ekologi dasar, kuliah 2. asas dan konsep ekosistem

Download Ekologi dasar, Kuliah 2. Asas Dan Konsep Ekosistem

Post on 16-Feb-2015

227 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Bahan UTS

TRANSCRIPT

ASAS DAN KONSEP EKOSISTEM

Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam.

Definisi Ekosistem1. Suatu unit ekologi yang didalamnya terdapat struktur dan fungsi. Struktur berhubungan dengan keanekaragaman spesies. Fungsi berhubungan dengan siklus materi dan arus energi (AG Tansley, 1935) Tatanan kesatuan secara kompleks di dalamnya terdapat habitat, tumbuhan, binatang yang dipertimbangkan sebagai unit kesatuan secara utuh, sehingga semuanya akan menjadi bagian mata rantai siklus materi dan aliran energi (Woodbury, 1954) Unit fungsional dasar dalam ekologi yang di dalamnya tercakup organisme dan lingkungannya dan diantara keduanya saling mempengaruhi (Odum, 1993) Tatanan kesatuan secara menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi (UU Lingkungan HIdup, 1997)

2.

3.

4.

Komponen ekosistem berdasarkan segi struktur1. Komponen autotrop 2. Komponen hetrotrop

Komponen ekosistem berdasarkan segi struktur: 1. Abiotik 2. Produsen 3. Konsumen 4. Pengurai : dekomposer dan transformer

Perbedaan antar ekosistem yang tingkat organisasinya berbeda :1. 2. 3. 4. Jumlah jenis organisme produsen Jumlah jenis organisme konsumen Jumlah jenis organisme pengurai Jumlah macam-macam komponen abiotik 5. Kompleksitas atau kerumitan interaksi antar komponen 6. Berbagai proses yang berjalan dalam ekosistem

Keseimbangan dalam Ekosistem Ekosistem mempunyai kemampuan untuk memelihara diri sendiri dan dengan sendirinya mengadakan keseimbangan kembali Homeostasis Odum 1993 : homeo (sama) & statis (berdiri) Kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan

Faktor yang mempengaruhi homeostasis: Mekanisme yang mengatur penyimpanan bahan-bahan Pelepasan hara makanan Pertumbuhan organisme dan populasi Proses produksi Dekomposisi bahan-bahan organik

Ekosistem dalam homeostasis artinya ekosistem itu telah mantap atau mencapai klimaks, sehingga ekosistem mempunyai daya tahan yang besar untuk menghadapi berbagai gangguan Daya lenting (resilience) : kemampuan ekosistem untuk pulih setelah mengalami gangguan Suatu ekosistem seperti Taman Nasional, Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Taman Wisata, Taman Buru dll harus memiliki daya lenting yang tinggi

Kawasan pelestarian alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Kawasan suaka alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan. Kawasan taman wisata alam (nature recreation park), merupakan salah satu bentuk kawasan konservasi alam, yang penekanan dan fungsinya adalah pada perlindungan dan sekaligus pelestarian komponen ekosistem tertentu, biasanya karena bentang-alam (landscape) atau karena kehidupan satwa dan tumbuhan tertentu. Taman wisata alam merupakan kawasan konservasi yang tampaknya sangat banyak diintervensi oleh manusia, baik dalam arti pemanfaatannya oleh pengunjung maupun dalam hal pengelolaannya.

Taman hutan raya (grand forest park), yang sebenarnya merupakan bentuk dari pelestarian terkombinasi, antara ekssitu dan in-situ. Taman hutan raya dapat ditetapkan dari hutan alam, dan juga dapat dibangun sendiri (hutan buatan). Namun demikian, fungsi yang jelas sebuah hutan raya adalah sebagai etalase keragaman jenis, tempat penelitian, tempat penangkaran jenis, serta juga sebagai tempat wisata. Taman nasional merupakan sebentuk kawasan perlindungan yang berupaya memadukan semua bentuk pengelolaan kawasan konservasi, dan karena itu taman nasional dibagi ke dalam beberapa zona yang memiliki fungsi masing-masing. Dalam taman nasional ditetapkan Zona Inti (Sanctuary Zone), yang memiliki fungsi sebagai cagar alam. Kemudian Zona Rimba (Wildeneer Zone), yang memiliki fungsi sebagai suaka margasatwa. Di luarnya kemudian ditetapkan Zona Penyangga (Buffer Zone), yang memiliki fungsi laboratorium alam, berupa kebun raya atau kebun binatang. Dan sebagai outer ring, ditetapkan Zona Pamanfaatan Intensif (Intensive Use Zone), yang dapat dimanfaatkan untuk taman wisata alam, taman buru, atau berbagai aktivitas rutin masyarakat di sekitar kawasan.

Taman buru (game park) adalah sebentuk kawasan konservasi yang dipersiapkan selain untuk tujuan pelestarian, juga untuk mengakomodir kebutuhan perburuan satwa. Cagar alam (nature sanctuary), yang memiliki fungsi kawasan perlindungan terhadap seluruh komponen ekosistem, baik flora, fauna, maupun habitatnya, dan semua proses dibiarkan berlangsung secara alamiah. Dengan demikian, sebuah cagar alam sifatnya lebih tertutup untuk campur tangan manusia, karena kawasan tersebut harus dibiarkan sesuai dengan aslinya. Cagar biosfer adalah suatu kawasan yang terdiri dari ekosistem asli, ekosistem unik, dan atau ekosistem yang telah mengalami degradasi yang keseluruhan unsur alamnya dilindungi dan dilestarikan bagi kepentingan penelitian dan pendidikan. Suaka margasatwa adalah kawasan yang dibuat untuk menjaga kelestarian satwa yang berstatus terancam (threatened), langka (rare), rawan (vulnerable), dan terkikis (indeterminate).

Habitat dan Relung Habitat adalah tempat suatu mahluk hidup (alamat)

Persyaratan hidup setiap organisma merupakan kisaran faktor ekologi : Titik minimum, titik maksimum, titik optimum, dan ketiga titik disebut titik kardinal Di dalam habitat setiap mahluk hidup mempunyai cara untuk hidup Relung (niche) yaitu profesi atau status suatu organisme dalam suatu komunitas dan ekosistem tertentu yang merupakan adaptasi struktural, tanggap fisiologis serta perilaku spesifik organisme itu

Ekosistem Buatan

Macam-macam EkosistemEkosistem darat :1. Bioma gurun Beberapa Bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput. Ciri-ciri bioma gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Suhu slang hari tinggi (bisa mendapai 45C) sehingga penguapan juga tinggi, sedangkan malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0C). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan kalajengking.

2. BIOMA PADANG RUMPUTBioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik.Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur. Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular

3. Bioma Hutan BasahBioma Hutan Basah terdapat di daerah tropika dan subtropik. Ciri-cirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun. Species pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 2040 m, cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme). Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari. Variasi suhu dan kelembapan tinggi/besar; suhu sepanjang hari sekitar 25C. Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu..

4. Bioma Hutan GugurBioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang. Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur). Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).

Bioma taiga Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik. Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.

5. Bioma tundraBioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin. Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.

Ekosistem Air TawarPenting : 1. Merupakan sumber air rumah tangga dan industri rumah 2. Komponen air tawar merupakan botle neck pada daur hidrologi 3. Merupakan sistem pembuangan yang mudah dan murah

Adaptasi tumbuhan Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. Air masuk ke dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri. Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea gigantea), mempunyai akar jangkar (akar sulur). H

Recommended

View more >