ii. bab ii evaluasi hasil pelaksanaan rkpd tahun .aspek geografis dan demografi kota surabaya...

Download II. BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN .Aspek Geografis dan Demografi Kota Surabaya merupakan

Post on 03-Mar-2019

231 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

RKPD KOTA SURABAYA TAHUN 2018

II1

II. BAB II

EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN

PEMERINTAHAN

2.1 Gambaran Umum Kondisi Daerah

2.1.1. Aspek Geografis dan Demografi

Kota Surabaya merupakan ibukota Provinsi Jawa Timur yang terletak antara

079' s.d 0721' Lintang Selatan dan 11236' s.d 11254' Bujur Timur. Luas wilayah

Kota Surabaya seluruhnya kurang lebih 326,36 km2 yang terbagi dalam 31

Kecamatan dan 154 Desa/Kelurahan. Batas wilayah Kota Surabaya yaitu batas

sebelah utara adalah Laut Jawa dan Selat Madura, batas sebelah selatan

merupakan Kabupaten Sidoarjo, batas sebelah barat merupakan Kabupaten Gresik,

serta batas sebelah timur adalah Selat Madura.

Secara topografi, sebagian besar wilayah Kota Surabaya merupakan

dataran rendah dengan ketinggian 3-6 meter di atas permukaan laut pada

kemiringan kurang dari 3 persen. Wilayah barat Kota Surabaya memiliki kemiringan

sebesar 12,77 persen dan sebelah selatan sebesar 6,52 persen. Kedua wilayah

tersebut merupakan daerah perbukitan landai dengan ketinggian 25-50 meter di atas

permukaan laut dan pada kemiringan 5-15 persen.

Jenis batuan yang ada terdiri dari 4 jenis yang pada dasarnya merupakan

tanah liat atau unit-unit pasir. Sedangkan jenis tanah, sebagian besar berupa tanah

alluvial, selebihnya tanah dengan kadar kapur yang tinggi (daerah perbukitan).

Sebagaimana daerah tropis lainnya, Surabaya mengenal 2 musim yaitu musim

hujan dan kemarau. Curah hujan rata-rata 172 mm, dengan temperatur berkisar

maksimum 30C dan minimum 25C.

Secara geografis, Kota Surabaya terletak di hilir sebuah Daerah Aliran

Sungai (DAS) Brantas yang bermuara di Selat Madura. Beberapa sungai besar yang

berasal dari hulu mengalir melintasi Kota Surabaya, yaitu Kali Surabaya, Kali Mas,

Kali Jagir, dan Kali Lamong. Sebagai daerah hilir, Kota Surabaya sehingga dengan

sendirinya Kota Surabaya merupakan daerah limpahan debit air dari sungai yang

melintas sehingga rawan banjir pada musim penghujan.

RKPD KOTA SURABAYA TAHUN 2018

II2

Secara administrasi pemerintahan Kota Surabaya terdiri dari 31 kecamatan,

154 kelurahan, 1368 Rukun Warga (RW) dan 9118 Rukun Tetangga (RT). Kota

Surabaya adalah kota metropolitan kedua setelah Jakarta, Surabaya secara pola

ruang perkembangannya terbagi menjadi:

1. Area permukiman vertikal baik berupa rumah susun (sederhana) maupun

apartemen atau kondominium tersebar di hampir seluruh penjuru Kota

Surabaya, sedangkan area permukiman diarahkan berkembang ke arah

barat, timur dan selatan kota.

2. Area untuk kegiatan jasa dan perdagangan yang dipusatkan di kawasan

pusat kota dan pusat-pusat sub kota dan unit pengembangan serta di

kawasan yang ditetapkan menjadi kawasan strategis ekonomi antara lain di

kawasan kaki Jembatan Suramadu dan kawasan Teluk Lamong;

3. Area untuk kegiatan industri dan pergudangan terkonsentrasi di kawasan

pesisir utara di kawasan sekitar Pelabuhan Tanjung Perak dan Terminal

Multipurpose Teluk Lamong, dan kawasan selatan kota yang berbatasan

dengan wilayah Kabupaten Gresik dan Sidoarjo;

4. Wilayah pesisir khususnya ruang darat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi

antara lain permukiman nelayan, tambak garam dan ikan, pergudangan,

militer, industri kapal, pelabuhan, wisata pesisir sampai dengan fungsi

kawasan lindung di Pantai Timur Surabaya serta terdapat aksesibilitas

berupa jalan dan jembatan yang menghubungkan Kota Surabaya dan Pulau

Madura (Jembatan Suramadu) dan Jembatan Sukolilo Lor THP Kenjeran

yang membuka akses di kawasan sisi timur laut Kota Surabaya;

5. Wilayah Ruang laut Surabaya selain dimanfaatkan untuk kegiatan

pelayaran baik interinsulair maupun internasional, juga dikembangkan untuk

kegiatan penangkapan ikan tradisional, wisata pantai di Kenjeran dan

sekitarnya dan kawasan lindung laut di sekitar Pantai Timur Surabaya.

2.1.1.1. Potensi Pengembangan Wilayah

Kota Surabaya sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur memiliki peran

strategis pada skala nasional sebagai pusat pelayanan kegiatan Indonesia Timur,

dan pada skala regional sebagai kota perdagangan dan jasa yang pada simpul

transportasi (darat, udara dan laut) nasional dan internasional sehingga memberi

RKPD KOTA SURABAYA TAHUN 2018

II3

peluang bagi Kota Surabaya untuk meningkatkan perannya sebagai Pusat Kegiatan

Nasional (PKN). Letak Kota Surabaya sangat strategis, menghubungkan antara

Kota Surabaya dengan kota-kota di sekitarnya yaitu kota/kabupaten yang ada dalam

Gerbangkertosusilo, sehingga sangat mendukung percepatan pembangunan di Kota

Surabaya. Demikian juga sebaliknya, pertumbuhan Kota Surabaya juga

berpengaruh pada perkembangan kota/kabupaten di sekitarnya, secara sektoral

maupun keruangan.

Kota Surabaya memiliki kawasan strategis yang berpotensi dikembangkan

secara berkelanjutan untuk mendukung eksistensi pengembangan wilayah kota di

masa mendatang, diantaranya adalah :

a) Kawasan Strategis untuk Pendukung Pertumbuhan Ekonomi

Kawasan-kawasan yang akan dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan

ekonomi adalah :

Kawasan Pergudangan dan Industri Margomulyo di Kecamatan Asemrowo

dan Kecamatan Benowo berada di Unit Pengembangan XI Tambak Oso

Wilangun

Ditinjau dari aksesbilitas karena letaknya berdekatan dengan pelabuhan

Tanjung Perak dan Jalan Tol SidoarjoSurabayaGresik, Kawasan Industri

dan Pergudangan Margomulyo merupakan kawasan strategis untuk

dioptimalisasi dan dikembangkan dengan orientasi pada industry smart and

clean dengan didukung oleh infrastruktur yang memadai.

RKPD KOTA SURABAYA TAHUN 2018

II4

Gambar II. 1 Lokasi dan Peran Kota Surabaya

Kawasan Tunjungan dan sekitarnya di Kecamatan Bubutan berada di Unit

Pengembangan VI Tunjungan

Sebagai kawasan pusat perdagangan dan perkantoran, kawasan

Tunjungan merupakan salah satu pusat kota yang sangat potensial untuk

terus dikembangkan karena memiliki sejarah dan mengalami masa keemasan

pada dekade 1940 hingga akhir 1970an dengan karakteristik shopping-street

dan shopping arcade, sehingga dikenal dan menjadi salah satu icon kota

Surabaya dengan Jargon Rek Ayo Rek Mlaku Mlaku nang Tunjungan.

Kawasan ini memerlukan penanganan dan pengelolaan yang optimal untuk

mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi KotaSurabaya.

Kawasan Kaki Jembatan Wilayah Suramadu-Pantai Kenjeran dan Kawasan

Kota Tepi Pantai (Waterfront City) di Kecamatan Bulak berada di Unit

Pengembangan III Tambak Wedi, merupakan kawasan strategis ditinjau dari

lokasinya yang berada di kawasan kaki Jembatan Suramadu dan pesisir

Pantai Bulak - Kenjeran yang memiliki potensi besar untuk berkembang

sebagai wisata pesisir dan laut. Keberadaan Jembatan Suramadu dan Pantai

Kenjeran diharapkan dapat memberikan peningkatan potensi dan peran Kota

RKPD KOTA SURABAYA TAHUN 2018

II5

Surabaya, sebagai pusat kegiatan regional. Di samping itu, kawasan ini

memiliki potensi sebagai kawasan perdagangan dan jasa skala regional

seperti terlihat pada data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Kecamatan Bulak.

Tabel II. 1 PDRB Kecamatan Bulak Menurut Lapangan Usaha Atas Da sar Harga Konstan (ADHK) Seri Tahun Dasar 2010, Tahun 2014Triwulan I 2017 (dalam Milyar Rp)

KODE KATEGORI LAPANGAN USAHA

TAHUN

2014 2015 2016 Triwulan I 2017

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 91,12 91,88 N/A N/A

B Pertambangan dan Penggalian - - N/A N/A

C Industri Pengolahan 560,71 584,98 N/A N/A

D Pengadaan Listrik dan Gas 3,59 3,6 N/A N/A

E Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 5,25 5,53 N/A N/A

F Konstruksi 471,4 489,79 N/A N/A

G Perdag. Besar&Eceran; Reparasi Mobil & Motor 1.190,44 1.240,22 N/A N/A

H Transportasi dan Pergudangan 138,23 149,77 N/A N/A

I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 1.314,09 1.427,79 N/A N/A

J Informasi dan Komunikasi 226,29 241,59 N/A N/A

K Jasa Keuangan dan Asuransi 37,25 40,36 N/A N/A

L Real Estate 176,82 185,79 N/A N/A

M,N Jasa Perusahaan 45,15 47,03 N/A N/A

O Adm. Pemerintahan, Pertahanan & Jaminan Sosial 48,81 50,77 N/A N/A

P Jasa Pendidikan 50,77 53,36 N/A N/A

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 3,86 4,19 N/A N/A

R,S,T,U Jasa lainnya 12,8 13,25 N/A N/A

Sumber: PDRB Kecamatan Bulak, 2017

RKPD KOTA SURABAYA TAHUN 2018

II6

Kawasan Kota Tepi Pantai (Waterfront City) di Kecamatan Asemrowo dan

Kecamatan Benowo berada di Unit Pengembangan XI Tambak Oso Wilangun,

merupakan kawasan strategis dengan konsep pengembangan penggunaan

lahan mixed-use pendukung kawasan pelabuhan yang terintegrasi dengan

rencana pengembangan Terminal Multipurpose Teluk Lamong sebagai kawasan

pelabuhan penunjalakng Pelabuhan Utama Tanjung Perak.

Kawasan Terpadu Surabaya Barat di Kecamatan Pakal di Unit Pengembangan

XII Sambikerep dan Benowo di Unit Pengembangan XI Tambak Oso Wilangon,

merupakan kawasan terpadu yang pusatnya akan dik