sap.· web viewbahwa sebagaimana dimaksud pada butir 1 dan 2 diatas perlu ditetapkan kode etik humas

Download sap.· Web viewBahwa sebagaimana dimaksud pada butir 1 dan 2 diatas perlu ditetapkan Kode Etik Humas

Post on 08-Apr-2019

214 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I

PENDAHULUAN

Dewasa ini kegiatan Public Relations (Humas), merupakan kegiatan yang berkaitan dengan fungsi dan peranannya dalam kehumasan baik di dalam lembaga pemerintah, swasta, organisasi profit dan non profit tidak lepas dari etika kehumasan sebagai patokan atau pedoman atau rambu-rambu yang penting dan mendasar serta yang harus ditaati dan dipatuhi oleh setiap praktisi Public Relations (humas). Yang dalam hal ini dituangkan dalam bentuk pasal-pasal yang formal dan normatif yang berisikan kode perilaku dan kode etik sebagai pedoman moral yang mengikat bagi setiap penyandang profesi humas (Public Relations) tersebut yang disebut Kode Etik Profesi Humas.

Sebelum akan dibahas lebih lanjut tentang apa etika kehumasan maka terlebih dahulu dijelaskan tentang apa yang dimaksud Public Relations (humas) .Maka dalam hal ini yang dimaksud dengan Humas (Public Relations) menurut Frank Jefkins adalah sesuatu yang merangkum keseluruhan komunikasi yang terencana baik kedalam maupun keluar antara suatu organisasi dengan semua khalayak dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian. Dan Humas (PR) mempunyai perbedaan dengan iklan.

Uuntuk itu maka antara Public Relations (humas) dan Iklan tidaklah sama dimana mempunyai perbedaan sebagai berikut :

a. Public Relations :

Bukanlah salah satu bentuk dari periklanan.

Menyangkut seluruh komunikasi yang berlangsung mulai perencanaan yang jelas untuk mencapai tujuan spesifik.

Keberadaan Public Relations dilakukan oleh semua organisasi dan tidak dapat lepas.

Menyangkut keseluruhan komunikasi dari suatu organisasi. Menjadi kunci keberhasilan dan keefektifan komunikasi dalam organisasi.

b. Iklan :

Terbatas pada pemasaran yang memasarkan serta menawarkan produk-produk atau jasa yang dihasilkan suatu perusahaan atau instansi.

Tidak dilakukan oleh semua organisasi.

Hanya terbatas pada hal-hal berkaitan dengan promosi,produk atau jasa yang dihasilkan, menyediakan pasokan dan hal-hal lain berhubungan dengan pemasaran dan pembelian dalam suatu perusahaan atau instansi.

Komunikasi dan manajemen menjadi dasar yang sangat fundamental dalam pekerjaan seorang Public Relations (Humas) dan supaya suasana komunikasi efektif dapat tercipta didalam suatu organisasi ada dengan syarat yang harus dipenuhi seorang Public Relations yaitu :

1. Komunikasi dan relasi.

2. Sifat yang rendah hati.

3. Cepat menyesuaikan diri.

4. Mampu menghadapi semua orang yang memiliki aneka ragam karakter dan latar belakang budaya dengan baik.

5. Mampu bekomunikasi dengan baik ; menjelaskan dengan jernih, jelas, dan lugas secara lisan maupun tertulis juga secara visual.

6. Pandai mengorganisir segala sesuatu.

7. Memiliki integritas personal baik dalam profesi maupun kehidupan pribadi.

8. Punya imajinasi yang kuat dalam penyampaian pesan kepada stakeholder.

9. Serba tahu; memiliki akses yang tinggi terhadap informasi (membaca, membuka internet, berdiskusi dll).

Ada empat faktor penyebab kenapa Public Relations menjadi penting saat ini :

1. Perkembangan masyarakat yang sangat kompleks yang diikuti pertumbuhan dan perkembangan organisasi bisnis yang semakin membesar.

2. Adanya dinamika yang cepat terjadi dilingkungan organisasi atau perusahaan yang dapat menimbulkan perubahan-perubahan.

3. Terdapat peningkatan kesadaran dan keterbukaan didalam masyarakat untuk mengakses informasi berakibat semakin terbuka dan transparan

4. Kesadaran masyarakat terhadap HAM semakin tinggi demokratisasi, persamaan hak dan HAM serta perlindungan konsumen.

Selain faktor diatas ada faktor lain yang khusus yang menjadikan Public Relations profesi yang urgen yaitu:

1. Relasi dan interaksi.

2. Masyarakat merupakan pihak eksternal yang sangat penting bagi suatu perusahaan atau instansi.

3. Kesadaran masyarakat terhadap hak asasi membawa pengaruh terhadap kesadaran untuk mempejuangkan hak mereka sebagai konsumen dan warga negara.

4. Pertumbuhan kehidupan modern yang semakin kompleks dari organisasi swasta dan pemerintah yang berakibat kesulitan untuk menyampaikan pesan-pesan

5. Pesan yang terlalu banyak disampaikan melalui media iklan saat ini menjadi noise dalam kehidupan masyarakat.

6. Adanya peningkatan pertumbahan populasi berkaitan dengan spesialisasi dan mobilitas pekerjaan berakibat diperlukan spesialisasi komunikasi.

Secara garis besar tujuan Public Relations (humas) menyangkut 3 (tiga) hal :

1. Reputasi dan citra. Dengan asumsi citra positif akan berkaitan dengan semakin tingginya akses pubik terhadap output dari perusahaan.

2. Jembatan komunikasi organisasi dengan lingkungannya.

3. Mutual benefit relationship yaitu menjamin kepada publik bahwa perusahaan berada dalam operasinya memiliki niat baik dalam berbisnis dengan wujud dalam tangung jawab sosial dan diekspresikan melalui hubungan saling menguntungkan diantara perusahaan dan publik. (Rini,2007)

Hal-hal yang sangat esensial dalam pekerjaan seorang Public Relations (humas) yaitu :

1. Komunikasi dan relasi. Menjadi rohnya Public Relations.

2. Goodwill ; itikad baik dalam berbisnis dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

3. Good business is good service ; pelayanan menjadi faktor penting dalam menentukan citra perusahaan.

4. Good business is good relations ; dimana prinsip komunikasi dua arah bersifat timbal balik.

Sedangkan untuk tugas Pokok Public Relations, menurut Bertrad R.Canfield dalam buku etika kehumasan Rosady Ruslan mengatakan bahwa unsur-unsur utama dalam peran Humas atau Public Relations :

1. Pelayanan demi kepentingan umum (If should serve the publics interest).

2. Menjaga komunikasi yang baik dan santun (Maintain good communication).

3. Bermoral dan berperilaku yang baik (Stress good moral and manners).

Latihan Soal :

1. Jelaskan apa berbedaan humas dengan iklan menurut pengertian saudara?

2. Sebutkan garis besar dan tujuan humas (PR) menjadi suatu yang penting?

3. Hal-hal apa saja yang menjadi sangat esensial humas(PR)?

BAB II

SEJARAH KODE ETIK KEHUMASAN

I. Sejarah berdirinya Asosiasi Public Relations Internasional (IPRA)

1. Awal pertama dicetuskan di Belanda Maret 1950 oleh para praktisi PR/Humas dariberbagai Negara (Inggris, Belanda, Perancis, Norwegia dan Amerika Serikat) pada acara The Royal Netherlands Internasional Trade Fair.

2. Tanggal 1 Mei 1955 organisasi profesi International Public Relations Association (IPRA) berdiri secara resmi.

3. Dalam sidang umum di Venice Mei 1961 diterbitkan 4 (empat) kode perilaku pokok yang sekaligus merupakan standard atau piagam moral bagi perilaku professional humas sebagai berikut:

a. integritas pribadi dan profesionalisme.

b. perilaku terhadap klien dan majikan.

c. perilaku terhadap media dan umum.

d. perilaku terhadap rekan seprofesi.

4. Untuk kode etik IPRA sudah beberapa kali diamendir yaitu melalui Kode Etik Athena ketika berlangsung sidang umum IPRA di Athena Yunani tangal 12 Mei 1965.

5. Kode etik IPRA disempurnakan lagi pada konvensi IPRA di Teheran Iran 17 April 1968. Dimana secara umum dan normatif memuat butir-butir Mukadimah dan terdiri dari 13 pasal.

Dimana secara garis besar mengatur hal-hal sebagai berikut :

a. Mengenai kode perilaku.

b. Merupakan kode moral

c. Menjunjung tinggi standard moral.

d. Memiliki kejujuran yang tinggi.

e. Mengatur secara etis mana yang boleh dan tidak boleh diperbuat oleh seorang professional Public Relations atau Humas.

Selanjutnya November 1991 IPRA Council di Nairobi menetapkan IPRA Nairobi Code for Communication in Environment and Development yang isinya : antara lain berkaitan dengan isu sentral dan tanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan hidup, pembangunan ekonomi dan memperhatikan faktor pembangunan dan pengembangan sosial.

2. Sejarah Perkembangan Public Relations Di Indonesia.

Sejarah perkembangan Public Relations di Indonesia secara konsepsional terjadi pada tahun 1950-an. Kala itu berdiri organisasi HUMAS pertama kali di perusahaan perminyakan negara (Pertamina). Peranan divisi HUPMAS (Hubungan Pemerintah dan Masyarakat) Pertamina ini sangat penting dalam upaya menjalin hubungan komunikasi timbal balik dengan pihak klien, relasi bisnis, perusahaan swasta atau BUMN atau Asing dan masyarakat.

Kemudian pada tahun 1954, secara resmi HUMAS diterapkan pada jajaran kepolisian. Dilanjutkan di berbagai instansi pemerintah dan perusahaan swasta pada tahun 1970-an.

Jika dikaitkan dengan state of being, dan sesuai dengan method of communication, maka istilah Humas dapat dipertanggung jawabkan. Tetapi, jika kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Hubungan Masyarakat itu, hanya mengadakan hubungan dengan khalayak di luar organisasi, misalnya menyebarkan press release ke massa media, mengundang wartawan untuk jumpa pers atau wisata pers, maka istilah hubungan masyarakat tersebut tidaklah tepat apabila dimaksudkan sebagai terjemahan dari public relations.

Dan menurut Rosady Ruslan, SH, MM. membagi perkembangan Public Relations di Indonesia dalam 4 periode sebagai berikut :

Periode 1 ( Tahun 1962 )

Secara resmi pembentukan HUMAS di Indonesia lahir melalui Presidium Kabinet PM Juanda, yang menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah harus membentuk bagian/divisi HUMAS. Dijelaskan pula garis besar tugas kehumasan dinas pemerintah adalah : Tugas strategis yaitu ikut serta dalam proses pembuatan keputusan oleh pimpinan hingga pelaksanaaannya. Dan tugas taktis yaitu memberikan informasi, motivasi, pelaksana

Recommended

View more >