supraventricular takikardi.pptx

Download SUPRAVENTRICULAR TAKIKARDI.pptx

Post on 14-Jul-2016

10 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

SUPRAVENTRICULAR TAKIKARDI

SUPRAVENTRICULAR TAKIKARDIGita Bestari20110310056

SVTSupraventrikular takikardi (SVT) adalah detak jantung yang cepat dan reguler berkisar antara 150-250 denyut per menit. SVT sering juga disebut Paroxysmal Supraventrikular Takikardi (PSVT). Paroksismal disini artinya adalah gangguan tiba-tiba dari denyut jantung yang menjadi cepat

PENYEBAB TAKIKARDI SUPRAVENTRIKULAR1.Idiopatik, ditemukan pada hampir setengah jumlah pasien. 2.Sindrom Wolf Parkinson White (WPW) terdapat pada 10-20% kasus. Sindrom WPW adalah suatu sindrom dengan interval PR yang pendek daninterval QRS yang lebar; yang disebabkan oleh hubungan langsung antara atrium dan ventrikel melalui jaras tambahan.3.Beberapa penyakit jantung bawaan (anomali Ebsteins, single ventricle, L-TGA)

Patofisiologi

Gangguan pembentukan rangsangReentry : sebagian otot jantung terjadi blokade unidirectional dimanarangsang dari arah lain masuk kembali secara retrograd melalui bagianyang mengalami blokade

Gangguan konduksi rangsangKelainan irama jantung disebabkan oleh hambatan pada konduksi aliran yang disebut blokade, Hambatan mengakibatkan tidak ada aliran ke miokard.Takikardi atrium primerAtrioventricular nodal re-entry tachycardia (AVNRT)Atrioventricular re-entry tachycardia (AVRT)tampakadanya gelombang p yang agak berbeda dengan gelombang p pada waktuirama sinus tanpa disertai pemanjangan interval PR. Pada pemeriksaanelektrofisiologi intrakardiak tidak didapatkan jaras abnormalKelainan pada EKG tampak adalah takikardi dengan kompleks QRS yanglebar dengan gelombang p yang terbalik dan timbul pada jarak yang lebihjauh setelah kompleks QRSKelainan yang tampak pada ekg adalah kelainan dengan kompleks QRSsempit dan gelombang p terbalik dan timbul pada jarak yang cukup jauhsetelah kompleks QRSTANDA DAN GEJALA TAKIKARDI SUPRAVENTRIKULAR 1.Perubahan TD ( hipertensi atau hipotensi ) 2.Nadi tidak teratur, bunyi jantung irama tak teratur, kulit pucat, sianosis, berkeringat 3. Sinkop, pusing, berdenyut, sakit kepala,disorientasi, bingung, letargi, perubahan pupil. 4.Nyeri dada ringan sampai berat, dapat hilang atau tidak dengan obat antiangina, gelisah 5.Napas pendek, perubahan kecepatan/kedalaman pernafasan; bunyi nafas tambahan (krekels) 6.Demam, (trombosis siperfisial)

Diagnosis SVT1. Denyut jantung yang cepat, disebut takikardi yang artinya denyut jantung melebihi > 100 denyut per menit. Pada SVTdenyut jantung ini berkisar antara 150-250 denyut per menit.2. Denyut jantung yang reguler (dapat dilihat dari kompleks QRS yang teratur) dengan gelombang P yang superimposed dengan komplek QRS (tidak terlihat gelombang P).3. Komplek QRS sempit (QRS < 0,12 detik atau 3 kotak kecil)

Pemeriksaan FisikPasien sering didapatkan takikardi Pasien yang memiliki gangguan hemodinamik dapat dijumpai takipneu dan hipotensi, crackles dapat dijumpai pada auskultasi sekunder terhadap gagal jantung, S3 dapat dijumpai dan pulsasi vena jugularis dapat terlihat. Pada pemeriksaan fisik pada saat episode dapat menunjukkan frog sign (penonjolan vena jugularis, gelombang yang timbul akibat kontraksi atrium terhadap katup trikuspid yang tertutup)

Pemeriksaan Penunjang- Kadar elektrolit Harus diperiksa karena kelainan elektrolit dapat berkontribusi SVT - Hitung darah lengkap

- Rontgen thorax untuk menilai adanya edema paru dan kardiomegali. Infeksiseperti pneumonia, yang dalam kasus-kasus tertentu yang terkait denganSVT, juga dapat dikonfirmasi dengan temuan dari metode ini pencitraan.

PenatalaksanaanAdenosin Obat ini akan menyebabkan blok segera pada nodus AV sehingga akan memutuskan sirkuit pada mekanisme reentry. Adenosin mempunyai efek yang minimal terhadap kontraktilitas jantung.Digoxin Obat ini memperbaiki fungsi ventrikel, baik melalui pengaruh inotropiknya maupun melalui blokade nodus AV yang ditengahi vagus.sudah tidak lagi digunakan karena ada risiko percepatan konduksi pada jaras tambahan.Beta bloker (amiodaron)penggunaan beta bloker efektif pada 55% pasien.

KomplikasiSVT dapat menyebabkan gagal jantung, edema paru, iskemia miokard, infark miokard sekunder untuk detak jantung meningkat pada pasien dengan fungsi ventrikel kiri yang buruk. Bahkan, satu studi menemukan bahwa sepertiga daripasien dengan SVT mengalami sinkop atau dibutuhkan kardioversi.

PrognosisPrognosis pada SVT tergantung pada penyakit jantung strukturalyang mendasari. Pasien dengan struktural jantung yang normal memilikiprognosis yang sangat baik Morbiditas dan mortalitas SVT dapat tiba-tiba dan berakhir di mana saja dari detik ke hari. Pasien mungkin asimptomatik, tergantung pada cadangan hemodinamik dan denyutjantung, durasi dari SVT, dan penyakit penyerta.

TERIMA KASIH

Recommended

View more >