kepemimpinan d.sirojuddin ar pada lembaga kaligrafi al...

85
KEPEMIMPINAN D. SIROJUDDIN AR PADA LEMBAGA KALIGRAFI AL-QURAN (LEMKA) DALAM UPAYA PENGEMBANGAN KALIGRAFI DI INDONESIA Oleh: Saiful Huda NIM: 104053002035 JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2008 M/1429 H

Upload: ngodan

Post on 31-Mar-2019

219 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

KEPEMIMPINAN D. SIROJUDDIN AR

PADA LEMBAGA KALIGRAFI AL-QURAN (LEMKA)

DALAM UPAYA PENGEMBANGAN KALIGRAFI DI INDONESIA

Oleh:

Saiful Huda NIM: 104053002035

JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UIN SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2008 M/1429 H

Page 2: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

KEPEMIMPINAN D. SIROJUDDIN AR

PADA LEMBAGA KALIGRAFI AL-QURAN (LEMKA)

DALAM UPAYA PENGEMBANGAN KALIGRAFI DI INDONESIA

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh

Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I)

Oleh:

Saiful Huda NIM : 104053002035

Di Bawah Bimbingan:

DR. H. M. Idris Abdul Shomad, MA

NIP. 150 311 326

JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UIN SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2008 M/1429 H

Page 3: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

PENGESAHAN PANITIA UJIAN

Skripsi dengan judul: "KEPEMIMPINAN D. SIROJUDDIN AR PADA

LEMBAGA KALIGRAFI AL-QURAN (LEMKA) DALAM UPAYA

PENGEMBANGAN KALIGRAFI DI INDONESIA" ini telah telah diajukan

dalam sidang munaqosyah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta, pada tanggal 11 Desember 2008. Skipsi ini telah diterima

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Program Strata Satu (S1)

pada jurusan Manajemen Dakwah.

Jakarta, 11 Desember 2008

Sidang Munaqosyah

Ketua Sekretaris

Drs. Mahmud Jalal, MA Drs. Cecep Castrawijaya, MA

NIP. 150 202 342 NIP. 150 287 029

Anggota,

Penguji I Penguji II

Drs. Tarmi, MM Drs. Sugiharto, MA

NIP. 150 026 569 NIP. 150 177 690

Pembimbing

DR. M. Idris Abdul Shomad, MA

NIP. 150 311 326

Page 4: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

ABSTRAK

S A I F U L H U D A

Kepemimpinan D. Sirojuddin. AR pada Lembaga Kaligrafi al-Quran (LEMKA)

dalam Upaya Pengembangan Kaligrafi di Indonesia

Kepemimpinan adalah sebuah sifat pemimpin dalam proses mempengaruhi

orang-orang atau bawahan dalam rangka untuk mencapai sebuah tujuan yang telah

ditentukan. Setiap pemimpin memiliki karakteristik dan model kepemimpinannya

masing-masing. Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah sebab yang dihadapi

adalah manusia dengan subyektifitasnya masing-masing. Oleh karena itu, seorang

pemimpin hendaknya memiliki sifat, ciri, atau nilai-nilai pribadi dalam dirinya

diantaranya: berpandangan jauh ke masa depan, bersikap dan bertindak bijaksana,

berpengetahuan luas, pempunyai keyakinan bahwa misinya akan berhasil, berhati

ikhlas, mampu berkomunikasi, memiliki kondisi fisik yang baik. Kepemimpinan atau leadership pada hakikatnya adalah satu state of mind dan

state of the spirit, suatu sikap hidup dalam pikiran dan sikap kejiwaan yang merasa

terpanggil untuk memimpin dengan segala tindakan, perbuatan, prilaku dan ucapan,

mendorong dan mengantarkan yang dipimpin kearah cita-cita luhur. Penulis

menganggap bahwa sifat, ciri, atau nilai-nilai dan Leadership itu ada dalam jiwa Drs. H. D. Sirojuddin. AR, M.Ag, seorang pemimpin lembaga pengembangan kaligrafi

yang memiliki sikap hidup dalam pikiran dan sikap kejiwaan diatas. Seorang Khattat (Khattat terbaik I tingkat ASEAN) yang juga akademisi (seorang Dosen tetap di

Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Penulis tertarik melakukan penelitian ini untuk mengetahui lebih jelas

bagaimana kepemimpinan D. Sirojuddin AR pada Lembaga Kaligrafi al-Quran (LEMKA) dalam upaya pengembangan kaligrafi di Indonesia, bagaimana peran D.

Sirojuddin AR sendiri, dan kemudian bagaimana peran LEMKA. Dimulai dari

berusaha mengetahui aktivitas-aktivitas dalam kepemimpinannya, kemudian dari

aktivitasnya tersebut akan terlihat gaya kepemimpinannya dan dari aktivitas dan gaya

kepemimpinannaya tersebut bisa diklasifikasikan tipe-tipe kepemimpinannya.

Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan beberapa tektik

pengumpulan data, observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa, kepemimpinan D. Sirojuddin

AR merupakan pemimpin yang teladan khususnya bagi para khattat/kaligrafer. D.

Sirojuddin AR memposisikan diri sebagai teladan sebelum mengajak atau menyuruh

orang lain, Dalam kepemimpinannya D. Sirojuddin AR bertipologi, demokratis,

kharismatis, dan paternalistis. D. Sirojuddin AR dalam perannya telah banyak yang ia

lakukan untuk perkembangan seni kaligrafi di Indonesia yang terbukti dengan di

dirikannya Lembaga Kaligrafi al-Quran (LEMKA) dan Pesantren Kaligrafi al-Quran yang telah melahirkan khattat/kaligrafer-kaligrafer berprestasi yang telah menyebar di

seluruh daerah di tanah air Indonesia.

Page 5: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT, karena dengan

limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada hamba-hamba-Nya, sehingga, penulis

dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul: KEPEMIMPINAN D. SIROJUDDIN

AR PADA LEMBAGA KALIGRAFI AL-QURAN (LEMKA) DALAM UPAYA

PENGEMBANGAN KALIGRAFI DI INDONESIA.

Sholawat teriring salam, semoga tetap terlimpahcurahkan kepada proklamator

Islam yaitu: Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya, pengikutnya,

dan umatnya.

Penulis menyadari adanya berbagai kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Oleh

sebab itu, tanpa bantuan dari berbagai pihak yang turut serta dalam proses penulisan

skripsi ini, maka penulis tidak akan dapat menyelesaikannya untuk mendapatkan

gelar "Sarjana Sosial Islam" (S. Sos.I). Untuk itu, dengan segala kerendahan hati,

penulis mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada:

1. Ayahanda Nurdin dan Ibunda Sumini, yang telah berjuang keras dan tak

bosan-bosannya untuk mendo'akan penulis dalam menuntut ilmu. Walaupun

jauh untuk bertemu namun dekat dihati. Harapan, semoga ananda menjadi

anak yang bermanfaat bagi keluarga, bangsa dan agama.

2. Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. DR. Komaruddin Hidayat, yang

sedang mengembangkan kampus baik secara fisik maupun secara kualitas

untuk menjadikan kampus berkelas internasional, semoga segera terwujud.

3. DR. Murodi, MA, selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN

Syarif Hidayatullah Jakarta.

Page 6: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

4. Drs. Hasan Ibnu Hibban, MA selaku Ketua Jurusan Manajeman Dakwah.

Serta Drs. Cecep Catrawijaya, MA selaku Sekretaris Jurusan Manajemen

Dakwah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

5. DR. H. Idris Abdul Shomad, MA, selaku dosen pembimbing skripsi ini,

dimana walaupun dengan berbagai kesibukan beliau, tetap berusaha

memberikan yang terbaik dalam bimbingan skripsi ini.

6. Drs. H. D. Sirojuddin. AR, M.Ag sebagai objek dalam skripsi ini yang telah

banyak memberikan pelajaran bagi penulis khususnyaFAFFAF.

7. Para tim penguji skripsi ini, yang telah memberikan masukan, saran dan

kritiknya sehingga penulis nantinya bisa untuk lebih baik khususnya dalam

menulis sebuah karya ilmiah.

8. Perpustakaan Utama dan Perpustakaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi

UIN Jakarta yang telah menyediakan banyak buku sebagai referensi.

9. Para narasumber sumber dalam penulisan skripsi ini, yang di antaranya: Ust.

H. Momon A Syarif, Ust. Apifuddin S, MA dan Ust. H. Edy Amin, MA serta

seluruh pengajar dan teman-teman LEMKA.

10. Seluruh dosen-dosenku yang telah yang telah banyak memberikan ilmu dan

perubahan bagi penulis, "terima kasih guru, jasamu kan ku kenang selalu".

11. Teman-teman se-kelasku angkatan '04, yang telah banyak memberikan

inspirasi-inspirasi bagi penulis.

12. Semua pihak yang telah membantu, memotivasi, dan memberikan masukan-

masukan selama penulis kuliah dan dalam penulisan skripsi ini yang tidak bisa

penulis sebutkan satu persatu, sehingga penulis dapat menyelesaikan study di

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tercinta ini.

Page 7: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Akhirnya, penulis hanya bisa berharap, semoga kebaikan bapak, Ibu, dan

temen-temenku semua dibalas oleh Allah SWT. Jazakumullah khairal jaza. Semoga

sebuah skripsi sederhana ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca

pada umumnya. Saran dan kritik konstruktif sangat penulis harapkan demi kebaikan

selanjutnya.

Jakarta, 3 Desember 2008

Saiful Huda

Page 8: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa:

1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah

satu persyaratan memperoleh gelar strata 1 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan

sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya atau

merupakan hasil karya jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia

menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ciputat, 11 Desember 2008

Saiful Huda

Page 9: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful
Page 10: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Seiring dengan berjalannya waktu, sekarang ini banyak sekali figur seorang

pemimpin, baik sebagai pemimpin negara, pemimpin perusahaan bisnis, pemimpin

dalam sebuah organisasi sosial atau pemimpin organisasi lainnya yang eksis ditengah-

tengah masyarakat. Karakteristik dan model kepemimpinan pada tiap-tiap organisasi

tersebut dipengaruhi oleh situasi dan tujuan yang berbeda, misalnya seorang

pemimpin negara merupakan pemimpin nasional yang tugasnya memimpin rakyat,

seorang pemimpin perusahaan menjalankan kepemimpinannya kepada karyawan

untuk memajukan perusahaan, seorang pemimpin agama membimbing umatnya untuk

beribadah kepada Tuhan dan sebagainya. Jadi pribadi seorang pemimpin dalam situasi

yang berbeda memiliki tujuan yang berbeda pula dan tentu saja memiliki gaya

kepemimpinan dan karakter yang berbeda pula.

Untuk menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana seorang pemimpin harus

memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:

1. Seorang pemimpin harus memiliki akidah yang konsisten.

2. Seorang pemimpin harus mampu menjabarkan dan menyatakan gagasannya

dalam realitas melalui bentuk amal sholeh.

3. Seorang pemimpin adalah dia yang gandrung atau cinta terhadap kebenaran

serta memiliki kekuatan dan daya nalar yang dinamis.

Page 11: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

4. Seorang pemimpin memiliki kesabaran yang tinggi, sehingga tidak mudah

terjebak dalam situasi yang merugikan dirinya maupun kelompoknya.1

Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah sebab yang dihadapi adalah

manusia dengan subyektifitasnya masing-masing. Oleh karena itu, seorang pemimpin

hendaknya memiliki sifat, ciri, atau nilai-nilai pribadi dalam dirinya diantaranya:

1. Berpandangan jauh ke masa depan.

2. Bersikap dan bertindak bijaksana.

3. Berpengetahuan luas.

4. Bersikap dan bertindak adil.

5. Berpendirian teguh.

6. Pempunyai keyakinan bahwa misinya akan berhasil.

7. Berhati ikhlas.

8. Memiliki kondisi fisik yang baik.

9. Mampu berkomunikasi.2

Kepemimpinan atau leadership pada hakikatnya adalah satu state of mind dan

state of the spirit, suatu sikap hidup dalam pikiran dan sikap kejiwaan yang merasa

terpanggil untuk memimpin dengan segala tindakan, perbuatan, prilaku dan ucapan,

mendorong dan mengantarkan yang dipimpin kearah cita-cita luhur dalam segala

bidang kehidupan beragama, berbangsa dan bermasyarakat.3 Penulis menganggap

bahwa Leadership itu ada dalam jiwa Drs. H. D. Sirojuddin. AR, M.Ag, seorang

pemimpin lembaga pengembangan kaligrafi yang memiliki kriteria di atas. Seorang

Khattat (Khattat terbaik I tingkat ASEAN) yang juga akademisi (seorang Dosen tetap

1 Toto Tasmara, Komunikasi Dakwah, ( Jakarta: Gajah Media Pratama. 1999), cet. Ke-2, h.

104 2 Abdul Rasyad Sholeh, Manajemen Dakwah Islam, (Jakarta: Bulan Bintang. 1977), h. 39-42

3 Ranoh, Ayub, Kepemimpinan Karismatik, (Jakarata: PT BPK Gunung Mulia. 1999), cet. Ke-

11,h.Vii.

Page 12: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta). Khattat yang pernah diajukan oleh

beberapa orang yang sangat simpatik terhadapnya, yakni Prof. Dr. H. Hasan Muarif

Ambari, MA, Prof. Dr. Din Syamsuddin, MA, Prof. Drs. AD. Firous, Prof. Dr. Badri

Yatim, MA, Prof. Dr. Uka Candra Sasmita, MA untuk mendapatkan gelar "Doktor

Honoris Causa" sebuah gelar Doktor kehormatan berkat, pengabdiannya, karya, dan

penemuan-penemuannya. Namun, karena beberapa hal gelar tersebut urung

diambilnya.

Lembaga Kaligrafi al-Quran (LEMKA) yang berdiri tahun 1985 yang

dipimpin D. Sirojuddin. AR ini adalah sebuah wadah untuk menumbuhkan dan

meningkatkan kecintaan para generasi muda terhadap seni kaligrafi Islam di Indonesia

melalui kegiatan-kegiatan: pembinaan kreativitas, pengembangan minat dan bakat,

kursus kaligrafi terpadu, kompetisi, pergelaran dan pameran, pengembangan galeri,

dan diskusi wawasan seni budaya.4 Sampai sekarang LEMKA terbukti telah berhasil

melahirkan ribuan seniman kaligrafi yang berprestasi dalam berbagai pentas lokal,

nasional, ASEAN, bahkan internasional.

Oleh karena itu, penulis merasa sangat tertarik untuk memaparkan siapa

sebenarnya D. Sirojuddin. AR, bagaimana kememimpinan beliau, dan apa saja yang

telah beliau perbuat demi berkembangnya kaligrafi di tanah air Indonesia ini dan

bagaimana peran LEMKA untuk pengembangan kaligrafi.

Dengan demikian, penulis memilih judul skripsi ini yaitu“Kepemimpinan D.

Sirojuddin. AR pada Lembaga Kaligrafi al-Quran (LEMKA) Dalam Upaya

Pengembangan Kaligrafi Islam di Indonesia”.

4 D. Sirojudin, AR, Kaligrafi: Peristiwa dan ide-ide pengembangannya, Jakarat,

LEMKAStudio, 1995. hal. 35.

Page 13: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

B. PEMBATASAN DAN PERUMUSAN MASALAH

Banyak hal yang menarik dan patut diceriatakan tentang D. Sirojuddin. AR

baik dalam individu maupun dalam kepemimpinannya dan juga berbagai aktivitas

kesehariannya.

Mengingat keterbatasan penulis dan supaya lebih fokus dalam pembahasan ini,

maka penulis membatasi pembahasan pada satu lingkup yaitu: tentang kepemimpinan

yang dilakukan oleh D. Sirojudin. AR dalam upaya pengembangan kaligrafi Islam di

Indonesia melalui sebuah lembaga yaitu Lembaga Kaligrafi al-Quran (LEMKA) yang

dipimpinnya hingga sekarang.

Berdasarkan hal itu, rumusan masalah dalam skripsi ini adalah sebagai berikut:

Pertama : Bagaimana kepemimpinan D. Sirojuddin. AR pada Lembaga Kaligrafi al-

Quran (LEMKA) ?

Kedua : Bagaimana peran D. Sirojuddin. AR dalam upaya mengembangan

Kaligrafi di Indonesia ?

Ketiga : Bagaimana urgensi Lembaga Kaligrafi al-Quran (LEMKA) sebagai

salah satu wadah dalam pengembangan kaligrafi di Indonesia ?

C. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

Dalam penulisan skripsi ini memiliki beberapa tujuan sebagai berikut:

1. untuk mengetahui gambaran yang jelas tentang kepemimpinan yang

dilakukan D. Sirojuddin. AR .

2. Untuk mengetahui peran apa saja yang dilakukan D. Sirojuddin. AR dalam

upaya mengembangkan kaligrafi di Indonesia.

3. Untuk mengetahui urgensi Lembaga Kaligrafi al-Quran (LEMKA) sebagai

salah satu wadah dalam pengembangan kaligrafi di Indonesia

Page 14: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Adapun manfaat yang dapat di peroleh dari penelitia ini di antaranya sebagai

berikut:

1. Secara teoritis : Diharapkan dapat menjadi sebuah kontribusi khasanah ilmu

pengetahuan bagi civitas akademika fakultas, jurusan, dan mahasiswa

tentang pola kepemimpinan.

2. Secara praktis : Diharapkan dapat menambah wawasan tentang model

kepemimpinan bagi para pemimpin sebuah lembaga kaligrafi khususnya dan

para pemimpin lembaga atau organisasi lain umumnya.

D. METODOLOGI PENELITIAN

1. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian skripsi ini menggunakan

kualitatif deskriptif. Menurut Bogdan dan Taylor yang dikutif dari “Metodologi

Penelitian Kualitatif” metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang

menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dan prilaku yang dapat

diamati. Pendekatan analisis Deskriptif,5 maksudnya adalah penelitian ini

berusaha menggambarkan sebuah kepemimpinan seorang tokoh yang kemudian

menganalisanya sehingga dapat memberikan penjelasan baik bagi penulis sendiri

maupun masyarakat pada umumnya.

5 Lexy J. Moleong, Pengantar Metodologi Penelitian, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,

2002), Cet Ke-17, hal.3.

Page 15: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

2. Subjek dan Objek Penelitian

Dalam penelitian ini penulis menggunakan D. Sirajuddin. AR sebagai

subjek penelitian. Karena subjek penelitian masih hidup sehingga memudahkan

penulis untuk melakukan wawancara dan pencarian data dalam pembuatan skripsi

ini, sedangkan objek penelitian adalah kepemimpinan D. Sirajuddin. AR dalam

upaya pengembangan kaligrafi Islam di Indonesia melalui Lembaga Kaligrafi al-

Quran (LEMKA).

3. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian dilakukan di kediaman nara sumber, Jl. Semanggi I No

26 Ciputat Timur, dan studio Lembaga Kaligrafi al-Quran (LEMKA) Ciputat.

Sedangkan waktu penelitian, penulis menganggarkan waktu empat bulan, yaitu

Juli s/d November 2008 untuk melakukan penelitian sekaligus penulisan skripsi

ini.

4. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data-data yang berkenaan dengan penelitian ini, penulis

menggunakan beberapa tekhnik yaitu :

a. Observasi

Observasi adalah metode pengumpulan data di mana peneliti mencatat

informasi sebagaimana peneliti saksikan selama penelitian4 Teknik ini penulis

gunakan untuk mendapatkan gambaran umum dan bentuk kongkrit, penulis

mengadakan pengamatan langsung melalui kegiatan-kegiatan narasumber.

4 W. Gulo, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Grasindo, 2002). Hal. 116

Page 16: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Dalam observasi ini penulis melakukan pengamatan dan mencatat secara

langsung terhadap subjek penelitian yaitu D. Sirajuddin. AR.

b. Wawancara

Wawancara adalah bentuk komunikasi langsung antara peneliti dan

narasumber. Komunikasi berlangsung dalam bentuk tanya jawab dalam

hubungan tatap muka. Dalam melakukan wawancara, penulis menggunakan

tekhnik wawancara berbentuk wawancara riwayat secara lisan kepada

narasumber, dalam hal ini D. Sirojuddin. AR. Maksud wawancara ini adalah

untuk mengungkapkan riwayat hidup, kepemimpinan, perannya dan LEMKA,

terutama untuk melengkapi data guna menjawab rumusan masalah yang

peneliti ajukan.

Wawancara semacam ini dilakukan sedemikian rupa, sehingga narasumber

berbicara terus menerus, sedangkan wawancara mendengarkan dengan baik

diselingi dengan sesekali mengajukan pertanyaan.5 Wawancara ini bersifat

bebas dan terbuka. Peneliti bertanya kepada narasumber kemudian dapat

dijawab secara bebas tanpa terikat pada pola-pola tertentu.

c. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan catatan tertulis tentang berbagai kegiatan atau

peristiwa pada waktu yang lalu. Data-data diperoleh melalui dokumen-

dokumen artikel, majalah, buku-buku dan bahan informasi lainnya yang

memiliki relevansi dengan masalah penelitian serta dapat memperkaya dan

mempertajam analisa studi ini.

5 Lexy J. Maleong, Op Cit, hal. 137-138

Page 17: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Sumber-sumber yang terdapat dalam penelitian ini berasal dari sumber

tertulis seperti buku-buku yang telah ditulis oleh D. Sirojuddin. AR , koran

atau majalah, arsip atau dokumen pribadi.

d. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan merupakan suatu usaha untuk memperoleh data

skunder, hal ini penting untuk mmendapatkan teori-teori dan data-data untuk

memperkuat argumentasi. Selanjutnya penelitian kepustakaan yang dilakukan

dengan membaca buku-buku atau sumber-sumber lainnya yang menjadi

rujukan yang bersifat ilmiah dan ada relevansinya dengan masalah-masalah

yang sedang diteliti atau dibahas dalam skripsi ini. Adapun tekhnik penulisan

pada skripsi ini merujuk pada pedoman penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi

terbitan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan CeQDA

tahun 2007.

5. Teknik Analisis Data

Dalam menganalisis data hasil observasi, wawancara dan studi kepustakaan

penulis menginterpretasikan data yang ada dan menganalisisnya dengan baik dan

melihat data satu dengan yang lainnya, setelah itu menganalisis indikator-

indikator yang nampak pada data tersebut, dimulai dari menganalisis data-data

aktivitas-aktivitas dalam kepemimpinannya, kemudian dari data-data aktivitasnya

tersebut akan terlihat gaya kepemimpinannya dan dari aktivitas, gaya, dan fungsi

kepemimpinannaya bisa diklasifikasikan tipe kepemimpinannya, efektifitas

kepemimpinannya, peran D. Sirojuddin. AR dan LEMKA, kemudian terakhir

menyimpulkannya secara menyeluruh.

Page 18: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

E. TINJAUAN PUSTAKA

Dalam penulisan skripsi ini, penulis telah meneliti buku-buku atau skripsi

yang judul materi pembahasannya mirip atau hampir sama dengan skipsi penulis,

antara lain :

1. Kepemimpinan Ahmad Zairofi dalam Upaya Pengembangan Dakwah Melalui

Majalah Tarbawi, di susun oleh Fitriah mahasiswa Fakultas Dakwah dan

Komunikasi Jurusan Manajemen Dakwah, tahun 2006. Berisi tentang

bagaimana kepemimpinan Ahmad Zairofi dalam upaya mengembangkan

dakwah melalui sebuah media cetak yaitu majalah Tarbawi, diantaranya:

metode dakwahnya, kepemimpinannya, dan urgensi majalah Tarbawi dalam

pengembang dakwah.

2. Kepemimpinan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) pada Pondok Pesantren

Darut Tauhid Geger Kalong Bandung Tahun 2006-2008, di susun oleh

Muhammad Arifin Sholeh mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Jurusan Manajemen Dakwah tahun 2008. Berisi tentang kepemimipinan KH.

Abdullah Gymnastiar, diantaranya: manajemen Aa Gym dalam mencetak

SDM dan gaya kepemimpinan Aa Gym pada sanrti pada Pondok Pesantren

Darut Tauhid di Geger Kalong Bandung pada tahun 2006-2008.

3. Kepemimpinan Bupati H. Irianto M. S. Syarifuddin Dalam Pengembangan

Masyarakat Islam Di Kabupaten Indramayu, di sususn oleh As'ad Syamsul

Arifin mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jurusan Pengembangan

Masyarakat Islam tahun 2004. berisi tentang bagaimana kepemimpinan

Bupati H. Irianto M. S. Syarifuddin dalam pengembangan masyarakat Islam di

Kabupaten Indramayu.

Page 19: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

4. Peran D. Sirojudin AR, MA Dalam Dakwah Melalui Seni Kaligrafi Islam,

disusun oleh Enny Nur Fajriyah mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Jurusan Komunikasi dan Penyiran Islam tahun 2007. Berisi tentang peran D.

Sirojuddin AR, MA dalam berdakwah melalui seni kaligrafi Islam.

F. SISTEMATIKA PENULISAN

Mengacu pada penelitian di atas, maka pembahasan dalam penulisan ini di

sistemasikan sebagai berikut:

Pembahasan diawali dengan pendahuluan yang mengurai argumentasi seputar

menariknya kepemimpinan D. Sirojuddin. AR pada studi ini. Bagian ini merupakan

BAB I yang berisi latar belakang masalah, batasan dan perumusan masalah, tujuan

dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, tinjauan pustaka dan sistematika

penulisan.

Selanjutnya pembahasan dalam BAB II menguraikan tinjauan secara teoritis

meliputi beberapa hal diantaranya tentang kepemimpinan dengan sub bahasan

pengertian, hakikat, fungsi, tipe-tipe, dan gaya kepemimpinan serta kepemimpinan

yang efektif dan pengembangan kaligrafi dengan sub bahasan pengertian

pengembangan, pengertian kaligrafi, dan konsep pengembangan kaligrfi.

BAB III membahas gambaran tentang D. Sirojuddin. AR dan lembaga

kaligrafi al-Quran (LEMKA). Dalam pembahasan ini akan dijelaskan beberapa tetang

riwayat hidup D. Sirojuddin. AR dengan sub bahasan latar belakang keluarga,

pendidikan, dan perjalanan hidupnya, aktivitas kepemimpinannya kemudian sejarah

Lembaga Kaligrafi al-Quran (LEMKA) dengan sub pembahasan latar belakang

berdirinya, visi dan misi, struktur, dan ciri khas pada lembaga ini.

Page 20: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Setelah mengurai gambaran tentang D. Sirojuddin. AR dan LEMKA, maka

pada BAB IV selanjutnya penulis akan membahas untuk konsentrasi analisisnya yang

terangkum dalam “kepemimpinan D. Sirojuddin.AR dalam upaya pengembangan

kaligrafi di Indonesia melalui Lembaga Kaligrafi al-Quran (LEMKA) beberapa poin

yang menjadi pembahasanya adalah sebagai berikut: Pendekatan kepemimpinan D.

Sirojuddin. AR, Gaya, tipe, fungsi, hakikat, dan efektifitas kepemimpinan, Peran D.

Sirojuddin. AR dalam pengembangan kaligrafi di Indonesia, serta urgensi LEMKA

dalam pengembangan kaligrafi di Indonesia.

Akhirnya penulis skripsi ini ditutup dengan BAB V yang berisikan kesimpulan

dan saran.

Page 21: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

A. Kepemimpinan

1. Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah terjemahan dari kata leadership. Kepemimpinan

berbeda arti dengan pimpinan ”pimpinan adalah orang yang tugasnya memimpin,

sedangkan kepemimpinan adalah bakat atau sifat yang seharusnnya dimiliki oleh

setiap pemimpin”.2 Sedangkan secara terminologi kepemimpinan mempunyai

banyak arti di antaranya Pertama, menurut Cheppy Hari Cahyono ”kepemimpinan

adalah merupakan kegiatan mempengaruhi orang-orang untuk bekerja sama dalam

rangka mencapai tujuan yang mereka kehendaaki”.3 Kedua menurut Zaini

Muchtarom, seraya mengutip pendapat G.R. Terry ”kepemimpinan adalah

hubungan dimana seseorang atau pemimpin mempengaruhi orang-orang untuk

mengerjakan tugas bersama dengan kemauan mereka guna mencapai tujuan yang

dikehendaki sang pemimpin.4 Ketiga, Abdul Syani, ”kepemimpinan adalah

merupakan suatu proses pemberian pengaruh dan pengarahan dari seorang

pemimpin terhadap orang lain (sekelompok orang) untuk melakukan aktivitas

tertentu sesuai dengan kehendaknya.5

Dari beragam pendapat di atas penulis menyimpulkan bahwa kepemimpinan

adalah sebuah sifat pemimpin dalam proses mempengaruhi oarang-orang atau

bawahan dalam rangka untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditentukan.

2 Alex S. Nitisemito, Manajemen Suatu Dasar dan Pengantar, (Jakarta: Ghalia Indonesia,

1989). Cet. Ke-3, h.140 3 Cheppy Hari Cahyono, Psikologi Kepemimpinan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1984), Cet.

Ke-1, h.15 4 Zaini Muchtarom, Dasar-dasar Manajemen Dakwah, (Jogyakarta: Al-Amin dan IKFA,

1996), Cet. Ke-1, h. 15 5 Abdul Syani, Manajemen Organisasi, (Jakarta: Bumi Aksara, 1994), Cet. Ke-11, h. 321

Page 22: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

2. Hakikat Kepemimpinan

Hakikat kepemimpinan menurut Wahjosumidjo dalam bukunya Kiat

Kepemimpinan Dalam Teori dan Praktek menjelaskan bahwa hakikat

kepemimpinan adalah kepengikutan, yaitu yang menyebabkan seseorang menjadi

pemimpin adalah jika adanya kemauan orang lain untuk mengikuti.6 Dimana

tingkah laku bawahan searah dengan kemauan pemimpin karena pengaruh

interpersonal pemimpin terhadap bawahannya tersebut. Sebab sekelompok orang

yang bekerja sama untuk mencapai tujuan memerlukan seorang pemimpin

(leader) agar kerja sama tersebut bisa mejadi efektif. Sejarah manusia dalam

bekerjasama atau berorganisasi menunjukan keberhasilan mencapai tujuan.

Sebagian besar ditentukan oleh pemimpin dan efektifitas kepemimpinan. Oleh

karena itu kepemimpinan merupakan hal yang sangat sentral dalam sebuah

organisasi. Senang atau tidaknya seseorang dalam suatu organisasi, dan tercapai

atau tidaknya tujuan organisasi sebagian ditentukan oleh tepat atau tidaknya

seorang yang diangkat sebagai pemimpin dan efektif atau tidaknya kepemimpinan

yang diterapkan.7 Oleh karena itu untuk menjadi seorang pemimpin, harus dapat

memahami dan mengendalikan anggota yang terdiri banyak orang dengan segala

perbedaannya.8

Terkait mengenai hal ini, Wahjosumidjo menyatakan bahwa dalam kehidupan

sebuah kelompok (organisasi), diperlukan adanya keterkaitan antara tiga unsur

kepemimpinan,9 sebagai berikut :

6 Wahjosumidjo, Kiat Kepemimpinan dalam Teori dan Praktek, (Jakarta: PT. Harapan Masa

PGRI, 1994), cet. 1, h. 22 7 Uber Silalahi, Pemahaman Praktis Asas-asas Manajemen, (Bandung: CV. Manda Maju,

2002), cet. II, h. 302 8 Panji Anoraga, Psikologi Kependidikan, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1992), cet. II, h. 4

9 Ibid

Page 23: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

1. Kemampuan untuk memahami, bahwa manusia dalam situasi yang berbeda

mempunyai kekuatan motivasi yang berbeda pula.

2. Kemampuan untuk menghidupkan motivasi pengikut agar menggunakan

kapasitas mereka secara penuh dalam pekerjaan.

3. Kemampuan untuk menerapkan prilaku dan iklim yang serasi, hal ini dapat

dipandang sebagai suatu kepemimpinan.

Dengan kata lain penulis dapat menyimpulkan bahwa hakikat kepemimpinan

adalah kepengikutan bawahan pada atasan atau pimpinan, yang dimana seorang

pemimpin harus memahami bawahannya supaya tujuan bersama dalam organisasi

dapat dicapai.

3. Fungsi Kepemimpinan

Menurut Pius A Partanto dalam Kamus Ilmiah Populer fungsi merupakan

jabatan, kedudukan, peranan, kegunaan dan manfaat.10 Sedangkan menurut Made

Wahyu Sutedjo bahwa fungsi adalah kata benda menyatakan posisi yang

mencerminkan sesuatu yang statis.11

Sedangkan menurut Veith Rifai, dalam bukunya yang berjudul,

Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi, fungsi artinya jabatan (pekerjaan) yang

dilakukan atau kegunaan suatu hal atau kerja sebagian tubuh. Sedang

kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan

kelompok atau organisasi masing-masing, yang mengisyaratkan bahwa pemimpin

berada di dalam dan bukan di luar situasi itu. Fungsi kepemimpinan merupakan

10

Pius A Partanto et. Al, kamus Ilmiah populer, (Yogyakarta : Arkola, 1994), h. 190 11

Made Wahyu Sutejo et. al, Manajemen Pembangun Desa, (Surabaya : Usaha Nasional,

1981), h. 22

Page 24: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

gejala sosial, karena harus diwujudkan dalam interaksi dalam individu dalam

situasi sosial suatu kelompok atau organisasi.12

Dalam hal ini lebih lagi, J. Reberu dalam bukunya Dasar-dasar

Kepemimpinan, telah menjelaskan dan membagi fungi kepemimpinan kepada tiga

bagian yaitu :

a. Tugas menanggapi situasi hidup masyarakat.

b. Tugas menilai hidup masyarakat.

c. Tugas menentukan sikap atau tindakan terhadap situasi hidup.13

Berbicara mengenai fungsi kepemimpinan, Kartini Kartono dalam bukunya,

Pemimpin dan Kepemimpinan, menjelaskan: ”fungsi kepemimpinan ialah :

memandu, menuntun, membimbing, membangun, memberi, atau membangunkan

motivasi-motivasi kerja. Mengemudikan organisasi, menjalin jaringan komunikasi

yang baik memberikan supervisi atau pengawasan yang efesien, dan membawa

para pengikutnya kepada sasaran yang ingin dituju, sesuai dengan ketentuan

waktu perencanaan".14

Menurut Kadarman SJ dan Jusuf Udaya dalam bukunya yang berjudul

Pengantar Ilmu Manajemen menjelaskan tentang fungsi kepemimpinan yang

harus dijalankan oleh seorang pemimpin, agar suatu kelompok dapat dipimpin

dengan efektif, 2 (dua) fungsi utamanya ialah :

a. Fungsi pemecahan masalah (problem solving function). Fungsi ini

berhubungan dengan tugas atau pekerjaan yaitu memberikan jalan keluar,

pendapat dan informasi terhadap masalah yang dihadapi kelompok.

12

Veithezal Rivai, Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi, (Jakarata: PT, Raja Grafindo

Persada, 2004), cet. Ke-2, h. 53 13

Riberu, Dasar-Dasar Kepemimpinan, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1992), h. 13 14

Kartini Kartono, Pemimpin dan Kepemimpinan, ( Jakarta: Bumi Aksara, 2000), h. 81

Page 25: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

b. Fungsi sosial. Fungsi ini berhubungan dengan kehidupan kelompok, yaitu

memberikan dorongan kepada anggota kelompok untuk mencapai tujuan

dan menciptakan suasana kerja bagi kelompoknya.15

Dari beberapa defenisi di atas penulis mencoba menyimpulkan bahwa fungsi

kepemimpinan adalah seorang pemimpin yang memfungsikan posisinya sebagai

orang yang memimpin yang menjadi penggerak utama dalam keberlangsungan

sebuah organisasi.

4. Tipe-tipe Kepemimpinan

Tipe kepemimpinan adalah suatu bentuk atau pola seseorang dalam

memimpin, tindak tanduk dari seorang pemimpin dapat dijadikan sebagai pola

untuk mencocokkan tipe apa yang dipakai oleh seorang pemimpin dalam

menjalankan roda kepemimpinannya tersebut.16

Pada umumnya para pemimpin

dalam setiap organisasi dapat diklasifikasikan menjadi lima tipe :

a. Tipe Pemimpin Otokratis

Tipe kepemimpinan ini menerapkan kekuasaan ditangan satu orang

atau kelompok kecil yang di antara mereka tetap ada seseorang yang paling

berkuasa, dan pada hal ini bawahan atau orang yang dipimpin semata-mata

sebagai alat pelaksana keputusan, perintah dan kehendak pimpinan.17

Ciri-ciri pemimpin tipe ini adalah sebagai berikut :

1). Menganggap bahwa organisasi adalah milik pribadi.

2). Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.

15

Kadarman SJ dan Jusuf Udaya, Pengantar Ilmu Manajemen, (Jakarta: PT. Prenhalindo,

2000), h. 143 16

Abdul Syani, Op.cit, h. 234 17

Hadari Nawawi dan M. Martini Hadari, Kepemimpinan yang Efektif, (Yogyakarta : Gajah

Mada University Press, 2000), cet. Ke-3, h. 94-100

Page 26: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

3). Menganggap bahwa bawahan adalah sebagai alat semata-mata.

4). Tidak mau menerima kritik, saran, dan pendapat dari orang lain karna

dia menganggap dialah yang paling benar.

5). Selalu bergantung kepada kekuasaan formal.

6). Dalam menggerakkan bawahan sering menggunakan pendekatan

(approach) yang mengandung unsur paksaan dan ancaman.18

Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe kepemimpinan otokratis tersebut

di atas dapat diketahui bahwa tipe ini tidak menghargai hak-hak dari manusia,

karena tipe ini tidak dapat dipakai dalam organisasi.

b. Tipe Pemimpin Militeristis

Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dengan

seorang pemimpin tipe militeristis tidak sama dengan pemimpin dalam

organisasi militer. Artinya tidak semua pemimpin dalam militer adalah bertipe

militeristis.

Seorang pemimpin yang bertipe militeristis mempunyai sifat-sifat

sebagai berikut :

1) Dalam menggerakkan bawahan untuk yang telah ditetapkan, perintah

mencapai tujuan digunakan sebagai alat utama.

2) Dalam mengerakkan bawahan sangat suka menggunakan pangkat dan

jabatannya.

3) Senang pada formalitas yang berlebihan.

4) Menuntut disiplin yang tinggi dan kepatuhan mutlak dari bawahan

5) Tidak mau menerima kritik dari bawahan.

18

http:// library.usu.ac.id/modules.php/2008/10 Teori Kepemimpinan dan Tipe-Tipe

Kepemimpinan. html

Page 27: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

6) Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaaan.19

Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe pemimpin militeristis jelaslah

bahwa tipe pemimpin seperti ini bukan merupakan pemimpin yang ideal.

c. Tipe Pemimpin Fathernalistis

Tipe kepemimpinan fathernalistis mempunyai ciri tertentu yaitu

bersifat fathenal atau kebapakan. Kepemimpinan serperti ini menggunakan

pengaruh yang sifatnya kebapakan dalam menggerakkan bawahan mencapai

tujuan. Kadang-kadang pendekatan yang dilakukan sifat terlalu sentimentil.

Sifat-sifat umum dari tipe pemimpin fathernalistis dapat dikemukakan

sebagai berikut :

1). Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa

2). Bersikap terlalu melindungi bawahan.

3). Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil

keputusan. Karena itu jarang dan berlimpahan wewenang.

4). Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya kepada bawahannya

untuk mengembangkan inesiatif daya kreasi.

5). Sering menganggap dirinya maha tahu.20

Harus diakui bahwa dalam keadaan tertentu pemimpin seperti ini

sangat diperlukan akan tetapi ditinjau dari segi negatifnya pemimpin

fathernalistis kurang menunjukkan kontinuitas terhadap organisasi yang

dipimpinnya.

d. Tipe Kepemimpinan Karismatis

19

Ibid 20

Ibid

Page 28: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Tipe kepemimpinan ini adalah kemampuan seseorang dalam

menggerakkan orang lain dengan mendayagunakan keistimewaan dalam aspek

kepribadian yang dimiliki pemimpin sehingga menimbulkan rasa hormat,

segan dan kepatuhan pada orang yang dipimpinnya.21

Sampai saat ini para ahli manajemen belum berhasil menemukan

sebab-sebab mengapa seorang pemimpin memiliki karisma. Hal yang di

ketahui ialah tipe pemimimpin seperti ini mempunyai daya tarik yang sangat

besar, dan karenanya mempunyai pengikut yang sangat besar.

Mengapa mereka mengikut pemimpin seperti ini, pengetahuan tentang

faktor penyebab karena kurangnya seorang pemimpin yang karismatis, maka

sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan

kekuatan gaib (super natural powers), perlu dikemukan bahwa kekayaan,

umur, kesehatan, profil pendidikan dan sebagainya tidak dapat digunakan

sebagai kriteria tipe pemimpin karismatis.

e. Tipe Kepemimpinan Demokratis

Tipe kepemimpinan demokratis yaitu tipe kepemimpinan di mana

pemimpin menempatkan manusia sebagai faktor utama dan terpenting dalam

setiap organisasi. Tipe ini diwujudkan dengan dominasi prilaku pelindung dan

penyelamat dan prilaku yang cenderung memajukan dan mengembangkan

organisasi.22

Dari semua tipe kepemimpinan yang ada, tipe kepemimpinan

demokratis dianggap adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Hal ini

21

Ibid,. 22

Fitriah, "Kepemimpinan Ahmad Zairofi dalam Upaya Pengembangan Dakwah Melalui

Majalah Tarbawi", Skripsi Sarjana Sosial Islam, (Jakarta: Perpustakaan UIN, 2006), h. 27

Page 29: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

disebabkan karena tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepemimpinan

kelompok dibandingkan dengan kepemimpinan individu.

Beberapa ciri dari kepemimpinan demokratis adalah di antaranya :

1). Dalam proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat

bahwa manusia itu adalah mahluk yang termulia di dunia.

2). Selalu berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan

kepentingan organisasi.

3). Senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya.

4). Mentolerir bawahan yang membuat kesalahan dan memberikan pendidikan

kepada bawahan agar jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi

daya kreativitas, inisiatif dan prakarsa dari bawahan.

5). Lebih menitikberatkan kerja sama dalam mencapai tujuan.23

Dari sifat-sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tipe demokratis,

dijelaskan bahwa tidak mudah untuk menjadi pemimpin demokratis.

5. Gaya Kepemimpinan

Kata gaya berasal dari kata style yang berarti gaya bahasa: cara (hidup,

bertindak dan sebagainya). Gaya kepemimpinan menurut istilah ialah cara

bagaimana seorang pemimpin membawa dirinya sebagai pemimpin, cara ia

”bergerak” dan tampil dalam menggunakan kekuasaannya.

Leadership Styles dapat diartikan dengan gaya kepemimpinan. Maksudnya,

cara yang diambil seseorang dalam rangka mempraktekkan kepemimpinannya.

Gaya kepemimpinan bukan bakat. Oleh karena itu gaya kepemimpinan dapat

23

Op.Cit,.

Page 30: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

dipelajari dan dipraktekkan dalam penerapannya harus disesuaikan dengan situasi

yang dihadapi.24

Sehubungan dengan itu Agus Dharma seperti yang dikutip Hadari Nawawi

dalam bukunya Kepemimpinan Mengefektifkan Organisasi, mendefenisikan

bahwa "gaya kepemimpinan adalah pola tingkah laku yang ditunjukkan seseorang

pada saat ia mencoba mempengaruhi orang lain".25

Dalam pelaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan, maka akan berlangsung

aktifitas kepemimpinan. Apabila aktivitas tersebut dipilah-pilah maka akan telihat

gaya kepemimpinannya dengan polanya masing-masing. Gaya kepemimpinan

tersebut merupakan dasar dalam mengklasifikasikan tipe-tipe kepemimpinan.

Menurut Veithazal Rivai dalam bukunya yang berjudul Kepemimpinan dan

Prilaku Organisasi, kepemimpinan memiliki tiga pola dasar yaitu :26

a. Gaya kepemimpinan yang berpola pada pelaksanaan tugas.

b. Gaya kepemimpinan yang berpola pada pelaksanaan hubungan kerja

sama.

c. Gaya kepemimpinan yang berpola pada kepentingan hasil yang dicapai.

Sedangkan menurut T. Hani Handoko dalam buku Manajemen, membagi gaya

kepemimpinan menjadi dua yaitu dengan orientasi tugas (task oriented) dan gaya

dengan orientasi karyawan (employer oriented). Manajer berorientasi pada tugas

pengarahan dan mengawasi bawahan secara tertutup untuk menjamin bahwa tugas

dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Manajer dengan gaya

kepemimpinan ini memperhatikan pelaksanaan pekerjaan dari pada

24

Yayat M. Herujito, Dasar-Dasar Manajemen, (Jakarta: PT. Gramedia, 2004), cet. Ke-2, h.

188 25

Hadari Nawawi, Kepemimpinan Mengefektifkan Organisasi, (Yogyakarta: UGM Press,

2003), cet. Ke-1, h. 155 26

Veithezal Rivai, Op. cit., h. 2

Page 31: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

pengembangan dan pertumbuhan karyawan. Manajer berorientasi karyawan

mencoba lebih memotivasi bawahan dibanding mengawasi mereka. Mereka

mendorong para anggota kelompok untuk melaksanakan tugas-tugas dengan

memberikan kesempatan bawahan untuk berpartisipasi dalam pembuatan

keputusan, menciptakan suasana persahabatan serta hubungan saling mempercayai

dan menghormati dengan para anggota kelompok.27

Penulis menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan adalah suatu cara

bagaimana seorang pemimpin mempraktekan kepemimpinannya yang gaya

tersebut dapat dilihat dari aktivitas kepemimpinannya.

6. Kepemimpinan Yang Efektif

Permasalahan-permasalahan yang dihadapi beberapa kelompok akhir-akhir ini

tidak dapat dipecahkan tanpa adanya organisasi yang sukses. Tetapi organisasi

tidak akan sukses tanpa adanya kepemimpinan yang efektif.28 Para pemimpin saat

ini menghadapi keadaan yang sulit, di mana kecepatan laju globalisasi yang

meningkat dengan cepat. Akibatnya kegiatan kepemimpinan menjadi begitu rumit

dalam situasi bahwa armada kerja adalah majemuk sehingga efektifitas

kepemimpinan sangat diperlukan dalam menjawab tantangan ke depan. Oleh

karena itu menurut Muhammad Ramadhan kepemimpinan yang efektif yaitu

kepemimpinan yang mampu mengadaptasi gayanya agar sesuai dengan situasi

yang tertentu. Hal ini erat hubungannya dengan tingkat perkembangan dan

kematangan bawahan dalam melaksanakan tugas tertentu.

Efektifitas seorang pemimpin tidak ditentukan oleh gaya atau tipe

kepemimpinan yang dipergunakannya, tetapi tergantung pada caranya

27

T. Hani Handoko, M.BA, Manajemen, (Yogyakarta : BPFE, 1998), cet. Ke13, h. 294 28

Abdul Sholeh, Manajemen Dakwah, (Jakrata : Bulan Bintang, 1993), cet. Ke-3, h. 7

Page 32: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

menerapkan gaya atau tipe kepemimpinannya tersebut dalam situasi yang

dihadapinya.

Makin efektif interaksi pimpinan dengan bawahan terutama melalui

pendekatan manusiawi (human approach), menunjukkan kecenderungan semakin

tinggi dan terbina satu sikap saling pengertian dan keeratan hubungan emosional

antara pimpinan dengan bawahan, dan keadaan ini menjadi potensi untuk

bersama.29

Interaksi yang dilakukan terhadap pimpinan dapat berlangsung secara

formal atau informal tergantung sesuai dengan tuntutan situasi, tempat dan

kepentingan.30

Sedangkan menurut Yayat M. Herujito dalam bukunya yang berjudul Dasar-

Dasar Manajemen, mengatakan :

Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas pemimpin antara lain sebagai

berikut :

a. Kepribadian, pengalaman masa lalu dan harapan pemimpin.

b. Harapan dan prilaku atasan.

c. Kebutuhan tugas.

d. Karakteristik, pengharapan dan perilaku bawahan.

e. Iklim dan kebijakan organisasi.

f. Harapan dan perilaku rekan.

Semua faktor-faktor ini mempengaruhi pemimpin adalah melakukan fungsi

kepemimpinan.31

Sedangkan Edwin Ghiselli, menyebutkan ada beberapa syarat atau sifat dari

kepemimpinan efektif. Yaitu :

29

Ibid 30

Ibid.,h. 305 31

Yayat M. Herujito, Log. Cit, h. 188

Page 33: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

a. Kemampuan pengawasan dalam kedudukan atau pelaksanaan fungsi

manajemen, terutama pengarahan dan pengawasan pekerjaan orang lain (para

pahlawan).

b. Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan, mencakup pencarian tanggung

jawab dan keinginan untuk sukses

c. Kecerdasan, mencakup kebijaksanaan, pemikiran kreatif dan daya fikir.

d. Ketegasan (devisevenis), atau kemampuan membuat keputusan dan

memecahkan masalah dengan cakap dan tepat.

e. Kepercayaan diri, atau pandangan kepada dirinya dalam menghadapi masalah-

masalah.

f. Inisiatif, atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung, mengembangkan

suatu aktivitas dan menemukan cara-cara baru dan inovasi.32

Jadi, elementasi fungsi kepemimpinan yang efektif menjadikan bawahan

bekerja efektif, ke arah pencapain tujuan dan karenanya organisasi menjadi efektif.

Dengan demikian menurut penulis kepemimpinan yang efektif tergantung bagaimana

kemampuan seorang pemimpin dapat menyesuaikan gaya kepemimpinannya pada

situasi dan kondisi yang dihadapi. Dapat menyesuaikan diri yaitu dapat

mendelegasikan wewenang secara efektif dengan mempertimbangkan kemampuan

mereka, kemampuan bawahan dan tujuan yang harus diselesaikan.

B. Pengembangan Kaligrafi

1. Pengertian Pengembangan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian pengembangan adalah

"perihal", perkembangan, berasal dari kata "kembang" yang mempunyai proses,

cara, perbuatan pengembangan”.33

32

Abdul Syani, Op.cit., h. 250

Page 34: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Menurut Malayu SP Hasibuan dalam bukunya Manajemen Sumber Daya

Manusia mengatakan bahwa pengembangan adalah suatu usaha untuk

meningkatkan kemampuan, teknis, teoritis, konseptual, melalui pendidikan dan

pelatihan. Pendidikan dan latihan harus sesuai dengan pekerjaan masa kini,

maupun masa depan. Kata pengembangan mengarah pada penciptaan dalam

bentuk perluasan dan peningkatan.34

AA. Anwar Prabu Mangkunegara dalam bukunya yang berjudul Manajemen

Sumber Daya Manusia Perusahaan mengatakan bahwa "pengembangan

merupakan suatu proses pendidikan jangka panjang yang menggunakan prosedur

yang sistematis dan terorganisir dimana pegawai manajerial mempelajari

pengetahuan konseptual atau teoritis guna mencapai tujuan yang umum".35

Menurut T Hani Handoko dalam bukunya yang berjudul Manajemen

Personalia berpendapat bahwa ”pengembangan (development) adalah mempunyai

ruang lingkup yang lebih luas dalam rangka untuk memperbaiki dan

meningkatkan pengetahuan, kemampuan sikap dan sifat-sifat kepribadian".36

Dalam beberapa pengertian di atas, kiranya dapat disimpulkan bahwa

pengembangan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan melalui proses

pendidikan jangka panjang yang sistematis dan terorganisir.

2. Pengertian Kaligrafi

Kaligrafi secara etimologis berasal dari bahasa inggris, calligraphy yang

berasal dari dua suku kata bahasa Yunani, yaitu kallos: beauty (indah) dan

33 Tim penysun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa

Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka 1995), h. 414 34

Malayu SP Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia (Jakarta: Bumi Aksara 2000), h.

10 35

AA. Anwar Prabu Mangkunegara, Manajemen Sumber Daya Manusia perusahaan

(Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 2001), cet. Ke-3, h. 44 36

T Hani Handoko, Manajemen Personalia (Yogyakarata: BPFF , 1996),cet. Ke-10, h. 104

Page 35: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

graphein: to write (menulis) yang berarti: tulisan yang indah atau seni tulisan

indah. Dalam bahasa arab biasa disebut khat yang berari garis atau coretan pena

yang membentuk tulisan tangan, dan disebut fann al-khath yang berarti seni

memperhalus tulisan atau memperbaiki coretan.37

Secara terminologis, Syeikh Syam al-Din al-Afkani mengatakan : "kaligrafi

adalah ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal, letak-letaknya,

dan tata cara merangkainya menjadi sebuah kata yang tersusun. Atau apa-apa

yang ditulis di atas garis-garis, bagaimana cara menulisnya dan menentukan mana

yang tidak perlu ditulis, mengubah ejaan yang perlu digubah dan menentukan

bagaimana cara menggubahnya".38

Adapula yang mengatakan bahwa kaligrafi merupakan apa-apa yang ditulis

para ahli dengan dengan sentuhan kesenian. Kaligrafi melahirkan ilmu tersendiri

tentang tata cara menulis, yang meneliti tentang tanda-tanda bahasa yang biasa

dikomunikasikan, yang ditorehkan secara proporsional dan harmonis, yang dapat

dilihat secara kasat mata dan diakui sebagai susunan yang dihasilkan lewat kerja

kesenian.39

Muhammad Thahir ibn ‘Abd al-Qodir al-Kurdi dalam karyanya Tarikh al-

Khath al-‘Arabi wa Adabihi pernah mengumpulkan sekitar tujuh macam

pengertian kaligrafi atau khat dan kemudian menyimpulkan bahwa yang dimaksud

kaligrafi adalah suatu kepandaian untuk mengatur gerakan ujung-ujung jari

dengan memanfaatkan pena dengan tata cara tertentu. “Pena” di sini adalah pusat

37 Al-Mu’jam al-Wajiz, (Majma al-Lughah al-‘Arabyah, 1995), h. 203. Di kutif pulaoleh

Ilham Khoiri. Dalam: al-Quran dan Kaligrafi Arab, (Jakarta, PT. Logos, 1999), h. 49-50. 38

Irsyad al-Qasid bab Hasr al-Ulum oleh Abu al-Abbas Ahmad ibn ‘Ali alQalqassyandi dalam

subh al-A syafi Syina ,ah al-insya, (Kairo: Kustatasumas wa Syarikahu, tth), h. 3-4. dikutif oleh D.

Sirojuddin.AR. dalam: Seni Kaligrafi Islam, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000),

h. 3 39

Ilham Khoiri: al-Quran dan Kaligrafi Arab, (Jakarta, PT. Logos, 1999), h. 50

Page 36: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

gerakan ujung-ujung jari, semantara “tata cara tertentu” merujuk pada semua jenis

kaidah-kaidah penulisan.40

Menurut penulis sendiri kaligrafi adalah suatu ilmu yang mempelajari bentuk

huruf-huruf tunggal, cara merangkainya, dan cara menyusunnya menjadi sebuah

kata dan kalimat yang kemudian untuk menjadi sebuah tulisan yang indah.

3. Konsep Pengembangan Kaligrafi

Pembinaan kaligrafi dapat diwujudkan secara intensif, terstrutur, dan

propesional.41

Di Indonesia pembinaan yang dipelopori oleh D. Sirojuddin. AR

misalnya dengan mendirikan Lembaga Kaligrafi al-Quran (LEMKA) pada 17

April 1985 pembinaan melalui lembaga ini dapat diwujudkan melalui pendidikan

dan latihan (diklat) atau yang bersifat kursus-kursus terpadu ditambah dengan

kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya mendukung kearah pengembangan dan tujuan

yang ingin dicapai.

Pengembangan kaligrafi khususnya yang dikembangkan Lembaga Kaligrafi

al-Quran (LEMKA), mengambil gaya tersendiri, yaitu didasarkan pada dimensi

skill dan pengembangan wawasan. Pelaksanaan keempat dimensi tersebut

diwujudkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan:42

a. Pembinaan kreativitas, pengembangan minat dan bakat melalui kursus

kaligrafi terpadu.

b. Kompetisi, perlombaan-perlombaan kaligrafi yang dapat dilaksanakan di

sekolah, kampus, pesantren, karang taruna, even-even hari besar Islam dan

nasional.

40

Muhammad Thahir ibn ‘Abd al-Qodir al Kurdi , Tarikh al-Khath al-‘Arabi wa Adabihi,

(Hijaz, 1982), cet. Ke-3, h. 17. Dikutip oleh: Ilham Khoiri: al-Quran dan Kaligrafi Arab, (Jakarta, PT.

Logos, 1999), h. 50 41

D. Sirojuddin. AR, Makalah Training para Pembina Kaligrafii, ( Banten: LPTQ, 2008), h.

1 42

D. Sirojuddin AR, Membina Kaligrafi Gaya LEMKA, (Depbinkat LEMKA, 1999 ), h. 6

Page 37: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

c. Pergelaran, pameran, dan pengembangan galeri untuk memotivasi supaya

mereka berkarya. Dan

d. Diskusi wawasan seni budaya, guna menyeimbangkan antara skill dan

wawasan.

Pengembangan kaligrafi berdasarkan buku Desain Pengembangan Seni

Kaligrafi Islam di Indonesia yang disusun oleh LEMKA bahwa pengembangan

kaligrafi dapat ditempuh melalui :

a. Melangsungkan penataran/pengkaderan para khattat dan guru-guru khat di

berbagai sekolah dan pesantren.

b. Menawarkan beberapa kegiatan yang menarik gairah para khattat, seperti :

penulisan kitab atau buku-buku agama, penulisan mushaf-mushaf al-

Quran, melatih para utusan daerah untuk diikutkan dalam lomba-lomba

kaligrafi nasional (seperti MTQ), ASEAN (seperti Peraduan Menulis Khat

ASEAN) di Brunai Darussalam, atau internasional (seperti, Internasional

Calligraphy Competition).

c. Bertukar pengalaman dan ilmu di antara para khattat dan pelukis. Pelukis

mengajarkan tekhnik pengolahan media dan cat, sebaliknya mereka dapat

menulis ragam-ragam khat kepada para khattat.

d. Membuka sanggar-sanggar pengembangan kaligrafi di sekolah-sekolah

(madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah), pesantren atau di tempat-

tempat di luar lembaga pendidikan formal.

Penulis sendiri berdasarkan konsep pengembangan di atas menyimpulkan

bahwa konsep pengembangan kaligrafi yang terpenting adalah penumbuhan

semangat para kahattat/kaligrafer melalui kegiatan-kegiatan yang terkonsep dan

menarik

Page 38: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

BAB III

PROFIL D. SIROJUDDIN. AR DAN

LEMBAGA KALIGRAFI AL-QURAN (LEMKA)

A. Riwayat Hidup D. Sirojuddin. AR

1. Latar Belakang Keluarga, Pendidikan, dan Perjalanan Hidup

Dilahirkan di desa Karang Tawang, Kuningan, Jawa Barat pada tanggal 15 juli

1957, dengan nama lengkap Didin Sirojuddin anak pertama dari enam bersaudara

buah perkawinan H. Abdul Rahman dengan Hj. Sukrinah. Hobinya semenjak

kecil sebelum SD adalah melukis, apa saja akan dicoreti oleh Sirojuddin kecil

bahkan dinding rumah pun dilukis diberinya gambar dengan memanfaatkan arang

dapur. Ia juga menggunakan arang kuali dan blendok lampu untuk menulis halus

dengan pena kodok yang ditancapkan ke gagang kalam. Ketika itu pak Sirojuddin

banyak melukis gambar-gambar pemandangan dengan cat oker. Ia belajar sering

dari melihat gambar-gambar pemandangan yang digelar di pinggir jalan atau

gambar yang digantung di dinding rumah Bu Zaenab, salah seorang tetangganya.

Hal ini yang akhirnya menjadi kebiasaannya setelah berada di Jakarta. Ia sering

berkeliling melihat pameran, dari satu pameran ke pameran lainnya.1

Pada tahun 1960-an, di desanya mungkin hanya ada tiga orang anak yang

pandai menggambar. Selain Didin kecil ada juga Uung Masyhuri Yano

Suharyono. Tetapi yang paling dikenal dikalangan guru dan kawan-kawannya di

antara ketiganya adalah pak Sirojuddin. Hasratnya untuk mengkritik dan

menganalisa sudah tampak ketika ia menyalahkan hurup ra pada poster peraga

1 Tim 7 Lemka, Pak Didin Menabur Ombak Kaligrafi, (Jakarta: LEMKA Studio, 2006), cet.

Ke-5, h. iv-v

Page 39: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

lukisan guru madrasahnya, E.S. Muchtaruddin, karena terlalu tipis pada

lengkungannya.

Ayahnya H. Abdul Rahman adalah Mantri Kesehatan di RSU ’45 Kuningan,

yang karena perjuangannya di desa Karang Tawang akhinya terpilih menjadi

kepala desa Kuwu selama 11 tahun (1968-1979). Selain mendirikan Pondok

Pesantren al-Abshori, Abdul Rahman juga termasuk pelopor berdirinya Madrasah

Tsanawiyah Karang Tawang. Sedangkan ibunya, Hj. Sukrinah datang dari

kalangan pesantren tua terbesar di Kabupaten Kuningan, Pondok Pesantren

Raudhotul Tholibin, pimpinan KH. Uci Syaripuddin di desa Lengkong yang

bersebelahan dengan desa Karang Tawang. Ini pula yang mengalirkan darah

kepemimpinannya pada Sirojuddin.

Lazimnya orang mabuk, hari-hari selama di Sekolah Dasar (sebelumnya

Sekolah Rakyat) pak Sirojuddin disibukkan dengan kerja menggambar. Padahal

sore harinya harus belajar di Madrasah Diniyah. Usai sholat maghrib ngaji al-

Quran dan kitab kuning kepada ayahnya yang guru ngaji di kampungnya. Pada

malam-malam tertentu, ikut pendalaman kitab pada Kiai Muhyiddin, Lengkong.

Setiap hari Ahad bersama beberapa kawannya, belajar Tilawah (lagu al-Quran)

pada Kiai Jemod di Desa Ciporang, dengan jalan kaki sepanjang 6 KM.

Gambar yang banyak dilukisnya ketika itu adalah gambar pemandangan

dengan cat oker. Ia belajar dari sering melihat gambar-gambar pemandangan yang

digelar di pinggir-pinggir jalan atau yang digantung di dinding Ibu Zainab

tetangganya dengan cara menginti-intip, hal yang kemudian menjadi kebiasaannya

setelah berada di Jakarta dengan sering menonton pameran dari hotel ke hotel dan

gedung-gedung pameran.

Page 40: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Gambar manusia dipelajarinya juga dari komik-komik. Ia terkesan dengan

komik Gibraltar karya Alyson SR dari Surabaya dan komik-komik tentang

kebiadaban orang-orang PKI di tahun 1960-an. Komik-komik wayang karya R.

Kosasih sudah dibacanya juga waktu itu. Semuanya ditiru habis dengan

menggunakan pena kodok dan tinta hitam dari tinta kuali. Tapi gurunya di bidang

ini, seperti diakuinya, adalah Empud Mahfud, guru agamanya, dan Fuad Fauzi,

kawannya dari Bogor saat nyantri di Pondok Modern Gontor. Kemahirannya

menggambar peta di pelajarinya dari sebuah peta tua susunan R. Boss yang

ditemukan ayahnya di selipan kitab-kitab kuning di lemari bukunya.

Pak Sirojuddin waktu itu tidak terlalu prestisius. Ia hanya pernah mendapat

hadiah uang untuk beberapa gambar orang sholat di sekolahnya yang dibelikannya

seekor kambing. Hobinya yang sudah tak terbendung ini hanya menyisakan rasa

senang pada mata pelajaran sejarah dan mengarang, dan ”setengah membenci”

pelajaran menghitung. Bahkan menyagkut angka-angka hasil usahapun, ia tidak

tertarik karena, seperti dikomentarinya: ”Cuma ngitung duit siluman!” pak

Sirojuddin juga berterus terang, ”Dari 20 soal berhitung, kadang-kadang dua yang

betul. Sisanya yang salah, tolonglah dijumlahkan ada berapa?” saat nyantri di

Gontor, ia juga sering mendapat nilai 1 (satu) untuk Pelajaran Ilmu hisab

(aritmatika). Rupanya angka itu dianggapnya ”angka juara”. Karena pak

Sirojuddin selalu ingin jadi pelopor di bidang yang digelutinya.

Seharusnya pak Sirojuddin termasuk murid angkatan pertama di Madrasah

Tsanawiyah yang dirintis ayahnya. Namun, ayahnya memasukkannya ke Pondok

Modern Gontor, Jawa Timur, tahun 1969. dan di sinilah pak Sirojuddin benar-

benar menemukan dunianya ia banyak belajar dan memperdalam hobinya di

Page 41: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Pesantren ini. Pesantren yang menerapkan disiplin ketat ini sarat dengan kegiatan

seni, dan pelajaran khat termasuk kurikulum wajib di kelas. Mungkin sudah

suratan takdir, ketika pak Sirojuddin tidak dikabulkan ayahnya masuk ASRI

(Akademi Seni Rupa Indonesia) di Yogyakarta. Ketika tahun 1976 akhirnya

masuk kuliah pada jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab IAIN Syarif

Hidayatullah Jakarta. Di luar jadwal kuliah, pak Sirojuddin semakin giat untuk

mengasah hobinya dan menganggap "Jakarta adalah guru, di Jakarta juga ada

segalanya".2

Berkat hobi dan kemampuannya, sejak kuliah tahun 1976, pak Sirojuddin

bekerja sebagai ilustrator majalah, lalu beralih menjadi editor Pustaka Panjimas

Sampai tahun 1982. hobinya mengarang dan baca-baca buku cerita, petualangan,

dan humor di samping buku-buku agama menghasilkan cerpen-cerpen dan

karangan ilmiah dan laporan peliputan selama menjadi wartawan Panji

Masyarakat (1982-1989).

Selama jadi mahasiswa, Beliau hanya memendam keinginan yang dicita-

citakannya. Di Jakarta hanya ada beberapa khattat. Selain sulit dihubungi, mereka

juga tidak mudah diajak berserikat membentuk asosiasi. Namun masa-masa

tersebut adalah masa subur bagi pak Sirojuddin untuk menulis kaligrafi buku

dibeberapa penerbit di Jakarta. Ia memperoleh cukup uang sehingga

berkesempatan membeli banyak buku. Uang juga banyak diperoleh dari menulis

kaligrafi di masjid, membuat ilustrasi dan komik, selain cerpen dan artikel. Pak

Sirojuddin hampir-hampir bekerja sebagai khattat di penerbit Bulan Bintang,

Jakarta, dan PT. al-Ma'arif, Bandung. Namun keduanya urung diambil, karena

masih aktif kuliah.

2 D. Sirojuddin. AR, Direktur Lemka, Wawancara Pribadi, 20 Agustus 2008

Page 42: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Selesai kuliah tahun 1982, pak Sirojuddin sampai ke puncak kegelisahannya.

Setelah kemudian (1983) ia dipinta mengajar kaligrafi di Fakultas Adab eks

almamaternya. Kehormatan itu dilihatnya sebagai peluang. Hingga akhirnya, pak

Sirojuddin Berhasil mendirikan Lembaga Kaligrafi al-Qur'an (LEMKA).

Kemudian, mendirikan Pesantren Kaligrafi al-Quran LEMKA di Sukabumi.

Pesantren seni model baru yang pertama di Indonesia ini membina para kader

daerah yang diplot untuk menjadi pelopor-pelopor pengembangan kaligrafi di

seluruh kawasan Nusantara. Ia juga memimpikan sebuah Akademi Seni Islam

sebagai pusat studi dan pembinaan kaligrafi.3

2. Aktivitas Kepemimpinan D. Sirojuddin. AR

Di sela-sela kesibukannya sebagai dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN

Syarif Hidayatullah Jakarta D. Sirojuddin. AR aktif dalam kegiatan-kegiatan

kaligrafi yang penulis klasifikasikan sebagai berikut:

a. Aktivitas Penjurian:

1). Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Nasional Ke-13, 1983, Padang, Sumatera

Barat

2). Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Nasional Ke-15, 1988, Bandar Lampung

3). Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Nasional Ke-16, 1991, Yogyakarta

3 Bill/Ft.Bill*HC, "Tokoh Kaligrafer dari Salabintana", Majalah al-Kisah, (No.22/tahun IV/23

Oktober-5 November 2006), h. 74

Page 43: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

4). Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Nasional Ke-17, 1994, Pekan Baru, Riau

5). Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Nasional Ke-18, 1997, Jambi

6). Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Nasional Ke-19, 2000 Palu Sulawesi

Tengah

7). Koordinator Juri Sayembara Kaligrafi Festifal Istiqlal Ke-1, 1991, Jakarta

8). Koordinator Juri Sayembara Kaligrafi Festifal Istiqlal Ke-2, 1995, Jakarta

9). Koordinator Juri Kaligrafi Hari Anak Sholeh Nasional, 1990 s/d 1998,

Jakarta

10). Dewan Hakim MTQ Tingkat Wilayah Propinsi DKI Jakarta, Jawa Barat,

Jambi, Riau, dan beberapa Kabupaten di Jawa Barat dan Banten.

11). Koordinator Juri Sayembara Melukis Kaligrafi SCTV,1995, Jakarta.

12). Dewan Hakim Lomba Kaligrafi Festifal Anak Sholeh II,1994,IV,1999,

Jakarta.

13). Koordinator Juri Lomba Disain Cover Mushaf al-Quran Departemen

Agama RI, 1995, Jakarta.

14). Dewan Hakim Peraduan Menulis Khat ASEAN, 1998, di Brunei

Darussalam.

15). Dewan Hakim Peraduan Menulis Khat ASEAN, 2002, di Brunei

Darussalam.

16). Koordinator Sewan Hakim Kaligrafi Pospenas I, 2001, Ma’had Al-

Zaytun, Indramayu, Jawa Barat.

17). Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Nasional Ke-20, 2003, Palangkaraya,

Kalimantan Tengah.

18). Koordinator Dewan Hakim Kaligrafi Pospenas II,2003, Palembang,

Sumatra Selatan.

Page 44: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

19). Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Mahasiswa Nasional Ke-8, 2003, Bandung

Jawa Barat.

20). Koodinator Juri Lomba Kaligrafi Festifal Budaya Islam Nusantara

(Fesbin), 2003,TMII, Jakarta.

21). Koordinator Juri Lomba Kaligrafi Arsitektur Fakultas Teknnik

Universitas Muhammadiyah Jakarta, 2004, Jakarta

22). Koordinator Juri Lomba Kaligrafi Pesta Budaya Sinbad, FIB Universitas

Indonesia, 2004, Depok, Jawa Barat.

23). Dewan Hakim Peraduan Menulis Khat ASEAN, 2004, Brunei

Darussalam.

24). Koordinator Dewan Hakim POSPENAS III, 2005, Medan, Sumatera

Utara.

25). Ketua Majelis Hakim Kaligrafi MTQ Nasional Ke-21, 2006, Kendari

Sulawesi Tenggara.

26). Dewan Hakim Peraduan Menulis Khat ASEAN, 2006, di Brunei

Darussalam.

27). Ketua Dewan Hakim Kaligrafi MTQ Mahasiswa Nasional X, Kampus

UNSRI Palembang 2007

28). Ketua Dewan Juri Sayembara Logo UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2008

29). Ketua Juri Lomba Kaligrafi POSPENAS I IV, GOR Samarinda 2007

30). Ketua Majelis Hakim Kaligrafi MTQ Nasional XXII, Kota Serang-Banten

2008

31). Ketua Dewan Hakim Kaligrafi Musabaqoh al-Quran Nasional VII

Telkom group, Banda Aceh 2008

Page 45: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

32). Ketua Juri Lomba Kaligrafi Festifal Anak Sholeh Indonesia (FASI)

Nasional VII, Jakarta 2008.4

b. Aktivitas Pembinaan

D. Sirojuddin. AR sebagai Kaligrafer kenamaan di Indonesia beliau aktif

dalam pembinaan-pembinaan kaligrafi di tanah air dan juga beberapa kali

diundang untuk membina di Brunei Darussalam, di antaranya daerah-daerah

yang beliau bina sebagai berikut:5

1). Propinsi DKI Jakarta

2). Propinsi Jawa Barat

3). Propinsi Jawa Tengah

4). Propinsi Jawa Timur

5). Propinsi Lampung

6). Propinsi Jambi

7). Propinsi Sumatera Selatan

8). Propinsi Sumatera Barat

9). Propinsi Sumatera Utara

10). Propinsi Riau

11). Propinsi Kepulauan Riau

12). Propinsi Yogyakarta

13). Propinsi Sulawesi Tengah

14). Propinsi Nangro Aceh Darussalam

15). Propinsi Kalimantan Selatan

16). Propinsi. Kalimantan Timur

4 D. Sirojuddin. AR, Katalog Pelukis dan Guru Kaligrafi Indonesia, (Jakarta: LEMKA, 2008),

h. 3, t. d. 5 Ibid, h. 13

Page 46: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

17). Propinsi Kalimantan Barat

18). Propinsi Nusa Tenggara Barat

19). Propinsi Irian Jaya Barat

20). Propinsi Papua Barat

21). Propinsi Banten.

22). Negara Brunei Darussalam

c. Aktivitas Pameran

D. Sirojuddin. AR juga aktif berpameran kaligrafi islami di Yogyakarta,

Riau, Jambi, Kudus, Cirebon, Sukabumi dan Ibu Kota Jakarta (antara lain di

Hotel Mandarin, Hotel Hilton, Hotel Gran Melia, Taman Ismail Marjuki,

Gedung Seni Rupa Dekdikbud/Galeri Nasional Indonesia, Musium Nasional,

Gedung World Trade Center, Menara Kebon Sirih, Taman Mini Indonesia

Indah, Taman Seni Jaya Ancol, Masjid Istiqlal, Musium Istiqlal dan beberapa

kampus perguruan tinggi di Jakarta), Teheran Iran, dan Sarjah Uni Emirat Arab.6

d. Buku dan Diktat Karangan:

1). Seni Kaligrafi Islam, 1985

2). Pelajaran Kaligrafi Islam (2jilid), 1985

3). Belajar Kaligrafi (7jlid), 1991

4). Dinamika Kaligrafi Islam (terjemahan), 1992

5). Belajar Cepat Menulis Alquran (4 jilid) 1993

6). Mewarnai Kaligrafi (8 jilid, 1995 & 7 jilid), 2005

7). Keterampilan Menulis Kaligrafi Bagi Santri Pondok Peasantren, 2001

8). Cara Mengajar Kaligrafi (terjemahan), 2002

6 D. Sirojuddin. AR, Asah Asuh Huruf Kaligrafi Islam, (Jakarta: Darul Ulum Press, 2006), h.

116

Page 47: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

9). Kaligrafi Hitam Putih D. Sirojuddin. AR, 2001

10). Pak Didin Menabur Ombak Kaligrafi, 2002

11). Latihan Melukis Kaligrafi dari Hitam Putih ke Warna-warna, 2002

12). Desain Pelajaran Kursus Kaligrafi (4 jilid), 1986

13). Tentang LEMKA dan Desain Pengembangan Seni Kaligrafi di

Indonesia, 1991

14). Corat-coret Bukan Asal Coret,1993

15). Gores Kalam: Butir-butir Pemikiran Sekitar Pengembangan Seni

Kaligrafi Islam di Indonesia (artikel koran dan majalah1984-1999)

16). Desain Mewarnai Kursus Kaligrafi Terpadu LEMKA, 1996

17). Asah Asuh Huruf : Himpunan Karya Master Bahan Latihan Pengajar

LEMKA,1996

18). Kaligrafi Arab: Peralihan dari Kufi ke Naskhi, 1996

19). Membina Kaligrafi Gaya Lemka, 1996

20). Persiapan Menuju MTQ: Kiat Latihan Para Khattat Peserta MTQ, 1996

21). Khat Naskhi untuk Kebutuhan Baca Tulis, 1997

22). Seni Kaligrafi Islam di Indonesia Angkatan Perangkatan, 1998

23). Tafsir al-Qolam, 1992

24). Tariq Ila Kitabi al-Insya, 1992

25). Pengantar Kuliah Seni Islam, 2004

26). Nuansa Kaligrafi Islam (kumpulan karangan), 2005

27). Koleksi Karya Master Kaligrafi Islam (7jilid), 2005

28). Kaligrafi di MTQ (Kiat Pelatihan dan Perhakiman), 2006.7

7 Ibid,.

Page 48: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

C. Sejarah Lembaga Kaligrafi Alquran (LEMKA)

1. Latar belakang berdirinya

Keinginan mendirikan sebuah lembaga kaligrafi al-Quran, merupakan

’khayalan’ D. Sirojuddin. AR sejak tahun 1975, tepatnya menjelang ia lulus dari

Pondok Pesantren Madern Gontor. Setamat dari pesantren tersebut, pak

Sirojuddin melanjutkan kuliah di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selama kuliah

beliau menekuni kegemarannya yang muncul sejak kecil, yakni melukis kaligrafi.

Setamat kuliah, tahun 1982, khayalan terpendam itu masih tetap membara.

Tetapi, pak Sirojuddin belum menemukan teman sesama khattat (para penulis

khat) yang mau diajak untuk mendirikan lembaga impiannya itu. Gagasan untuk

mendirikan wadah pengembangan kaligrafi sama sekali tidak menarik perhatian

mereka. Namun rasa penasaran pak Sirojuddin terus bergolak. Sementara melukis

hanya untuk dirinya saja, baginya merasa membosankan. Meskipun diakuinya

telah menghasilkan banyak uang.

Selama jadi mahasiswa, beliau hanya memendam keinginan yang dicita-

citakannya beliau harus berjuang sendiri tak seorangpun yang mambantu

mewujudkan cita-cita pak Sirojuddin kala itu, di Jakarta hanya ada beberapa

khattat. Selain sulit dihubungi, mereka juga tidak mudah diajak berserikat

membentuk asosiasi. Akhirnya, hingga sampailah pada momen yang bersejarah

bagi cikal bakal berdirinya LEMKA, yakni, tahun tahun 1983. Di Padang ketika

beliau untuk pertama kalinya menjadi Dewan Hakim Kaligrafi pada MTQ

Nasional XIII/1983, di sini lebih jauh pak Sirojudddin kerkenalan dengan KH. M.

Abdul Razaq Muhilli, penulis buku propesional, dan Prof. H. M. Salim Fachry,

penulis al-Quran Pusaka Indonesia atas pesanan Presiden Soekarno, yang bertugas

sebagai Dewan Hakim dan diakuinya sebagai gurunya. Saat itulah, semenjak di

Page 49: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

pesawat menuju Padang hingga di area MTQ, pak Sirojuddin tidak henti-hentinya

menyampaikan gagasannya untuk membentuk wadah pengembangan kaligrafi.

Menanggapi gagasan itu, Salim Fachry menyambut agak kaget "itu yang

sebenarnya sejak dulu ana cita-citakan, sejak ana belajar kaligrafi di Mesir.

Namun ana tidak punya kader". Beliau dianggap sebagai kadernya yang selama ini

dicari-cari.

Dewan Hakim lainnya di MTQ tersebut adalah C. Israr, seorang analis seni

Islam, dan H.M. Bachtiar, dosen IAIN Padang yang turut mendorong rencana

besar pak Sirojuddin.

Selesai kuliah tahun 1982, pak Sirojuddin sampai ke puncak kegelisahannya.

Setelah kemudian (1983) ia dipinta mengajar kaligrafi di Fakultas Adab (sekarang

Fakultas Adab dan Humaniora). Kehormatan itu kemudian dilihatnya sebagai

peluang, tapi masih kesulitan harus mulai dari mana. Dua tahun kemudian,

barulah pak Sirojuddin ”nekat”. Kali ini ia mengajak salah satu mahasiswanya di

IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (sekarang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

yang baru duduk di semester dua, bernama Ece Abidin. Ece waktu itu disuruh

mengumpulkan kawan-kawan sekelasnya yang sudah ditentukan untuk menjalin

kerjasama. Semula, mereka ragu karena merasa tidak tahu apa-apa mengenai

kaligrafi. Namun, atas pesan pak Sirojuddin, Ece meyakinkan kawan-kawannya

tersebut. Akhirnya, Lembaga Kaligrafi al-Quran (LEMKA) diproklamirkan 17

April 1885, dan pengurusnya diambil langsung dari para mahasiswa semester II

yang diasuhnya. "Semuanya serba baru dan darurat. Tidak ada referensi apapun,"

aku pak Sirojuddin yang langsung mencanangkan tujuan didirikannya LEMKA

yaitu, memasyarakatkan kaligrafi di tanah air.8

8 D. Sirojuddin AR, direktur Lemka, Wawancara Pribadi, 20 November 2008

Page 50: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Tapi dari mana ia dapat memobilisasi komunitas kaligrafer? Ia hanya

menjawab bahwa modalnya itupun dari ayahnya. Ia melihat bagaimana ayahnya

mengajar ngaji dengan tekun, menjadi imam di surau, dan bagaimana ia harus

ronnda setiap malam mengatur atau memimpin rakyatnya saat jadi kepala desa.

Tetapi kesukaannya membaca lakon para petualang, pelopor, dan penemu

memberikannya pengaruh sangat mendalam. Nabi Muhammad SAW adalah yang

patut dijadikan contoh dengan nmenghimpun pengikutnya dari satu orang, tiga,

ratusan, ribuan. Tertarik pula dengan kitab Ramayana yang menggambarkan

Rama mencari Shinta dengan memobilisasi seekor kera Hanoman, lalu lima ekor,

jadi lima ratus, sepuluh ribu, lima ratus ribu, sepuluh juta.9

Bukan tanpa kendala, kursus kaligrafi yang diselenggarakan LEMKA ternyata

mengundang banyak peminat. Pada gelombang pertama sebanyak 83 orang yang

mendaftar. Di antaranya adalah mahasiswa IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tapi

pada semester berikutnya program tersebut bangkrut, karena belum menemukan

pembelajaran yang tepat.

Perlahan-lahan, pak Sirojuddin mencoba menyususun metode pengajaran

kaligrafi sendiri. Pada gelombang ketiga, mulailah metode penemuan pak

Sirojuddin tersebut diterapkan. Di antaranya, pertama, metode demonstratif,

yakni, metode penggunaan asistem pengajar di kelas. Kedua, menggunakan alat-

alat peraga, termasuk diantaranya karya-karya yang bisa dicontoh oleh peserta.

9 Tim 7 Lemka, Op Cit, h. vii-xix

Page 51: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Ketiga, pemungutan iuran. Menurut pak Sirojuddin, salah-satu bangkrutnya

gelombang pertama ialah tidak adanya iuran, sehingga peserta cendrung kurang

serius. Metode lain yang digunakan agar menambah gairah peserta adalah

diadakannya apresiasi terhadap karya-karya mereka, dalam bentuk pameran,

demonstrasi di depan khalayak, juga rekreasi seni.

Hingga sekarang LEMKA terus berjalan dan berkembang, yang sampai saat

ini sudah mencapai gelombang ke-45, dan telah melahirkan ribuan khattat maupun

pelukis kaligrafi yang menyebar di seluruh tanah air Indonesia.

2. Visi dan Misi

Adapun Visi dan Misi Lembaga Kaligrafi al-Quran (LEMKA) adalah sebagai

Berikut :

Visi: Memperkenalkan serta mengembangkan seni budaya Islam, Khususnya seni

kaligrafi.

Misi: Membina dan mengembangkan kader-kader potensial di bidang seni

kaligrafi secara propesional.

a. Mempelopori dan mengembangkan seni dan budaya Islam, khususnya di

bidang seni kaligrafi kepada masyarakat luas di seluruh Tanah air.

b. Menjalin kerjasama dengan lembaga seni Internasional.

c. Membina usaha organisasi pengembangan kaligrafi, termasuk di dalamnya

memotivasi tumbuhnya sanggar-sanggar kaligrafi di berbagai tempat di

Tanah air.

d. Berperan aktif dalam setiap kegiatan yang menunjang seni dan budaya

Islam, khususnya seni kaligrafi.

Page 52: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

e. Menanamkan citra seni kaligrafi sebagai sebagian dari pembinaan

tamaddun Islam yang pempertinggi harkat dan martabat kemanusiaan.

f. Usaha-usaha lain yang sesuai dengan identitas dan asas organisasi serta

berguna untuk mencapai tujuan organisasi.10

3. Struktur Kepengurusan

Berikut ini adalah struktur kepengurusan LEMKA untuk masa amanah tahun

2008-2010 yang terdiri dari Konsultan Ahli, Dewan Pertimbangan Organisasi,

Badan Pengurus Harian, beberapa Departemen yang sangat mendukung dalam

upaya pengembangan Kaligrafi di LEMKA pada khususnya dan di Indonesia pada

umumnya.11

10

LEMKA, Draft AD/ART LEMKA(Pada Musyawarah Tahunan LEMKA, 2008) 11

Lemka, Draft Musyawarah Tahunan LEMKA2008

Page 53: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

STRUKTUR KEPENGURUSAN

LEMBAGA KALIGRAFI ALQURAN (LEMKA)

PERIODE 2008-2010

Konsultan Ahli

Prof. DR. H. Komaruddin Hidayat, MA

Prof. Drs. AD. Pirous

Prof. DR. H. Chotibul Umam, MA

Prof. DR. H. M. Din Syamsuddin, MA

Prof. DR. Badri Yatim, MA

DR. H. Abdul Chair, MA

Dewan Pertimbangan Organisasi

Ketua : Drs. Ece Abidin

Sekretaris : Uud Mas’udin, SPd.I

Anggota : Drs. Ali Akbar, M.Hum

Drs. H. M. Hamid Ibrahim, MM

H. Momon Abdurrahman Syarif

DR. H. M. Oman Faturrahman, M.Hum

Ahmad Tholabi Kharlie, SHI, MA

H. Aep Ermana DE, S.Ag

Badan Pengurus Harian

Direktur : Drs. H. D. Sirojuddin. AR, M.Ag

Sekretaris : Dede Syamsuddin. A

Bendahara : Noor Halimah

Page 54: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Departemen Pembinaan Minat dan Bakat

Ketua : Martnus, SS

Sekretaris : Djoko Setiawan

Anggota : Ahmad Sholeh

Husnul Khatimah

Nurhasan Ghozali, SH.I

Nasruddin

Katirah

Ummi Kulsum

Departemen Pembinaan Aparat dan Organisasi

Ketua : H. Edi Amin, MA

Sekretaris : Saiful Huda

Anggota : Baldi Kholiq, S.Pd.I

Nurul Hikmah

Iyus. F

Departemen Pameran dan pengembangan Galeri

Ketua : Kusna Sanjaya

Sekretaris : Abdul Khaliq, S.Ag

Drs. Efendi Le’ong

Kurnia Agung Robiansyah, SHI

Boby Essyawwal, S.Ag

Irfan Wahyudi

Heri Sumarna

Sri Wahyuningsih

Page 55: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Departemen Pengembangan Kewirausahaan

Ketua : H. M. Zhohiruddin, SS

Sekretaris : Sri Wahidah

Abdul Khaliq

Ahmad Ridho, SS

Husaini

Muta’allima

Departemen Informatika dan Kontak Kelembagaan

Ketua : H. Mauluddin Anwar, S.Ag

Sekretaris : Suhailid Hafidz, SS

Bambang

Rini Maulidurrahman

Neng Hikmah

Forum Mubahasah Seni dan Budaya

Ketua : Yusuf Firdaus

Sekretaris : Fatmawati

Anggota Ilham Khoiri, S.Ag, MSR

Iman Saiful Mu’minin, SPd.I

Nursa’dah Asih

Forum Pembinaan Pengajar

Ketua : H. Isep Misbah, S.Ag

Sekretaris : H. Zainuddin Rais, SS

Anggota : Ahmad Munir

Afifuddin Syarif, MA

Page 56: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Ujang Badrussalam

H. Ohan Jauharuddin, S.Ag

H. Nurkholis, AM. A

Hj. Ernawati, S.Pd.I

4. Ciri Khas Pada Lembaga

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan pak Sirojuddin beberapa

pengurus dan pengajar LEMKA, penulis mencoba mengambil poin-poin

kesimpulan yang menjadi ciri khas dan kelebihan LEMKA yang bisa dituliskan

sebagai berikut:

a. Pembelajaran kaligrafi di LEMKA lebih intensif, dan terstruktur

b. LEMKA telah mempunyai buku-buku kurikulum tersendiri baik diktat

kursus maupun buku-buku yang berkaitan dengan kaligrafi seperti tentang

wawasan kaligrafi dan ide-ide pengembangan kaligrafi.

c. Untuk memaksimalkan program-programnya LEMKA mempunyai

Departeman-departemen seperti, Departemen Pembinaan Minat dan Bakat,

Departemen Pengembangan Organisasi, Departemen Kewirausahaan,

Departemen Informatika dan Kontak Kelembagaan. Juga forum-forum

seperti, Forum Diskusi Seni dan Budaya dan Forum Pembinaan Pengajar.

Page 57: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

d. Para pengajarnya yang sangat kompeten yang terdiri dari para kaligrafer

kelas nasional dan ASEAN. Juga didukung dengan pendidikan yang

kebanyakan sarjana S1, dan beberapa S2 maupun S3.

e. Alumninya yang sudah mencapai ribuan dan berprestasi di tingkat lokal,

nasional, dan ASEAN. Alumninya juga telah menyebar dihampir seluruh

propinsi yang ada di Indonesia.

f. LEMKA terkenal sangat humoris dalam kebanyakan kegiatannya sehingga

sehingga tidak membosankan.

g. Rasa kekeluargaan yang sangat terasa di antara pengurus maupun anggota.

h. Dan lain-lain.

LEMKA memiliki ciri khas maupun keunggulan yang tidak ada di

lembaga atau tempat belajar kaligrafi lain. Sehingga LEMKA banyak diminati

oleh para pecinta kaligrafi/kaligrafer, maupun pengamat untuk belajar maupun

meneliti, termasuk penulis sendiri yang tertarik untuk menulisnya dalam

sebuah skripsi ini.

Page 58: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

BAB IV

ANALISIS KEPEMIMPINAN D. SIROJUDDIN. AR

A. Pendekatan Kepemimpinan D. Sirojuddin. AR

Pendekatan kepemimpinan D. Sirojuddin. AR yang dipraktekkan adalah

beliau selalu berusaha untuk menjadi teladan atau contoh bagi para kaligrafer atau

pelukis, jadi menurut beliau kalau beliau mengajak orang untuk berbuat sesuatu maka

beliau sudah berbuat terlebih dahulu memperbuatnya. Ust. Apifuddin Syarif

menambahkan bahwa pak Sirojuddin sosok pemimpin yang patut diteladani, dimana

pak Sirojuddin seorang yang pragmatis (yang bisa menuliskan kaligrafi secara

keahlian kaligrafi) tetapi pak Sirojuddin juga seorang konseptor (yang mampu

menciptakan ide-ide pengembangan secara konsep baik melalui buku maupun media)

menurutnya ini sebuah teladan sekali yang perlu dicontoh dan diteladani oleh para

kaligrafer.1 Kemudian dalam kepemimpinannya beliau juga berusaha untuk menjadi

icon atau lambang dalam pengembangan kaligrafi khususnya di Indonesia, dan pada

kenyataannya beliau memang banyak kalangan yang menganggap khususnya

kaligrafer/pengamat kaligrafi termasuk penulis sendiri bahwa beliau sebagai tokoh

1 Apifuddin Syarif, Pengurus dan Pengajar LEMKA, Wawancara Pribadi, 27 November 2008

Page 59: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

atau boleh dibilang sebagai bapak kaligrafinya Indonesia.2 Ini karena banyaknya

peran beliau dalam pengembangan kaligrafi khususnya di Indonesia. Sehingga,

dengan ketokohannya tersebut gagasan-gagasan pengembangan kaligrafi yang beliau

sampaikan dengan mudah untuk diterima dan diikuti, ini terlihat dengan semakin

meningkatnyan jumlah santri pada pesantren kaligrafinya yang merupakan

laboraturium dari LEMKA pada setiap angkatan atau setiap tahunnya dan semakin

padatnya jadwal beliau untuk memenuhi undangan untuk membina di daerah-daerah

di tanah air bahkan di luar negeri yakni di Brunai Darussalam.3 Dalam hal ini beliau

mengatakan bahwa beliau mencontoh kepemimpinan Rasulullah tentunya sebagai

pemimpin teladan yang utama, menurut beliau apa yang dilakukan Rasulullah

sebenarnya memberikan keteladanan dan akibatnya mereka mengikuti Rasulullah

karena Rasulullah memang teladan.4

D. Sirojuddin AR dapat memobilisasi para kaligrafer mencontoh dari ayahnya.

Beliau melihat bagaimana ayahnya mengajar ngaji dengan tekun, menjadi imam di

surau, dan bagaimana ia harus ronda setiap malam mengatur atau memimpin

rakyatnya saat jadi kepala desa. Tetapi kesukaannya membaca lakon para petualang,

pelopor, dan penemu memberikannya pengaruh sangat mendalam. Nabi Muhammad

SAW adalah yang patut dijadikan contoh beliau mencontoh kepemimpinan Rasulullah

tentunya sebagai pemimpin teladan yang utama, menurut beliau apa yang dilakukan

Rasulullah sebenarnya memberikan keteladanan dan akibatnya mereka mengikuti

Rasulullah karena Rasulullah memang teladanDFDFDFDF. Dengan menghimpun

pengikutnya dari satu orang, tiga, ratusan, ribuan. Tertarik pula dengan kitab

Ramayana yang menggambarkan Rama mencari Shinta dengan memobilisasi seekor

2 Momon A Syarif, Pengurus, Pengajar LEMKA dan Dewan Juri Kaligrafi, Wawancara

Pribadi, 27 November 2008 3 Lihat halaman, 37

4 D. Sirojuddin. AR, Direktur Lemka, Wawancara Pribadi, 10 Agustus 2008

Page 60: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

kera Hanoman, lalu lima ekor, jadi lima ratus, sepuluh ribu, lima ratus ribu, sepuluh

juta.5 Ia begitu yakin bahwa sejarah benar-benar dapat dijadikan sebagai pelajaran

dan bahkan teladan.

Dalam pengembangan kaligrafi lewat lembaga yang beliau pimpin beliau lebih

kepada menghidupkan sistem kaderisasi misalkan seperti dalam pengajaran di

LEMKA, beliau tidak menghabiskan waktu untuk mengajar sendiri tetapi lebih pada

memposisikan diri untuk mengawasi dalam artian mengawasi secara terbuka untuk

tujuan evaluasi pemberian motivasi dan sebagainya kepada para pengajar atau sebagai

supervisor. Beliau berusaha untuk ”ber-Tutwuri Handayani” kemudian juga bisa

terlihat dari misalnya beliau dalam memimpin pesantrennya beliau lebih pada

memberikan pengasuhan dan motivasi-motivasi maka di pesantren kaligrafi yang

beliau dirikan ada yang menangani tersendiri dalam menjalankan program-

programnya misalnya program pendidikan dan latihan (Diklat) ada direktur tersendiri

yang menjalankan program-program tersebut.

Dalam kepemimpinannya D. Sirojuddin. AR juga selalu bersifat terbuka,

misalnya dalam pengambilan keputusan beliau selalu mengadakan musyawarah

dengan para pengurus maupun anggota. Selain itu selanjutnya beliau lebih suka

membiarkan bawahannya untuk berinisiatif dan berkreasi.

Keteladanan pak Sirojuddin juga terlihat pada kepribadiannya yang gigih,

tekun, dan sabar misalnya di mana seringkali ketika penulis datang di kediamannya

selalu saja beliau ada yang dikerjakan seperti selalu lagi ngetik dihadapan Laptop

atau lagi menulis maupun melukis kaligrafi. Selain itu beliau juga seorang yang

dermawan dimana penulis tahu sendiri misalnya hampir setiap hari minggu selalu ada

5 Tim 7 Lemka, Pak Didin Menabur Ombak Kaligrafi, (Jakarta : LEMKA Studio, 2006), cet.

Ke-5, h. vii-xix

Page 61: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

yang datang untuk minta sumbangan dan pak Sirojuddin selalu memberinya. Penulis

sendiri banyak merasakan kedermawanan beliau.

a. Gaya Kepemimpinan D. Sirojuddin. AR

Gaya kepemimpinan sebagaimana dikatakan T. Hani Handoko dalam bukunya

Manajemen membagi gaya kepemimpinan menjadi dua yaitu gaya dengan orientasi

tugas (task oriented) dan gaya dengan orientasi karyawan (employer orented)

pimpinan berorientasi tugas mengarahkan dan mengawasi bawahan secara tertutup

untuk menjamin bahwa tugas dilaksanakan sesuai yang diinginkan. Manajer dengan

gaya kepemimpinan ini lebih memperhatikan pelaksana pekerjaan dari pada

pengembangan dan pertumbuhan bawahan. Manajer berorientasi karyawan mencoba

untuk lebih memotivasi bawahan dibanding mengawasi mereka. Mereka mendorong

para anggota kelompok untuk melaksanakan tugas-tugas dengan memberikan

kesempatan bawahan untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan, menciptakan

suasana persahabatan, serta hubungan-hubungan saling mempercayai dan

menghormati dengan para anggota kelompok.

Berdasarkan pemaparan di atas penulis yang juga aktif di LEMKA dapat

penulis kemukakan bahwa gaya kepemimpinan D. Sirojuddin. AR adalah lebih

kepada gaya kepemipinan yang berorientasi karyawan atau bawahan, anggota dan

para kaligrafer. Ini dapat dilihat misalnya dalam hal kebijakan-kebijakan terkait

pengembangan kaligrafi maupun lembaga yang dipimpinnya, beliau selalu

mengakomodir pendapat-pendapat bawahannya dan juga kemudian memberikan para

anggotanya untuk berinisiatif dan kreatif.

b. Tipe Kepemipinan D. Sirojuddin. AR

Sebagai mana yang telah dijelaskan di atas bahwa yang dimaksud tipe

kepemimpinan adalah suatu bentuk atau pola seseorang dalam memimpin, tindak

Page 62: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

tanduk dari seorang pemimpin dapat dijadikan sebagai pola untuk mencocokkan tipe

apa yang dipakai oleh seorang pemimpin dalam menjalankan roda kepemimpinannya

tersebut

Tipe kepemimpinan D. Sirojuddin. AR adalah bersifat demokratis, kharismatis

dan juga pathernalistis yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

Demokratis, tipe kepemimpinan demokratis adalah tipe kepemimpinan

dimana pemimpin menempatkan manusia sebagai faktor utama dan terpenting dalam

setiap organisasi. Tipe ini diwujudkan dengan dominasi prilaku pelindung dan

penyelamat dan prilaku yang cenderung memajukan dan mengembangkan organisasi.6

Tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepemimpinn kelompok

dibandingkan dengan kepemimpin individu.

Beberapa ciri dari kepemimpinan demokratis di antaranya adalah :

1. Dalam proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat

bahwa manusia itu adalah mahluk yang termulia didunia.

2. Selalu berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan

kepentingan organisasi.

3. Senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya.

4. Mentolerir bawahan yang membuat kesalahan dan memberikan pendidikan

kepada bawahan agar jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi

daya kreativitas, inisiatif dan prakarsa dari bawahan

5. Lebih metitik beratkan kerja sama dalam mencapai tujuan.

Tipe kepemimpinan D. Sirojuddin AR adalah sifatnya yang demokratis, tipe

demokratis ini terlihat pada saat rapat-rapat dengan pengurus maupun anggota yaitu

dengan memberikan kebebasan berpendapat pada saat rapat berlangsung,

6 Fitriah, "Kepemimpinan Ahmad Zairofi dalam Upaya Pengembangan Dakwah Melalui

Majalah Tarbawi", Skripsi Sarjana Sosial Islam, (Jakarta: Perpustakaan UIN, 2006), h. 27

Page 63: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

menselaraskan ide atau pemikiran-pemikirannya dengan pengurus lainnya untuk

tujuan organisasi, kemudian dalam pergantian kepengurusan sebenarnya beliau juga

menyerahkan kepada forum yang ada di musyawarah untuk memilih ketua baru,

namun lagi-lagi tidak ada atau belum ada yang mampu seperti pak Sirojuddin yang

seorang konseptor yang mempunyai konsep-konsep pengembangan kaligrafi yang

strategis dan cemerlang yang juga dibarengi dengan talenta secara pkaktek tentunya.

Kemudian beliau juga sangat senang menerima saran pendapat, maupun kritikan

bahkan kritikan yang tidak benarpun beliau dengan senang hati menerimanya dari

bawahannya maupun orang-orang di luar LEMKA. Beliau tidak pernah membawa

atau mencampurkan masalah pribadi dengan tujuan organisasi.7

Tipe kedua yang ada pada D. Sirojuddin AR yaitu, tipe kepemimpinan

Kharismatik, Tipe kepemimpinan ini adalah kemampuan seseorang dalam

menggerakkan orang lain dengan mendayagunakan keistimewaan dalam aspek

kepribadian yang dimiliki pemimpin sehingga menimbulkan rasa hormat, segan dan

kepatuhan pada orang yang dipimpinnya.8

Tipe kepemimpinan kharismatik D. Sirojuddin AR ini terlihat ketika beliau

berada dimanapun khususnya dikalangan khattat maupun pelukis kaligrafi. Khattat

yang juga seorang imam masjid AsCCCsalam ini dikenal sebagai pribadi yang

religius yang seringkali mananamkan nilai-nilai agama pada bawahannya seperti

keikhlasan, keberkahan dan lain lain. Ia selalu disegani dan sangat dihormati,

walaupun beliau tidak pernah menonjolkan dirinya untuk dihormati.

D. Sirojuddin AR mempunyai kharisma tetapi tidak seperti sebagian orang

bahwa kharisma itu ditakuti dan sebagainya, tetapi pak Sirojuddin kharismanya itu

7 D. Sijuddin AR Log.Cit,.

8 Hadari Nawawi dan M. Martini Hadari, Kepemimpinan yang Efektif, (Yogyakarta : Gajah

Mada University Press, 2000), cet. Ke-3, h. 94-10

Page 64: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

bagaimana ketika beliau berbicara kemudian orang memperhatikan semua, ingin

mendengarkannya, tetapi di tengah pembicaraan beliau bisa membuat orang tertawa.

Kharisma bukan berarti tidak canda, bukan berarti pasif dalam arti tidak ada tawa atau

canda sehingga seolah-olah beliau membuat image bahwa saya tidak boleh bercanda

supaya kelihatan kharismatik. Pak Sirojuddin berkarakter "lentur" yang bisa membaur

dengan bawahannya maupun denga orang lain.

Tipe Kharismatik pak Sirojuddin berbeda dengan kebanyakan yang ada di

pesantren-pesantren yang terlalu bahwa santri harus seperti ini, tidak boleh seperti ini

dan itu. Beliau tidak ada sekat seperti itu. Ust. Apifuddin Syarif, MA menambahkan,

apalagi kalau beliau berbicara melalui teks, kalau sudah menulis bahasanya sangat

"nyastra" bahasanya mengandung sastra, terbukti dalam buku-bukunya, khutbah,

ceramah/seminar, ini karena memang karena beliau yang berlatar belakang sarjana

sastra dan disamping beliau sebagai mantan wartawan bahasanya indah dan enak

didengarkan sehingga Ust. Apifuddin sendiri pun mengaku pernah mengutip

sebagian/pembukaan dari khutbah beliau karena sangat indah dan enak didengar.

Ketika membaca buku orang berpikir seolah-olah atau jangan-jangan orangnya sangat

kharismatik dan kenyataannya beliau memang punya kharisma. 9

Kemudian tipe kepemimpinan yang ada pada D. Sirojuddin AR yaitu tipe

kepemimpinan Fathernalistis, Tipe kepemimpinan fathernalistis mempunyai ciri

tertentu yaitu bersifat fathernal atau kebapakan. Kepemimpinan seperti ini

menggunakan pengaruh yang sifat kebapakan dalam menggerakkan bawahan untuk

mencapai tujuan. Kadang-kadang pendekatan yang dilakukan sifat terlalu sentimentil.

Harus diakui bahwa dalam keadaan tertentu pemimpin seperti ini sangat

diperlukan akan tetapi ditinjau dari segi negatifnya pemimpin fathernalistis kurang

9 Log. Cit.

Page 65: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

menunjukkan kontinuitas terhadap organisasi yang dipimpinnya. Tipe kepemimpinan

Fathernalistik juga terdapat dalam diri D. Sirojuddin AR dalam artian Faternalistik

yang positif, ini terlihat dari sifatnya yang selalu mengayomi, membimbing dan

menasehati anggotanya yang memang kebanyakan mereka adalah para muridnya atau

binaannnya.

Kalau dilihat ketika pak Sirojuddin memberikan kata-kata yang bermutukan

pembekalan kepada bawahannya pasti akan menganggap bahwa beliau adalah guru

besar di organisasi ini yang omongannya atau pembicaraannya mesti benar dan diakui

keabsahannya artinya kalau seperti demikian bisa saja beliau bapaknya LEMKA.

Misal kecil dari nasehat beliau "teruslah berkarya melukis dan seterusnya karena

suatu saat akhirnya buat kita juga" ini salah satu kalimat yang bersifat kebapakan

yang seolah-olah beliau melihat ini bukan lagi bawahan saya tetapi benar-benar anak

saya. Contoh lain ketika ada pekerjaan beliau seringkali membaginya, karena banyak

organisasi yang ketika ada kepentingan dikumpulkan bawahannya, tetapi ketika ada

proyek diambil sendiri seolah-olah tidak ada hubungan emosional. Karena yang

menjadikan anak dan bapak bisa menyatu dikarenakan ada hubungan emosional dan

itu selalu dibangun oleh D. Sirojuddin AR.10

c. Fungsi Kepemimpinan D. Sirojuddin. AR

Fungsi kepemimpinan merupakan gejala sosial, karena harus diwujudkan dalam

interaksi dalam individu dalam situasi sosial suatu kelompok atau organisasi.11

Dalam hal ini lebih lagi, J. Reberu dalam bukunya Dasar-dasar Kepemimpinan,

telah menjelaskan dan membagi fungi kepemimpinan kepada tiga bagian yaitu :

10

Ibid,. 11

Veithezal Rivai, Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi, (Jakarata: PT, Raja Grafindo

Persada, 2004), cet. Ke-2, h. 53

Page 66: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

a. Tugas menanggapi situasi hidup masyarakat.

b. Tugas menilai hidup masyarakat.

c. Tugas menentukan sikap atau tindakan terhadap situasi hidup.12

Berbicara mengenai fungsi kepemimpinan, Kartini Kartono dalam bukunya,

Pemimpin dan Kepemimpinan, menjelaskan: ”fungsi kepemimpinan ialah: memandu,

menuntun, membimbing, membangun, memberi, atau membangunkan motivasi-

motivasi kerja. Mengemudikan organisasi, menjalin jaringan komunikasi yang baik

memberikan supervisi atau pengawasan yang efesien, dan membawa para

pengikutnya kepada sasaran yang ingin dituju, sesuai dengan ketentuan waktu

perencanaan".13

Dalam hal ini fungsi kepemimpinan D. Sirojuddin AR dalam hal

pengembangan kaligrafi melalui LEMKA adalah dengan cara memandu,

membimbing dan memotivasi bawahannya kepada pencapaian tujuan dari visi dan

misi LEMKA salah satunya yaitu turut memasyarakatkan seni kaligrafi di Indonesia.

Selain itu fungsi kepemimpinan D. Sirojuddin AR adalah bahwa beliau mampu

membangun komunikasi yang baik dengan para pelukis dan khattat di daerah-daerah

serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan berbagai instansi seperti

pemerintah daerah maupun pusat. Dan ini merupakan salah satu syarat untuk

menunjang perkembangan seni kaligrafi di Indonesia.

Menurut Kadarman SJ dan Jusuf Udaya dalam bukunya yang berjudul

Pengantar Ilmu Manajemen menjelaskan tentang fungsi kepemimpinan yang harus

dijalankan oleh seorang pemimpin, agar suatu kelompok dapat dipimpin dengan

efektif, 2 (dua) fungsi utamanya ialah :

12

Riberu, Dasar-Dasar Kepemimpinan, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1992), h. 13 13

Kartini Kartono, Pemimpin dan Kepemimpinan, ( Jakarta: Bumi Aksara, 2000), h. 81

Page 67: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

a. Fungsi pemecahan masalah (problem solving function). Fungsi ini

berhubungan dengan tugas atau pekerjaan yaitu memberikan jalan keluar,

pendapat dan informasi terhadap masalah yang dihadapi kelompok. Dalam

hal ini kepemimpinan D. Sirojuddin AR berusaha untuk memberikan

saran, tanggapan serta solusi atas permasalahan-permasalahan yang

dihadapi bawahannya maupun Khattat di daerah-daerah. Selain itu beliau

yang selalu mengamati dan mengkaji dunia seni kaligrafi beliau juga

memberikan informasi-informasi mengenai perkembangannya dan lain

sebagainya.

b. Fungsi sosial. Fungsi ini berhubungan dengan kehidupan kelompok, yaitu

memberikan dorongan kepada anggota kelompok untuk mencapai tujuan

dan menciptakan suasana kerja bagi kelompoknya.14 Dalam hal ini D.

Sirojuddin AR selalu berusaha memberikan dorongan baik kepada

bawahannya maupun Khattat-khattat di tanah air untuk mengembangkan

seni kaligrafi yang merupakan seni Islam.

d. Hakikat Kepemimpinan D. Sirojuddin AR

Hakikat kepemimpinan berdasarkan tinjauan teoritis pada bab II di atas adalah

kepengikutan bawahan pada atasan atau pimpinan, yang dimana seorang pemimpin

harus memahami bawahannya supaya tujuan bersama dalam organisasi dapat dicapai.

Tingkah laku bawahan searah dengan kemauan pemimpin karena pengaruh

interpersonal pemimpin terhadap bawahannya tersebut. Sebab sekelompok orang yang

bekerja sama untuk mencapai tujuan memerlukan seorang pemimpin (leader) agar

14

Kadarman SJ dan Jusuf Udaya, Pengantar Ilmu Manajemen, (Jakarta: PT. Prenhalindo,

2000), h. 143

Page 68: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

kerja sama tersebut bisa mejadi efektif. Sehingga menurut pengamatan penulis

kepemimpinan D. Sirojuddin AR bisa dikatakan berhasil karna kegiatan beliau dalam

mempengaruhi orang lain bisa dikategorikan sangat banyak pengikutnya ini bisa kita

lihat dari sejarah perjalanan LEMKA yang dipimpinnya hingga sekarang.15

Dan inilah

hakikat kepemimpinan.

e. Efektifitas Kepemimpinan D. Sirojuddin AR

Terkait efektivitas kepemimpinan D. Sirojuddin AR berdasarkan penelitian

kualitatif. Penulis dapat menjelaskan bahwa kepemimpinan yang efektif tergantung

bagaimana kemampuan seorang pemimpin dapat menyesuaikan gaya

kepemimpinannya pada situasi dan kondisi yang dihadapi. Makin efektif interakksi

pimpinan dengan bawahan terutama melalui pendekatan manusiswi (human

approach), menunjukkan kecendrungan semakin tinggi dan terbina satu sikap saling

pengertian dan keeratan hubungan emosional antara pimpinan dengan bawahan dan

keadaan ini menjadi potensi untuk bersama terciptanya kepemimpinan yang efektif.

Efektivitas kepemimpinan D. Sirojuddin. AR berdasarkan asumsi di atas sudah cukup

efektif dilihat dari segi interaksinya dengan bawahannya dimana pak Sirojuddin

selalu menjaga interaksi yang baik dengan bawahannya. Beliau tidak pernah

mencampurkan urusan pribadi dengan urusan organisasi atau kepemimpinannya.

Sehingga hubungan emosional dengan bawahannya terjalin dengan baik dan itu selalu

dibangun oleh pak Sirojuddin.16

15

Lihat bab III. 16

Apifiddin Syarif, Log. Cit.

Page 69: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

B. Peran D. Sirojuddin. AR dalam Pengembangan Kaligrafi di Indonesia

D Sirojuddin AR mengembangkan kaligrafi yaitu dengan cara langsung

menjadi pelaku aktif dan menjadi nafas dari kaligrafi. Pelaku aktif dengan cara di

antaranya dengan memberikan trining kaligrafi, pameran, dialog tentang dunia

kaligrafi, seni budaya dan ide-ide pengembangannya. Pak Sirojuddin selalu pro aktif

dalam mengembangkan kaligrafi, dengan cara begitu Sirojuddin sudah otomatis

berjuang untuk mengembangkan seni kaligrafi tersebut. Kemudian dengan tampil

seperti itu beliau juga langsung memberikan contoh jadi kalau beliau mengajak orang

untuk belajar menguasai kaligrafi karena beliau pakarnya kaligrafi, kalau beliau

mengajak melukis karena beliaupun melukis, kalau beliau mengajak para seniman

berdiskusi tentang seni Islam karena beliau juga aktif menulis artikel-artikel tentang

seni Islam dalam hal ini include kaligrafi. Sehingga yang beliau sampaikan menjadi

bagian yang memang dinanti oleh para kaligrafer.10

Usaha-usaha meningkatkan mutu dan kader kaligrafer sudah banyak

dilakukan D. Sirojuddin. AR misalnya, ia membentuk LEMKA (Lembaga Kaligrafi

al-Quran) tahun 1985, sebagai langkah untuk mempercepat proses pengembangan

kaligrafi di Indonesia.18 H. Edi Amin, MA pengajar yang juga pengurus LEMKA

menambahkan, beliau telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi

perkembangan kaligrafi murni di Indonesia, ini dibuktikan dengan berdirinya

LEMKA di Jakarta dan Pesantren Kaligrafi al-Quran LEMKA di Sukabumi. Semakin

maraknya event-event kaligrafi, khususnya di MTQ dengan banyaknya kader-kader

daerah yang dikirim ke Pesantren Kaligrafi al-Quran LEMKA dan lomba tingkat

17

D. Sirojuddin. AR, Log. Cit. 18

Syai,"Keindahan Goresan Huruf", Media Ka'bah, edisi 9 (20 juni 1999), h. 68

Page 70: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

nasional yang didominasi oleh sebagian besar binaan pak Sirojuddin dan di tingkat

ASEAN. Ini jelas banyak memberikan kontribusi hampir semua kejuaraan ASEAN

menandakan peran beliau dalam membina kaligrafer di tanah air dan pengkaderan

yang beliau lakukan berhasil.12

D. Sirojuddin. AR memaksimalkan perannya untuk pengembangan kaligrafi

dengan menawarkan beberapa kegiatan yang kegiatan-kegiatan ini kemudian menjadi

kebijaksanaan LEMKA yaitu sebagai berikut:

1. Kursus Kaligrafi Terpadu

Dalam hal ini kursus kaligrafi terpadu lebih spesifik di LEMKA dikelola oleh

Departemen Pembinaan Minat dan Bakat yang di dalamnya terdapat (inclode)

pembinaan kreativitas, pengembangan minat dan bakat, kompetisi, dan safari seni.

Penyelenggaraan kursus kaligrafi terpadu merupakan kegiatan ”garda depan” dan

mendapat prioriatas utama di antara seluruh program kegiatan dan usaha LEMKA.

Kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan minat dan bakat untuk melahirkan

khattat-khattat mahir atau pelukis kaligrafi yang lihai mengolah karya sebagai bagian

dari upaya pelestarian kaligrafi Islam, meningkatkan sikap mental serta wawasan

keIslaman dengan penguasaan skill menulis kaligrafi al-Quran dan pendalaman

terhadap makna yang terkandung di dalam kaligrafi itu sendiri.20

Materi program pengajaran terdiri dari paket-paket pelajaran mengenai semua

jenis khat, sejarah perkembangan kaligrafi dan wawasan seni budaya Islam secara

umum.

Materi-materi tersebut yang jika dirinci jumlahnya cukup banyak, agar dapat

diselesaikan dengan baik, terarah dan sempurna, maka diberikan pada peserta kursus

19

Edi Amin, Pengurus dan Pengajar Lemka, Wawancara Pribadi, 20 Agustus 2008 20

Martnus, Ketua Depbinkat LEMKA, Wawancara Pribadi, 23 November 2008

Page 71: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

secara berjenjang dengan menyesuaikan tingkat kesukaran materi, nilai kegunaan

yang diprioritaskan, aspek relevansi dan kontinuitasnya.

Ada empat jenjang kursus yang diistilahkan dengan basic yang harus diikuti

oleh peserta kursus LEMKA, sebagian jenjang memilki beberapa kelas yang

perkelasnya secara ideal hanya boleh diikuti tidak lebih dari dua puluh peserta,

dengan satu tutor/guru dan dua orang asisten.21

a. Basic I mempelajari materi khat Naskhi dengan penambahan materi

sejarah kaligrafi.

b. Basic II mempelajari khat Tsulus dengan penambahan wawasan dasar seni

Islam.

c. Basic III mempelajari khat Dewani dan khat Farisi serta memperkenalkan

khat Riqah serta menambahkan materi wawasan seni Islam lanjutan. Dan

terakhir.

d. Basic IV, memantapkan semua jenis khat yang pernah dipelajari di basic-

basic sebelumnya kemudian diarahkan pada aplikasi seni melalui berbagai

media dengan media utama tata warna.

Setiap jenjang (basic) ditempuh selama empat bulan dengan enam belas kali

pertemuan (sekali seminggu). Setiap satu pertemuan membutuhkan waktu 90 menit.

Bagi peserta kursus yang telah berhasil menyelasaikan satu basic, berhak

mendapatkan Sertifikat hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana setiap

peserta kursus hanya berhak memperoleh Sertifikat setelah menamatkan 4 basic.

Dalam pembinaan kreativitas dan pengembangan minat dan bakat melalui

kursus maka perlu sebuah kompetisi sebagai ajang praktek dan untuk memacu para

kader lebih baik. Dan juga diperlukan adanya safari seni hal ini yang juga selalu

21

Dokumen, Tentanag LEMKA dan Desain Pengembangan Kaligrafi Islam di Indonesia,

(Jakarta, Studio LEMKA, 1995), h. 73

Page 72: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

dilakukan LEMKA pimpinan pak Sirojuddin baik dilakukan pada internal LEMKA

(dengan mengajak para peserta didik bersafari ke tempat-tempat seni, galeri, tempat

tokoh-tokoh seniman kaligrafi dan tempat-tempat yang bernilai seni). Maupun para

kaligrafer di nusantara hal ini yang sering dilakukan pak Sirojuddin misalnya ketika

ada event kaligrafi nasional sebuah even yang mempertemukan khattat-khattat dari

seluruh propinsi di Indonesia, pak Sirojuddin sering kali mengajak para khattat

tersebut untuk demontrasi dengan cara melukis bersama sambil menikmati keindahan

alam di tempat-tempat wisata, pantai dan lain-lain.

Program ini sangat positif untuk mempererat tali silatarrahmi dan saling

mengenal di antara sesama Khattat atau kaligrafer se-Nusantara.

2. Pameran dan Pengembangan Galeri

Program pengembangan yang kedua adalah pameran dan pengembangan

galeri yaitu menawarkan gagasan apresiasi yang di sini lebih kepada bentuk melukis

sebagai upaya penerus ekspresi para khattat atau pelukis kaligrafi, yang mana kader

LEMKA setelah sekian lama digembleng dalam kursus LEMKA.

Bagi seorang pelukis, pemeran mengandung makna yang strategis untuk

memperkenalkan diri pada publik. Boleh dikatakan, popularitas seorang pelukis

sangat ditentukan oleh sering atau tidaknya berpameran. Boleh jadi, yang mempunyai

tujuan ”al-Awwalu wal-Akhiru”-nya tertumpu pada pameran karya-karyanya, sebab

dari kegiatan tersebut ia dapat mengekpresikan segala kepuasan batinnya kepada para

peminat dan penonton. Selain itu, pameran juga dapat menjadi ajang komersialisasi

karya seni lukis kaligrafi yang dapat mendatangkan nilai materi yang cukup besar.

Page 73: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

LEMKA memahami kenyataan adanya hasrat pelukis seperti itu. Oleh

karenanya, di antara tujuan pameran LEMKA diarahkan kepada beberapa hal sebagai

berikut:

a. Sebagai ajang promosi atas suatu hasil karya.

b. Untuk mengukuhkan jati diri sang pembuat karya.

c. Untuk mencari popularitas sang pembuat karya.

d. Untuk mencari kepuasan batin sang pembuat karya.

e. Untuk mencari keuntungan materi.22

Karya-karya yang dipamerkan seringkali tidak seluruhnya hasil lukisan

anggota LEMKA. Sebagian diikutkan pula dari para khattat atau pelukis kaligrafi dari

luar anggota LEMKA.

Dalam dunia pameran para khattat atau pelukis kaigrafi juga dianjurkan untuk

membentuk galeri atau asosiasi yang dengan adanya wadah ini maka para kaligrafer

bisa berkumpul, berdiskusi, bertukar pikiran dan ilmu, berkarya bersama.

3. Diskusi Wawasan Seni Budaya

Di bawah Forum Mubahasah Seni Budaya Lemka, para khattat dan pelukis

kaligrafi diajak untuk aktif dalam diskusi atau dialog-dialog kaligrafi sebagai ajang

pengembangan wawasan seni Islam. Dengan diskusi atau dialog diharapkan nanti

para khattat/kaligrfer ini bukan hanya bisa berkarya tetapi juga faham hakikat

kaligrafi, latar belakang sejarahnya dan sebagainya.23 Yang bisa disimpulakan yaitu

bahwa para khattat diajak untuk jadi orang pintar yang berilmu yang tidak hanya

terampil.

4. Pesantren Kaligrafi al-Quran LEMKA di Sukabumi

22

Ibid, 178 23

D. Sirojuddin AR, Log. Cit.

Page 74: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Pesantren Kaligrafi al-Quran yang diistilahkan pak Sirojuddin, pada mulanya

lebih merupakan ”proyek mewujudkan mimpi jadi kenyataan”. Dikhayalan dua tahun

kebelakang, ketika memikirkan keinginan ”memberi makna” pada usianya yang ke-

40. Saat melaksanakan ibadah haji, unek-unek yang belum tahu formatnya tu

dilampiyaskan berulang-ulang dihadapan Ka’bah: ” Ya Allah, besarkanlah LEMKA,

sekiranya itu akan bermaslahat”.24

Dan ternyata memang terlihat sekarang bahwa

Allah mengabulkan do’a Sirojuddin karena memang sangat bemberikan maslahat

yang sangat kontributif bagi perkembangan kaligrafi di Indonesia. Ini bisa dilihat

dengan antusiasme para kaligrafer untuk belajar kaligrafi di Pesantren LEMKA ini,

yang jumlah santrinya selalu meningakat setiap tahunnya dari berbagai propinsi di

tanah air.

Adapun cara belajar kaligrafi di Pesantren Kaligrafi al-Quran LEMKA adalah

sebagai berikut:

a. Pelajaran diberikan dalam bentuk pengarahan dan bimbingan.

b. Kegiatan harian lebih difokukan pada tugas-tugas mandiri.

c. Menguasai seluruh aliran kaligrafi tahap-pertahap.

d. Bagi santri yang modal tulisannya masih dasar, bimbingan diarahkan

padalatihan dan penguasaan huruf, dan bagi santri yang modal tulisannya

sangat cukup bimbingan lebih diarahkan pada pendalaman dan kreativitas

mengolah karya.

e. Belajar dan praktek melukis di aneka media.

f. Praktek mengajar melalui latihan pembinaan dan mengajar orang lain.

g. Mengikuti aneka lomba kaligrafi di berbagai instansi dan kesempatan.

h. Latihan mengembangkan wawasan dan apresiasi.

24

Departemen Informasi dan Kontak Kelembagaan LEMKA, Mengenal Pesantren Kaligrafi

al-Quran Lemka, ( Sukabumi: Perpustakaan PKAL, 2002), h. 16

Page 75: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

i. Mengikuti program ektravagansa dan safari seni.

j. Latihan kesanggaran.

k. Membuat karya-karya master untuk program pameran dan pasar.25

Dengan sistem pengajaran seperti ini para santri akan cukup kapabel dalam

berkaligrafi. Dan diharapakan untuk pulang kampung/pulang ke daerahnya masing-

masing dan mampu untuk mengembangkan di daerahnya.

Dengan program-program tersebut di atas sangat mendukung peran dan

uasaha-usaha D. Sirojuddin AR dalam upaya mengembangan kaligrafi di tanah air.

C. Urgensi LEMKAdalam Pengembangan Kaligrafi di Indonesia

Lembaga Kaligrafi al-Quran (LEMKA) memiliki urgensi yang sangat penting

dalam pengembangan kaligrafi di Indonesia bisa ini dilihat dari sejarah dimulai dari

tahun berdirinya dan berbagai hasil yang telah dilakukan oleh peran dari LEMKA

yang di antaranya dapat penulis paparkan berdasarkan hasil wawancara dengan pak

Sirojuddin dan beberapa pengajar LEMKA adalah sebagai berikut:

1. LEMKA merupakan pelopor lembaga kaligrafi yang eksis di Indonesia

sampai saat ini dalam pengembangan kaligrafi di Indonesia.

2. Sebagai pencetak kader-kader pengembang kaligrafi di tanah air. Yang

akibatnya kehadiran LEMKA seperti ”mesin” jadi kehadiran LEMKA itu

sendiri adalah seperti mesin yang memproduksi banyak kader pengembang

kaligrafi di nusantara. Ini bisa dilihat dari banyaknya alumni LEMKA

setiap tahunnya yang notabandnya adalah dari sebagian besar propinsi

yang ada di Indonesia.

3. Pencipta teknik-teknik atau metode pembelajaran dan pengembangan

kaligrafi yang tidak dilahirkan oleh lembaga lain. Ini bisa dilihat dari dari

25

Log. Cit.

Page 76: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

banyaknya buku-buku atau artikel-artikel atau diktat yang disusun oleh

LEMKA yang kemudian banyak dijadikan sebagai referensi

lembaga/sanggar kaligrafi di tanah air.

4. Memotivasi lahirnya banyak lembaga/sanggar kaligrafi di nusantara. Ini

yang selalu dilakukan LEMKA melalui Departemen Informatika dan

Kontak Kelembagaan selalu mengakomudir para khattat untuk mendirikan

organisasi baik lembaga atau sanggar kaligrafi. Dan ini pula yang selalu

disampaikan kepada para khattat atau kaligrafer daerah oleh pak

Sirojuddin apabila selagi membina kaligrafi ke daerah-daerah.

5. Melahirkan para kaligrafer berprestasi. Ini bisa dilihat dari even-even

perlombaan kaligrafi baik tingkat lokal, nasional dan ASEAN yang

pemenangnya sering kali didominasi oleh para kaligrafer didikan atau

binaan dari LEMKA.

6. Dan lain-lain.

LEMKA sebagai lembaga kaligrafi mempunyai peranan yang sangat penting

di tanah air khususnya di wilayah Indonesia dan Asia. Dan tentunya LEMKA tidak

akan berkembang tanpa orang-orang di dalamnya yang mengembangkan LEMKA

sesuai dengan visi-misinya di bawah kepemimpinan pak Sirojuddin. LEMKA menjadi

penting daya tawarnya di sini karena LEMKA bisa dikatakan sebagai pelopor dan

lembaga kaligrafi satu-satunya di tanah air yang eksis.26

Khususnya pada even-even lomba dengan banyaknya kader LEMKA yang

dikirim ke daerah-daerah atau orang daerah yang menyengajakan diri untuk belajar di

Pesantren Kaligrafi al-Quran, sehingga perang penting lembaga di sini sangat

kelihatan sekali dan ini adalah nilai yang positif yang dapat terus dikembangkan

26

Edi Amin, Log. Cit.

Page 77: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

sehingga peran penting LEMKA ini akan terus mendapat posisi yang strategis yang

akhirnya akan berimplikasi pada pengembangan kaligrafi yang lebih dinamis lagi di

tanah air Indonesia.

Page 78: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kehadiran Drs. H. D. Sirojuddin. AR, M.Ag sebagai tokoh kaligrafi Indonesia

yang mengabdikan dan mencurahkan hidupnya untuk pengembangan kaligrafi di

Indonesia melalui lembaga dan pesantren yang beliau dirikan yaitu Lembaga Kaligrafi

al-Quran (LEMKA) dan Pesantren Kaligrafi al-Quran telah memberikan perubahan

dan perkembangan yang sangat besar dalam dunia kaligrafi di Indonesia.

Dari skripsi ini dapat disimpulkan beberapa kesimpulan diantaranya sebagai

berikut:

1. Dalam kepemimpinannya D. Sirojuddin AR selalu menjadi teladan baik dalam

dunia kaligrafi maupun dalam kepribadiannya. Gaya kepemimpinan D.

Sirojuddin AR termasuk gaya kepemimpinan dengan orientasi karyawan,

tipologi kepemimpinan D. Sirojuddin. AR termasuk tipe pemimpin yang

demokratis, kharismatis dan fathernalistis, fungsi kepemimpinan D.

Sirojuddin. AR sebagai pemecahan masalah (Problem solving function) dan

sebagai fungsi sosial, hakikat kepemimpinan D. Sirojuddin. AR bisa dikatakan

berhasil karena kegiatan beliau dalam mempengaruhi orang lain bisa

dikategorikan sangat banyak pengikutnya, dan efektifitas Kepemimpinan D.

Sirojuddin. AR termasuk sudah cukup efektif.

2. Peran D. Sirojuddin AR dalam upaya pengembangan kaligrafi di Indonesia

adalah sangat kontributif bagi perkembangan kaligrafi di Indonesia ini terbukti

Page 79: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

dengan beliau mendirikan Lembaga Kaligrafi al-Quran (LEMKA) dan

Pesantren Kaligrafi yang merupakan pesantren pertama di Indonesia yang

secara khusus mengajarkan kaligrafi sebagai usaha untuk mempercepat

perkembangan kaligrafi di Indonesia. Dan aktivitas beliau yang dibutuhkan

khattat di berbagai daerah untuk memberikan pembinaan.

3. Urgensi LEMKA dalam pengembangan kaligrafi di Indonesia sangat urgen dan

memiliki peranan yang sangat penting karena LEMKA merupakan lembaga

kaligrafi pelopor dalam banyak hal yang terkait dengan kaligrafi di Indonesia

yang visinya yaitu turut mengembangkan kaligrafi di Indonesia.

B. Saran-saran

Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, maka GFDGFpenulis mengajukan

saran-saran sebagai berikut:

1. Kepemimpinan D. Sirojuddin. AR hendaknya bisa lebih formal terutama

dalam kegiatan keorganisasian, seperti rapat tahunan, rapat kerja, dan lain-

lain.

2. Kepemimpinan D. Sirojuddin. AR hendaknya bisa lebih tegas dan bijak

dalam menyikapi kejadian-kejadian negatif yang ditimbulkan dari pihak

luar terhadap LEMKA.

3. LEMKA dengan kemajuan yang sudah ada, kiranya untuk bisa lebih

meningkatkannya dengan manajemen yang lebih baik lagi. Misalnya,

dalam pelaksanaan program yang telah ditetapkan pada rapat kerja.

4. Bagi para khattat/kaligrafer untuk dapat mengambil pelajaran dari

kepemimpinan D. Sirojuddin AR dengan keahlian kaligrafinya,

Page 80: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

pemikirannya, dan kepribadiannya. maupun dari LEMKA yang merupakan

lembaga kaligrafi yang teladan dalam upaya pengembangan kaligrafi.

5. Kalangan-kalangan yang berkompeten, seperti LPTQ, departemen agama,

Pemerintah daerah, lembaga-lembaga pendidikan dan kebudayaan

hendaknya untuk lebih aktif memberikan dukungan, karena ini juga sangat

menetukan terealisasinya pengembangan kaligrafi di Indonesia.

Page 81: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

DAFTAR PUSTAKA

Anoraga, Panji, Psikologi Kependidikan, cet. II, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1992

Ayub, Ranoh, Kepemimpinan Kharismatik, cet. Ke-11, Jakarata: PT BPK Gunung

Mulia, 1999

Bill/Ft.Bill*HC, "Tokoh Kaligrafer dari Salabintana", Majalah al-Kisah, No.22/tahun

IV/23 Oktober-5 November 2006

Cahyono, Hari Cheppy, Psikologi Kepemimpinan, Cet. Ke-1, Surabaya: Usaha

Nasional, 1984

Departemen Informasi dan Kontak Kelembagaan LEMKA, Mengenal Pesantren

Kaligrafi al-Quran LEMKA, Sukabumi: Perpustakaan PKAL, 2002

Dokumen LEMKA, Tentang LEMKA dan Desain Pengembangan Kaligrafi Islam di

Indonesia, Jakarta, 1995

Fitriah, "Kepemimpinan Ahmad Zairofi dalam Upaya Pengembangan Dakwah

Melalui Majalah Tarbawi", Skripsi Sarjana Sosial Islam, Jakarta:

Perpustakaan UIN, 2006

Gulo, W, Metodologi Penelitian, Jakarta: Grasindo, 2002

Handoko, T Hani, M.BA, Manajemen, cet. Ke13, Yogyakarta : BPFE, 1998

--------------------------. Manajemen Personalia , cet. Ke-10, Yogyakarata: BPFF ,

1996

Hasibuan, Malayu SP, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Bumi Aksara

2000

Herujito, Yayat M , Dasar-Dasar Manajemen, cet. Ke-2, Jakarta: PT. Gramedia, 2004

http:// library.usu.ac.id/modules.php/2008/10 Teori Kepemimpinan dan Tipe-Tipe

Kepemimpinan. html

Page 82: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Kartono, Kartini, Pemimpin dan Kepemimpinan, Jakarta: Bumi Aksara, 2000

Khoiri, Ilham, al-Quran dan Kaligrafi Arab, Jakarta, PT. Logos, 1999

Mangkunegara, AA Anwar Prabu Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan,

cet. Ke-3, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 2001

Moleong, Lexy J, Pengantar Metodologi Penelitian, Cet Ke-17, Bandung: PT

Remaja Rosdakarya, 2002

Muchtarom, Zaini, Dasar-Dasar Manajemen Dakwah, Cet. Ke-1, Jogyakarta: Al-

Amin dan IKFA, 1996

Nawawi, Hadari, Kepemimpinan Mengefektifkan Organisasi, cet. Ke-1, Yogyakarta:

UGM Press, 2003

-----------------. dan Martini Hadari, Kepemimpinan yang Efektif, cet. Ke-3,

Yogyakarta : Gajah Mada University Press, 2000

Nitisemito, Alex S, Manajemen Suatu Dasar dan Pengantar, Cet. Ke-3, Jakarta:

Ghalia Indonesia, 1989

Partanto, Pius A, et. Al, Kamus Ilmiah Populer, Yogyakarta: Arkola, 1994

----------------. dan M Dahlan al Barry, Kamus Ilmiah Populer, Surabaya: Penerbit

ARKOLA 1994

Poerwadarminta, WJS, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Cet. Ke-4, Jakarta: Balai

Pustaka, 1982

Riberu, Dasar-Dasar Kepemimpinan, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1992

Rivai, Veithezal, Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi, cet. Ke-2 Jakarata: PT, Raja

Grafindo Persada, 2004

Sholeh, Abdul, Manajemen Dakwah, cet. Ke-3, Jakrata: Bulan Bintang, 1993

Sholeh, Abdul Rasyad, Manajemen Dakwah Islam, Jakarta: Bulan Bintang. 1977

Page 83: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Silalahi, Uber, Pemahaman Praktis Asas-Asas Manajemen, cet. II, Bandung: CV.

Manda Maju, 2002

Sirojuddin AR, D, Kaligrafi: Peristiwa dan Ide-ide Pengembangannya, Jakarta,

LEMKA Studio, 1995.

-------------------. Membina Kaligrafi Gaya LEMKA, Jakarta: Depbinkat

LEMKA,1999

--------------------. Seni Kaligrafi Islam, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000

SJ, Kadarman, dan Jusuf Udaya, Pengantar Ilmu Manajemen, Jakarta : PT.

Prenhalindo, 2000

Sutejo, Made Wahyu, et. al, Manajemen Pembangun Desa, Surabaya: Usaha

Nasional, 1981

Syai, "Keindahan Goresan Huruf", Media Ka'bah, edisi 9 20 juni 1999

Syani, Abdul, Manajemen Organisasi, Cet. Ke-11, Jakarta: Bumi Aksara, 1994

Tasmara, Toto, Komunikasi Dakwah, cet. Ke-2, Jakarta: Gajah Media Pratama. 1999

Tim penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar

Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka 1995

Tim 7 LEMKA, Pak Didin Menabur Ombak Kaligrafi, cet. Ke-5, Jakarta: LEMKA

Studio, 2006

Wahjosumidjo, Kiat Kepemimpinan dalam Teori dan Praktek, cet. 1, Jakarta: PT.

Harapan Masa PGRI, 1994

Page 84: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

Dalam pelaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan, maka akan berlangsung

aktifitas kepemimpinan. Apabila aktivitas tersebut di pilah-pilah maka akan telihat

gaya kepemimpinannya. Dengan polanya masing-masing. Gaya kepemimpinan

tersebut merupakan dasar dalam mengklasifikasikan tipe-tipe kepemimpinan.

Menurut Veithazal Rivai dalam bukunya yang berjudul

(sehingga kepemimpinan beliau bisa dikatakan berhasil karna kegiatan beliau dalam

mempengaruhi orang lain bisa dikategorikan sangat banyak pengiktnya dan inilah

hakikat kepemimpinan)

(sehingga berdasarkan fungsi kepemimpinan yaitu: memandu, menuntun,

membimbing, membangun, memberi, atau membangunkan motivasi-motivasi kerja.

Mengemudikan organisasi, menjalin jaringan komunikasi yang baik memberikan

supervisi atau pengawasan yang efesien, dan membawa para pengikutnya kepada

sasran yang ingin dituju. Sudah tepat beliau mampu memfungsikan dirinya sebagai

pemimpin)

(Yang dimaksud dengan gaya kepemimpinan menurut istilah ialah cara bagaimana

seorang pemimpin membawa dirinya sebagai pemimpin, cara ia ”bergerak” dan

tampil dalam menggunakan kekuasaannya. Gaya kepemimpinan D. Sirojuddin AR

berorientasi karyawan)

(Efektifitas seorang pemimpin tidak ditentukan oleh gaya atau tipe

kepemimpinan yan dipergunakannya. Tetapi tergantung pada caranya menerapkan

gaya atau tipe kepemimpinannya tersebut dalam situasi yang dihadapinya.

Makin efektif interakksi pimpinan dengan bawahan terutama melalui

pendekatan manusiswi (human appoach), menunjukkan kecendrungan semakin tinggi

dan terbina satu sikap saling pengertian dan keeratan hubungan emosional antara

Page 85: Kepemimpinan D.Sirojuddin AR Pada Lembaga Kaligrafi Al ...repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/8085/1/SAIFUL...Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) Oleh: Saiful

pimpinan dengan bawahan, dan keadaan ini menjadi potensi untuk bersama>

efektivitas kepemimpinan D. Sirojuddin. AR sudah sangat efektif di lihat dari segi

interaksinya dengan bawahannya hanya saja dalam.

B. Saran-saran

(di saran aja> Namun harus terus ditingkatkan dengan manajemen yang lebih baik

juga memikirkan kaligrafi sebagai komoditas prodak yang dapat juga dapat

menghasilkan ekonomis yang baik sehingga peluang pasar dapat membantu para

anggota dan kader Lemka. Sehingga kaligrafi dapat diterima di masyarakat luas

sebagai hiasan-hiasan rumah, masjid dsb

KLIPING KORAN DAN MAJALAH

Lembaga kaligrfi alquran terbentuk, Panji Masyarakat, no 466, 25 Agustus 1999.

Lemka: Bukan Sekedar Mencetak “Juru Tulis”. Mimbar, no 03 edisi:Mei-Juni 2000.

Melacak Seni Kaligrfi di Indonesia, Suara Merdeka, 29 Januari 1997.