bab ii kajian pustaka 2.1 kajian teori 2.1.1 pengertian ... ii... · 2.1.1 pengertian ilmu ... dan

Download BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Pengertian ... II... · 2.1.1 Pengertian Ilmu ... dan

Post on 09-Apr-2019

215 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

7

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kajian Teori

2.1.1 Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji

seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu

sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi geografi, sejarah,

sosiologi, dan ekonomi (Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi).

Pada saat ini peserta didik menghadapi tantangan berat karena kehidupan

masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh sebab itu, mata

pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses

pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di

masyarakat.

Mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan,

pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam

memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis (Sapriya, 2012:194). Dengan

demikian berarti Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan bidang pengetahuan yang

digali dari kehidupan praktis sehari-hari karena ilmu sejarah, geografi serta

ekonomi adalah hal-hal yang ditemui dalam kehidupan sekitar kita dalam

kelangsungan hidup bersama di dalam masyarakat. Masyarakat ialah sumber serta

objek kajian materi pendidikan IPS, yaitu berpijak pada kenyataan hidup yang riil

(nyata). Ilmu Pengetahuan Sosial adalah salah satu mata pelajaran yang diberikan

mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB yang mengkaji seperangkat

peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial (BNSP,

2006:1). Lain halnya dengan apa yang di ungkapkan Kristin, F (2016:76) IPS

adalah ilmu yang mempelajari berbagai disiplin ilmu yang terpadu berkaitan

dengan manusia dan lingkungannya. Pendapat yang berbeda juga diungkapkan

oleh Rahmaningrum, M (2016:914) bahwa keberadaan IPS sebagai mata pelajaran

di sekolah sudah tidak terbantahkan kelahirannya karena adanya kebutuhan

masyarakat maju yang beradap, adil, makmur, dan sejahtera. Berdasarkan

beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa IPS merupakan salah satu

8

mata pelajaran perpaduan dari mata pelajaran geografi, ekonomi, ilmu

politik, ilmu hukum, sejarah, antropologi, psikologi, dan generalisasi yang

mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan

dengan isu sosial yang terpadu berkaitan dengan manusia dan lingkungannya.

Pada jenjang sekolah dasar IPS adalah perpaduan mata pelajaran sejarah, geografi,

dan ekonomi.

2.1.1.1 Hakikat Pembelajaran IPS

Hakikat pembelajaran IPS ialah telaah tentang manusia dan dunianya.

Manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama dengan sesamanya. Dalam

kehidupannya manusia menghadapi tantangan-tantangan yang berasal dari

lingkungannya maupun sebagai hidup bersama. IPS memandang manusia dari

berbagai sudut pandang. IPS melihat bagaimana manusia hidup dengan

sesamanya, dengan tetangganya dari lingkungan dekat sampai yang jauh.

Bagaimana keserasian hidup antara lingkungannya baik dengan sesama manusia

maupun lingkungan alamnya. Bagaimana mereka melakukan aktivitas untuk

memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan kata lain bahan kajian atau belajar IPS

adalah manusia dengan lingkungannya (Hidayati, dkk, 2010:8).

2.1.1.2 Tujuan Pembelajaran IPS

Pendidikan IPS bertujuan membina anak didik menjadi warga negara yang

baik, yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian sosial yang

berguna bagi dirinya serta bagi masyarakat dan negara. Nursid Sumaatmaja

(Hidayati, dkk, 2010:1-24).

Tujuan utama IPS menurut Nursid Sumaatmaja (Trianto, 2007:121) adalah

untuk mengembangkan potensi siswa agar peka terhadap lingkungan beserta

masalah sosial yang terjadi di masyarakat, terampil dalam mengatasi setiap

masalah yang terjadi didalam kehidupan sehari-hari, baik masalah yang menimpa

dirinya maupun menimpa orang lain.

9

Mengenai tujuan mata pelajaran IPS di SD BNSP menyebutkan (2006:159)

yaitu agar peserta didik memiliki kemampuan:

a. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat

dan lingkungannya;

b. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin

tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan

sosial;

c. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan

kemanusiaan; dan

d. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan berkompetisi

dalam masyarakat yang majemuk baik di tingkat lokal, nasional, dan

global.

Berdasarkan kedua pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari

pembelajaran IPS ialah dapat mengembangkan kemampuan dalam lingkungannya

dan melatih anak didik untuk menempatkan dirinya dalam masyarakat yang

demokratis, serta menjadikan negaranya sebagai tempat hidup yang lebih baik

sehingga mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan serta dapat

memcahkan masalah sosial dengan menemukan solusi hingga dapat

menyeleseikan masalah pribadi dan masalah sosial dengan baik.

Tujuan IPS akan tercapai melalui kompetensi peserta didik yang

ditetapkan pada Standar Kompetensi (SK) dan dirinci ke dalam Kompetensi Dasar

(KD). Tabel dibawah ini menjelaskan tentang standar isi yang digunakan di

jenjang pendidikan sekolah dasar pada kelas 5.

10

Tabel 2.1

Standar Isi Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

Standar Isi IPS Kelas 5 Semester II

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

2. Menghargai peranan tokoh

pejuang dan masyarakat dalam

mempersiapkan dan

mempertahankan kemerdekaan

Indonesia.

2.1.Mendeskripsikan perjuangan para

to-Koh pejuang pada pada penjajah

Belanda dan Jepang.

2.2.Menghargai jasa dan peranan

tokoh perjuangan dalam

mempersiapkan kemerdekaan

Indonesia.

2.1.1.3 Ruang Lingkup Pembelajaran IPS

Pada jenjang pendidikan dasar, ruang lingkup pengajaran IPS dibatasi

sampai pada jenjang dan masalah sosial yang dapat dijangkau pada geografi dan

sejarah. Terutama gejala dan masalah sosial kehidupan sehari-hari yang ada di

lingkungan sekitar peserta didik di SD.

Ruang lingkup pembelajaran IPS meliputi aspek-aspek (BNSP, 2006:2)

sebagai berikut:

a. Manusia, tempat dan lingkungan

b. Waktu, keberlanjutan, dan perubahan

c. Sistem sosial dan budaya

d. Perilaku ekonomi dan kesejahteraan

Ruang lingkup pembelajaran IPS tidak lain adalah kehidupan sosial

manusia di masyarakat. Aspek kehidupan sosial, ekonomi, budaya, kejiwaan,

sejarah, geografi, ataukah itu politik, bersumber dari masyarakat.

2.1.1.4 Pembelajaran IPS di SD

Berdasarkan tujuan IPS di SD/MI yang telah dijelaskan sebelumnya,

dibutuhkan suatu pembelajaran yang tepat agar tujuan dapat tercapai. Pelajaran di

SD harus memperhatikan kebutuhan anak usia SD.

Menurut Piaget (Gunawan, 2013:82), perkembangan kemampuan

intelektual/kognitif anak usia 7-11 tahun (usia SD) berada pada tingkat konkret

11

operasional. Mereka memandang dunia dalam keseluruhan yang utuh dan

menganggap tahun yang akan datang sebagai waktu yang masih jauh. Yang

mereka pedulikan ialah sekarang (konkret) dan bukan masa depan yang belum

pernah dipahami (abstrak). Padahal, bahan materi IPS penuh dengan konsep-

konsep yang bersifat abstrak, seperti waktu, perubahan, kesinambungan, arah

mata angin, lingkungan, ritual, dan nilai yang harus dibelajarkan di SD. Oleh

karena itu, perlu ada strategi pembelajaran yang sesuai untuk mengkaji konsep-

konsep abstrak itu agar dipahami oleh anak.

Sesuai dengan karakteristik anak dan IPS SD, penerapan pembelajaran

yang aktif, kreatif, dan menyenangkan akan memungkinkan siswa mengerjakan

kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan, sikap, dan

pemahaman dengan penekanan belajar sambil bekerja. Sementara itu, guru perlu

menggunakan berbagai sumber dan media belajar termasuk pemanfaatan

lingkungan supaya pemebelajaran lebih menarik, menyenangkan, dan efektif, agar

tujuan dari pelajaran IPS dapat tercapai.

2.1.2 Model pembelajaran

Model adalah suatu analog konseptual yang digunakan untuk menyarankan

bagaimana sebaiknya meneruskan penelitian empiris tentang suatu masalah. Jadi

model ialah suatu struktur konseptual yang telah berhasil dikembangkan dalam

suatu bidang, dan sekarang diterapkan, terutama untuk membimbing penelitian

dan berpikir dalam bidang lain, biasanya dalam bidang yang belum begitu

berkembang Marx (dalam Ratna 2011:13).

Albert bandura (dalam Khoe Yao Tung 2015:169) mengemukakan:

Learning would be exceedingly laborious, not to mention hazardous, if people

had tp rely solely on the effects of their own actions to infrom them what to do.

Fortunately, most human behavior is learned observationally through modeling:

from observing others one forms an idea of how new behaviors are performed,

and on later occasions this coded information serves as a guide for action.

Mencermati teori Bandura tersebut belajar merupakan pe

Recommended

View more >