sejarah perkembangan surat khabar

6
SEJARAH PERKEMBANGAN SURAT KHABAR Surat khabar pertama kalinya diterbitkan di Amerika Syarikat dengan diberi nama “Public Occurrenses Both Foreign and Domestick” pada tahun 1690. Surat khabar tersebut diusahakan oleh Benjamin Harris, seorang warganegara Inggeris. Malangnya, akhbar tersebut hanya dapat diterbitkan sekali sahaja kerana tidak mendapat kelulusan atau permt penerbitan daripada pihak kerajaan Inggeris pada ketika itu. Pihak kerajaan Inggeris membuat peraturan bahawa, segala usaha penerbitan harus mempunyai kelulusan penerbitan. Hali ini kerana, mereka takut mesin-mesin cetak tersebut akan menyebarkan berita-berita yang boleh menggugat kuasa pentadbiran mereka. Pada ketika dahulu, surat khabar tidak sama seperti surat khabar yang terdapat pada masa sekarang kerana pada masa dahulu, surat khabar dikelola semasa zaman kegelapan atau zaman kejatuhan dalam bentuk jurnal. Hal ini disebabkan oleh surat khabar ketika itu telah jatuh ke tangan parti-parti politik yang saling bertelagah antara satu sama lain. Tidak ada usaha sedikitpun untuk membuat berita secara objektif., kecuali untuk menjatuhkan antara satu sama lain. Kemudian, dunia persuratan khususnya surat khabar mulai menampakan era kebangkitannya. James Gordon Bennet, seorang warganegara Skotland melakukan revolusinisasi terhadap perusahaan surat khabar pada tahun 1835. Setelah bekerja di beberapa syarikat akhbar daripada Boston sehinggalah ke Savannah akhirnya dia pun mendirikan surat kabar sendiri.

Upload: puterasulung

Post on 10-Aug-2015

180 views

Category:

Documents


1 download

DESCRIPTION

Sejarah Perkembangan Surat Khabar

TRANSCRIPT

Page 1: Sejarah Perkembangan Surat Khabar

SEJARAH PERKEMBANGAN SURAT KHABAR

Surat khabar pertama kalinya diterbitkan di Amerika Syarikat dengan diberi nama

“Public Occurrenses Both Foreign and Domestick” pada tahun 1690. Surat khabar tersebut

diusahakan oleh Benjamin Harris, seorang warganegara Inggeris. Malangnya, akhbar tersebut

hanya dapat diterbitkan sekali sahaja kerana tidak mendapat kelulusan atau permt penerbitan

daripada pihak kerajaan Inggeris pada ketika itu. Pihak kerajaan Inggeris membuat peraturan

bahawa, segala usaha penerbitan harus mempunyai kelulusan penerbitan. Hali ini kerana,

mereka takut mesin-mesin cetak tersebut akan menyebarkan berita-berita yang boleh

menggugat kuasa pentadbiran mereka.

Pada ketika dahulu, surat khabar tidak sama seperti surat khabar yang terdapat pada masa

sekarang kerana pada masa dahulu, surat khabar dikelola semasa zaman kegelapan atau

zaman kejatuhan dalam bentuk jurnal. Hal ini disebabkan oleh surat khabar ketika itu telah

jatuh ke tangan parti-parti politik yang saling bertelagah antara satu sama lain. Tidak ada

usaha sedikitpun untuk membuat berita secara objektif., kecuali untuk menjatuhkan antara

satu sama lain.

Kemudian, dunia persuratan khususnya surat khabar mulai menampakan era kebangkitannya.

James Gordon Bennet, seorang warganegara Skotland melakukan revolusinisasi terhadap

perusahaan surat khabar pada tahun 1835. Setelah bekerja di beberapa syarikat akhbar

daripada Boston sehinggalah ke Savannah akhirnya dia pun mendirikan surat kabar sendiri.

Namanya ”New York Herald” dengan modal pinjaman sebesar 500 dollar. Percetakannya

dikerjakan di ruang bawah tanah di Wall Street dengan mesin cetak yang sudah tuam dan

semua pekerjaan reportase dilakukannya sendiri.

”The Herald” dan Bennet memperlihatkan kepada Amerika dan dunia tentang bagaimana cara

mendapatkan berita. Tidak lama kemudian Bennet pun berhasil meraih kesuksesan dan

membangun kantor beritanya sama seperti kantor-kantor perusahaan surat kabar yang banyak

kita jumpai sekarang. Dia juga sudah menempatkan koresponden-korespondennya di luar

negeri di mana beritanya dikirim dengan usaha paket milik Bennet sendiri, dari pelabuhan

New York ke kantornya di kota. Dia juga yang pertama-tama mendirikan biro di Washington,

dan memanfaatkan jasa telegraf yang baru saja ditemukan.

Page 2: Sejarah Perkembangan Surat Khabar

Sejak itulah berita sudah mulai dipilah-pilahkan menurut tingkat kepentingannya, tapi tidak

berdasarkan kepentingan politik. Bennet menempatkan politik di halaman editorial. Isi

korannya yang meliputi soal bisnis, pengadilan, dan kehidupan sosial masyarakat New York

memang tidak bisa dijamin keobyektifatnya, tetapi setidaknya sudah jauh berubah lebih baik

dibandingkan koran-koran sebelumnya.

Enam tahun setelah ”Herald” beredar, saingannya mulai muncul. Horace Greely

mengeluarkan koran “The New York Tribune”. Tribune pun dibaca di seluruh Amerika.

Pembacanya yang dominan adalah petani, yang tidak peduli apakah mereka baru sempat

membaca korannya setelah berminggu-minggu kemudian. Bagi orang awam, koran ini

dianggap membawa perbaikan bagi negara yang saat itu kurang terkontrol dan penuh bisnis

yang tidak teratur.

Koran besar yang ketiga pun muncul di New York di tahun 1851, ketika Henry J.

Raymond mendirikan koran dengan nama “The New York Times”, atas bantuan mitra

usahanya, George Jones. Raymond-lah yang mempunyai gagasan untuk menerbitkan koran

yang non partisan kepada pemerintah maupun perusahaan bisnis. Beruntung, saat itu Presiden

Lincoln tidak pernah melakukan pembredelan terhadap koran-koran yang menyerangnya.

Setelah serentetan perang saudara di Amerika usai, bisnis persuratkabaran pun berkembang

luar biasa. Koran-koran pun mulai muncul di bagian negara-negara selain New York dan

Chicago. Di selatan, Henry W. Grady dengan koran “Konstitusi Atlanta”. Lalu, muncul

koran “Daily News” dan “Kansas City Star” yang mempunyai konsep pelayanan masyarakat

sebagai fungsi dari sebuah sebuah surat koran. Bahkan pemilik Star, Rockhill Nelson

bersumpah untuk mengangkat kota Kansas dari “kubangan lumpur” dan berhasil. Di barat,

Jurnalisme Flamboyan diwakili oleh “Denver Post” dan koran-koran San Fransisco.

Di New York, surat kabar dianggap sebuah bisnis yang bakal menjanjikan. Charles Dana

membeli surat kabar ”Sun” dan menyempurnakannya. Editornya, John Bogart punya cerita

sendiri tentang berita. Menurutnya ”kalau anjing menggigit manusia, itu bukan berita. Tapi

kalau manusia menggigit anjing, itu baru namanya berita”.

James Gordon Bennet Junior (anak Bennet) dan Joseph Pulitzer merupakan rival-rival

utama Dana. Bennet Jr. Memperlihatkan cara membuat berita yang baik. Prestasinya yang

Page 3: Sejarah Perkembangan Surat Khabar

paling terkenal adalah ketika dia mengirimkan Henry Stanley, seorang wartawan London,

untuk mencari David Livingstone, seorang misionaris yang hilang di hutan.

Sedangkan Pulitzer mempunyai koran yang bernama ”New York World” dan terkenal sejak

jaman perang saudara sampai akhir abad itu. Pulitzer melakukan taktik yang lebih baik

dibanding para pendahulunya. Editorialnya yang bersifat perjuangan ke arah perbaikan dan

liberal, liputan beritanya yang serba menarik, dan taktik diversifikasinya mengundang decak

kagum seperti yang pernah dilakukan oleh Herald. Pulitzer adalah yang pertama kali

menerbitkan koran mingguan, di mana isinya ditulis oleh para penulis terbaik yang

pernah ada.

Pada tahun 1892 supremasi Pulitzer ditantang oleh William Randolp Hearst lewat koran

”World”. Dalam hal inovasi dan keberanian, ”World”-nya Hearst lebih dari ”World”-nya

Pulitzer. Bukan itu saja, koran Hearst isi beritanya jauh lebih flamboyan daripada koran

Pulitzer. Hearst banyak mempekerjakan orang-orang terbaiknya Pulitzer. Dia mempekerjakan

Richard Outcault, kartunis Pulitzer dan mendorongnya untuk menciptakan sebuah featuer

bernama ”The Yellow Kid”, yang menandai lahirnya cergam komik di Amerika.

Pada masa perang antara Amerika dan Spanyol, kedua koran ini berteriak paling keras

mendukung Amerika Serikat untuk terjun perang, memimpin suara rakyat dengan padan suara

jurnalisme dalam skala nasional, dan memojokkan ke dalam konflik yang tidak terhindarkan.

Selanjutnya di perang Amerika-Kuba, keduanya mengalihkan kompetisinya dalam usaha

meliput perang.

Setelah Pulitzer meninggal, ”New York World” malah menjadi yang terbesar di dunia. Orang

menyebut Pulitzer sebagai ”wartawannya surat kabar”. Sebaliknya, Hearst bersama koran-

koran lainnya terpukul keras ketika depresi besar terjadi. Tetapi usaha majalahnya yang paling

terkemuka, yakni ”Good Housekeeping” dan ”cosmopolitan” tetap terus berkembang pesat.

Dalam perkembangannya, surat kabar berangkat sebagai alat propaganda politik, lalu menjadi

perusahaan perorangan yang disertai keterkenalan dan kebesaran nama penerbitnya, dan

sekarang menjadi bisnis yang tidak segemerlap dulu lagi, bahkan dengan nama penerbit yang

semakin tidak dikenal.

Perubahan ini memberikan dampak baru. Ketika iklan mulai menggantikan sirkulasi

(penjualan langsung) sebagai sumber dana utama bagi sebuah surat kabar, maka minat para

penerbit jadi lebih identik dengan minat para masyarakat bisnis. Ambisi persaingan untuk

Page 4: Sejarah Perkembangan Surat Khabar

mendapatkan berita paling bagus tidaklah sebesar ketika peloporan. Walaupun begitu, perang

sirkulasi masih terjadi pada tahun 1920-an, tetapi tujuan jangka panjang mereka adalah untuk

mencapai perkembngan penghasilan dari sektor iklan. Sebagai badan usaha, yang semakin

banyak ditangani oleh para pengusaha, maka surat kabar semakin kehilangan pamornya

seperti yang dimilikinya pada abad ke-19.

Namun, surat kabar kini mendapatkan sesuatu yang lain yang lebih penting. Surat kabar yang

mapan kini tidak lagi diperalat sebagai senjata perang politik yang saling menjatuhkan

ataupun bisnis yang individualis, melainkan menjadi media berita yang semakin obyektif,

yang lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pihak-pihak tertentu saja.

Kenaikan koran-koran ukuran tabloid di tahun 1920-an yang dimulai oleh ”The New York

Daily News”, memberikan suatu dimensi baru terhadap jurnalisme. Akhirnya memang

menjadi kegembiraan besar bagi kehidupan surat kabar, terutama dalam meliput berita-berita

keras. Perubahan lain yang layak mendapat perhatian adalah timbulnya sindikasi. Berkat

adanya sindikat-sindikat1, maka koran-koran kecil bisa memanjakan pembacanya dengan

materi editorial, informasi, dan hiburan. Sebab kalau tidak, koran-koran kecil itu tentu tidak

dapat mengusahakan materi-materi tersebut, lantaran biaya untuk itu tidaklah sedikit.

Tahun 1950, industri televisi mulai mengancam dominasi media cetak. Namun, sampai

sekarang, koran masih bertahan. Kenyataan menunjukkan bahwa koran telah menjadi bagian

dari kehidupan manusia pada umumnya. Dengan karakter khususnya ia mampu membedakan

dirinya dari media lainnya seperti televisi dan radio.

1 Sindikat adalah perusahaan yang berhubungan dengan pers yang memperjualbelikan bahan berita, tulisan atau bahan-bahan lainuntuk digunakan dalam penerbitan pers.