oleh: erwin setyo kriswanto **) uny) - core.ac.uk ini bertujuan untuk menguji pengaruh latihan...

Download Oleh: Erwin Setyo Kriswanto **) UNY) - core.ac.uk  ini bertujuan untuk menguji pengaruh latihan aerobik naik turun bangku terhadap ... program latihan ... adaptasi fisiologi organ-organ tubuh,

Post on 06-Feb-2018

218 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PENINGKATAN KAPASITAS SISTEM ANAEROBIKANAK USIA 9 SAM PAl 10 TAHUN

    MELALUI LATIHAN NAIK TURUN BANGKU

    Oleh:

    Tri Hadi Karyono *)1Erwin Setyo Kriswanto **)

    (Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY)

    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh latihan

    aerobik naik turun bangku terhadap peningkatan kapasitasanaerobik, dengan menggunakan raneangan penelitian Randomizedcontrol group pre-tes pas-test design. Sampel penelitian berjumlah60 siswa putera Sekolah Dasar Negeri 1 Baureno Bojonegoro berusia9 sampai dengan 10 tahun, yang dibagi menjadi dua kelompokdengan cara OrdinalPairing,masing-masing kelompok30 siswa yaitukelompok latihan naik turun bangKu dan Kelompokkontrol. Latihandiberikan 3 kali seminggu selama 6 minggu, yang dilakukan den9.anlatihan naik turun bangku setinggi 30 em-kemudian diukur kapasltasanaerobiknya dengan 6erlari sejauh 50 yardf45,7 meter.

    Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistikdeskripsi, uji t, korerasi dengan taraf signifikan5%. Uji"t" sepasangmemberikan hasil bahwa kapasitas sistem anaerobik pre-testkelompok latihan naik turun bangku berbeda seeara signifikandengan kapasitas sistem anaerobik post-test (p= 0.0007). Kapasitassistem anaerobik pada pre-test kelompok kontrol berbeda seearatidak signifikan dengan kapasitas sistem anaerobik post-test (p=0.136).

    Latihan naik turun bangku pada siswa putera usia 9 sampaidengan 10 tahun dapat meningkatkan kemampuan kapasitas sistemanaerobik. Namun peningkatannya tidak signifikan, sehinggapelaksanaan program latihan tetap harus sesuai dengan spesifiKasieabang olahraganya, sistem energi yang paling aominan, danmemperhatikan penambahan beban seeara teraturfprinsip over load.

    Kata Kunci: Kapasitas Sistem Anaerobik, Latihan NaikTurun Bangku

    1 * Dosen PKLFIK UNY** Dosen POR FIK UNY

    Peningkatan Kapasitas Sistem Anerobik Anak usia 9 sampai 10 Tahun

    Me/alui Latihan Naik Turun Bangku (Tri Hadi K dan Erwin SKY 17

  • n . --..

    -- --

    Peningkatan kesegaran jasmani diawali dari tingkat sekolahdasar (SO) sampai ke tingkat sekolah lanjutan (Soekarman, 1989: 4),

    karena pada usia 9 sampai dengan 10 tahun merupakan usia yangmatang bagi perkembangan anak-anak untuk memasuki latihanselanjutnya yaitu pada usia 13 sampai dengan 16 tahun(Soebroto, 1978: 61). Salah satu faktor yang mempengaruhiterhadap peningkatan kesegaran jasmani dengan melakukan latihanatau aktivitas olahraga Latihan merupakan aktivitas olahraga yangdilakukan secara sistematis dalam waktu yang lama, ditingkatkansecara progresif dan individualyang mengarah kepada ciri-cirifungsifisiologis dan psikologis manusia untuk mencapai sasaran yangdiinginkan(Bompa,1994:3).

    Oalam aktifitas olahraga dikenal adanya sistem energi yangdibagi menjadi aerobik dan anaerobik (anaerobik laktikdan anaerobikalaktik)). Sistem energi tersebut menjadi pedoman dalam memenuhikebutuhan energi untuk setiap aktifitas fisik atau olahraga yangdilakukan. Kapasitas anaerobik adalah banyaknya kerja yang dapatdilakukan dengan menggunakan sistem kerja anaerobik (Pate, 1984:220). Kegiatan tersebut berlangsung dalam waktu yang pendek danmemerlukan energi segera (anaerobik). Energi yang berperan dalamkondisi ini adalah sistem ATP dan Posphocreatine (Bompa, 1994:293). Sedangkan kapasitas aerobik adalah suatu kerja yangdilaksanakan secara terus menerus selama mungkin, suatu kerja ototyang agak bersifat umum, dalam kondisi aerobik (Soebroto, 1975:19). Kerjaaerobik dilaksanakan pada kondisi kebutuhan akan oksigentidak melebihi kapasitas maksimum konsumsi. Aerobik merupakansuatu sistem latihan untuk mencapai peningkatan kesegaran jasmani.Oalam latihan aerobik terjadi hubungan antara kegiatan fisik dengankebutuhan oksigen yang berasal dari udara untuk keperluanmenunjang aktivitas tubuh.

    Latihan adalah suatu program fisik yang direncanakan untukmemperbaiki keterampilan dan meningkatkan kapasitas energi

    18 JurnalOlahraga Prestasi Volume 2, Nomor 1, Januarl2006 : 17 - 27

  • seorang atlet untuk suatu pertandingan (Bowers, 1992: 432).Beberapa tujuan umum latihan adalah untuk: (1) meningkatkanperkembangan fisik seeara umum (multilateral physicaldevelopment), (2) meningkatkan perkembangan fisik seeara khusus(specific physical developmenf), (3) menyempurnakan teknikolahraga yang dipilihnya, (4) meningkatkan dan menyempurnakanstrategi dengan eara belajar teknik, (5) membentuk kepribadian dan

    perilaku sebagai olahragawan seperti sportivitas, (6) membangunkesehatan (Bompa, 1994: 30). Latihan harus ditekankan kepadakomponen-komponen fisik seperti daya tahan, kekuatan, kelineahan,agility, kelentukan, power, dan faktor-faktor lain yangmengembangkan fisik seeara menyeluruh. Prinsip latihan harusspesifik yang berhubungan dengan eabang olahraganya, disesuaikandengan sistem energi yang dominan pada setiap maeam gerakanfisik, dan memperhatikan penambahan beban seeara teraturfprinsip

    over load (Bompa, 1994: 44).Jika seorang pelatih mereneanakan suatu program latihan,

    harus memperhatikan komponen-komponen latihan, antara lain:volume, intensitas, dan densitas latihan (Bompa, 1994: 35). Adaempat faktor yang harus diperhatikan dalam program latihan, yaitufrekuensi latihan, intensitas latihan, lama latihan, dan jenis latihan

    (Fox, 1993: 288). Latihan naik turun bangku adalah salah satu earameningkatkan kebugaran jasmani untuk kerja otot dan kemampuanpulih asal (recovelJ1. Tinggi bangku yang digunakan terdapatbebagai maeam ukuran. Dalam penelitian ini menggunakan ukurandengan ketinggian diatur 27,94 em, panjang bangku 4m, dan lebarpermukaan 25 em.

    Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah latihannaik turun bangku pada anak usia 9 sampai dengan 10 tahun dapatmeningkatkan kapasitas sistem anaerobik? Tujuannya untuk mengujipengaruh latihan naik turun bangku pada anak usia 9 sampai dengan10 tahun terhadap peningkatan kapasitas sistem anaerobik. Adapun

    Peningkatan Kapasitas Sistem Anerobik Anak usia 9 sampai 10 Tahun

    Me/alui Latihan Naik Turun Bangku (Tri Hadi K dan Erwin SK) 19

    ----

  • hipotesis penelitian adalah latihan naik turun bangku pada anak usia

    9 samraid~n~~n~Q ~~h~n g~~i~ m;nln~~;~~;n ~~~~wlt~wwlwtemanaerobik.

    METODE

    Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental, yangterbagi dalam dua kelompok yaitu: kelompok kontrol dan kelompokperlakuan naik turun bangku. Sampel penelitian adalah siswa puterausia 9 sampai dengan 10 tahun yang menggunakan rancanganpenelitian randomizedpost-test control group design (Zainuddin,2000: 73). Populasi yang digunakan adalah siswa putera kelas IVSON 1 Baureno Bojonegoro, dari populasi yang ada diambil sampelpenelitian berdasarkan pada: (1) jenis kelamin putera, (2) berusia 9sampai dengan 10 tahun, (3) berbadan sehat, (4) bukan atlet, yangdiperoleh dengan melakukan penelitian pendahuluan yang

    dilaksanakan selama 2 minggu terhadap 20 siswa putera yangdiambil secara acak.

    Oari data hasil penelitian pendahuluan (Tabel 1) dimasukannilai Mean dan + SO dari hasil post-test kelompok perlakuan latihannaik turun bangku dan post test kelompok kontrol untuk dihitungjumlah sampel dengan rumus Higgins (1985: 24-35). Hasilperhitungan didapatkan jumlah sampel tiap kelompok 30 siswaputera. Karenapenelitian ini menggunakan 2 kelompok, maka jumlahsampel seluruhnya 60 siswa putera, yang dipilih dengan sistem acak.

    20 JurnalOlahraga Prestasi Volume 2, Nomor 1, Januari 2006 : 17 - 27

  • Tabel1 : NilaiRerata dan Simpangan Baku Penelitian PendahuluanVariabel Terikat Kapasitas Sistem Aerobik (Tes Lari 45,7meter)

    Hasil pre-test dan post-test pada penelitian pendahuluanmenunjukkan bahwa latihan fisik naik turun bangku selama 2 minggudapat memberikan efek pada kemampuan kapasitas sistemanaerobik. Diharapkan dengan pemberian latihan naik turun bangkuselama 6 minggu, penelitian ini juga memberikan efek yangmeningkat akibat dari latihan.

    Penelitian ini menggunakan latihan naik turun bangku setinggi27,94 em, panjang bangku 4m, dan lebar permukaan 25 em. Gerakandilakukan dengan melangkah naik dan turun bangku denganmengikuti irama metronom. Latihan dilakukan sesuai dengan kriterialatihan yang bersifat aerobik, yaitu: (1) 1 set dengan beban 25 kaligerakan melangkah naik turun bangku per menit selama 10 menitsetiap kali latihan, (2) intensitas 60% HRR + HR Rest, dan (3)frekuensi latihan 3 kali dalam seminggu (Senin, Rabu, dan Jum'at)selama 6 minggu.

    Langkah penelitian yang dilakukan adalah: (1) melaksanakanpengambilan sampel dari populasi menggunakan teknik simplerandom sampling, dengan eara undian, (2) membagi sampel menjadidua kelompokdengan menggunakan eara ordinallymacth pairing, (3)menentukan kelompok latihan naik turun bangku dan kelompokkontrol penelitian dengan eara diaeak, (4) melakukan pemeriksaan

    Peningkatan Kapasitas Sistem Anerobik Anak usia 9 sampai 10 Tahun

    Me/alui Latihan Naik Turun Bangku (Tri Hadi K dan Erwin SK) 21

    ---

    MEAN .:t SD

    KELOMPOK (menit)(menit)

    Pre-test Post-test Pre-test Post-test

    Latihan NaikTurun Bangku 3.3956 3.0772 0.6896 0.7575

    Kelompok Kontrol 3.3640 3.6469 0.7945 0.6647

  • kesehatan terhadap seluruh sampel, (5) melaksanakan pengukuranberat badan, tinggi badan, panjang tungkai, denyut jantung istirahat,

    dan mengumpulkan data sampel, (6) mengumpulkan data pre-testdengan melaksanakan tes kemampuan kapasitas anaerobik, (7)menentukan beban latihan dan intensitas latihan dengan melakukanuji coba program latihan fisik naik turun bangku dengan melihatrespon denyut jantung istirahat dan denyut jantung maksimal yangditentukan dari 60% HRR+ HR Rest, (8) setelah dilakukan latihanselama 6 minggu dilaksanakan post-test untuk mengetahuikemampuan kapasitas anaerobik.

    Pengukuran kapasitas anaerobik menggunakan 50 yard Dashtest (tes lari 45,7 meter) (Satuan waktujdetik) (AAHPERP).Teknikan

Recommended

View more >