isolasi senyawa hesperidin dari kulit jeruk manis

Download Isolasi Senyawa Hesperidin Dari Kulit Jeruk Manis

Post on 15-Oct-2015

183 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ISOLASI SENYAWA HESPERIDIN DARI KULIT JERUK MANIS (Citrus Sinensis. (L). Osbeck)

Untuk memenuhi sebagai persyaratan dalam menempuh mata kuliah Praktikum FitofarmasiYang dibina oleh Lailiyatus Syafah, S.Farm., Apt.

OLEHLeny Ribawaty Oktavia 11.2.1004Nunuk Windarti 11.2.1025Ravelya Samponu 11.2.1030Siti Ria Khoiriah 11.2.1045Triviana M. Simanjuntak 11.2.1052

AKADEMI FARMASI PUTRA INDONESIA MALANGNOVEMBER 2012BAB IPENDAHULUAN

Latar BelakangIndonesia merupakan negara tropis yang mempunyai tanah subur dan hasil alam melimpah. Indonesia juga berada pada kawasan yang dilalui garis khatulistiwa dan merupakan habitat pendukung pertumbuhan buah jeruk. Lahan yang subur, serta teknologi yang semakin canggih juga dapat menunjang pengembangan tanaman jeruk di Indonesia.Varietas buah jeruk bermacam-macam, seperti jeruk lemon, jeruk mandarin, jeruk nipis, jeruk manis, dan lain-lain. Salah satu varietas jeruk yang digemari oleh seluruh kalangan yakni jeruk manis. Selain rasa yang manis, buah jeruk manis juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi bila dijual tidak dalam bentuk buah segarnya saja. Pemanfaatan buah jeruk manis dapat berupa sirup, koktail, pastry, jus, dan lain-lain. Tetapi yang mempunyai nilai ekonomis terbesar yakni sirup buah dan koktail, sedangkan dari sisi pemanfaatan produk samping seperti kulit buahnya, masih membutuhkan kajian ulang karena sejauh ini kulit buah jeruk manis hanya berujung di tempat sampah.Sebenarnya, kulit jeruk manis bukan sekedar sampah, banyak manfaat yang bisa didapatkan dalam kulit buah jeruk manis, contonya dapat dijadikan serbuk pewarna. Bila ditinjau dari kandungannya, kulit jeruk manis mengandung berbagai macam senyawa seperti hesperidin yakni turunan dari Flavonoid. Kandungan hesperidin terdapat pada kulit buah jeruk, walaupun kandungan hesperidin pada kulit jeruk manis tidak setinggi pada daging buah, tetapi dalam pemanfaatannya sangat berguna untuk kesehatan manusia. Pemanfaatan hesperidin pada kulit jeruk dapat mengurangi limbah serta menambah nilai dari kulit jeruk manis.Banyak manfaat dari hesperidin, sebagai antioksidan yakni dapat menurunkan kolesterol dan tekanan darah, sebagai anti inflamasi, antikarsinogenik, serta vasoprotektif (menyehatkan pembuluh darah). Hesperidin juga dapat mendukung kerja vitamin C untuk membentuk kolagen, sehingga kulit terlihat muda dan kencang. Pada hesperidin, antioksidan alami yang terkandung di dalamnya dapat menghambat oksidasi lemak dan sangat bermanfaat pada pemeliharaan kesehatan setiap individu, contohnya hasil oksidasi lemak pada makanan ternyata mempunyai dampak buruk yang besar terhadap kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. Oleh karena itu pengetahuan bagaimana cara pencegahan proses oksidasi ini sangat diperlukan.Adanya berbagai fungsi dari hesperidin yang baik untuk kesehatan, maka dapat dilakukan isolasi hesperidin. Hesperidin merupakan golongan flavonoid yang mudah diisolasi. Hespiridin diisolasi dengan cara ekstraksi rajangan kulit buah jeruk dalam suasana basa kemudian dilanjutkan dengan pengasaman ekstrak. Pemurnian secara efektif dilakukan dengan menggunakan formadida.Senyawa hesperidin ini yang nantinya dapat dibuat sebagai alternatif baru untuk menjaga kesehatan, serta dapat membuktikan bahwa hesperidin pada kulit jeruk dapat memberikan kontribusi yang baik untuk tubuh. Bertindak sebagai antioksidan yang bersifat melawan radikal bebas, yang bisa merusak sel-sel tubuh dan mengganggu imunitas sehingga dapat menyebabkan penyakit yang degenerative.

Tujuan-Melakukan isolasi hesperidin pada kulit jeruk manis.Manfaat-Mahasiswa dapat melakukan skreening fitokimia terhadap jeruk manis-Mahasiswa dapat melakukan isolasi hesperidin pada kulit jeruk manis

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Tinjauan TanamanTanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh. Sejak ratusan tahun yang lalu, jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yang mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Itali.Jenis jeruk lokal yang dibudidayakan di Indonesia adalah jeruk Keprok (Citrus reticulata/nobilis L.), jeruk Siem (C. microcarpa L. dan C.sinensis. L) yang terdiri atas Siem Pontianak, Siem Garut, Siem Lumajang, jeruk manis (C. auranticum L.DanC.sinensis L.), jeruk sitrun/lemon (C. medica), jeruk besar (C.maxima Herr.) yang terdiri atas jeruk Nambangan-Madium dan Bali. Jeruk untuk bumbu masakan yang terdiri atas jeruk nipis (C. aurantifolia), jeruk Purut (C. hystrix) dan jeruk sambal (C.hystix ABC).

2.1.1 Jeruk ManisJeruk manis (Citrus Sinensis. (L).Osbeck) atau nama sinonimnya adalah Citrus Aurantium L. Jeruk manis telah lama dikenal sebagai buah dengan rasa segar dan bergizi. Selain kaya vitamin dan mineral, buah ini juga mengandung serat makanan yang esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh normal. Dengan rasanya yang asam-asam manis, buah jeruk manis dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, baik segar maupun dibuat sari buah / jus.Tanamannya tersebar luas karena pembudidayaannya tidak terlalu sulit. Yang dibutuhkan hanyalah tanah dengan tingkat kesuburan dan kandungan air yang cukup. Biasanya, tanaman jeruk manis diperbanyak dengan cara dicangkok atau okulasi, namun bisa juga melalui bijinya.Kandungan senyawa dalam jeruk manis yang kaya vitamin C, potassium, dan folid acid, dapat berfungsi untuk menghambat sel-sel kanker. Selain kaya serat, buah berwarna kuning ini juga mengandung hesperidin yang mampu menurunkan resiko penyakit jantung, mencegah kolesterol, serta menurunkan tekanan darah. Dalam satu buah jeruk manis ukuran sedang terdapat 16 gram karbohidrat yang mengandung 70 kalori. Karbohidrat ini penting sebagai sumber energi tubuh, terutama untuk otak.Nilai serat dalam sebuah jeruk manis setara dengan 12 persen yang dibutuhkan per hari. Fungsi serat jelas sangat penting antara lain membantu proses pencernaan. Serat dalam jeruk manis bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan juga menurunkan resiko penyakit jantung.Kandungan lain dalam buah ini dapat mempengaruhi aktivitas enzim Glutatione STransferase (GTS), untuk menghambat terjadinya kanker, bekerjasama dengan senyawa limonoida seperti limonin dan nomilin. GTS sendiri merupakan enzim utama sistem detoksifikasi yang dapat menetralkan karsinogen.Pemilihan lokasiJeruk manis memiliki daya adaptasi lingkungan yang luas sehingga cocok ditanam mulai dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 700 meter dari permukaan laut. Tanaman ini menghendaki sinar matahari penuh (bebas naungan), suhu 13 35C (optimum 22 23C), curah hujan 1.000 3.000 mm/th (optimum 1.500 2.500 mm/th), dan bulan kering (< 60 mm) selama 2 6 bulan (optimum 3 4 bulan berturut-turut).Karakteristik tanah yang ideal : lapisan tanah dalam, hingga kedalaman 150 cm tidak ada lapisan kedap air, kedalaman air tanah 75 cm, tekstur lempung berpasir, dan pH 6,5.

Pemilihan BenihBenih jeruk bermutu adalah benih jeruk bebas dari patogen sistemik tertentu, sama seperti induknya, serta tahapan proses produksinya berdasarkan program pengawasan dan sertifikasi benih yang berlaku. Pilihlah benih yang bermutu : berlabel bebas penyakit, diproduksi dalam polibag, batang atas dan bawah lurus, diameter batang bawah 1cm, tinggi tanaman dari dasar polibag 75 100 cm, keragaan optimal (tegar, vigor, daun hijau dan ukurannya normal), dan perakarannya normal.

Penyiapan lahan dan pemeliharaan TanamanPengolahan Tanah dan penanaman.Bebaskan lahan dari batuan dan pohon besar agar tidak mengganggu pengolahan tanah dan penyebaran cahaya matahari. Buatlah lubang tanam (dalam 0,75 m, panjang 0,6 m dan lebar 0,6 m) dan jarak tanam 5 m x 6 m atau 5 m x 5 m. Aturlah baris tanam sejajar dengan arah timur barat agar penyebaran sinar matahari optimal. Sebagai penutup lubang tanam, campurlah tanah galian lubang + 20 kg bahan organik atau 3 bagian tanah + 1 bagian pasir + 2 bagian pupuk kandang jika tanahnya berat. Tambahkan 1 kg dolomite jika pH tanah < 5,5.Lakukan penanaman pada awal musim hujan agar tanaman cepat beradaptasi dan pasanglah ajir pada setiap pohon agar tanaman tetap tegak saat diterpa angin kencang.

Pengaturan cabang.Agar dicapai pertumbuhan dan produksi optimal, aturlah percabangan sejak dini dengan pola 1 3 9. Setiap pohon terdiri atas 1 batang utama yang diikuti oleh 3 cabang primer, dan setiap cabang primer diikuti oleh 3 cabang sekunder.Pengairan.Saat pertumbuhan vegetatif baru, pembungaan dan pembentukan buah berilah pengairan yang cukup. Setelah panen, keringkan lahan sekitar 3 bulan guna merangsang pembungaan.

Pemupukan.Pemupukan adalah penambahan unsur hara ke dalam kebun (pupuk kimia, bahan organik, kapur, dll.) melalui tanah dan daun agar diperoleh keuntungan maksimal tanpa menimbulkan kemerosotan mutu lingkungan yang berarti (Tabel 1).Tabel 2.1 Rekomendasi Pemupukan Tanaman JerukUmur Tanaman (Tahun) Dosis/pohon/aplikasi(gram) Aplikasi(kali/tahun) Bahan Organik(kg/pohon/tahun)N P2O5 K2O1 10 s/d 15* 5 s/d 10* 5 6 202 25 s/d 40* 15 s/d 20* 10 s/d 12,5* 4 303 42,5 s/d 55* 25 s/d 40* 15 s/d 22,5* 4 404 100 s/d 150* 60 s/d 75* 35 s/d 50* 3** 405 250 s/d 300* 160 s/d 200* 75 s/d 100* 2** 40 s/d 60> 5 3% X produksi(1,2% N + 0,6% P2O5 +1,2% K2O) 2** 40 s/d 60

* = Tanah kurang subur, tekstur berpasir atau iklim basah** = Tanah kurang subur, tekstur berpasir atau iklim basah aplikasi 4 6 kali setahunJika pH< 5,5, campurlah 100 kg bahan organik dengan 0,25 0,50 kg kapur (CaCO3).Untuk mencegah defisiensi unsur mikro, semprotkan 2 4 kali pupuk mikro (Fe, Mn, Zn, Cu, Mo, dan saat pertunasan pada pagi hari, interval aplikasi 1 minggu.

Penjarangan Buah.Penjarangan buah adalah kegiatan menyeleksi dan mengurangi jumlah buah di pohon untuk menghasilkan buah bermutu tinggi dan menjaga stabilitas produksi tanaman. Caranya : sekiitar 4 bulan dari pembunga