ii. tinjauan pustaka 2.1. organisasi 2.1.1. pengertian .2015-09-01 · 2.1.1. pengertian organisasi

Download II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Organisasi 2.1.1. Pengertian .2015-09-01 · 2.1.1. Pengertian Organisasi

Post on 28-Mar-2019

214 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

8

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Organisasi

2.1.1. Pengertian Organisasi

Organisasi merupakan suatu kerja sama sekelompok orang

untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat

dengan peraturan yang ada (Cahayani, 2003). Organisasi dicirikan

oleh sekelompok orang dimana orang-orang tersebut memiliki visi

yang sama dalam menjalankan organisasi. Kegiatan yang dilakukan

sekelompok orang tersebut dibatasi oleh peraturan yang ada dalam

organisasi tersebut. Pada hakikatnya, organisasi dapat dilihat dari

dua sudut pandang. Pertama, organisasi sebagai wadah yaitu tempat

dimana kegiatan administrasi dan manajemen dijalankan. Kedua,

organisasi sebagai proses yang sifatnya lebih dinamis dimana proses

yang dijalankan merupakan interaksi antara orang-orang di dalam

organisasi itu (Siagian, 1979).

Organisasi adalah struktur koordinasi terencana yang formal,

melibatkan dua orang atau lebih dalam rangka mencapai tujuan

bersama. Organisasi dicirikan dengan adanya hubungan kewenangan

dan tingkatan pembagian kerja (Robbins, 2002). Menurut Louis

A.Allen dalam Sutarto (1984), organisasi formal adalah suatu sistem

dari pekerjaan-pekerjaan yang dirumuskan dengan baik, masing-

masing pekerjaan itu mengandung sejumlah wewenang, tugas dan

tanggung jawab tertentu, keseluruhannya disusun secara sadar untuk

memungkinkan orang-orang dari badan usaha itu bekerja sama

secara paling efektif dalam mencapai tujuan mereka.

Semua organisasi memiliki tujuan. Menurut Cahayani (2003),

terdapat dua macam tujuan organisasi. Pertama, tujuan organisasi

tunggal yaitu tujuan untuk mendapatkan profit sebanyak mungkin.

Kedua, tujuan organisasi ganda terdiri dari tujuan ke dalam

organisasi dan tujuan ke luar organisasi. Tujuan ke dalam organisasi

9

dirumuskan secara umum dengan meningkatkan kesejahteraan serta

kepuasan karyawan dan meningkatkan produktivitas organisasi.

Tujuan ke luar organisasi adalah untuk meningkatkan pelayanan dan

kesejahteraan masyarakat. Tujuan organisasi di atas memiliki fungsi

sebagai pedoman dalam menentukan arah serta sebagai sumber

keabsahan tindakan manajemen. Untuk mencapai tujuan organisasi

ada banyak kegiatan yang harus dilakukan dan masing-masing

kegiatan tersebut memiliki sasaran tertentu. Jadi tujuan organisasi

dapat tercapai jika sasaran dari kegiatan-kegiatan khusus tersebut

dapat dicapai.

2.1.2. Perubahan Organisasi

Tidak ada organisasi yang tidak mengadakan perubahan,

perbaikan, atau pembaharuan organisasi. Perubahan organisasi

bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan organisasi,

meningkatkan kepuasan kerja, dan penyesuaian dengan lingkungan

kerja. Intinya perubahan organisasi membuat kinerja organisasi

menjadi lebih baik. Perubahan ini dapat dilakukan di berbagai sektor.

Menurut Cahayani (2003), ada tiga bidang utama dalam organisasi

yang dapat mengalami perubahan, yaitu :

a. Perubahan teknologi

Perubahan ini umumnya adalah perubahan terhadap penggunaan

teknologi. Awalnya teknologi yang digunakan bersifat sederhana

dan pekerjaan dilakukan secara manual. Pada akhirnya terjadi

perubahan dimana teknologi yang digunakan sudah canggih dan

pekerjaan dilakukan secara otomatis. Misalnya mesin ATM.

b. Perubahan struktural

Perubahan struktur organisasi mencakup adanya kebijakan baru

dan proses baru.

c. Perubahan manusia

Perubahan manusia dapat terjadi di dalam organisasi, bukan

sebatas adanya wajah-wajah baru tetapi juga kualitas baru

karyawan yang ada. Pembaharuan kualitas manusia dapat

10

dilakukan melalui perubahan dalam melakukan rekrutmen dan

pelatihan.

Menurut Robbins (1996), terdapat 4 pilihan mengenai

perubahan yaitu :

1. Perubahan struktur

Perubahan struktur mencakup pembuatan perubahan dalam

wewenang, mekanisme koordinasi, rancang-ulang pekerjaan,

atau variabel struktural yang serupa.

2. Perubahan teknologi

Perubahan teknologi meliputi modifikasi dalam cara kerja yang

diproses dan dalam metode serta peralatan yang digunakan.

3. Perubahan setting fisik

Perubahan setting fisik meliputi pengubahan ruang dan

pengubahan tata letak dalam tempat kerja.

4. Perubahan orang

Perubahan orang mengacu pada perubahan dalam sikap,

keterampilan, pengharapan, persepsi, dan perilaku karyawan.

Perubahan organisasi disebabkan karena adanya tuntutan

yang berasal dari internal maupun eksternal. Menurut Cahayani

(2003), beberapa hal yang dapat mendorong terjadinya perubahan,

yaitu :

1. Lingkungan

Suatu organisasi dikatakan berhasil bila organisasi tersebut dapat

memusatkan anggotanya dan dapat beradaptasi dengan

lingkungannya. Lingkungan merupakan faktor yang sangat

penting bagi organisasi karena lingkungan menyediakan input

yang diperlukan oleh organisasi dan juga merupakan tempat

menampung output dari organisasi tersebut. Selain itu,

lingkungan juga merupakan salah satu penyebab perubahan di

dalam organisasi. Jika organisasi tersebut tidak mengadakan

perubahan maka organisasi tidak dapat beradaptasi dengan

lingkungan yang selalu berubah.

11

2. Sasaran dan nilai

Organisasi dapat mengubah bentuk badan usahanya. Hal ini

dikarenakan adanya perubahan sasaran dan nilai yang organisasi

anut. Jika sebelumnya organisasi tersebut hanyalah perusahaan

pemerintah yang tidak selalu mengejar keuntungan tetapi dengan

jasa pelayanan seadanya, maka sekarang organisasi tersebut

berubah menjadi seperti perusahaan swasta yang notaben

mencari untung (karena semakin sedikit mendapat subsidi dari

pemerintah), tetapi dengan mengedepankan service yang baik

untuk pelanggannya.

3. Teknologi

Dengan semakin berkembangnya zaman maka semakin

berkembang pula bidang teknologi. Untuk menyikapi hal

tersebut, organisasi harus beradaptasi dengan keadaan tersebut.

Teknologi sangat berkaitan pada cara beroperasi organisasi.

Apabila perkembangan teknologi semakin pesat, maka organisasi

harus mengubah penggunaan teknologi yang awalnya sederhana

menjadi menggunakan teknologi tinggi.

4. Struktur

Penambahan dan pengurangan struktur dapat membuat organisasi

tersebut berubah. Apabila organisasi melakukan penambahan

struktur, yaitu menambah satu divisi di organisasinya, maka

organisasi tersebut membutuhkan penambahan tenaga kerja.

Apabila organisasi melakukan pengurangan struktur, yaitu

mengurangi cabang organisasi, maka organisasi tersebut akan

mengurangi jumlah tenaga kerjanya. Pengurangan atau

penambahan tenaga kerja akan mengubah mengenai tugas yang

dikerjakan karyawan.

5. Faktor perilaku seseorang

Faktor perilaku seseorang dapat menjadi faktor penyebab

organisasi berubah. Misalnya dengan berganti pimpinan akan

12

berganti pula peraturan serta kebijaksanaan yang dapat

menyebabkan timbulnya perubahan di dalam organisasi.

6. Konsultan

Sebagian besar organisasi pada masa sekarang menggunakan jasa

konsultan untuk memberikan masukan dalam rangka perbaikan

dan perkembangan organisasi. Para konsultan tersebut

menyarankan perubahan-perubahan yang harus dilakukan oleh

organisasi sehingga organisasi tersebut dapat tetap survive dan

memenangkan persaingan.

2.1.3. Faktor-Faktor Struktural yang Memengaruhi Perilaku dalam Organisasi

Menurut Melcher (1994), faktor-faktor struktural yang

memengaruhi perilaku dalam organisasi, antara lain :

1. Ukuran

Ukuran suatu kelompok atau organisasi itu memengaruhi

pola perilaku organisasi. Menurut Caplow dalam Melcher

(1994), dalam kelompok-kelompok primer kecil, yang besarnya

berkisar antara dua sampai 20 orang, masing-masing anggota

berinteraksi dengan setiap anggota yang lain. Dalam kelompok

menengah atau medium yang jumlah anggotanya berkisar antara

50 sampai 1000 orang, seorang atau lebih anggota dapat

mengadakan hubungan-hubungan berpasangan dengan anggota

yang lain. Dalam kelompok besar yang jumlah anggotanya

berkisar antara 1000 sampai 10.000 orang, satu atau lebih

anggota mungkin dikenali dan berinteraksi dengan semua

anggota yang lain, tetapi hanya pengenalan satu-arah.

Dengan meningkatnya ukuran suatu organisasi maka akan

mengakibatkan pola perilaku anggotanya. Semakin besar jumlah

individu maka semakin kompleks hubungan-hubungan dan

peranan-peranan yang harus dikoordinir sehingga terjadi

hambatan dalam berkomunikasi. Dengan berkembangnya suatu

kelompok, perasaan depersonalisasi berkembang pesat sementara

13

perasaan penting dan diperhatikan dari seseorang menjadi

berkurang sehingga tingkat partisipasi kebanyakan anggota

menjadi menurun. Tugas yang dikerjakan oleh anggota menjadi

semakin terspesialisasi. Hal ini akan memengaruhi pola perilaku

anggota seperti berkurangnya motivasi dan komitmen serta

timbulnya ketidakpuasan dalam bekerja.

Recommended

View more >