perlindungan indikasi geografis dan daftar potensi indikasi geografis indonesia

Download Perlindungan Indikasi Geografis dan Daftar Potensi Indikasi Geografis Indonesia

Post on 13-Jun-2015

1.480 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pemahaman Indikasi Geografis secara umum dan berdasarkan ketentuan UU No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek serta potensi produk IG Indonesia

TRANSCRIPT

Perlindungan Indikasi Geografis dan Potensi Indikasi Geografis IndonesiaOleh Saky Septiono Indonesia merupakan Negara megadeversity dengan keragaman budaya dan sumber daya alami. Dari segi sumberdaya alami banyak produk daerah yang telah lama dikenal dan mendapatkan tempat di pasar internasional sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai contoh : Java Coffee lada, Gayo Coffee, Toraja Coffee, Tembakau Deli, Muntok White Pepper. Keterkenalan produk tersebut seharusnya diikuti dengan perlindungan hukum yang bisa untuk melindungi komoditas tersebut dari praktek persaingan curang dalam perdagangan. Pendaftaran Gayo Mountain Coffee CTM No.001242965 sebagai merek dagang di Eropah (yang sebenarnya tidak bisa didaftarkan sebagai merek) telah memicu pemilik merek yang juga eksportir kopi untuk melakukan persaingan curang, dengan melakukan pelarangan terhadap salah satu eksportir kopi Indonesia. Cv Arvis Sanada salah satu perusahaan eksportir kopi arabika asal Gayo Aceh dilarang mengeksport kopi ke daratan Eropa dengan menggunakan kata gayo dalam kemasannya, padahal biji kopi tersebut memang berasal dari Gayo Aceh. Demikian pula yang terjadi dengan kopi Toraja dimana Key Coffee Inc. Corporation dari Jepang mendaftarkan Merek Toarco Toraja dengan nomor pendaftaran 75884722. Merek tersebut selain menampilkan kata Toraja juga rumah adat Toraja sebagai latar merek. Sehingga hal tersebut bisa berakibat sama sebagaimana hal yang terjadi di Eropa. Hal ini terjadi karena produk tersebut belum terdaftar dalam perlindungan Indikasi Geografis di Indonesia dan tidak memiliki perlindungan hukum dinegara-negara tersebut, sehingga produk produk tersebut perlu didaftarkan dalam perlindungan hukum indikasi geografis. Indikasi Geografis merupakan suatu bentuk perlindungan hukum terhadap nama asal barang. Inti perlindungan hukum ini ialah bahwa pihak yang tidak berhak, tidak diperbolehkan menggunakan indikasi geografis bila penggunaan tersebut cenderung dapat menipu masyarakat konsumen tentang daerah asal produk, disamping itu indikasi geografis dapat dipakai sebagai nilai tambah dalam komersialisasi produk. Peningkatan mutu saja kini dirasa tidak cukup untuk menjadikan suatu produk bertahan dipasaran tetapi juga bisa menghilangkan produk imitasi yang beredar sehingga eksistensi mutu produk dapat dipertahankan.

I. Apakah Indikasi Geografis Perlindungan terhadap Indikasi Geografis merupakan hal baru dalam sistem perlindungan Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia. Sistem perlindungan terhadap indikasi geografis diatur dalam Perjanjian TRIPs yang mewajibkan negara-negara anggota untuk menyusun peraturan tentang indikasi geografis, dengan tujuan memberikan perlindungan hukum terhadap praktek atau tindakan persaingan curang. Indikasi Geografis memberikan perlindungan terhadap tanda yang mengindentifikasikan suatu wilayah negara, atau kawasan atau daerah di dalam wilayah tersebut sebagai asal barang, dimana reputasi, kualitas dan karakterisitik barang tersebut sangat ditentukan oleh faktor geografis yang bersangkutan. Indonesia merupakan negara megadiversity, negara dengan keragaman budaya dan sumberdaya alam, banyak produk unggulan yang dihasilkan Indonesia dan mendapatkan tempat di pasar internasional, sebagai contoh : Kopi Arabika Kintamani Bali, Java Coffee, Kopi Arabika Mandailing, Lada Putih Muntok, dan masih banyak lagi yang lain. Produk tersebut telah lama dikenal oleh konsumen di berbagai Negara sejak dahulu dan hingga sekarang produk tersebut masih diperdagangkan. Dengan semakin ketatnya persaingan, perdagangan suatu produk akan tetap mendapat permintaan tinggi apabila ciri khas dan kualitas bisa dipertahankan serta dijaga konsistensinya.

Suatu produk yang bermutu khas dan terkenal tentu banyak ditiru orang sehingga perlu diupayakan perlindungan hukum yang memadai bagi produk-produk tersebut. Dalam beberapa kasus telah terbukti bahwa nama produk Indonesia seperti Lada Putih Muntok atau Muntok White Pepper telah banyak digantikan dengan produk serupa dari Vietnam, China atau daerah lain yang diperdagangkan dengan nama Muntok White Pepper, contoh lain adalah kopi arabika Gayo, telah didaftarkan sebagai merek dagang oleh pihak asing dan akibatnya eksportir asal Gayo, Aceh dilarang memasukan produknya ke Eropa dengan nama Gayo, Demikian pula yang terjadi dengan kopi Toraja dimana Key Coffee Corporation dari Jepang mendaftarkan Merek Toarco Toraja dengan nomor pendaftaran 75884722. Merek tersebut selain menampilkan kata Toraja juga rumah adat Toraja sebagai latar merek. 2. Definisi dari Indikasi-Geografis Indikasi geografis adalah tanda yang digunakan untuk produk yang mempunyai asal geografis spesifik dan mempunyai kualitas atau reputasi yang berkaitan dengan

Saky Septiono2009. Diperbanyak guna pelatihan konsultan HKI 2009 dengan copy warna

1

asalnya. Pada umumnya indikasi geografis terdiri dari nama produk yang diikuti dengan nama daerah atau tempat asal produk. Dari segi definisi, Indikasi mengandung pengertian 1 Geografis

Box I: Definisi yang berkaitan dengan Indikasi-Geografis dalam beberapa perjanjian Internasional Indication of Source dalam Madrid Agreement, Art (1) All goods bearing a false or deceptive indication by which one of the countries to which this agreement applies, or a place situated therein, is directly or indirectly indicated as being the country ar place of origin shall be seize on importation into any of the said countries Appelations of Origin dalam Lisbon Agreement (1) .appelation of origin means the geographical name of a country, region or locality, which serves to designate a product originating therein, the quality and characteristics of which are due exclusively or essentially to the geographical environment, including natural and human factors. (2) The country of origin is the country whose name, or the country in which is situated the region or locality whose name, constitutes the appellation of origin which has given the product is reputation.

A Geographical Indication is a sign used on goods that have specific geographical origin and possess qualities or a reputation that are due to that place of origin. Most commonly, a geographical indications consists of the name of the place of origin of the goods. Agricultural products typically have qualities that derive from their place of production and are influence by specific local factors, such as climate and soil.

Dari pengertian di atas dapat diuraikan ciri atau unsur-unsur pokok Indikasi Geografis sebagai berikut:1) 2) 3) Sebagai tanda yang diambil dari nama daerah yang merupakan ciri khas suatu produk atau barang yang diperdagangkan. Sebagai tanda yang menunjukkan kualitas atau reputasi produk atau barang yang bersangkutan. Kualitas barang tersebut dipengaruhi oleh alam, cuaca dan tanah didaerah yang bersangkutan.

TRIPs art (22.1) For the purpose of this agreement, Indications which indentify agood as originating an territory of a member, or a region or locality in that territory, where a given quality, reputation or other characteristic of the good is essentially attributable to its geographical origin PP No 51 tahun 2007 Tentang Indikasi Geografis Pasal 1ayat (1) Indikasi-Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang, yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan.

Jadi jelas dari uraian diatas bahwa Indikasi geografis menyangkut perlindungan atas nama asal barang terhadap barang-barang tertentu

Perlindungan atas indikasi geografis diatur dalam ketentuan Pasal 22 sampai dengan 24 Perjanjian TRIPs. Namun demikian, istilah mengenai indikasi geografis dan perlindungan hukumnya sudah dikenal sejak dahulu. The common law doctrin of passing off, based on protection against the tort of unfair competition telah diberlakukan guna melindungi produsen dari penggunaan asal barang yang menyesatkan.2 Ketentuan hukum di Inggris dan Amerika sebagai contoh mengatur perlindungan indikasi geografis dalam collective mark dan certification mark. 3 dan pada system hukum Civil Law the appellation of origin telah digunakan untuk melindungi klaim asal barang yang menyesatkan (false claims of geographic origin) 4

Dengan demikian perlindungan atas indikasi geografis pada dasarnya telah diperkenalkan dalam beberapa konvensi internasional sebagai aturan yang universal yang bertujuan memberikan perlindungan dari praktek perdagangan curang. Konvensi-konvnsi tersebut adalah : 1. The Paris Convention. Konvensi Paris adalah perjanjian internasional yang meletakkan dasar dari prinsip protection against unfair competition yang diatur dalam ketentuan Pasal 10bis yang kemudian dipakai sebagai dasar dari pengaturan TRIPS tentang perlindungan indikasi geografis pada Pasal 22,2. 2. The Madrid Agreement. Perjanjian Madrid 14 April 1891 (The Madrid Agreement of False or Deceptive Indication of Source on Goods) yang tidak hanya menyelaraskan dengan ketentuan konvensi paris pasal 10 tentang adanya keterangan palsu dari asal barang (false indication of source) tetapi juga memperluas aturan tentang indikasi yang menyesatkan/memperdaya5 yang kemudian dituangkan dalam ketentuan Pasal 1 (1) yang berbunyi

1 2

http://www.wipo.int/geo_indications/en/about.html On the common law doctrine of passing of, lihat W.R. Cornish, Intellectual Property: Patents, Copyright, Trade Mark, and Allied Rights (4th ed.1999), at Chapter 16. 3 Di Inggris, sebagai contoh, Stilton chesse dan Harirs Tweed dilindungi dalam certification trade mark, The Harris Tweed mark terdaftar pada tahun 1909. 4 Resource Book on TRIPS and Development.,UNCTADICTSD Project on IPRs and Sustainable Development. Hal.270.Cambridge university 2005.

All goods bearing a false or deceptive indication by which one of the countries to which this agreement applies

Recommended

View more >