congestive heart failure

Download Congestive Heart Failure

Post on 10-Jul-2015

926 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) Definisi CHF adalah sindrom klinis yang ditandai oleh sesak nafas dan fatigue (saat istirahat atau saat aktivitas) yang disebabkan oleh kelainan struktur atau fungsi jantung. Paradigma Lama (Model Hemodinamik) Dulu CHF dianggap merupakan akibat dari kontraktilitas dan daya pompa sehingga diperlukan inotropik untuk meningkatkannya serta diuretik dan vasodilator untuk mengurangi beban (un-load). Paradigma Baru (Model Neurohumoral) Sekarang CHF dianggap sebagai remodelling progresif akibat beban / penyakit pada miokard sehingga pencegahan progresivitas dengan penghambat neurohumoral (neurohumoral blocker) seperti ACE-Inhibitor, Angiotensin Receptor- Blocker diutamakan di samping obat konvensional (diuretika dan digitalis) ditambah dengan terapi yang muncul belakangan ini seperti biventricular pacing, resyncronizing cardiac therapy (RCT), intra cardiac defibrillator (ICD, LV reconstruction surgery, dan mioplasti. Beberapa Istilah dalam CHF Gagal Jantung Sistolik dan Diastolik Kedua jenis ini terjadi secara tumpang tindih dan tidak dapat dibedakan dari pemeriksaan jasmani , foto toraks atau EKG dan hanya dapat dibedakan dengan eko-Doppler. Gagal jantung sistolik adalah ketidakmampuan kontraksi jantung memompa sehingga curah jantung menurun dan menyebabkan kelemahan, fatigue, kemampuan aktivitas fisik menurun dan gejala hipoperfusi lainnya. Gagal jantung diastolik adalah gangguan relaksasi dan gangguan pengisian ventrikel. Gagal jantung diastolik didefinisikan sebagai gagal jantung dengan fraksi ejeksi lebih dari 50%. Ada 3 macam gangguan fungsi diastolik yaitu gagal relaksasi, pseudo-normal, dan tipe restriktif.

Low Output and High Output Heart Failure Low output HF disebabkan oleh hipertensi, kardiomiopati dilatasi, kelainan katup dan perikard. High output HF ditemukan pada resistensi vaskular sistemik seperti hipertiroidisme, anemia, kehamilan, fistula A-F, beri-beri dan penyakit Paget.

Gagal Jantung Akut dan Kronik Contoh klasik GGA adalah robekan daun katup secara tiba-tiba akibat endokarditis, trauma atau infark miokard luas. Curah jantung yang menurun secara tiba-tiba menyebabkan penurunan tekanan darah tanpa disertai edema perifer. Contoh GGK adalah kardiomiopati dilatasi atau kelainan multivalvular yang terjadi secara perlahan-lahan. Kongesti perifer sangat menyolok, namun tekanan darah masih terpelihara dengan baik.

Gagal Jantung Kanan dan Kiri Gagal jantung kiri akibat kelemahan ventrikel, meningkatkan tekanan vena pulmonalis dan paru menyebabkan pasien sesak nafas dan ortopnea. Gagal jantung kanan terjadi kalau kelainannya melemahkan ventrikel kanan seperti pada hipertensi pulmonal primer / sekunder, tromboemboli paru kronik sehingga terjadi kongesti vena sistemik yang menyebabkan edema perifer, hepatomegali, dan distensi vena jugularis. Tetapi karena perubahan biokimia gagal jantung terjadi pada miokard kedua ventrikel, maka retensi cairan pada gagal jantung yang sudah berlangsung bulanan atau tahun tidak lagi berbeda.

Patogenesis

Diagnosis Diagnosis dibuat berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, elektrokardiografi, foto toraks, ekokardiografi-Doppler. Kriteria Framingham dapat dipakai untuk diagnosis CHF. Kriteria Major : Paroxysmal Nocturnal Dyspnea (PND) Distensi vena leher Ronki paru Kardiomegali Edema paru akut Gallop S3 Peninggian tekanan vena jugularis Refleks hepatojugular

Kriteria Minor : Edema ekstremitas Batuk malam hari Dispnea deffort Hepatomegali Efusi pleura Penurunan kapasitas vital 1/3 dari normal Takikardia (>120/menit)

Kriteria major atau minor : Penurunan berat badan >4,5 kg dalam 5 hari setelah terapi

Diagnosa ditegakkan dari 2 kriteria major, atau 1 kriteria major dan 2 kriteria minor harus ada pada saat bersamaan. New York Heart Association Functional Class (NYHA FC) NYHA FC I NYHA FC II NYHA FC III NYHA FC IV Penatalaksanaan Mengurangi After load : Dengan vasodilator : ACE-Inhibitor atau ARB Dengan istirahat Digitalis bila ada AF, SVT Pacu jantung Diuretik : Loop diuretik Distal diuretik Diet rendah garam: RG I : 200-400 mg/hari RG II : 600-800 mg/hari RG III : 100-1200 mg/hari Tidak ada keterbatasan kerja Aktivitas biasa tidak ada keluhan, pekerjaan berat (+) Aktivitas biasa keluhan (+), pekerjaan berat keluhan (+) Istirahat saja keluhan (+)

HIPERTENSIVE HEART DISEASE (HHD) Definisi HHD adalah istilah yang diterapkan untuk menyebutkan penyakit jantung secara keseluruhan, mulai dari left ventricle hyperthrophy (LVH), aritmia jantung, penyakit jantung koroner, dan penyakit jantung kronis, yang disebabkan kerana peningkatan tekanan darah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Patogenesis LVH merupakan kompensasi jantung menghadapi tekanan darah tinggi ditambah dengan faktor neurohumoral yang ditandai oleh penebalan konsentrik otot jantung (hipertrofi konsentrik). Fungsi diastolik akan mulai terganggu akibat dari gangguan relaksasi ventrikel kiri, kemudian disusul oleh dilatasi ventrikel kiri (hipertrofi eksentrik). Rangsangan simpatis dan aktivasi sistem RAA memacu mekanisme Frank-Sterling melalui peningkatan volume diastolik ventrikel sampai tahap tertentu dan pada akhirnya akan terjadi gangguan kontraksi miokard (penurunan / gangguan fungsi sistolik). Iskemia miokard dapat terjadi karena kombinasi akselerasi proses aterosklerosis dengan peningkatan kebutuhan oksigen miokard akibat LVH.

Gejala Klinis Pada tahap awal, seperti hipertensi pada umumnya kebanyakan pasien tidak ada keluhan. Bila simptomatik maka biasanya disebabkan oleh : Peninggian tekanan darah itu sendiri, seperti berdebar-debar, rasa melayang (dizzy) Penyakit jantung / vaskular hipertensi seperti cepat capek, sesak nafas, sakit dada, bengkak kedua kaki atau perut. Gangguan vaskular lainnya adalah epistaksis, hematuria, pandangan kabur karena perdarahan retina dan transient cerebral ischemic.

Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik dimulai dengan menilai keadaan umum, memperhatikan keadaan khusus seperti Cushing, Feokromasitoma, perkembangan tidak proposional tubuh atas disbanding tubuh bawah yang sering ditemukan pada koarktasio aorta. Pengukuran tekanan darah di tangan kiri dan kanan saat berbaring dan berdiri. Pemeriksaan jantung untuk mencari pembesaran jantung ditujukan untuk menilai LVH dan tanda-tanda gagal jantung. Impuls apeks yang prominen. Bunyi jantung S2 yang meningkat akibat kerasnya penutupan katup aorta. Kadang ditemukan murmur diastolik akibat regurgitasi aorta. Bunyi S4 (gallop atrial atau presistolik) dapat ditemukan akibat dari peninggian tekanan atrium kiri. Sedangkan bunyi S3 (gallop ventrikel atau protodiastolik) ditemukan bila tekanan akhir sistolik ventrikel kiri meningkat akibat dari dilatasi ventrikel kiri. Bila S3 dan S4 ditemukan bersama disebut summation gallop. Paru perlu diperhatikan apakah ada suara nafas tambahan seperti ronki basah atau ronki kering. Pemeriksaan perut ditujukan untuk mencari aneurisma, pembesaran hati, limpa, ginjal dan asites. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan laboratorium awal meliputi :

Urinalisis : protein, leukosit, eritrosit, silinder Hemoglobin / hematokrit Elektrolit darah : kalium Ureum / kreatinin Gula darah puasa Total kolesterol EKG Pemeriksaan tambahan : TSH Leukosit darah Lipid Profile Foto toraks Ekokardiografi

Indikasi ekokardiografi pada pasien hipertensi : Konfirmasi gangguan jantung atau murmur Hipertensi dengan kelainan katup Hipertensi pada anak atau remaja Hipertensi saat beraktivitas, normal saat istirahat Hipertensi disertai sesak nafas yang belum jelas sebabnya

Penatalaksanaan Pasien hipertensi pasca infark jantung sangat mendapat manfaat pengobatan dengan blocker, ACE-Inhibitor, atau antialdosteron. Pasien hipertensi dengan risiko PJK yang tinggi mendapat manfaat dengan pengobatan diuretik, -blocker, calcium channel blocker. Pasien hipertensi dengan gangguan fungsi ventrikel mendapat manfaat tinggi dengan pengobatan diuretik, -blocker, ACE-Inhibitor, dan antagonis alodosteron. Bila sudah dalam tahap gagal jantung hipertensi, maka prinsip pengobatannya sama dengan pengobatan gagal jantung yang lain yaitu, diuretik, -blocker, ACE-Inhibitor, ARB.

PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) Definisi PJK adalah keadaaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan otot jantung atas oksigen dengan penyediaan yang diberikan oleh pembuluh darah koroner. Etiologi Penyakit jantung koroner dapat disebabkan oleh beberapa hal : 1. Penyempitan (stenosis) dan penciutan (spasme) a coronaria, akan tetapi penyempitan bertahap akan memungkinkan berkembangnya kolateral yang cukup sebagai pengganti. 2. Aterosklerosis, menyebabkan sekitar 98% kasus PJK. 3. Penyempitan a coronaria pada sifilis, aortitis takayasu, berbagai jenis arteritis yang mengenai a coronaria, dll. Faktor Risiko Faktor risiko ada yang dapat dimodifikasi dan ada yang tidak dapat dimodifikasi. Faktor risiko penting yang dapat dimodifikasi adalah merokok, hiperlipoproteinemia dan hiperkolesterolemia, hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah usia, jenis kelamin, riwayat keluarga dengan aterosklerotik

Risiko aterosklerosis koroner meningkat dengan bertambahnya usia; penyakit yang serius jarang terjadi sebelum usia 40 tahun. Tetapi hubungan antara usia dan timbulnya penyakit mungkin hanya mencerminkan lebih panjangnya lama paparan terhadap faktor- faktor aterogenik. Wanita agaknya relatif kebal terhadap penyakit ini sampai menopause, dan kemudian menjadi sama rentannya seperti pria; diduga oleh adanya efek perlindungan estrogen. Orang Amerika-Afrika lebih rentan terhadap ateros-klerosis daripada orang kulit putih. Riwayat keluarga yang positif terhadap penyakit jantung koroner (saudara atau orang tua yang menderita penyakit ini sebelum usia 50 tahun) meningkatkan kemungkinan timbulnya aterosklerosis prematur. Pentingnya pengaruh genetik dan li