas mata kuliah Mesin Listrik. Terima kasih kepada bapak Sofyan Yahya yang telah membimbing kami sehingga kami dapat menyelesaikan jurnal ini, terima kasih pula untuk keluarga kami yang telah banyak membantu dalam segi moril maupun materil.Semoga jurnal yang kami tulis dapat bermanfaat untuk yang membacanya serta dapat di aplikasikan pada hal-hal yang terkait. Mohon maaf apabila ada kesalahan kesalahan dan ketidak sempurnaan penulisan, oleh karena itu kritik dan saran sangat kami harapkan untuk menjadikan kami lebih maju lagi dan dapat memajukan Polteknik Negeri Bandung.

Bandung, Desember 2012

Penulis

DAFTAR ISI

Abstrak.............................................................................................................. 1Kata Pengantar................................................................................................... 2Daftar Isi............................................................................................................ 3Daftar Gambar................................................................................................... 4Daftar Tabel....................................................................................................... 5BAB I. Pendahuluan.......................................................................................... 6BAB II. Landasan Teori..................................................................................... 7BAB III. Penentuan Parameter Motor Induksi Tiga Fasa.................................... 93.1 Percobaan Hubung Singkat (Rotor Tertahan)................................... 93.2 Percobaan Tanpa Beban (Beban Nol)............................................. 123.3 Percobaan Tahanan DC.................................................................. 14BAB IV. Soal dan Pemograman........................................................................ 174.1 Soal-soal dan Pembahasan.............................................................. 174.2 Pemograman (Bahasa C)................................................................. 22BAB V. Kesimpulan......................................................................................... 26Daftar Pustaka.................................................................................................. 27

DAFTAR GAMBAR

1. Rangkaian Ekivalen Motor Induksi....................................................... 72. Percobaan Rotor Ditahan...................................................................... 103. Rangkaian Ekivalen Pada Saat Beban Nol............................................ 134.1 Kumparan Hubung Bintang (Y)............................................................ 154.2 Kumparan Hubung Delta ()................................................................ 15

DAFTAR TABEL

1. Cara/metode berdasarkan pengalaman dan praktek (rule of thumb) untuk menentukan besarnya reaktansi stator dan rotor................................................................... 12

BAB IPENDAHULUAN

Motor induksi tiga fasa ukuran kecil maupun besar banyak digunakan dalam industri. Motor induksi pun memiliki karakteristik yang berbeda. Dengan diketahuinya karakteristik suatu motor maka pemilihan motor untuk penggerak beban ataupun untuk industri dapat dilakukan secara tepat. Namun, karakteristik tersebut hanya dapat diketahui jika parameter motor yang bersangkutan juga diketahui. Parameter tersebut mencakup tahanan stator, arus magnetisasai rugi gesekan, kerugian karena impedansi, reaktansi bocor stator, reaktansi magnetisasi dan tahanan inti besi. Nilai parameter tersebut tidak akan ditemukan pada pelat nama (name plate) sebuah motor. Oleh karena itu untuk mengetahuinya perlu dilakukan pengujian pada motor tersebut yang mencakup percobaan hubung singkat (rotor tertahan), percobaan tanpa beban (beban nol), dan percobaan tahanan DC.Biasanya sebuah motor dapat menarik arus sekitar 5 hingga 7 kali dari arus nominal selama pengasutan. Apabila torka beban selama pengasutan dan inersia beban motor tidak besar, proses pengasutanhanya membutuhkan waktu yang singkat, dengan demikian temperatur motor tidak melebihi batas yang diizinkan. Dalam aplikasi tersebut motor dapat diasut langsung ke jala-jala dan ini biasanya diperuntukkan untuk motor-motor berukuran kecil dan tidak demikian halnya untuk motor-motor besar. Apabila torka beban selama pengasutan tinggi atau inersia bebannya yang tinggi, maka proses pengasutan akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Jika motor menarik arus yang besar selama pengasutan, maka akan mengakibatkan kerusakan pada motor akibat pemansan lebih. Arus asut yang tinggi juga dapat mengakibatkan terjadinya drop tegangan yang besar pada jaringan. Dengan demikian metode pengasutan secara tepat perlu diterapkan untuk motor berkapasitas besar guna mengurangi arus asut dan drop tegangan.

BAB IILANDASAN TEORI

Rangkaian ekivalen motor induksi. Gambar 1(a) memperlihatkan rangkaian ekivalen per fasa dari motor induksi, sedangkan Gambar 1(b) merupakam rangkaian ekivalen alternatif.

(a) (b)Gambar 1. Rangkaian ekivalen motor induksiKeterangan gambar:R1 = tahanan statorX1 = reaktansi bocor statorR2 = tahanan rotor mengacu ke statorX2 = reaktansi bocor rotor mengacu ke statorRc = tahanan inti besiXm = reaktansi magnetisasiI1 = arus statorI2 = arus rotor mengacu ke statorV = tegangan sumberE1 = tegangan induksi stator

Parameter dari rangkaian ekivalen Rc , Xm , R1 , X1 , X2 dan R2 dapat ditentukan berdasarkan hasil percobaan hubung singkat (rotor tertahan), percobaan tanpa beban (beban nol), percobaan tahanan DC.

Percobaan hubung singkat (rotor tertahan) pada motor induksi, seperti percobaan hubung singkat pada transformator, yang hasilnya memberikan informasi kerugian karena impedansi. Pada tes ini rotor ditahan sehingga motor tidak bisa berputar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama melakukan percobaan biasanya tegangan yang di berikan hanya 15% sampai 20% dari tegangan normal motor, sedangkan untuk mendapatkan nilai parameter motor, tetap berdasarkan nilai nominalnya dengan melakukan konversi dari hasil pengukuranPercobaan tes tanpa beban (beban nol) pada motor induksi, seperti percobaan tanpa beban pada transformator, yang hasilnya memberikan informasi nilai arus magnetisasi dan rugi gesekan. Tes ini dilakukan dengan memberikan tegangan tiga fasa seimbang pada belitan stator pada rating frekuensinya. Bagian rotor pada kondisi pengtesan jangan terhubung dengan beban mekanis, rugi daya yang terukur pada kondisi tes tanpa beban disebakan rugi inti, rugi gesekan dan angin. Percobaan tahanan DC pada motor induksi, untuk memperoleh harga R1. Percobaan ini dilakukan dengan menghubungkan sumber tegangan DC (VDC) pada 2 terminal inpit dan arus DC-nya (IDC) lalu diukur. Disini tdak mengalir arus rotor karena tidak ada tegangan yang terinduksi. Hasil pengetesan terhadap motor ini selain untuk menentukan parameter, dapat dimanfaatkan juga untuk meggambarkan diagram lingkaran. Rugi-rugi tembaga stator dan rotor dapat dipisahkan dengan menggambarkan garis torsi.

BAB IIIPENENTUAN PARAMETER MOTOR INDUKSI TIGA FASA

Parameter rangkaian ekivalen dapat dicari dengan melakukan pengukuran pada percobaan hubung singkat (rotor tertahan), percobaan tanpa beban (beban nol) dan percobaan tahanan DC. Dengan penyelidikan pada setiap rangkaian ekivalen, percobaan tanpa beban motor induksi dapat disimulasikan dengan memaksimalkan tahanan rotor . Hal ini bisa terjadi pada keadaan normal jika selip dalam nilai yang minimum. Selip yang mendekati nol terjadi ketika tidak ada beban mekanis dan mesin dikatakan dalam keadaan berbeban ringan. Pengukuran hubung singkat (rotor tertahan) dilakukan dengan menahan rotor tetap diam. Pada kondisi ini selip bernilai 1 yang merupakan nilai selip tertinggi untuk kondisi motor, jadi nilaibernilai minimum. Untuk menetukan bentuk rangkaian ekivalen, pola fluksi dianggap sinusoida, demikian rugi-rug yang diukur proporsional terhadap fluksi utama dan kejenuhan diabaikan.

3.1 Percobaan Hubung Singkat (Rotor Tertahan)Pada percobaan ini, rotor ditahan sehingga tidak dapat berputar. Pada Gambar 2 menunjukan pengawatan untuk percobaan hubung singkat (rotor tertahan). Untuk melakukan percobaan rotor ditahan ini, tegangan AC dihubungkan ke stator, dan arus yang mengalir diatur mendekati nilai beban penuh. Apabila arus pada kondisi nilai beban penuh, selanjutnya ukur tegangan, arus, dan daya yang mengalir ke motor. Rangkaian ekivalen untuk percobaan ini diperlihatkan pada bahwa, Gambar 2

Recommended

View more >