2 slalom 2014 a5 - peraturankejuaraan nasional slalom peraturankejuaraan nasional slalom 3 7.1...

Download 2 Slalom 2014 A5 - PeraturanKejuaraan Nasional Slalom PeraturanKejuaraan Nasional Slalom 3 7.1 PERATURAN

Post on 18-May-2020

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PeraturanKejuaraan Nasional Slalom PeraturanKejuaraan Nasional Slalom

    1

    PERATURAN SLALOM

    IKATANMOTOR INDONESIA Edisi:2017

    DAFTAR ISI

  • PeraturanKejuaraan Nasional Slalom PeraturanKejuaraan Nasional Slalom

    2

    1. DEFINISI DAN KLASIFIKASI SLALOM 2017 5

    1.1 DEFINISI 5 1.2 KENDARAAN 5 1.3 KELAS 5 1.4 KATEGORI 5 1.5 MANUFAKTUR 5 1.6 MERK 6 1.7 IM IPROVINSI 6 1.8 SLALOM 6

    1.9 SERI

    6 1.10 PUTARAN 6 1.11 HEAT 6

    2. PERATURAN PERLOMBAAN SLALOM IMI 7

    2.1 STATUS DAN JUDUL PERLOMBAAN 7 2.2 PERATURAN 7 2.3 INTERPRETASI DAN PEMBERLAKUAN PERATURAN 7 2.4 YURIDIKASI 7 2.5 UMUM 7 2.6 KLASIFIKASI PESERTA 8 2.7 OFFICIAL/PETUGAS / PANITIA PENYELENGGARA 8 2.8 KETENTUAN LINTASAN PERLOMBAAN 9 2.9 KETENTUAN FASILITAS PENDUKUNG LINTASAN 10 2.10 JUMLAH MINIMUM PUTARANKEJURNAS 11 2.11 PERSYARATAN PESERTA 11 2.12 PENDAFTAR / ENTRANT 11 2.13 TANGGUNG JAWAB PENDAFTAR & PESERTA 11 2.14 KOMUNIKASI DENGAN PESERTA 12 2.15 KELAS KELAS KEJUARAAN 12 2.16 POINT SYSTEM 13 2.17 PENENTUAN PEMENANG 13 2.18 ANGKA HUKUMAN 13 2.19 SANKSI DAN HUKUMAN 15 2.20 PIALA DAN HADIAH 16 2.21 PROTES DAN BANDING 17 2.22 ASURANSI DAN PKBP 18 2.23 PENGGANTIAN JADWAL & PEMBATALAN 19 2.24 PENERBITAN PERATURAN PELENGKAP PERLOMBAAN

    (SR) 19

    2.25 PENUTUP 19

    3. PERATURAN PELAKSANAAN PERLOMBAAN SLALOM 20

  • PeraturanKejuaraan Nasional Slalom PeraturanKejuaraan Nasional Slalom

    3

    7.1 PERATURAN TEKNIK UNTUK KENDARAAN LOMBA KELAS F (BEBAS) 38 7.2 Mesin 38 7.3 Cooling System/Sistim Pendingin Mesin 39 7.4 Mesin Umum 39 7.5 Exhaust System/Sistem Gas Buang 39 7.6 Intake & Fuel system / Pemasukan Bahan Bakar dan Udara. 39 7.7 Engine Control Unit (ECU) 39 7.8 Ignition/Pengapian 39 7.9 Transmission/transmisi 39 7.10 Suspension/Suspensi 40 7.11 Shock Absorber/Peredam Kejut 40

    4. PERATURAN PERLOMBAAN KEJUARAAN NASIONAL SLALOM 22 4.1 KEJUARAAN 22 4.2 PELAKSANAAN PERLOMBAAN KEJUARAAN NASIONAL 24

    5. TATA TERTIB PERLOMBAAN SLALOM 32 6. PERATURAN TEKNIK KENDARAAN SLALOM KELAS A 33

    6.1 PERATURAN TEKNIK UNTUK KENDARAAN PERLOMBAAN KATEGORIUMUM, SEEDED B, PEMULA DAN TEAM 33 6.2 Engine /Mesin 33 6.3 Coolingsystem / Sistem pendingin Mesin 34 6.4 Mesin Umum 34 6.5 Exhaust System / Sistem Gas Buang 34 6.6 Intake & Fuel system 34 6.7 Fuel/ Bahan Bakar 34 6.8 Engine Control Unit (ECU) 35 6.9 Ignition/ Pengapian 35 6.10 Transmission/ Transmisi 35 6.11 Drive Shaft/ As Roda 35 6.12 Suspension/ Suspensi 35 6.13 Bushing Suspensi 35 6.14 Strut Bar/ Brace 35 6.15 Link Stabilizer 35 6.16 Wheel Alignment/ Keselarasan Roda 36 6.17 Braking System / Sistem Rem 36 6.18 Interior/Ruang Kabin 36 6.19 Exterior/ Tampak Luar 36 6.20 TYRE / RODA/ BAN/ VELG 36 6.21 Umum 36

    7. PERATURAN TEKNIK KENDARAAN SLALOM KELAS F 38

  • PeraturanKejuaraan Nasional Slalom PeraturanKejuaraan Nasional Slalom

    4

    7.12 Bushing danTopSupport 40 7.13 Strut Bar/Brace 40 7.14 Wheel Alignment 40 7.15 Braking System/Sistem rem 40 7.16 Interior 41 7.17 Exterior 41 7.18 Lampu-lampu 42 7.19 Lampubelakang 42 7.20 Roda atauBan 42 7.21 Umum 43

    8.PE RRR RPII IIIP PPP PPP PPE RAT URA N PPp PER ATU RAN TEK NIK UNT UK KEN DAR AAN KEL AS PER ATU RAN TEK NIK UNT UK KEN DAR AAN KEL AS F

    RATURAN TEKNIK KENDARAAN SLALOM KELAS B B

    B 43 9.PERATURAN TAMBAHAN UNTUK KENDARAAN 45

    LAMPIRAN Lampiran 1 – Komisi Slalom 2017

    47

    Lampiran 2 - Kalender Kejurnas Slalom 2017 48 Lampiran 3 – Peraturan Pelengkap Perlombaan 49 49

    49 Lampiran 3 – Daftar Unggulan/Kategori 2017 53 Lampiran 4 - Poiint Kejurnas Slalom 2016 57 Lampiran 5 – FormulirPendaftaran 60 Lampiran 6 – Formulir Scrutineering 63 Lampiran 7 – ID Peserta 64 Lampiran 8 – Kartu Kontrol 65 Lampiran 9 – Bulletin 54

    66 Lampiran 10 – Formulir Protes 67 Lampiran 11 – Form Keputusan Protes 68 Lampiran 12 – Form Keputusan Pengawas Perlombaan 69 Lampiran 13 – Form Risalah Rapat 70 Lampiran 14 – Rambu Pos 71

  • PeraturanKejuaraan Nasional Slalom PeraturanKejuaraan Nasional Slalom

    5

    1. DEFINISI DAN KLASIFIKASI OLAHRAGA BERMOTOR SLALOM

    1.1 DEFINISI Definisi dan singkatan dibawah ini adalah seperti yang tercantum didalam peraturan olahraga bermotor jenis Slalom. Definisi ini juga akan dipergunakan/berlaku pada Supplementary Regulation,

    Briefing dan lain–lain :

    IMI IkatanMotorIndonesia

    COC Clerk Of The Course PimpinanPerlombaan ST Steward Of The Meeting Pengawas Perlombaan CRO Competitor Relations Officer Penghubung Peserta

    SC Scrutineer Pemeriksa Teknis

    TR Technical Regulation PeraturanTeknis

    SR Supplementary Regulation PeraturanPelengkap Perlombaan

    1.2 KENDARAAN

    Semua kendaraan roda empat yang telah diproduksi untuk dikonsumsi umum sebagai sarana transportasi untuk pengangkut dan penumpang. Untuk kelas Kejurnas, kendaraan-kendaraan tersebut harus dilengkapi dengan STNK resmi yang dikeluarkan oleh POLRI. Sebagai identitas yang sah dari kendaraan tersebut. Kendaraan hanya dapat

    Dipandu oleh1 orang saja dan dilengkapi oleh 1mesin dan perlengkapan lainnya sesuai dengan spesifikasi yang dikeluarkan oleh masing–masing produsen.

    1.3 KELAS

    Adalah kelompok kendaraan,dibagi menurut jenis mesin yang mempunyai kesamaan kapasitas silinder kubik (cc) atau dapat juga dibagi menurut Ketentuan khusus lainnya.

    1.4 KATEGORI

    Adalah pengelompokkan sejumlah peserta, dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh IMI PUSAT, berdasarkan keahlian(skill), pengalaman(tahun), atau umur.

    1.5 MANUFAKTUR

    Badan hukum yang berada didalam atau luar negeri, yang telah memiliki ijin

    untuk memproduksi kendaraan bermotor dengan spesifikasi tertentu. Badan hukum tersebut juga memiliki sertifikasi kelayakan jalan untuk masing– masing tipe kendaraan yang akan dipasarkan untuk umum.

  • PeraturanKejuaraan Nasional Slalom PeraturanKejuaraan Nasional Slalom

    6

    1.6 MERK Nominasi nama yang diberikan oleh produsen kepada suatu produk dan dengan segala arti, untuk dipakai oleh satu atau lebihmodel, tipe, dan versi.

    1.7 PENGPROV IMI

    Adalah pengurus IMI Provinsi.

    1.8 SLALOM Adalah suatu kegiatan berkompetisi untuk memperoleh jumlah waktu tercepat dengan melalui sejumlah rintangan / route dan terdiri dari beberapa Heat yang ditentukan Panitia Pelaksanaan Perlombaan(RC). Kegiatan kompetisi Slalom ini akan bernaung dibawah sejumlah peraturan yang dikeluarkan oleh IMI Pusat untuk dilaksanakan dengan seadil mungkin.

    1.9 SERI Seri Kejuaraan adalah suatu Kejuaraan yang dilaksanakan terdiri atas beberapa Perlombaan yang disebut Putaran dengan Peraturan yang sama dalam jangka waktu tertentu, misalnya Seri 1 (satu) tahun

    1.10 PUTARAN Satu Putaran adalah Satu Perlombaan atau Event yang merupakan bagian dari Seri Kejuaraan

    1.11 HEAT Satu Heat adalah bagian dari Perlombaan Slalom yang dihitung / diambil waktu dari mulai Start pada Garis Start melalui route/ lintasan dengan rintangan yang ditandai dengan cone dan berakhir dengan melewati Garis

    Finish.

  • PeraturanKejuaraan Nasional Slalom PeraturanKejuaraan Nasional Slalom

    7

    2. PERATURAN PERLOMBAAN SLALOM IMI

    2.1 STATUS PERLOMBAAN DAN JUDUL PERLOMBAAN

    Lihat Peraturan Nasional Olahraga Kendaraan Bermotor 2017

    ps.10 – ps.13 (Halaman Kuning)

    2.2 PERATURAN Peraturan ini dibuat dengan bahasa Indonesia dan beberapa kata dalam bahasa Asing yang umum dipakai pada perlombaan Slalom. Peraturan Pelengkap Perlombaan akan dikeluarkan oleh panitia yang mempunyai kekuatan yang sama selama tidak bertentangan dengan buku peraturan ini dan merupakan tambahan atas peraturan ini. Peraturan ini dibuat berdasarkan dan sesuai peraturan yang berlaku dari Peraturan Nasional yang dikeluarkan IMI Pusat. Jika terjadi perbedaan pengertian atas peraturan tambahan dengan peraturan nasional, maka yang berlaku adalah peraturan Nasional.

    2.3 INTERPRETASI DAN PEMBERLAKUAN PERATURAN

    Apabila terdapat perbedaan interpretasi mengenai salah satu pasal maupun hal-hal yang tidak tercantum pada Peraturan Pelengkap Perlombaan ini, maka Pengawas Perlombaan berwenang untuk mengambil keputusan dengan berpedoman kepada ketentuan ketentuan Peraturan Nasional dari IMI Pusat (Mutlak dan Menentukan) dan tidak dapat diganggu gugat kecuali jika yang bersangkutan mengajukan naik banding sebagaimana yang tertera pada pasal Protes dan Naik Banding pada buku peraturan ini.

    2.4 YURIDIKSI

    Segala perbuatan dan pelanggaran atas peraturan dan tidak mentaati instruksi dari petugas akan dikenakan sangsi sesuai dengan yang tertera didalam peraturan ini dan sebagaimana yang tercantum didalam peraturan IMI Pusat. Peserta bertanggung jawab atas seluas luasnya atas seluruh pembayaran denda yang timbul akibat perbuatan dirinya sendiri ataupun anggota team dari peserta. Denda atau hukuman sebagaimana yang tertera pada peraturan tambahan adalah bukan sebagai pengganti dari peraturan ini tetapi merupakan sebuah peraturan tambahan atas peraturan ini maupun peraturan perihal denda dan hukuman sebagaimana yang diberlakukan Peraturan O