teori ekonomi makro resume

Download Teori ekonomi makro resume

Post on 19-Jul-2015

179 views

Category:

Education

28 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

TEORI EKONOMI MAKRO

monikaseptian@gmail.comTEORI EKONOMI MAKROMONIKA SEPTIAN ABDUL GOPURMANAJEMEN (SHIFT)SEMESTER IV

Dosen : Novi Lestari ,SE.,ME

BAB I

ANALISIS TEORI MIKRO DAN MAKROmonikaseptian@gmail.comPengertian Macroekonomimonikaseptian@gmail.comRuang Lingkup Analisis Makroekonomimonikaseptian@gmail.comTEORI EKONOMImonikaseptian@gmail.comPerbedaan dalam ruang lingkup dan titikberat (fokus)monikaseptian@gmail.comMenggunakan Mikroekonomi dalam Makroekonomimonikaseptian@gmail.comPersoalan pokok dalam Perekonomianmonikaseptian@gmail.com Pengangguran monikaseptian@gmail.com Inflasimonikaseptian@gmail.comPertumbuhan Ekonomi

monikaseptian@gmail.comNeraca Pembayaran monikaseptian@gmail.comAlat Pengamat Prestasi Kegiatan Ekonomimonikaseptian@gmail.comTujuan dan Kebijakan Makro Ekonomi

monikaseptian@gmail.comBentuk Kebijakan Makroekonomimonikaseptian@gmail.comBAB IIPENDAPATAN NASIONALmonikaseptian@gmail.comKonsep Pendapatan Nasionalmonikaseptian@gmail.comKonsep Pendapatan Nasional

monikaseptian@gmail.comPerhitungan Pendapatan Nasionalmonikaseptian@gmail.comAda tiga metode dalam menghitung pendapatan nasionalmonikaseptian@gmail.comMetode Pendekatan ProduksiPada metode produksi ini pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan nilai produki yang diciptakan oleh tiap-tiap sector ekonomiselama satu periode tertentu. Hal yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) yang yang diciptakan oleh tiap sector yang ada pada perekonomian.Untuk mencari GNP diperoleh dengan rumus:GNP = GDP + Net Factor Payment(Penerimaan Bersih dari LN)Untuk mencari nilai produk / pendapatan nasional (PN) diperoleh dengan rumus berikut:PN = GNP (Pajak Tidak Langsung + Penyusutan Nilai)Nilai value added dalam perhitungan produk nasional adalah sebagai berikut;1.Untuk memperlihatkan peranan tiap sector atau besarnya sumbangan tiap-tiap sector ekonomi pada pendapatan nasional.2. Untuk menghindari terjadinya perhitungan gnda ( double counting / multiple counting ).

monikaseptian@gmail.comPENDEKATAN PENDAPATANMetode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Kemampuan entrepreneur ialah kemampuan dan keberanian mengombinasikan tenaga kerja, barang modal, dan uang untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Balas jasa untuk tenaga kerja adalah upah atau gaji. Untuk barang modal adalah pendapatan sewa. Untuk pemilik uang/aset finansial adalah pendapatan bunga. Sedangkan untuk pengusaha adalah keuntungan. Total balas jasa atas seluruh faktor produksi disebut Pendapatan Nasional (PN).

Y = R + W + I + PKet :Y = pendapatan nasionalR = rent = sewaW = wage = upah/gajiI = interest = bunga modalP = profit = laba

monikaseptian@gmail.comPENDEKATAN PENGELUARANMenurut metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total dalam perekonomian selama periode tertentu. Menurut metode ini ada beberapa jenis agregat dalam suatu perekonomian:1) Konsumsi Rumah Tangga (Household Consumption)Pengeluaran sektor rumah tangga dipakai untuk konsumsi akhir, baik barang dan jasa yang habis dalam tempo setahun atau kurang (durable goods) maupun barang yang dapat dipakai lebih dari setahun/barang tahan lama (non-durable goods).2)Konsumsi Pemerintah (Government Consumption)Yang masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah adalah pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk membeli barang dan jasa akhir (government expenditure). Sedangkan pengeluaran-pengeluaran untuk tunjangan-tunjangan sosial tidak masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah.3)Pengeluaran Investasi (Investment Expenditure)Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) merupakan pengeluaran sektor dunia usaha. Yang termasuk dalam PMTDB adalah perubahan stok, baik berupa barang jadi maupun barang setengah jadi.4)Ekspor Neto (Net Export)Yang dimaksud dengan ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor dengan impor. Ekspor neto yang positif menunjukkan bahwa ekspor lebih besar daipada impor. Perhitungan ekspor neto dilakukan bila perekonomian melakukan transaksi dengan perekonomian lain (dunia). Y = C + I + G + (X - M)Ket :Y = Pendapatan NasionalC = konsumsi masyarakatI = investasiG = pengeluaran pemerintahX = eksportM = importmonikaseptian@gmail.comManfaat Perhitungan dan Analisis Pendapatan Nasionalmonikaseptian@gmail.comLaju Pertumbuhan Ekonomimonikaseptian@gmail.comDETERMINASI PENDAPATAN NASIONALmonikaseptian@gmail.comMenurut Keynes, determinasi pendapatan nasional dapat di analisis melalui dua pendekatan1.Income Approach yaitu suatu pendekatan yang memandang nilai PN yang diterima masyarakat akan menentukan besar konsumsi dan tabungan masyarakatSecara matematisakan terlihat persamaannya.GNI Y = C + SY = PNC = KonsumsiS = Tabungan2.Product / Expenditur Approch yaitu yang memandang nilai PN dapat ditentukan oleh besarnya pengeluaran aggregate atau permintaan aggregate terhadap produk nasional. Pengeluaran aggregate atau permintaan masyarakat secara keseluruhan untuk perekonomian dua sector terdiri dari konsumsi yang dilakukan RTK dan investasi (I) yang dilakukan oleh RTP.GNP Y = C + I Y = PN C = Konsumsi I = Investasimonikaseptian@gmail.commonikaseptian@gmail.comBAB IIIPANDANGAN KEYNES DA KLASIKmonikaseptian@gmail.commonikaseptian@gmail.comPerbedaan pandangan Keynes dan Ekonomi Klasik didasarkan atas perbedaan pendapat yang bersumber dalam persoalan berikut:Perbedaan pandangan Keynes dan Ekonomi Klasik didasarkan atas perbedaan pendapat yang bersumber dalam persoalan berikut:Faktor-faktor yang menentukan tingkat tabungan dan tingkat investasi dalam perekonomian.Menurut pandangan ahli ekonomi klasik faktor penentu besarnya tabungan dan investasi adalah tingkat suku bunga. Akan tetapi, menurut Keynes, besarnya tabungan yang dilakukan oleh rumah tangga bukan tergantung pada tinggi rendahnya tingkat suku bunga, tetapi tergantung pada besar kecilnya tingkat pendapatan rumah tangga. Artinya semakin besar tingkat pendapatan rumah tangga semakin besar pula tabungan dan sebaliknya.Dalam pandangan Keynes terhadap besarnya investasi, dia beranggapan bahwa tingkat bunga bukan merupakan satu-satunya komponen utama dalam menentukan besarnya investasi. Besarnya investasi juga ditentukan oleh faktor lain seperti keadaan ekonomi pada masa kini, ramalan perkembangan di masa depan, dan tingkat penggunaan dan perkembangan teknologi. Jadi meskipun tingkat bunga tinggi, namun apabila keadaan perekonomian sekarang baik untuk dilakukan investasi dan prospek ke depannya sangat baik, maka kegiatan investasi tetap akan dilakukan.monikaseptian@gmail.comHubungan antara tingkat upah dengan penggunaan tenaga kerja oleh pengusaha.Para ahli ekonomi klasik beranggapan bahwa dengan asumsi ceteris paribus, penurunan tingkat upah tidak akan mempengaruhi biaya produksi marjinal (biaya untuk memproduksi tambahan produk baru). Akan tetapi menurut Keynes, tidaklah demikian. Dia beranggapan bahwa penurunan tingkat upah akan menurunkan daya beli masyarakat. Turunnya daya beli masyarakat akan menurunkan tingkat pengeluaran dan berakibat pada turunnya tingkat harga barang dan jasa. Turunnya tingkat permintaan terhadap barang dan jasa akibat lemahnya daya beli masyarakat akan berakibat pada penurunan kapasitas produksi yang artinya pengurangan jumlah tenaga kerja. Dengan demikian penurunan tingkat upah tidak dapat menciptakan penggunaan tenaga kerja penuh (Full Employment).Karena perbedaan pendapat antara Keynes dengan para ahli ekonomi klasik di atas, Keynes juga mempunyai pandangan tersendiri terhadap faktor yang menjadi penentu tingkat kegiatan ekonomi suatu negara. Menurut Keynes, faktor penentu kegiatan ekonomi suatu negara adalah permintaan efektif. Yang dimaksud dengan permintaan efektif adalah permintaan yang disertai kemampuan untuk membayar barang-barang dan jasa-jasa dalam wujud perekonomian.Dengan bertambah besarnya permintaan efektif dalam perekonomian, bertambah pula tingkat produksi yang akan dicapai oleh sektor perusahaan. Keadaan ini dengan sendirinya akan menyebabkan pertambahan dalam tingkat kegiatan ekonomi, penggunaan tenaga kerja dan faktor-faktor produksi.

monikaseptian@gmail.commonikaseptian@gmail.comKonsumsi dan investasiPengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh sektor rumah tangga dalam perekonomian tergantung dari besarnya pendapatan. Perbandingan antara besarnya konsumsi dengan jumlah pendapatan disebut kecondongan mengkonsumsi (MPC = Marginal Propensity to Consume). Semakin besar MPC semakin besar pula pendapatan yang digunakan untuk kegiatan konsumsi dan sebaliknya.Pada kondisi negara yang MPC-nya rendah, maka akan menyebabkan selisih antara produksi nasional (dengan asumsi full employment) dengan tingkat konsumsi (penggunaan produk) menjadi semakin besar. Agar mencapai penggunaan tenaga kerja penuh, para pengusaha perlu melakukan investasi sebesar selisih antara tingkat konsumsi dan produksi tersebut. Jika besarnya investasi tidak mencapai jumlah tersebut, maka akan terjadi pengangguran. Karena kondisi tersebut dalam kondisi nyata tidak selalu tercapai, maka pengangguran akan selalu ada.Untuk investasi, seperti yang telah disebutkan di atas, dipengaruhi oleh tingkat bunga dan efisiensi marjinal modal. Tingkat bunga menurut Keynes dipengaruhi oleh jumlah permintaan uang (yaitu keinginan masyarakat untuk memperoleh uang untuk digunakan untuk berbagai keperluan seperti transaksi, tabungan, spekulasi dan atau untuk kebutuhan mendadak) dan jumlah penawaran uang (yaitu uang yang ada dalam perekonomian dan dapat digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa). Apabila penawaran uang > permintaan uang, maka tingkat suku bunga akan naik untuk menyerap kelebihan dana yang beredar di masyarakat, dan sebaliknya jika penawaran uang < permintaan uang, suku bunga tabungan akan turun agar masyarakat memilih untuk berinvestasi dan mencairkan tabungannya sehingga jumlah penawaran ua