analisa sisfo parkir aprtmn parama

Download Analisa Sisfo Parkir Aprtmn Parama

Post on 13-Jul-2015

388 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengalami percepatan yang tinggi. Keadaan tersebut membuat banyak hal dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efisien. Seiring dengan hal tersebut kebutuhan akan teknologi yang canggih dan akurat juga semakin tinggi. Dengan sistem yang sedikit terkomputerisasi, proses parkirisasi sedikit lebih mudah dan efektif dalam pengolahan data parkir. Akan tetapi sistem yang digunakan pada system informasi parkir di Apartemen Parama saat ini masih jauh dan bisa dikatakan belum tersentuh model system informasi yang baru. Apalagi model yang digunakan belum bisa mengintegrasikan data dari pintu masuk ke pintu keluar. Misalnya yang terlihat pada proses parkirisasi mobil, dengan memaksimalkan lahan yang ada maka pengelola parkir Apartemen Parama ini memberikan batas area parkir per mobil. Hal ini digunakan untuk memudahkan proses parkir, sehingga para pengguna parkir lebih mudah dalam memarkir mobilnya karena tiap area dilengkapi dengan nomor parkir untuk tiap mobil. Untuk dapat mempelancar teknologi di zaman modern ini, membuat hidup lebih praktis dan cepat dalam bidang teknologi khususnya pada transpotasi di darat yaitu dalam masalah parkir maka dibuatlah suatu yang berbentuk sistem kontrol yang dapat memperoses dan megelolah data suatu kegiatan parkir dengan cepat dan praktis. Saat ini komputer sudah menjadi perangkat utama untuk memudahkan manusia dalam melakukan pengukuran dan pengolahan data pada parkir. Penggunaan peralatan yang canggih dapat meningkatkan mutu pelayanan dibidang transportasi. Di dalam bidang transpotasi suatu sistem parkir bisa sangat berpengaruh dalam mengatur masalah transportasi darat. Untuk itu diperlukan sebuah alat yang dapat memperoses suatu parkir dengan menggunakan suatu sistem control parkir yang mempermudah dan mengatur letak berbagai jenis kendaraan. Sehingga hal ini diharapkan dapat mengurangi resiko kecelakaan yang diakibatkan oleh masalah pakir yang sembarangan. Dengan merujuk pada latar belakang di atas, maka pada laporan kerja praktek ini penulis akan membuat sebuah sistem yang bisa mengoptimalkan keterbatasan sistem sebelumnya yang terangkum dalam ANALISA SISTEM INFORMASI PARKIR PADA APARTEMEN PARAMA.

B. Maksud dan Tujuan Maksud dari penulisan laporan kerja praktek ini adalah untuk mengetahui permasalahan dan kesempatan yang dapat dilakukan dengan melakukan analisi prosedur sistem parkir yang berjalan pada sistem informasi parkir di Apartemen Parama.Memberikan kenyamanan dalam penentuan lokasi dan nomor parkir yang bersifat permanen.

C. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan pada kompleks Apartemen Parama yang bergerak dibidang perumahan strategis yang menawarkan akses convencient untuk komersial, kesehatan, fasilitas educational yang menitik beratkan pada kenyamanan dalam penentuan lokasi dan nomor parkir, sehingga mengurangi kesalahan dalam pengolahan data parkir.

D. Metode Penelitian Dalam penulisan laporan penelitian ini, penulis menggunakan metode Deskriptif Analisis, yaitu memaparkan data-data yang diperoleh dari dalam perusahaan yang berhubungan erat dengan penelitian kemudian dilakukan analisa dengan tujuan menentukan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan sebagai berikut: 1. Observasi langsung, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan mengamati secara langsung mengenai proses kerja lapangan. 2. Wawancara, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara tanya jawab langsung dengan pegawai yang terkait di dalamnya, yang bertujuan untuk mengetahui sistem absensi. 3. Studi Kepustakaan, adalah suatu metode dengan membaca buku yang berhubungan dengan laporan yang dibuat untuk memberikan landasan terhadap analisa sampai pemberi alternative diselesaikan.

E. Sistem Penulisan Untuk dapat memberikan sedikit gambaran mengenai isi dari penulisan tugas ini, maka untuk itu kami menyusun secara garis besar sistematika penulisan yang terbagi menjadi 4 bab dengan rincian sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Pada bab ini kami menguraikan gambaran secara umum latar belakang masalah, rumusan masalah, maksud dan tujuan, metodologi penelitia, sistematika penulisan. BAB II : LANDASAN TEORI Pada bab ini berisikan mengenai teori-teori yang dibutuhkan dalam pembuatan laporan kerja praktek. BAB III : SISTEM BERJALAN Bab ini berisikan tentang profile perusahaan dan prosedur sistem absensi, input dan output dari sistem, alur sistem, analisa keandalan sistem serta permasalahan yang timbul dan

pemecahannya. BAB IV : PENUTUP Pada bab ini kami memberikan kesimpulan dan saran dan merupakan bab terakhir pada bab ini.

BAB II LANDASAN TEORI

A. Penelitian Deskriptif Analisis Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau penghubungan dengan variabel yang lain. Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya (Sukmadinata, 2006:72). Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnyakondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecendrungan yang tengah berlangsung. (Furchan, 2004:447). menjelaskan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang status suatu gejala saat penelitian dilakukan. Lebih lanjut dijelaskan, dalam penelitian deskriptif tidak ada perlakuan yang diberikan atau dikendalikan serta tidak ada uji hipotesis sebagaimana yang terdapat pada penelitian eksperimen.

B. Analisa Sistem Analisis sistem didefinisikan sebagai penguraian dari sistem informasi yang utuh ke dalam suatu bagian-bagian komponenya dengan maksut untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasikan kesalahan, kesmpatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan. Tahapan analisis dilakukan setelah tahapan perancangan system dan sebelum tahapan desain sistem. Tahapan ini merupakan tahapan yang kerisis karena kesalahan dalam tahapan ini menyebakan kesalahan pada tahap selanjutnya.

Adapun di dalam analisa sistem menggunakan beberapa metoda atau pendekatan dalam pemecahan permasalahan yaitu: 1.) PIECES a. Performance (kinerja) peningkatan terhadap kinerja (hasil kerja) system yang baru sehingga menjadi lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari throughput dan response time. Throughtput adalah jumlah dari pekerjaan yang dapat dilakukan suatu saat tertentu. Response time adalah rata-rata waktu yang tertunda diantara dua transaksi atau pekerjaan ditambah dengan waktu response untuk menanggapi pekerjaan terebut. b. Information (informasi) peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan. c. Economy (economis) peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau keuntungan-keuntungan atau penurunan-penurunan biaya yang terjadi. d. Control (pengendalian) peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan-kecurangan yang dan akan terjadi. e. Efficiency (efisiensi) peningkatan terhadap efisiensi operasi. Efisiensi berbeda dengan ekonomis. Bila ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan, efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya tersebut digunakan dengan pemborosan yang paling minimum. Efisiensi dapat diukur dari outputnya dibagi dengan inputnya. f. Service (pelayanan) peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem.

2.) Data Flow Diagram (DFD) Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk

memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang berjalan logis.

Simbol-simbol yang digunakan oleh diagram arus data adalah sebagai berikut:

1. Kesatuan Luar (External Entity) Merupakan kesatuan (entity) diluar lingkungan sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada lingkungan luarnya yang akan memberikan masukan (input) atau menerima keluaran (output) dan dari sistem kesatuan luar dapat disimbolkan dengan notasi kotak. 2. Arus Data (Data Flow) Menunjukan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses. Disimbolkan dengan suatu panah yang mengalir diantara proses, simpanan data (data store), dan kesatuan luar (external entity). Arus data sebaiknya diberi nama yang jelas dan mempunyai arti. 3. Proses Proses adalah kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari suatu arus data yang masuk kedalam proses yang dapat menghasilkan arus data yang keluar dari proses. Pada fisical data flow diagram, proses dapat dilakukan oleh orang, mesin atau komputer. Sedangkan untuk logical data flow diagram, suatu proses hanya menunjukan proses dari komputer. 4. Simpanan Data Simpanan Data merupakan tempat penyimpanan data yang dapat berupa suatu file atau database di sistem komputer, suatu arsip atau catatan manual, suatu table acuan manual serta suatu agenda atau buku. Tingkatan Data Flow Diagram (DFD) dibagi atas tiga tingkatan untuk memudahkan pembacaan berdasarkan tingkatan dari atas kebawah, yaitu:

a. Diagram Konteks Diagram konteks adalah diagram level yang paling atas terdiri suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup sistem. b. Diagram Nol Diagram nol adalah diagram level menengah yang merupakan proses utama dari sistem yang terdiri dari hubungan antara entity, proses, alir data dan simpanan data. c. Diagram Rinci Diagram rinci disebu