tuli sensorineural

Download Tuli Sensorineural

Post on 26-Dec-2015

76 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tuli sensorineural

TRANSCRIPT

  • Makalah Ilmiah

    TULI SENSORINEURAL

    Harley Septian

    090100074

    DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN

    TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROK

    BEDAH KEPALA LEHER (THT-KL)

    FK USU

    Saya yang bertanda tangan dibawah ini, telah menyerahkan Hard Copy dan Soft

    Copy makalah ilmiah kepada dr. Farrel, M.Ked (ORL-HNS)

    Nama JudulFull

    TextPower Point Soft Copy Tanda Tangan

    Harley

    Septian

    090100074

    Tuli

    Sensorineural

    Telah disetujuiTanggal 24 Mei 2014

    PPDS Pembimbing dr. Farrel, M.Ked

  • iKATA PENGANTAR

    Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa yang

    senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat

    menyelesaikan makalah ilmiah ini tepat pada waktunya. Makalah ilmiah ini berjudul

    Tuli Sensorineural yang merupakan salah satu tugas program pendidikan profesi

    dokter di departemen Ilmu Kesehatan THT Fakultas Kedokteran Universitas

    Sumatera Utara.

    Penyusunan makalah ilmiah ini tidak lepas dari bimbingan, pengarahan, dan

    bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segala rasa hormat penulis ingin

    menyampaikan terima kasih sebesar besarnya kepada semua pihak yang telah

    membantu, khususnya PPDS pembimbing, dr. Farrel, M.Ked (ORL-HNS), yang telah

    banyak membimbing kami selama proses pendidikan kami di departemen ilmu

    kesehatan THT ini.

    Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ilmiah ini masih jauh dari

    sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun

    dari pembaca agar penulis dapat menyempurnakan makalah ilmiah ini. Demikianlah

    kata pengantar ini penulis sampaikan. Semoga makalah ilmiah ini dapat memberikan

    manfaat bagi kita semua.

    Medan, 22 Mei 2014

    Penulis

  • ii

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR .................................................................................... i

    DAFTAR ISI ................................................................................................... ii

    DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... iii

    DAFTAR TABEL............................................................................................ iv

    BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................... 1

    1.1. Latar Belakang .................................................................................. 1

    1.2. Tujuan Penulisan ............................................................................... 2

    BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA .................................................................. 3

    2.1. Anatomi Telinga................................................................................ 3

    2.1.1. Telinga Luar .......................................................................... 3

    2.1.2. Telinga Tengah ...................................................................... 3

    2.1.3. Telinga Dalam ....................................................................... 4

    2.2. Fisiologi Pendengaran ....................................................................... 5

    2.3. Tuli Sensorineural ............................................................................. 6

    2.3.1. Definisi.................................................................................. 6

    2.3.2. Epidemiologi ......................................................................... 7

    2.3.3. Etiologi.................................................................................. 7

    2.3.4. Patogenesis ............................................................................ 8

    2.3.5. Klasifikasi.............................................................................. 10

    2.3.6. Diagnosis............................................................................... 11

    2.3.8. Penatalaksanaan..................................................................... 15

    2.3.9. Prognosis................................................................................ 16

    BAB 3 KESIMPULAN ................................................................................ 17

    DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 19

  • iii

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1. Anatomi Telinga .............................................................................. 5

    Gambar 2. Tes Weber dan Rinne ....................................................................... 12

    Gambar 3. Tes Rinne dan Weber ....................................................................... 13

    Gambar 4. Standard Audiogram ........................................................................ 14

    Gambar 5. Audiogram nada murni pada tuli sensorineural................................. 15

  • iv

    DAFTAR TABEL

    Tabel 1. Derajat ketulian menurut WHO............................................................ 6

    Tabel 2. Tabel obat ototoksik ............................................................................ 10

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang

    Tuli sensorineural adalah hilangnya kemampuan mendengar baik

    sebagian maupun total pada satu ataupun kedua telinga yang diakibatkan

    adanya kerusakan pada sel rambut didalam koklea atau adanya kerusakan

    pada saraf pendengaran, dan bisa juga terjadi kerusakan pada kedua organ

    tersebut.1

    Menurut perkiraan WHO pada tahun 2005 terdapat 278 juta orang

    menderita gangguan pendengaran, 75 - 140 juta diantaranya terdapat di

    Asia Tenggara. Dimana di Indonesia, gangguan pendengaran dan ketulian

    saat ini masih merupakan satu masalah yang dihadapi masyarakat.

    Berdasarkan hasil Survei Nasional Kesehatan Indera Penglihatan dan

    Pendengaran di 7 provinsi tahun 1993-1996, prevalensi ketulian 0,4% dan

    gangguan pendengaran 16,8%. Penyebabnya, infeksi telinga tengah (3,1%)

    presbikusis (2,6%), tuli akibat obat ototoksik (0,3%), tuli sejak

    lahir/kongenital (0,1%) dan tuli akibat pemaparan bising.2

    Etiologi tuli sensorineural dibagi menjadi dua subbagian yaitu

    secara genetik (anomali/kerusakan aparatus pendengaran sentral akibat

    faktor prenatal ataupun perinatal) dan etiologi yang didapat (infeksi,

    trauma, trauma bisisng, obat ototoksik, proses degeneratif, dll). Tuli

    sensorineural diklasifikasikan menjadi 3 yaitu : Kehilangan pendengaran

    bilateral yang progresif, Kehilangan pendengaran unilateral yang

    progresif, Tuli sensorineural mendadak.3,4

    Diagnosis pasti tuli sensorineural adalah dengan menggunakan

    audiometri. Dimana pada audiometri didapatkan sensitivitas terhadap suara

    yang dihantarkan melalui tulang dan sensitivitas terhadap suara yang

    dihantarkan melalui udara adalah sama pada telinga yang sakit, dimana

    keduanya sama-sama menurun.5

  • 2

    Penatalaksanaan tuli sensorineural adalah dengan mengatasi etiologi penyebab,

    menggunakan alat bantu pendengaran serta implantasi koklear. Dengan terapi

    amplifikasi yang baik, fisioterapi bicara dan bahasa, serta program pendidikan

    yang memadai, penderita tulisensorineural dapat berpartisipasi secara penuh pada

    aktivitas sehari-hari, aktivitas sosial bahkan mampu untuk bekerja seperti orang

    normal.6

    1.2. Tujuan Penulisan

    Tujuan penulisan makalah ilmiah ini adalah:

    a. Memahami teori mengenai tuli sensorineural

    b. Sebagai salah satu syarat menyelesaikan Pendidikan Profesi Dokter di

    Departemen Ilmu Kesehatan THT Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera

    Utara / Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan.

  • 3

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1. Anatomi Telinga

    2.1.1. Telinga Luar

    Telinga luar terdiri dari daun telinga dan liang telinga sampai membran

    timpani. Daun telinga terdiri dari tulang rawan elastin dan kulit. Liang telinga

    berbentuk huruf S dengan rangka tulang rawan pada sepertiga bagian luar,

    sedangkan dua pertiga bagian dalam rangkanya terdiri dari tulang. Panjangnya

    kira-kira 2 - 3 cm. Pada sepertiga bagian luar kulit telinga terdapat banyak

    kelenjar serumen (modifikasi kelenjar keringat) dan rambut.7

    2.1.2. Telinga Tengah

    Telinga tengah berbentuk kubus dengan:

    - batas luar : membran timpani

    - batas depan : tuba Eustachius

    - batas bawah : vena jugularis (bulbus jugularis)

    - batas belakang : aditus ad antrum, kanalis fasialis pars vertikalis

    - batas atas : tegmen timpani (meningen / otak)

    - batas dalam : kanalis semisirkularis horizontal, kanalis fasialis, tingkap lonjong

    (oval window), tingkap bundar (round window) dan promontorium.

    Membran timpani berbentuk bundar dan cekung bila dilihat dari arah liang

    telinga dan terlihat oblik terhadap sumbu liang telinga. Bagian atas disebut pars

    flaksida (membran Shrapnell), sedangkan bagian bawah pars tensa (membran

    propria).7

    Bayangan penonjolan bagian bawah maleus pada membran timpani

    disebut sebagai umbo. Dari umbo bermula suatu refleks cahaya (cone of light) ke

    arah bawah yaitu pada pukul 7 untuk membran timpani kiri dan pukul 5 untuk

    membran timpani kanan. Terdapat dua macam serabut di membran timpani,

    sirkular dan radier. Serabut inilah yang menyebabkan timbulnya refleks cahaya

    yang berupa kerucut itu.7

  • 4

    Di dalam telinga tengah terdapat tulang-tulang pendengaran yang tersusun