materi session basic

Download Materi session basic

Post on 27-Jun-2015

249 views

Category:

Health & Medicine

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KATA PENGANTAR

RS.Dr.H. Marzoeki Mahdi-Bogor

Instalasi Pemulihan Ketergantungan Napza

HOW 2 RESIST TEMPTATION

Sumber : Recovery book,

To thwarthing temptation, we need to :

Change play ground (mengubah tempat bermain)

Change playmate (mengubah teman bermain)

Change playthings (mengubah benda bermain)

The point is, we need to :

Kita perlu kesadaran constant untuk mampu menetralisir gejala-gejala tersebut secara penuh seperti :

Hal-hal yang kita lihat

Hal-hal yang kita dengar

Hal-hal yang kita cium

Hal-hal yang kita rasakan

Kita bisa membaca godaan jenis apapun ketika kita :

Lapar

- Marah

Kesepian

- Letih

Bosan

- Grogi/gak PD

Khawatir

- Depresi

Gak enak badan, dll

Kita belajar untuk mengenal dan menghindari gejala-gejala tersebut secara penuh. Kita perlu berhati-hati terhadap :

Iklan TV

- Film

Musik

- Korek api

Week end

- Special ocation

Bahaya farmakologi (obat-obatan yg di jual bebas)

Rasa sakit; belajarlah mengatasi rasa sakit tanpa obat

Emotional cues (gejala-gejala secara emotional) yg prosesnya merupakan suatu proses psikologis.

Merasa baik secara emotional, ex: Jatuh cinta, sex, menang proyek, dapat nilai A dalam kuliah, dll.

Merasa buruk dalam emosional, ex: stress, depresi, uncomfort condition, low self esteem, guilty feeling, dll.

Semua hal ini sering disalahartikan sebagai sugest oleh otak kita.

10 Sifat yg tidak disukai orang lain

1. Mengeluh

Mengeluh itu seperti membuang sampah. Sampah kekecewaan, sampah kekhawatiran, sampah kesusahan, dsb. Umumnya orang tidak suka di jadikan keranjang sampah. Cobalah berhenti mengeluh. Kalau ingin memuntahkan uneg-uneg, temuilah orang yg tepat. Orang yg tepat itu bisa saja orang yg membuat anda kesal, bisa juga orang yg akan menunjukan jalan keluar.

2. Tidak tahu diri

Di kasih hati minta jantung. Contohnya: dipinjami sesuatu, dipulangkan dalam keadaan rusak. Kalau dibantu sekali, jadi keterusan bergantung pada bantuannya. Belajarlah bertenggang rasa dan berempati. Caranya; seringlah bertanya pada diri sendiri, jika seandainya saya jadi dia, bagaimana perasaanku

3. Omong besar

NATO. Orang yg suka omong besar biasanya punya ide atau cerita yg kedengarannya WAH.. suka obral janji yg muluk-muluk, suka membanggakan kehebatan-kehebatan dirinya, dll.

4. Menjelekkan orang lain

Bad rapping atau gossip memang kadang-kadang bisa membuat obrolan jadi seru. Tapi menyukai gossip bukan berarti menyukai tukang gossipnya. Lagipula, tidak semua orang senang mendengar cerita-cerita miring tentang orang lain. Bahkan orang bisa berpikir, sekarang kamu menjelekkan dia, mungkin nanti tiba giliranku menjadi obyek gossipmu

5. Egois

Orang yg egois, selalu berpusat pada dirinya sendiri. Dia lebih suka memikirkan atau membicarakan topic mengenai dirinya sendiri. Dia kurang tertarik dengan masalah orang lain. Akibatnya, orang yg egois cenderung merasa kesepian karena orang lain segan menjalin hubungan dengannya. Berusahalah mengalihkan perhatian, tidak hanya pada diri sendiri, tapi juga pada orang lain. Bagaimanapun, untuk menjadi seorang pribadi yg utuh, kita memerlukan orang lain.

6. Pelit

Orang pelit biasanya lebih suka dibagi daripada berbagi. Berbagi dengan orang lain tidak akan membuat anda miskin. Mulailah dari hal-hal yg kecil yg bisa anda lakukan dan hapuslah citra pribadi pelit di mata orang lain.

7. Keras kepala

Memegang teguh pendirian atas hal-hal yg prinsipil itu bagus. Namun orang yg keras kepala biasanya suka ngotot untuk hal-hal yg sepele. Tetaplah menjadi seorang pribadi yg teguh dalam pendirian yg benar, namun fleksibellah pada urusan yg tidak prinsipil.

8. Sombong

Orang yg sombong merasa dirinya superior, mudah mengkritik, mencela dan menganggap remeh orang lain. Orang tidak pernah tertarik dengan orang yg sombong. Justru kerendahan hatilah yg di anggap sebagai salah satu sifat mulia yg disukai orang lain.

9. Sensitif

Orang yg sensitive sebetulnya memasang pagar pemisah dengan orang lain, perasaannya mudah tersinggung. Akibatnya orang lain cenderung menjauhi karena takut tanpa sengaja menyakitinya. Kalau mau jujur, sering kali perasaan tersinggung itu hanya reaksi perasaan sendiri yg salah.

10. Bohong

Orang yg hobi berbohong biasanya dapat menghasilkan kebohongan yg spontan, kreatif, tampak wajar, bahkan meyakinkan. Namun bila sudah terbongkar, sulit menghapus citra pembohong pada orang lain. Berusahalah untuk tidak berbohong. Karena sekali berbohong, bisa-bisa seumur hidup tidak akan di percaya.

Kadang-kadang kita tidak menyadari adanya sifat atau kebiasaan yg tidak disukai orang lain.

Hanya sahabat sejati yang berani mengatakan kesalahan dan kelemahan kita secara terbuka.

Bukan untuk mempermalukan, bukan untuk mengecewakan dan bukan untuk melukai. Namun semata-mata untuk membantu kita mengenal kekurangan kita dan memperbaikinya.

BAGAIMANA MENGENAL SESEORANG

Dalam kehidupan sehari-hari terdapat suatu proses yang biasa digunakan serta praktis. Seseorang dapat menilai orang lain melalui kesan yang ia peroleh tentang orang tersebut, terutama ketika ia pertama kali bertemu (impresi). Efek yang timbul dari impresi ini sering menjadi sangat penting untuk relasi (hubungan) selanjutnya.

Kesalahan dalam impresi banyak terjadi, baik dari segi orang yang menilai maupun dinilai.

1. Kesalahan yang Bersumber dari Penilai :

a. Desas-desus (hearsay), penilaian terhadap seseorang kadang-kadang sangat dipengaruhi oleh desas-desus yang didengar mengenai orang tersebut.

b. Halo Effect, adalah suatu kecenderungan untuk menilai seseorang dengan sikap menggeneralisasikan (menyamaratakan) penilaian (positif maupun negatif). Misalnya bila kita menyukai seseorang, kita cenderung memberi penilaian positif padanya. Untuk seterusnya akan timbul kecenderungan memberi penilaian positif. Demikian pula sebaliknya.

c. Stereotipi, adalah penilaian yang dipengaruhi oleh suatu pandangan/ keyakinan tertentu (yang belum tentu benar), misalnya dari sudut etnik, ras, prasangka, dan sebagainya. Seorang negro biasanya dinilai senang musik, kasar, jorok, dan kurang inteligen.

d. Efek sikap lunak (toleransi = leniency effect) ada kalanya seseorang bersikap lunak dan penuh toleransi atas tingkah laku orang lain (yang negatif) hanya karena ia ingin disebut orang yang ramah dan sopan. Sikap seperti ini akan berpengaruh dalam impresi.

e. Faktor suasana hati (mood) memberi pengaruh yang besar dalam impresi. Dalam suasana hati yang gembira ia dapat memberi penilaian yang indah atas orang lain, tetapi sebaliknya dalam suasana depresi misalnya, ia akan memberi penilaian yang buruk pada orang lain. Demikian juga dengan kebutuhan (need) yang mendesak dapat mempengaruhi penilaian atas orang lain. Seseorang yang ketakutan dan membutuhkan perlindungan akan menilai orang asing yang dijumpainya sebagai orang yang berbahaya atau akan berbuat jahat terhadapnya.

2. Kesalahan yang bersumber dari orang yang dinilai :

a. Karakteristik orang yang sulit dinilai, yakni orang yang pandai memainkan perannya dalam setiap situasi yang berbeda, sehingga sulit untuk dinilai.

b. Kecenderungan individu untuk menampilkan kesan yang sebaik-baiknya, terutama sebagai mekanisme pertahanan diri, agar kelemahan-kelemahan pribadinya tidak tampak.

c. Sikap berpura-pura, serigala berbulu domba, menyembunyikan siapa ia sebenarnya.

Untuk dapat mengerti seseorang melalui proses informal ini dapat digunakan metode observasi (pengamatan), komunikasi langsung, dan memperoleh data dari sumber lain tentang orang tersebut. Bila metode-metode tersebut dibuat menjadi cara baku, maka proses informal ini akan berubah menjadi proses formal.

ALL ABOUT RELAPSE

Yang perlu anda ketahui tentang relapse

Slip/lapse adalah sebuah/sekali episode dari penggunaan drugs atau alkohol yang terjadi selama masa bersih/abstinent.

Relapse adalah serangkaian kejadian/episode-episode yang menunjukkan penggunaan kembali alkohol dan drugs secara tidak terkendali yang terjadi selama masa bersih/abstinent.

Slip ataupun relapse adalah istilah medis yang digunakan untuk menyatakan kekambuhan setelah menjalani perawatan. Biasanya terjadinya relapse didahului oleh slip/beberapa slip yang tidak bisa dicegah/ditanggulangi sebelum terjadi peningkatan yang mengarahkan seseorang untuk relapse. Relapse merupakan hasil akhir dari seorang pecandu/recovering addict yang tidak menghiraukan tanda-tanda/rambu-rambu peringatan yang ada di dalam proses pemulihan dirinya. Hampir setiap orang yang dekat dengan si klien/recovering addict tersebut mampu mengenali dan mengidentifikasi jika si klien tersebut kembali kepada pola lama yang adiktif dari cara berfikir, memberikan respon, ataupun berperilaku.Fase/tahap yang mengidentifikasikan seseorang relapse :

FASEINDIKATOR

A. Perubahan dalam sikap

Si klien atau pecandu dalam hal ini sebagai recovering addict mulai merasakan dan menunjukkan ketidak-puasannya dan berhenti menjalankan program pemulihannya. Tidak perduli akan pemulihan dirinya.

Menjadi terlalu negatif mengenai kehidupan.

Sering menunjukkan ketidak-sabaran.

Tunnel Vision / kaca mata kuda; merupakan cara pandang atau perspektif yang hanya searah / tanpa pertimbangan.

Overconfidence atau terlalu percaya diri.

Penolakan secara terbuka/ terang-terangan terhadap bantuan ataupun pertolongan.

B. Perubahan dalam cara berpikir