tiket masuk fix.docx

Download TIKET MASUK FIX.docx

Post on 18-Jan-2016

97 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Pada Pengerjaan BAB I, tiap sub bab menggunakan hanya 2 literatur saja. Jadi kalian memilih diantara 4 literatur dibawah ini. Karena persyaratan dari asisten adalah usahakan hanya ada 2 orang dengan literatur yang sama pada setiap kelompok maka kami dari tim sukses limnologi mendapatkan sebuah strategi, DENGAN CARA YANG NANTI AKAN DI JELASKAN OLEH MASING-MASING CO KELOMPOK, yang sebelumnya telah kami ajak berdiskusi. Jadi untuk pengerjaan Tiket masuk BAB I dan BAB 2 ini, harap segera menghubungi CO kelompok kalian masing-masing, agar kalian dapat cepat mengerjakan tiket masuk ini.HARAP SEGERA MENGHUBUNGI CO MASING-MASING.

TIKET MASUK PRAKTIKUM LIMNOLOGI ADALAH :1. PRINT Jurnal tentang Kualitas Air yang telah kalian cari2. Resume Vidio Tutorial praktikum maksimal 4 halaman3. Mengerjakan lembar kerja BAB 1 dan BAB 24. Foto 3X4 beralmamater 2 lembar

1. PENDAHULUAN

0. Pengertian LimnologiMenurut Suwignyo (1982), dalam Ardianor dan Sulmin Gumiri (2006), perairan pedalaman (inland water) diistilahkan bagi semua badan air yang berada di daratan. Ilmu yang mempelajari masalah perairan pedalaman atau perairan umum disebut Limnologi. Bentuk-bentuk perairan umum tawar alami yang telah dikenal luas ialah sungai (river atau stream), rawa (swamp) dan danau (lake).

Menurut Petre GTESCU (2009), Ilmuyang mempelajaridanau(berasal dari bahasa Yunani'LImnos' yang berarti 'danau', 'rawa', 'kolam').Danaudapat diklasifikasikan, menurutasal-usulnya,terdiri dari kolom air yang yang berkenaan dengan panas dan bahan kimia. Aturan dari asosiasipengembanganflora dan fauna, yang berhubungandengan lingkungandan kegunaanbagi manusia.

Menurut Wetzel (1975)dalam Charles E (1980), limnologidalam arti luas berarti, studi tentanghubungan fungsionaldanproduktivitaskomunitas biotik(danau) karenadipengaruhi olehdinamikafisik,kimia, danparameter lingkunganbiotik. Ekosistem danauadalah gabungan sistem yang eratdengan tanahsekitarnyadi daerahperiran mengalir(lotic), metabolisme, dan komponentanahke danau.

Menurut Reid dan Wood (1976) dalam Charles E (1980), sumber dansifatair tawar mempengaruhi gerakdanperubahankondisisaat mengalirke laut, dan mendukungkehidupansepanjang aliran.Sekarangsubjeklimnology yakni lmuair tawardanHidrobiologi(ilmu pengetahuan tentang air).Kimia, dinamika, danbiologilautadalahsubjekoseanografi.

0. Parameter Kualitas Air1. Parameter Fisika SuhuTemperatur air yang lebih hangat menyebabkan organisme perairan mengalami peningkatan laju respirasi dan peningkatan konsumsi oksigen serta lebih mudah terkena penyakit, parasit dan bahan kimia beracun. Sebaran temperatur sangat berkaitan dengan sebaran oksigen terlarut, semakin tinggi temperatur maka semakin rendah oksigen terlarutnya. Pola penaikan oksigen terlarut (DO) pada pagi hari sampai sore hari sebanding dengan pola penurunan temperatur pada pagi hari sampai sore (Huboyo dan Zaman, 2007).

Suhu merupakan salah satu faktor fisika yang sangat penting di dalam air. Hal ini disebabkan karena bersamaan dengan zat atau unsur yang terkandung didalamnya akan menentukan massa jenis air, densitas air, kejenuhan air, mempercepat reaksi kimia air, dan memengaruhi jumlah oksigen terlarut di dalam air. Peningkatan temperatur air juga menyebabkan perubahan perilaku ikan (Wardoyo, 2005 dalam Aliza et al., 2013).

Suhu dapat menjadi faktor penentu atau pengendali kehidupan flora dan fauna akuatis, terutama suhu di dalam air yang telah melampaui ambang batas (terlalu hangat atau dingin). Jenis, jumlah, dan keberadaan flora dan fauna akuatis seringkali berubah dengan adanya perubahan suhu air, terutama oleh adanya kenaikan suhu dalam air (Rakhmanda, 2011).

Suhu air diartikan sebagai kondisi tubuh yang menunjukkan pengalihan panas ke badan lain atau dari badan lain. Suhu biasanya diukur dengan menggunakan termometer atau termistor dan ditunjukkan pada skala relatif seperti skala Celcius (0C). Proses-proses fisik, biologis dan kimiawi dalam lingkungan perairan dipengaruhi oleh suhu (Sofarini, 2011).

KecerahanMenurut Sumich (1998) dalam Elfinurfajri (2009), kecerahan air dapat diartikan sebagai kemampuan daya tembus sinar matahari yang masuk ke perairan. Kecerahan sangat ditentukan oleh warna perairan, kandungan bahan-bahan organik maupun anorganik yang tersuspensi dalam perairan, kepadatan plankton, jasad renik dan detritus. Kecerahan diukur dengan alat secchi disk. Semakin besar nilai kedalaman secchi disk semakin dalam penetrasi cahaya ke dalam air, yang selanjutnya akan meningkatkan ketebalan lapisan air yang produktif.

Menurut Goldman dan Home (1983), dalam Frandy (2009), kecerahan merupakan ukuran penetrasi cahaya yang masuk ke dalam kolom air. Nilai kecerahan dipengaruhi oleh keadaaan cuaca, waktu pengukuran, kekeruhan, padatan tenuspensi, serta ketelitian pengukuran. Parameter warna, kekeruhan, dan padatan tersuspensi yang mempengaruhi kecerahan air akan membatasi zona fotosintesis.

Menurut Riyadi et.al. (2005), tingkat kecerahan digunakan untuk mengetahui keberadaan intensitas sinar matahari yang masuk dalam perairan. Sinar matahari diperlukan oleh tumbuhan air untuk proses asimilasi dan merupakan sumber energy bagi kehidupan jasad hidup di perairan. Menurut Keputusan Men. LH. No. 51 tahun 2004 tentang pedoman baku mutu air laut untuk biota, kecerahan yang diinginkan adalah lebih besar dari 5 m.

Menurut Sari dan Usman (2012), kecerahan perairan adalah suatu kondisi yang menunjukkan kemampuan cahaya untuk menembus lapisan air pada kedalaman tertentu. Pada perairan alami kecerahan sangat penting karena erat kaitannya dengan aktifitas fotosintesa. Kecerahan merupakan faktor penting bagi proses fotosintesa dan produksi primerdalam suatu perairan.

Kecepatan ArusMenurut Angelier (2003) dalam Siahaan et. al., (2011), kecepatan arus merupakan faktor pembatas kehadiran organism di dalam sungai. Kecepatan arus sungai berfluktuasi (0,09 - 1,40 m/detik) yang semakin melambat ke hilir. Faktor gravitasi, lebar sungai dan material yang dibawa oleh air sungai membuat kecepatan arus di hulu paling besar. Kecepatan arus sungai di hulu, tengah dan hilir berturut-turut yaitu 0,58 - 1,40 m/detik, 0,13 m/detik 1,0 m/detik dan 0,09 - 0,27 m/detik.

Menurut Harahap (1999) dalam Aprisanti et. al., (2013), mengatakan bahwa kecepatan aliran air 3 macam. Yang pertama kecepatan air 0-25 cm/s tergolong kecepatan yang lambat, kecepatan aliran air 25-50 cm/det tergolong kecepatan yang sedang, kecepatan aliran air 50-100 cm/det tergolong kecepatan yang cepat, kecepatan aliran air > 100 cm/det tergolong kecepatan yang sangat cepat. Kecepatan arus ini diduga dapat mempengaruhi jenis-jenis perifiton dan fitoplankton yang hidup di dalamnya.

Hidayah (2003) dalam Trisnawaty et. al., (2013), menyatakan bahwa kecepatan arus dipengaruhi oleh kedalaman dan lebar sungai, arus akan semakin cepat bila perairan makin sempit dan dangkal. Kecepatan arus juga dapat mempengaruhi tekstur sedimen dimana pada arus yang kencang lebih didominasi oleh partikel yang kasar seperti pasir. Sedangkan untuk arus yang lambat didominasi oleh partikel lumpur yang lebih halus.

Menurut Purnawan et. al., 2012 dalam Trisnawaty et. al,. (2013), bahwa kecepatan arus mempengaruhi distribusi sebaran sedimen, dimana butiran sedimen yang lebih besar ditemukan pada daerah yang memiliki kecepatan arus yang lebih tinggi. Sedangkan dimana butiran sedimen yang lebih kecil ditemukan pada daerah yang memiliki kecepatan arus yang lebih rendah. Selain itu, kecepatan arus juga dapat mempengaruhi organisme yang hidup didalamnya, biota yang hidup pada arus yang kuat akan berbeda dengan biota yang hidup pada arus yang lambat.

1. Parameter Kimia Derajat Keasaman (pH)pH adalah suatu satuan ukur yang menguraikan derajat tingkat kadar keasaman atau kadar alkali dari suatu larutan. Unit pH diukur pada skala 0 sampai 14. pH dibentuk dari informasi kuantitatif yang dinyatakan oleh tingkat keasaman atau basa yang berkaitan dengan aktivitas ion Hidrogen. Pengukuran pH secara kasar dapat menggunakan kertas indicator pH dengan mengamati perubahan warna pada level pH yang bervariasi. Pengukuran pH yang lebih akurat biasa dilakukan dengan menggunakan pH meter (Noorulil,2010).

Menurut Effendi (2003) dalam Darmayanti et al. (2011), derajat keasaman merupakan gambaran jumlah atau aktivitas ion hidrogen dalam perairan. Secara umum nilai pH menggambarkan seberapa besar tingkat keasaman atau kebasaan suatu perairan. Perairan dengan nilai pH = 7 adalah netral, pH < 7 dikatakan kondisi perairan bersifat asam, sedangkan pH > 7 dikatakan kondisi perairan bersifat basa. Adanya karbonat, bikarbonat dan hidroksida akan menaikkan kebasaan air, sementara adanya asam-asam mineral bebas dan asam karbonat menaikkan keasaman suatu perairan.

pH (power of hidrogen) merupakan suatu derajat keasaman yang menunjukkan besarnya konsentrasi hidrogeh. Nilai pH perairan merupakan parameter yang dikaitkan dengan konsentrasi karbon dioksida (CO2) dalam ekosistem. Semakin tinggi konsentrasi karbon dioksida, pH perairan semakin rendah Penurunan karbon dioksida dalam ekosistem akan meningkatkan pH perairan. Sebaliknya, proses respirasi oleh semua komponen ekosistem akan meningkatkan jumlah karbon dioksida, sehingga pH perairan menurun (Wetzel, 1983 dalam Izzati , 2010).

Menurut Odum (1996) dalam Herawati (2008) , pH atau derajat keasaman mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan tumbuhan dan hewan perairan sehingga dapat digunakan sebagai petunjuk untuk menilai kondisi suatu perairan sebagai lingkungan tempat hidup. Nilai pH suatu perairan dapat mencerminkan keseimbangan antar asam dan basa dalam perairan tersebut. Tingginya pH air ini kemungkinan terjadi karena adanya aktivitas organisme di dalamnya. Air yang agak basa dapat mendorong proses pembongkaran bahan organik yang ada dalam air menjadi mineral- mineral yang dapat