bab ii landasan teori 2.1 anggaran 2.1.1 pengertian ii.pdf · 2.1.1 pengertian anggaran ......

Download BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Anggaran 2.1.1 Pengertian II.pdf · 2.1.1 Pengertian Anggaran ... Pengertian

Post on 07-Mar-2019

217 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

8

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Anggaran

2.1.1 Pengertian Anggaran

Anggaran merupakan sesuatu hal yang mendasar bagi keberlangsungan

sebuah perusahaan. Anggaran dapat menjadi tolak ukur apakah perusahaan

mampu bertumbuh dengan rencana rencana kegiatan serta menjalankan strategi

guna mencapai visi misinya. Perusahaan dapat menentukan keputusan juga dari

anggaran tahun sebelumnya dimana perusahaan diharapkan dapat mencapai target

dengan mengevaluasi kegiatan berdasarkan rencana anggaran sebelumnya.

Pengertian anggaran dapat didefinisikan menurut beberapa ahli, yaitu :

a. Menurut Mulyadi (2001 : 488) Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif, yang diukur dalam satuan moneter

standar dan satuan ukuran yang lain, yang mencakup jangka waktu satu

tahun.

b. Menururt M. Munanadar (2007:1) Anggaran adalah suatu rencana yang

disusun secara sistematis, meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang

dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka

(periode) tertentu yang akan datang.

Dari beberapa pendapat tersebut maka pengertian anggaran dapat

disimpulkan menjadi suatu rencana kerja yang telah disusun dengan aturan

tertentu untuk kegiatan perusahaan dalam jangka waktu kurang lebih satu tahun

dan akan datang.

2.1.2 Fungsi Anggaran

Menurut teori, anggaran memiliki fungsi-fungsi yang menunjang

keberlangsungan perusahaan menuju ke arah yang lebih baik. Perusahaan dapat

9

merencanakan adanya anggaran, bahkan hingga melakukan pengawasan.

Anggaran memiliki beberapa fungsi yang menguntungkan bagi perusahaan,

seperti menurut Nafarin (2007:27), anggaran memiliki tiga fungsi yaitu :

1. Fungsi Perencanaan

Anggaran merupakan alat perencanaan tertulis yang menuntut pemikiran teliti,

karena anggaran memberikan gambaran yang lebih nyata /jelas dalam unit dan

uang.

2. Fungsi Pelaksanaan

Anggaran merupakan pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan, sehingga

pekerjaan dapat dilaksanakan secara selaras dalam mencapai tujuan (laba).

3. Fungsi Pengawasan

Anggaran merupakan alat pengendalian/pengawasan ( controlling ).

Pengawasan berarti mengevaluasi (menilai) terhadap pelaksanaan, dengan cara:

a. Membandingkan realisasi dengan rencana (anggaran).

b. Melakukan tindakan perbaikan bila dipandang perlu (atau bila terdapat

penyimpangan yang merugikan).

Dapat disimpulkan bahwa anggaran memiliki beberapa fungsi yaitu

perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang menguntungkan untuk

perusahaan apabila fungsi tersebut dijalankan dengan sesuai. Perusahaan dapat

menjalankan pekerjaan sesuai dengan acuan dari perencanaan dan menghasilkan

kegiatan yang sesuai ketika pelaksanaan, apabila dibandingkan maka akan terjadi

kesesuaian antara rencana dan realisasinya.

10

2.1.3 Manfaat Anggaran

Anggaran memiliki beberapa manfaat yang berguna dalam perusahaan.

Manfaat anggaran yang utama dikemukakan menurut Supriyono (2014:18)

sebagai berikut :

a. Anggaran dapat digunakan alat koordinasi berbagai kegiatan perusahaan,

misalnya koordinasi antara kegiatan penjualan dengan kegiatan produksi.

b. Penyusunan anggaran merupakan kekuatan manajemen dalam menyusun

perencanaan, dimana manajemen melihat ke depan untuk menentukan tujuan

perusahaan yang dinyatakan di dalam ukuran finansial

c. Implementasi anggaran dapat menciptakan alat untuk pengawasan kegiatan

perusahaan.

d. Manajemen dapat memeriksa dengan seksama penggunaan sumber ekonomi

yang dimiliki perusahaan apakah dapat berdaya guna atau berhasil guna.

e. Pemakaian anggaran mengakibatkan timbulnya suasana yang bersemangat

untuk memperoleh laba.

f. Pemakaian anggaran dapat mendorong dipakainya standar sebagai alat

pegukur prestasi suatu bagian atau individu di dalam organisasi perusahaan.

g. Pemakaian anggaran dapat membantu manajemen di dalam pengambilan

keputusan.

Anggaran memiliki beberapa manfaat yang berguna bagi perusahaan.

Anggaran sangat menentukan untuk perusahaan guna penentuan keputusan dan

pengambilan strategi. Selain itu, anggaran mampu digunakan sebagai pengawas

11

kegiatan perusahaan, apakah perusahaan dapat menggunakan anggaran secara

efektif dan efisien atau tidak.

2.1.4 Proses Penyusunan Anggaran

Dalam menentukan anggaran itu sendiri, memerlukan penyusunan anggaran

dengan beberapa tahapan agar sesuai dengan teori. Teori penyusunan anggaran

menurut Nafarin (2013:9), proses penyusunan anggaran dibagi kedalam beberapa

tahapan antara lain:

1. Penentuan Pedoman Anggaran

Anggaran yang dibuat pada tahun yang akan datang sebaiknya disiapkan

beberapa bulan sebelum tahun anggran berikutnya dimulai. Dengan

demikian anggaran yang dibuat dapat digunakan pada awal tahun

anggaran.

2. Persiapan Anggaran

Manajer pemasaran sebelum menyusun anggaran penjualan (sales budget)

terlebih dahulu menyusun ramalan penjualan (sales forecast). Dalam tahap

persiapan anggaran ini, biasanya diadakan rapat atas bagian terkait saja.

3. Tahap Penentuan Anggaran

Pada tahap ini, semua manajer dan direksi mengadakan rapat meliputi

kegiatan :

a. Perundingan untuk menyesuaikan rencana akhir setiap komponen

anggaran.

b. Mengoordinasikan dan menelaah komponen anggaran

c. Pengesahan dan pendistribusian anggaran

12

4. Pelaksanaan anggaran

Untuk kepentingan pengawasan, setiap manajer membuat laporan realisasi

anggaran. setelah dianalisis kemudian laporan realisasi anggaran

disampaikan pada direksi.

Proses penyusunan anggaran menurut teori dibagi menjadi empat,

penentuan pedoman anggaran, persiapan anggaran, tahap penentuan

anggaran, dan pelaksanaan anggaran. Dimana tahap persiapan anggaran dan

tahap penentuan anggaran menjadi penentu untuk tahap selanjutnya yaitu

pelaksaan anggaran.

2.1.5 Metode Penyusunan Anggaran

Penyusunan anggaran dikelompokkan dalam beberapa metode. Dalam

pemilihan metode tergantung dengan kebijakan manajemen perusahaan

dimana setiap perusahaan memiliki metode-metode penyusunan yang

disesuaikan dengan keadaan managemen sehingga dapat memilih metode

yang paling efektif untuk diterapkan. Menurut Harahap (2008:20), metode

yang dapat dipergunakan dalam penyususnan anggaran adalah sebagai

berikut:

1. Otoriter atau Top Down

Dalam metode ini anggaran disusun dan ditetapkan sendiri oleh

pimpinan dan anggaran ini dilaksanakan oleh bawahan tanpa adanya

13

keterlibatan bawahan dan penyusunannya. Metode ini ada baiknya

digunakan bila karyawan tidak mampu menyusun anggaran atau dianggap

terlalu lama dan tidak tepat jika diserahkan kepada bawahannya. Hal ini

bisa terjadi dalam perusahaan yang karyawannya tidak memiliki cukup

keahlian untuk menyusun anggaran. Atasan bisa saja menggunakan jasa

konsultan atau tim khusus untuk melaksanakan.

2. Demokrasi atau Bottom Up

Dalam metode ini, anggaran disusun berdasarkan hasil keputusan

karyawan. Anggaran disusun mulai dari bawahan sampai atasan. Dimana

diserahkan sepenuhnya menyusun anggarann yang ditargetkan pada masa

yang akan datang. Metode ini digunakan jika karyawan sudah memiliki

kemampuan dalam menyusun anggaran dan tidak dikhawatirkan akan

menimbulkan proses yang lama dan berlarut.

3. Campuran antara Top Down dan Bottom Up

Metode terakhir ini merupakan campuran dari kedua metode

diatas, penyusunan anggaran dimulai dari atas dan selanjutntya diserahkan

untuk dilengkapi dan dilanjutkan oleh karyawan bawahan. Jadi pedoman

dari atasan atau pimpinan dan kemudian dijabarkan oleh bawahan sesuai

dengan arahan dari atasan.

14

Metode penyusunan anggaran, dapat berupa top down, bottom up atau

keduanya. Metode tersebut dapat disesuaikan dengan keadaan sebuah

perusahaan.

2.1.6 Tahap Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran

1. Penentuan pedoman anggaran

Anggaran yang akan dibuat pada tahun akan datang sebaiknya disiapkan

disiapkan bebrapa bulan sebelum tahun anggaran berikutnya dimulai.

Sebelum penyusunan anggaran, terlebih dahulu manajemen puncak

melakukan dua hal yaitu:

a. Menetapkan rencana besar perusahaan, seperti tujuan, kebaikan

dan asumsi sebagai dasar penyusunan anggaran.

b. Membentuk panitia penyusun anggaran

2. Persiapan anggaran

Dalam persiapan anggaran bagian-bagian yang terkait dengan

anggaran mengadakan rapat untuk membuat suatu anggaran, dalam

pembuatan suatu anggaran ditentukan juga ramalan penjualan setelah

penyusunan ramalan penjualan bagian pemasaran bekerja sama dengan

manajer umum dan manajer keuangan untuk menyusun anggaran :

a. Anggaran Penjualan

b. Anggaran beban penjualan

c. Anggaran piutang usaha

15

Setelah itu manajer produksi bekerja sama dengan manajer keuangan

dan umum untuk menyusun :

a. Anggaran

Recommended

View more >