bab ii landasan teoritis 2.1 kepemimpinan 2.1.1 .2.1 kepemimpinan 2.1.1 pengertian kepemimpinan

Download BAB II LANDASAN TEORITIS 2.1 Kepemimpinan 2.1.1 .2.1 Kepemimpinan 2.1.1 Pengertian Kepemimpinan

Post on 18-Mar-2019

217 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB II

LANDASAN TEORITIS

2.1 Kepemimpinan

2.1.1 Pengertian Kepemimpinan

Seseorang dapat dikatakan pemimpin apabila dia mempunyai pengikut atau

bawahan. Sedangkan kepemimpinan membutuhkan penggunaan kemampuan

secara aktif untuk mempengaruhi pihak lain dalam mewujudkan tujuan

organisasi.Di bawah ini diuraikan pengertian kepemimpinan sebagaimana

dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut:

Winardi (2000:47) mengemukakan bahwa Kepemimpinan merupakan

suatu kemampuan yang melekat pada diri seseorang yang memimpin yang

tergantung dari macam-macam faktor, baik faktor-faktor intern maupun faktor-

faktor ekstern.Dharma (2004:136) mengemukakan bahwa Kepemimpinan

adalah proses mempengaruhi kegiatanseseorang atau sekolompok orang untuk

mencapai tujuan dalam situasi tertentu.Kepemimpinan adalah bakat dan atau

sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin. Setiap orang mempunyai pengaruh

atas pihak lain, dengan latihan dan pengetahuan oleh pihak maka pengaruh

tersebut akan bertambah dan berkembang.

Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik

dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu (dikutip dalam:

http://www.google.co.id/gwt/m?q=kepemimpinan).Menurut Kartono (2005:49),

bahwa kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka

mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

http://www.google.co.id/gwt/m?q=kepemimpinan

Menurut Winardi (2000:56) Leadership is the relationship in which one

person, or the leader, influences others to work together willingly on related task

to attain that which the leader desires,(kepemimpinan adalah hubungan yang

ada dalam diri orang seorang atau pemimpin, mempengaruhi orang-orang lain

untuk bekerja sama secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan

yang diinginkan).

Menurut Handoko (2001:294), bahwa kepemimpinan merupakan

kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar

bekerja untuk mencapai tujuan dan sasaran.Menurut Fuad (2003: 98) bahwa

kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi, memotivasi

dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan dan sasaran.Dari beberapa

definisi yang telah dikemukakan oleh para ahli maka dapat disimpulkan

kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain

atau sekolompok orang untuk dapat melaksanakan segala pekerjaan sesuai dengan

apa yang telah ditetapkan sebelumnya.

2.1.2 Gaya Dalam Kepemimpinan

Gaya kepemimpinan yang dimaksud disini adalahkecenderungan seseorang

pemimpin dalam interaksinya dengan bawahan, yang agak khas dan konsisten

sifatnya.Sikap tersebut adalah sebuah ketrampilan yang perlu dilakukan oleh

pimpinan baik muncul dalam diri sendiri maupun karena melihat metode

pemimpin pada lembaga-lembaga lain dalam rangka untuk melaksanakan

tugasdalam pencapaian tujuan.Menurut Kartini (1994: 37) bahwa gaya

kepemimpinan terdiri dari dua, yaitu:

1. Employee Centred/Job Centered

Gaya kepemimpinan ini adalah suatu gaya kepemimpinan yang berorientasi

pada karyawan/berorientasi pada tugas. Gaya kepemimpinan ini cenderung

mengembangkan minat kerja serta memberikan sanksi, serta berusaha

memberikan latihan kepada karyawan agar bisa menjalankan tugas mereka

dengan baik.

2. Consideration/Initiating Structure

Gaya kepemimpinan ini adalah gaya kepemimpinan yang penuh

pertimbangan/gaya kepemimpinan yang terikat struktur. Gaya kepemimpinan

cenderung mengabaikan minat kerja para karyawan, sering memberikan

sanksi, serta banyak mencampuri pekerjaan bawahan.

Sementara itu ada beberapa tipegaya kepemimpinan yang dibahas menurut

Kartini (1994: 18) sebagai berikut:

1. Gaya kepemimpinan autokratis

Gaya kepemimpinan autokratis memiliki wewenang (authority), dari suatu

sumber (misalnya, karena posisinya), pengetahuan, kekuatan atau kekuasaan

untuk memberikan penghargaan ataupun menghukum.Penggunaan authority

ini sebagai pegangan atau hanya sebagai alat/metode agar sesuatunya dapat

dijalankan.

2. Gaya kepemimpinan birokratis

Gaya kepemimpinan birokratis ini hampir sama dengan autokratis, yaitu

dengan sistem transparansi dengan karyawan (bawahan) apa dan bagaimana

sesuatu itu dijalankan atau dilaksanakan. Namun dasar dari perintahnya itu

hampir sepenuhnya menyangkut kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur dan

aturan-aturan oranisasinya.

3. Gaya kepemimpinan diplomatis

Gaya kepemimpinan ini adalah wewenang atau kekuasaan yang jelas tetapi

kurang suka mempergunakan kekuasaannya itu, pada prakteknya ia lebih

suka memotivasi bawahannya secara persuasif. Artinya bahwa alat utamanya

untuk menggerakkan orang lain adalah melalui persuasif dan motivasi akan

terpaksa memakai gaya autokratis walaupun sebenarnya ingin dihindari.

4. Gaya kepemimpinan partisipatif

Gaya ini (participative leader) selalu mengajak, secara terbuka, para anggota

atau bawahannya untuk berpartisipasi atau ambil bagian, baik secara luas

ataupun dalam batas-batas tertentu, dalam pengambilan keputusan,

perumusan kebijakan, dan metode-metode operasionalnya.

5. Gaya free rein leader

Gaya kepemimpinan ini adalah gaya seorang pemimpin yang memberikan

kebebasan pada bawahan, bertindak tanpa pengarahan ataupun kontrol lebih

lanjut, kecuali bila mereka sendiri memintanya.

Menurut Thoha (2003: 25) mengemukakan bahwa secararelatifada tiga

macam gaya kepemimpinan yaitu otokratis (autocratic/authoritarian), demokratis

(democratic) atau partisipatif (participative) dan bebas (laissez faire).

Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka gaya kepemimpinan tersebut

merupakan bentuk tingkat ketrampilan bagi setiap pemimpin dalam menjalankan

roda organisasi dengan harapan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai dalam

sebuah lembaga atau instansi tersebut. Namun pada dasarnya, untuk lebih

kompletnya dan bisa terterima oleh bawahan, seorang pemimpin harus mampu

mengkolaborasikan gaya tersebut untuk diterapkan dalam organisasi yang

dipimpinnya.

2.1.3 Tipe-tipe Kepemimpinan

Ada beberapa tipe-tipe kepemimpinan yang dikemukakan oleh Buchari

(2003:134) mengemukakan tipe-tipe kepemimpinan sebagai berikut:

1) Tipe kharismatik

Merupakan kekuatan energi, daya tarik yang luar biasa yang akan diikuti oleh

para pengikutnya. Pimpinan ini mempunyai kekuatan gaib, manusia super,

berani dan sebagainya.

2) Tipe laissez faire

Tipe ini membiarkan bawahan berbuat semaunya sendiri, semua pekerjaan

dan tanggung jawab.

3) Tipe demokratis

Tipe ini berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan kepada

pengikutnya.Tipe ini menekankan pada rasa tanggung jawab dan kerja

samaantara karyawan.Kekuatan organisasi tipe ini pada partisipasi aktif dari

para karyawan.

4) Tipe populistis

Yaitu mampu menjadi pemimpin rakyat.Dia berpegang pada nilai-nilai

masyarakat.

5) Tipe administrasi

Yaitu pemimpin yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi

secara efektif.Dengan kepemimpinan administratif diharapkan muncul

perkembangan teknis, manajemen modern dan perkembangan sosial.

6) Tipe peternalistis

Yaitu bersikap melindungi bawahan sebagai seorang bapak atau seorang ibu

yang penuh kasih sayang.Pemimpin tipe ini kurang memberikan kesempatan

kepada karyawan untuk berinisiatif dalam mengambil keputusan.

7) Tipe otokratis

Yakni berdasarkan kekuatan dan paksaan yang mutlak harus

dipatuhi.Pemimpin berperan sebagai pemain tunggal, dia menjadi raja.Setiap

perintah ditetapkan tanpa konsultasi, kekuasaan sangat absolut.

8) Tipe militeristis

Banyak menggunakan sistem perintah, sistem komandodari atasan ke

bawahan, sifatnya keras sangat otoriter, menghendaki bawahan agar selalu

patuh, penuh secara formalitas.

Tipe kepemimpinan yang dikemukakan merupakan karakter dari pimpinan

dalam menjalankan kepemimpinannya. Seorang pemimpin harus dapat

menilai dan menganalisis apa yang dibutuhkan oleh para karyawan sehingga

ia dapat mengkombinasikan tipe-tipe kepemimpinan dalam pelaksanaan

kepemimpinannya dalam mencapai totalitas kepemimpinan.

2.1.4 Sifat-sifat Kepemimpinan

Adapun sepuluh sifat kepemimpinan dikemukakan oleh Buchari (2003:132)

yang dimilki oleh seorang pemimpin yaitu sebagai berikut:

1. Energi jasmani dan mental(phisical and nervous energy)

Seorang pemimpin memiliki daya tahan keuletan, kekuatan yang luar biasa

seperti tidak akan pernah habis. Demikian juga semangat, motivasi kerja,

disiplin, kesabaran, daya tahan bathin, kemauan yang luar biasa untuk

mengatasi semua masalah yang dihadapi.

2. Kesadaran akan tujuan dan arah (asence of purpose and direction)

Ia memiliki keyakinan teguh akan kesabaran dan kegunaan dalam mencapai

tujuan yang terarah.

3. Antusiasme (semangat, kegairahan, kegembiraan yang besar)

Dia yakin bahwa tujuan yang hendak dicapai akan memberikan harapan

sukses dan membangkitkan semangat optimisme dan bekerja.

Recommended

View more >