TEKNOLOGI SISTEM CERDAS VIRTUAL REALITY - ?· Virtual Reality (VR) merupakan teknologi yang menggabungkan…

Download TEKNOLOGI SISTEM CERDAS VIRTUAL REALITY - ?· Virtual Reality (VR) merupakan teknologi yang menggabungkan…

Post on 03-Mar-2019

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Lisensi Dokumen:

Copyright 2008-2017 ilmuti.org

Seluruh dokumen di ilmuti.org dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial

(nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap

dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari ilmuti.org

TEKNOLOGI SISTEM CERDAS VIRTUAL REALITY

Malik Lukman Hakim

maliklukmanhakim24@gmail.com :: http://maliklukmanhakim.com

Abstrak

Virtual Reality (VR) merupakan teknologi yang menggabungkan objek tiga dimensi

(3D) dipadukan dengan pendengaran dan pengelihatan stereotip yang menghasilkan

efek pengguna seakan sedang berada dalam lingkungan virtual. Pengenalan ibadah

Umrah dengan memasukkan materi kedalam sebuah lingkungan berteknologi VR dapat

menjadikan pengenalan semakin menarik serta visual dan sampai saat ini aplikasi media

informasi ibadah Umrah belum ada yang menerapkan konsesp Virtual Reality dalam

pengembangannya. Berdasarkan hal tersebut maka dibuat aplikasi 3D Virtual Reality :

Virtual Manasik Umrah menggunakan Unity 3D Game Engine berbasis Android.

Pembuatan aplikasi Virtual Manasik Umrah merupakan lingkungan virtual dari tempat

dan kegiatan ibadah Umrah yang memiliki tempat-tempat yang akan di gambarkan

secara virtual kedalam aplikasi, diantaranya ihram, thawaf, sai, serta ihram

menggunakan Unity3D sebagai engine. Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi Virtual

Manasik Umrah berbentuk file .apk berukuran 170 MB yang dijalankan pada perangkat

android dengan spesifikasi minimal : prosesor quad-core 1.6 GHz, GPU Adreno 305

dan RAM 1GB serta memiliki sensor gyro. 3D Virtual Reality : Virtual Manasik Umrah

diharapkan mampu menciptakan gambaran visual terhadap Umrah, sehingga dapat

dijadikan sebagai media perkenalan Umrah dan juga sebagai sarana informasi yang

interaktif.

Kata kunci : Virtual Reality, 3D, Teknologi, Visual, Aplikasi

mailto:maliklukmanhakim24@gmail.comhttp://maliklukmanhakim.com/

Lisensi Dokumen:

Copyright 2008-2017 ilmuti.org

Seluruh dokumen di ilmuti.org dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial

(nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap

dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari ilmuti.org

Pendahuluan

Teknologi semakin berkembang, dan perkembangan tersebut bertujuan untuk

mempermudah pekerjaan manusia. Dan kini tren teknologi lebih ditekankan agar dapat

mengikuti cara pikir manusia, dan itulah yang mendasari perkembangan dari Artificial

Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Salah satu hasil dari perkembangan

kecerdasan buatan adalah produk Virtual Reality yang kini menjadi tren di masyarakat,

baik dalam dunia medis, militer maupun video game. Output dari VR adalah hasil

visualisasi suatu kejadian yang digambarkan ke dalam bentuk 3 dimensi. Di dalam

aplikasi VR tidak hanya membuat visuaisasi dari indra penglihatan, tetapi juga

pendengaran yang dengan bantuan AI bias divisualisasikan seolah-olah pengguna

mengalami kejadian yang sebenernya

Pembahasan

Pengertian Artificial Intelligence

Artificial Intelligence (AI) atau disebut juga kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang

diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan

pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Banyak hal yang kelihatannya sulit

untuk kecerdasan manusia, tetapi untuk Informatika relatif tidak bermasalah. Contohnya

mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan integral, membuat

permainan catur atau Backgammon. Di sisi lain, hal yang bagi manusia kelihatannya

menuntut sedikit kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk direalisasikan dalam

Informatika, contohnya pengenalan Obyek/Muka.

Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang

sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan

adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin.

Lisensi Dokumen:

Copyright 2008-2017 ilmuti.org

Seluruh dokumen di ilmuti.org dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial

(nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap

dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari ilmuti.org

Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk mengotomatisasikan tugas-

tugas yang membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk contohnya adalah pengendalian,

perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan

pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah

menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi

masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang

ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer. Seperti yang telah dibangun dalam beberapa

aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game.

Pengertian Virtual Reality

Virtual Reality (VR) terdiri dari dua kata, virtual dan reality. Virtual berarti maya/tidak

nyata, dan reality berarti kenyataan. Virtual reality memiliki arti kenyataan yang

bersifat maya. Virtual reality adalah suatu teknologi yang memungkinkan penggunanya

merasa berada di dalam dunia virtual (maya), dan penggunanya dapat berinteraksi

dengan lingkungan virtual yang disimulasikan oleh komputer, sehingga membuat

pengguna seolah olah terlibat secara fisik maupun psikologis. Teknologi Virtual Reality

ini memberikan pengalaman visual kepada penggunanya yang ditampilkan dalam layar

komputer, tetapi beberapa aplikasi dari Virtual Reality ini menggabungkan pengalaman

indera lain di dalamnya, seperti indra pendengaran melalui speaker atau earphone yg

menirukan suara pada kejadian yang sedang divisualisasikan.

Sejarah Virtual Reality

Sejarah awal lahirnya Virtual Reality dimulai saat Morton Heilig, seorang

Sinematografer, dia menciptakan sebuah simulator yang disebut Sensorama, sebuah

simulator yang dapat meliputi semua indera kita secara efektif, yang kemudian

dituangkan kedalam layar pada tahun 1962. Kemudian pada tahun 1966, Ivan

Sutherland, dengan bantuan muridnya Bob Sproull, menemukan atau menciptakan

Lisensi Dokumen:

Copyright 2008-2017 ilmuti.org

Seluruh dokumen di ilmuti.org dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial

(nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap

dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari ilmuti.org

Head-mounted Display (HMD), yang di klaim adalah sebagai jendala menuju dunia

virtual. Tetapi, HMD yang pertama kali diciptakan oleh Ivan Sutherland ini masih

sangat berat, sehingga pemakaiannya harus digantung dan tidak dapat dibawa kemana

mana. Lalu pada tahun 1977, MIT menciptakan salah satu teknologi Virtual Reality

pertama yaitu Peta Bioskop Aspen. Programnya adalah suatu simulasi kasar tentang

kota Aspen di Calorado. Di Peta Bioskop Aspen ini, penggunanya bisa menjelajahi

kota virtual tersebut dalam tiga pilihan musim, yaitu musim panas, musim dingin, dan

musim semi. Akhir tahun 1980, istilah Virtual Reality telah dipopulerkan oleh Jaron

Lanier, salah satu pelopor modern di bidang Virtual Reality. Lanier yang telah

mendirikan perusahaan VPL Riset pada tahun 1985, yang mengembangkan dan

membangun sistem Kacamata hitam dan sarung tangan yang terkenal pada masa itu.

Istilah Realitas maya tidak pasti asalnya. Pengembang realitas maya, Jaron

Laniermengakui bahwa ia menggunakan istilah itu pertama kali dan ada istilah yang

terkait digunakan oleh Myron Krueger adalah kenyataan tiruan telah digunakan sejak

1970.Virtual Reality sering digunakan untuk menggambarkan berbagai aplikasi,

umumnya terkait dengan mendalam,sangat visual,3D lingkungan.

CAD pengembangan perangkat lunak, akselerasi perangkat keras grafik, kepala-mount

display, sarung tangan database dan miniaturisasi telah membantu mempopulerkan

gagasan.Dalam buku The Metaphysics of Virtual Reality, Michael R.

Heim mengidentifikasi tujuh konsep yang berbeda Virtual Reality yaitu :

Simulasi

Interaksi

Kepalsuan

Imersi

Tele Presence

Seluruh Tubuh Imersi

Lisensi Dokumen:

Copyright 2008-2017 ilmuti.org

Seluruh dokumen di ilmuti.org dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial

(nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap

dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari ilmuti.org

Jaringan Komunikasi

Untuk memasuki Virtual Reality, pengguna mengenakan sarung tangan khusus,

earphone, dan kacamata khusus yang terhubung dengan komputer dan sistem yang di

dalamnya. Melalui cara ini, setidaknya tiga indera tubuh kita terkontrol oleh komputer.

Untuk hasil yang lebih baik, biasanya piranti Virtual Reality ini juga memonitor apa

yang dilakukan user. Misalnya kacamata yang mengontrol pergerakkan bola mata

pengguna dan meresponnya dengan mengirim masukkan video yang baru. Virtual

Reality kadang digunakan untuk menyebut dunia virtual yang disajikan ke dalam

komputer,seperti pada berbagai macam game permainan komputer yang kini marak

perkembangannya,meskipun hanya berbasis representasi teks,suara dan grafis.

Sekarang,istilah Virtual Reality mulai tergantikan oleh istilah Virtual Envoronment oleh

para ahli komputer. Konsepnya tetap sama, yaitu mensimulasikan lingkungan 3-D yang

bisa dijelajahi oleh pengguna seolah-olah benar-benar bisa dirasakan lewat indera.

Peranti Virtual Reality

Lisensi Dokumen:

Copyright 2008-2017 ilmuti.org

Seluruh dokumen di ilmuti.org dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial

(nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap

dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari ilmuti.org

Untuk mewujudkan suasana yang menyerupai keadaan di dunia nyata, virtual reality

menggunakan peralatan-peralatan khusus yaitu glove, headset, dan walker.

Glove adalah peranti input yang dapat menangkap gerakan tangan dan

mengirimkan informasi gerakan ke sistem virtual reality. Berikut adalah gambar

glove:

Gambar1

Lisensi Dokumen:

Copyright 2008-2017 ilmuti.org

Seluruh dokumen di ilmuti.org dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial

(nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap

dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari ilmuti.org

Headset adalah peranti input dan output yang berfungsi untuk memonitor

gerakan kepala. Selain itu, peranti inilah yang memberikan pandangan

lingkungan yang semu kepada pemakai sehingga seolah-olah pemakai melihat

dunia nyata. Berikut adalah contoh dari headsetnya:

Gambar 2

Lisensi Dokumen:

Copyright 2008-2017 ilmuti.org

Seluruh dokumen di ilmuti.org dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial

(nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap

dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari ilmuti.org

Walker adalah peralatan yang dimaksudkan untuk memantau gerakan kaki.

Peralatan ini dapat digunakan untuk mengatur kaki pemakai agar merasakan

beban seperti kalau melangkah dalam dunia nyata. Sebagai contoh, kaki akan

terasa berat untuk melangkah ketika pemakai sedang menghadapi dunia semu

berupa rawa atau medan berlumpur. Walker dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 3

2.4 Elemen dalam Virtual Reality

Adapun elemen yang terdapat dalam Virtual Reality antara lain :

Virtual World / Dunia Virtual, yaitu konten yang terdapat dalam medium yang

diberikan. Konten ini dapat berupa screen play/script.

Immersion, yaitu sensasi pengguna berada di suatu lingkungan. Immersion dapat

dibagi menjadi :

Lisensi Dokumen:

Copyright 2008-2017 ilmuti.org

Seluruh dokumen di ilmuti.org dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial

(nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap

dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari ilmuti.org

1. Physical Immersion, yaitu sensasi badan kita atau fisik kita memasuki suatu

media.

2. Mental immersion, yaitu sensasi pengguna berada di dalam lingkungan virtual

(virtual environtment).

Interactivity, yakni virtual world dapat merespon aksi yang dilakukan user.

Komputer membuat hal ini mungkin terjadi dan dapat dilakukan secara real-

time.

Sensory Feedback, yaitu informasi mengenai virtual world ditampilkan ke indera

user. Dapat bersifat secara visual, audio, maupun sentuhan

Kegunaan Virtual Reality

Dalam perkembangan teknologi saat ini, Virtual Reality digunakan di berbagai bidang,

diantaranya adalah seperti berikut:

Bidang Militer

Contoh aplikasinya adalah SIMNET. SIMNET adalah jaringan area luas dengan

simulator kendaraan dan menampilkan simulasi tempur yang real-time: tank, helikopter

dan pesawat di medan perang virtual.

Pelatihan menggunakan peralatan yang sebenarnya sangat mahal dan berbahaya.

SIMNET dapat digunakan dengan jarak jauh secara bersamaan, misalnya latihan antar

Negara, mampu mensimulasikan skenario perang tertentu, sangat mengurangi biaya

pelatihan dan risiko cedera pribadi (Rheingold 1992). Network SIMNET awalnya

dijalankan kecepatan sekitar 56 kbit / s jalur dial-up, menggunakan prosesor paralel

untuk kompres paket melalui link data. Lalu lintas ini tidak hanya berisi data kendaraan,

tetapi suara juga terkompresi.

Lisensi Dokumen:

Copyright 2008-2017 ilmuti.org

Seluruh do...

Recommended

View more >