Ren filariasis

Download Ren filariasis

Post on 13-Apr-2018

215 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/25/2019 Ren filariasis

    1/65

    No ISBN :

    Rencana NasionalProgram Akselerasi Eliminasi Filariasis

    di Indonesia

    20

    10-2

    014

  • 7/25/2019 Ren filariasis

    2/65

  • 7/25/2019 Ren filariasis

    3/65

    KATA SAMBUTAN

    Kesehatan sebagai salah satu pilar penting dalam Indek Pembangunan Manusia

    (IPM/HDI) dapat diukur melalui indikator-indikator dalam pembangunan kesehatan. Bidang

    pengendalian penyakit dan bidang kesehatan yang berkontribusi dalam pembangunan

    kesehatan di Indonesia.

    Indonesia saat ini masih tetap menghadapi permasalahan pengendalian penyakit

    menular dan munculnya re-emerging disease, serta adanya kecenderungan meningkatnya

    penyakit tidak menular. Hal ini menunjukkan telah terjadi transisi epidemiologi penyakit,sehingga Indonesia menghadapi beban ganda pada waktu yang bersamaan (double burden).

    Pengendalian berbagai penyakit menular sampai saat ini masih menemui kendala,

    salah satunya adalah pengendalian dan pemberantasan penyakit filariasis atau kaki gajah yang

    harus dilakukan seluas wilayah kabupaten/kota. Penanganan telah dilakukan namun

    dikarenakan kendala yang ada mengakibatkan hasilnya belum maksimal. Sehingga sampai

    dengan tahun 2009 dilaporkan sebanyak 31 propinsi dan 337 kabupaten/kota endemis filariasis

    dan 11.914 kasus kronis.

    Penyakit ini termasuk penyakit yang terabaikan karena tidak adanya kepentingan

    strategis dari pihak manapun. Perlu diingat penyakit ini terkait dengan masalah gizi, kebersihan

    lingkungan, dan kemiskinan dan menyebabkan kerugian sosial, ekonomi dan kecatatan

    permanen.

    WHO menetepkan penyakit ini untuk dieliminasi didunia, oleh karena itu Indonesia pun

  • 7/25/2019 Ren filariasis

    4/65

    KATA PENGANTAR

    Tahun 2000 WHO mendeklarasikan The Global Goal of Elimination of Lymphatic

    Filariasis as a Public Health Problem by the Year 2020.Sejalan dengan itu Indonesia telah

    menetapkan Program Eliminasi Filariasis sebagai salah satu prioritas nasional pemberantasan

    penyakit menular sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 7 tahun 2005

    tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 20042009.

    Saat ini kami telah selesai melaksanakan pemetaan seluruh kabupaten/kota di

    Indonesia dan didapat prevalensi filaria rate rata-rata 19% itu berarti 40 juta penduduk bisa

    menderita filariasis di masa mendatang apabila tidak dilaksanakan Pemberian Obat MassalPencegahan filariasis dan kegiatan-kegiatan yang terencana menuju eliminasi filariasis di

    Indonesia tahun 2020.

    Oleh karena itu Rencana Nasional Program Akselerasi Eliminasi Filariasis ini dibuat,

    sebagai ROADMAP atau pedoman bagi pemangku kepentingan terkait agar turut berperan

    dalam Program Eliminasi Filariasis ini. Program Eliminasi Filariasis ini disusun berdasarkan

    analisa situasi dengan mempertimbangkan segala hal terkait agar mendapat hasil yang

    maksimal. Buku Program Rencana Nasional ini mencakup tanggung jawab pelaksana, tahapan

    perencanaan, pendukung program, koordinasi pelaksanaan, pembiayaan dan lainnya.

    Pada akhirnya, diharapkan buku ini bermanfaat bagi setiap yang membacanya. Mari kita

    bersama menyehatkan bangsa dan negara kita yang tercinta ini. Kami sadar buku rencana

    nasional program akselerasi eliminasi filariasis masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami

    sangat mengharap adanya masukan,saran maupun kritik dari para pembaca yang budiman.

  • 7/25/2019 Ren filariasis

    5/65

    RINGKASAN EKSEKUTIF

    Pendahuluan

    Filariasis atau elephantiasisatau penyakit kaki gajah, adalah penyakit yang disebabkan infeksi

    cacing filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk . Penyakit ini tersebar luas di pedesaan

    dan perkotaan. Dapat dan menyerang semua golongan tanpa mengenal usia dan jenis kelamin.

    Di dunia terdapat 1,3 miliar penduduk yang berisiko tertular penyakit kaki gajah di lebih dari 83

    negara dan 60% kasus berada di Asia Tenggara.

    Penyakit kaki gajah merupakan salah satu penyakit yang sebelumnya terabaikan. Dapat

    menyebabkan kecacatan, stigma, psikososial dan penurunan produktivitas penderitanya dan

    lingkungannya. Diperkirakan kerugian ekonomi mencapai 43 trilyun rupiah (Kementerian

    Kesehatan, 2009), jika tidak dilakukan Pemberian Obat Massal Pencegahan filariasis.

    Dengan berbagai akibat tersebut, saat ini penyakit kaki gajah telah menjadi salah satu penyakit

    yang diprioritaskan untuk dieliminasi, Di prakarsai oleh WHO sejak 1999, pada tahun 2000

    diperkuat dengan keputusan WHO dengan mendeklarasikan The Global Goal of Elimination of

    Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem by the Year 2020. Indonesia sepakat untuk

    memberantas filariasis sebagai bagian dari eliminasi filariasis global.

    Situasi Epidemi

    Hampir seluruh wilayah Indonesia adalah daerah endemis filariasis, terutama wilayah Indonesia

    Timur yang memiliki prevalensi lebih tinggi. Sejak tahun 2000 hingga 2009 di laporkan kasus

    k i fil i i b k 11 914 k b di 401 K b /k H il l

  • 7/25/2019 Ren filariasis

    6/65

    Program Eliminasi Filariasis 2010-1014

    Program akselerasi eliminasi filariasis diupayakan sampai dengan tahun 2020, dilakukan

    dengan bertahap lima tahunan yang dimulai tahun 2010-2014. Program eliminasi filariasis

    direncanakan sampai dengan 2014 atas dasar justifikasi:1) Di daerah endemis dengan angka lebih besar dari 1%, dapat dicegah penularannya

    dengan program Pemberian Obat Massal Pencegahan filariasis (POMP filariasis)

    setahun sekali, selama minimal lima tahun berturut-turut.

    2) Penyebaran kasus dengan manifestasi kronis filariasis di 401 kabupaten/kota dapat

    dicegah dan dibatasi dampak kecacatannnya dengan penatalaksanaan kasus klinis;

    3) Minimal 85% dari penduduk berisiko tertular filariasis di daerah yang teridentifikasi

    endemis filariasis harus mendapat POMP filariasis.

    Tujuan Program akselerasi eliminasi filariasis adalah pada tahun 2014 semua kabupaten/kota

    endemis wilayah Indonesia Timur telah melakukan POMP filariasis. Prioritas di Indonesia

    bagian timur dikarenakan pertimbangan tingginya prevalensi microfilaria yang tinggi (39%).

    Kabupaten/kota endemis daerah Indonesia barat dan tengah juga diharapkan akan

    melaksanakan POMP filariasis secara bertahap.

    Strategi program eliminasi filariasis selama lima tahun (2010-2014) terdiri dari lima strategi

    yaitu:

    a. Memantapkan perencanaan dan persiapan pelaksanaan termasuk sosialisasi padamasyarakat

    b. Memastikan ketersediaan obat dan distribusinya serta dana operasional

  • 7/25/2019 Ren filariasis

    7/65

    mencakup: penguatan program dan sistem kesehatan dan sumber daya manusia, peningkatan

    pencatatan dan pelaporan yang tepat waktu, meningkatkan monitoring dan evaluasi,

    meningkatkan komitmen dan dukungan pendanaan dan program melalui advokasi, dan

    sosialisasi dan mobilisasi, meningkatkan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan-

    penyuluhan, meningkatkan surveilans.

    Biaya Dan Pembiayaan Program Eliminasi Filariasis

    Dengan berdasarkan pembiayaan program filariasis tahun 2008 dan 2009, dan berdasarkan

    rencana kegiatan 2010-2014 maka disusun perkiraan kebutuhan biaya pelaksanaan Program

    Akselerasi Eliminiasi Filariasis untuk lima tahun kedepan. Dibandingkan anggaran 2008-2009,anggaran untuk 2010-2014 melonjak tajam yaitu dari USD 8.227.685 (2008) menjadi USD

    19.944.286 (2010) dan USD 34.181.410 (2014). Lonjakan biaya ini dikarenakan meluasnya

    cakupan pelaksanaan POMP filariasis di kabupaten/kota endemis agar mendapatkan hasil yang

    maksimal sampai tahun 2014. Sumber pendanaan adalah dari Pemerintah Pusat dan daerah

    serta dari donor yang terbagi dalam dua jenis, secured yaitu sumber dana yang dipastikan

    akan dialokasikan, dan unfunded yaitu dana yang belum jelas sumbernya dan harus

    diupayakan melalui advokasi bisa bersumber dari APBN (DAK,Dana Dekon,APBN-P dan APBD

    Propinsi/Kabupaten/Kota,WHO,BLN maupun sumber lain yang tidak mengikat. Kebutuhan dana

    harus didapatkan agar pelaksanaan Program Akselerasi Eliminasi Filariasis dapat mencapai

    hasil yang maksimal.

  • 7/25/2019 Ren filariasis

    8/65

    DAFTAR SINGKATAN

    BTKL-PPM : Balai Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular

    DEC : Diethylcarbamazine Citrate

    IU : implementation unit

    KAPFI : Komite Ahli Pengobatan Filariasis

    KIE : Komunikasi Informasi Edukasi

    KOMDA POMP filariasis : Komite Daerah Pemberian Obat Masal filariasis

    LSM : Lembaga Swadaya MasyarakatMYP : Multi Year Plan

    NTF : National Task Force

    P2B2 : Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang

    P2PL : Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan

    PDB : Produk Domestik Bruto

    PKK : Pembinaan Kesehatan Keluarga

    POMP filariasis : Pemberian Obat Massal Pencegahan filariasis

    Poskesdes : Pos Kesehatan Desa

    Puskesmas : Pusat Kesehatan Masyarakat

    SDM : Sumber Daya Masyarakat

    SEARO : South East Asia Region Officer

    SWOT : Strenght Weakness Oppurtunity Threat

    WHO : World Health Organization

  • 7/25/2019 Ren filariasis

    9/65

    DAFTAR ISI

    KATA SAMBUTAN ....................................................................................................................... i

    KATA PENGANTAR ................................................................................................................... ii

    RINGKASAN EKSEKUTIF ...............................................................................