rpp sistem bh bakar spd motor

Download Rpp Sistem Bh Bakar Spd Motor

Post on 07-Dec-2015

72 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

contoh panduan pembuatan RPP SISTEM BAHAN BAKAR TEKNIK SEPEDA MOTOR.

TRANSCRIPT

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)KODE UNIT:OTO.SM02.007.01

JUDUL UNIT:Memperbaiki Dan Melakukan Overhaul Komponen Sistem Bahan Bakar Bensin

DESKRIPSI UNIT:Unit ini mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan untuk memperbaiki dan melakukan overhaul sistem/komponen bahan bakar bensin mekanik dan/atau elektrik/elektronik untuk sepeda motor 2 langkah dan 4 langkah hingga ukuran 250 cc.

A. Elemen Kompetensi

Memperbaiki dan melakukan overhaul komponen sistem bahan bakar bensinB. Kriteria Unjuk Kerja (KUK) Perbaikan dan overhaul komponen system bahan bakar bensin dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan komponen atau sistem lainnya.

Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.

Perbaikan dan penyetelan sistem komponen bahan bakar bensin dilakukan berdasarkan spesifikasi pabrik.

Data yang tepat dilengkapi sesuai dengan hasil perbaikan.

Seluruh kegiatan perbaikan komponen sistem bahan bakar, penyetelan, dan pelepasan/penggantian dilakukan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), peraturan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan), dan prosedur/kebijakan perusahaan. Perbaikan, melepas dan mengganti sistem / komponen injeksi bahan bakar diesel dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau system lainnya.

Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.

Komponen injeksi bahan bakar diesel diperbaiki, diuji, diganti berdasarkan spesifikasi yang ditentukan oleh pabrik. Komponen injeksi bahan bakar diesel diuji untuk memenuhipersyaratan kerja. Seluruh kegiatan perbaikan dan pelepasan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan.

C. Indikator Unjuk kerja ( IUK )

Dapat melaksanakan perbaikan, melepas dan mengganti sistem / komponen injeksi bahan bakar diesel tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau system lainnya. Dapat mengakses dan memahami informasi yang benar dari spesifikasi pabrik. Dapat memperbaiki, menguji, mengganti komponen injeksi bahan bakar diesel berdasarkan spesifikasi yang ditentukan oleh pabrik. Dapat menguji komponen injeksi bahan bakar diesel untuk memenuhipersyaratan kerja.

Dapat melakukan seluruh kegiatan pemeliharaan/servis sistem dan komponen berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), peraturan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan,dan prosedur/kebijakan perusahaan.D. Materi Unit Kompetensi dan Elemen Kompetensi TerlampirE. Skenario / Langkah PembelajaranPembukaan

Salam pembuka dan doa bersama

Dialog ringan dan evaluasi ringan terhadap unit kompetensi/ elemen kompetensi sebelumnya

Presensi peserta diklatInti

Penyampaian unit kompetensi/ elemen kompetensi Tanya jawab terhadap kesulitan yang dijumpai berkaitan dengan kompetensi/ elemen kompetensi

Penyelesaian persoalan secara bersama-samaPenutup

Presensi peserta diklat Doa bersama

Salam penutupF. Media, Alat dan Sunber Belajar Media : Gambar, transparansi , LCD, OHP

Alat : Peralatan pembantu (Wall chart,papan tulis,kapur, spidol)

Sumber : Buku ajar, Modul, Job sheet dan Buku manual

G. Penilaian Tes tertulis

Tes Lesan

Tes PraktekMengetahui,

Semarang, April 2009Ka.Prog. Otomotif

Guru Pengampu

Drs. WAHYUDIN , M,Pd.

SUTRIYONO, S,Pd.NIP 131634422

NIP 131853867Kepala,

Drs. PONIDI, MM.

NIP 13407531

KODE UNIT:OTO.KR02.01801

JUDUL UNIT:Memperbaiki Sistem/Komponen Bahan Bakar Diesel

DESKRIPSI UNIT:Unit ini mengidentifikasikan kompetensi yang dibutuhkan untuk

melaksanakan perbaikan termasuk melepas dan mengganti

sistem/komponen bahan bakar diesel untuk kendaraan ringan.

Persyaratan pendahuluan:

OTO.KR02.017.01 Memelihara/Servis Sistem Injektor Bahan Bakar Diesel

A. Elemen Kompetensi

Memperbaiki, melepas dan mengganti komponen sistem injeksi bahan bakar diesel. B. Kriteria Unjuk Kerja (KUK) Perbaikan, melepas dan mengganti sistem / komponen injeksi bahan bakar diesel dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau system lainnya.

Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.

Komponen injeksi bahan bakar diesel diperbaiki, diuji, diganti berdasarkan spesifikasi yang ditentukan oleh pabrik.

Komponen injeksi bahan bakar diesel diuji untuk memenuhipersyaratan kerja.

Seluruh kegiatan pemeliharaan/servis sistem dan komponen dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), undang-undang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan.C. Indikator Unjuk kerja ( IUK )

Dapat melaksanakan perbaikan, melepas dan mengganti sistem / komponen injeksi bahan bakar diesel tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau system lainnya.

Dapat mengakses dan memahami informasi yang benar dari spesifikasi pabrik. Dapat memperbaiki, menguji, mengganti komponen injeksi bahan bakar diesel berdasarkan spesifikasi yang ditentukan oleh pabrik.

Dapat menguji komponen injeksi bahan bakar diesel untuk memenuhipersyaratan kerja.

Seluruh kegiatan perbaikan dan pelepasan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan.

D. Batasan Variabel

Batasan konteks:

Standar kompetensi ini digunakan untuk kendaraan ringan. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk:

Sesifikasi pabrik kendaraan

SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan

Persyaratan ditempat kerja/industri

Perundang-undangan pemerintah

Pelaksanaan K 3 harus memenuhi:

Undang-undang tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

Ketentuan di bidang industri

Sumber-sumber dapat termasuk:

Peralatan tangan/hand tools, peralatan pembersih Penguji pompa, penguji injektor, penguji peralatan elektrik/elektronik, peralatan pemaju otomatis (injection timing), pengatur semprotan (governor/bost control), pengukur aliran bahan bakar Kegiatan:

Kegiatan harus dilaksanakan dibawah kondisi kerja normal dan harus termasuk: pelepasan dan penggantian komponen, pembongkaran, pembersihan, pengukuran, inspeksi visual, penilaian, pelumasan, pengujian, penyetelan

Variabel-variabel lain dapat termasuk:

Sistem kontrol mekanis, hidrolis dan elektronik termasuk kontrol kecepatan

F. Memperbaiki Sistem/Komponen Bahan Bakar Diesel

Pendahuluan Motor Diesel

Penemu motor diesel adalah seorang ahli dari Jerman, bernama Rudolf Diesel (1858 1913). Ia mendapat hak paten untuk mesin diesel pada tahun 1892, tetapi mesin diesel tersebut baru dapat dioperasikan dengan baik pada tahun 1897.

Tujuan Rudolf Diesel

Menaikkan rendemen motor (rendemen motor bensin = 30%, rendemen motor diesel = 40 51%)

Mengganti sistem pengapian dengan sistem penyalaan sendiri, karena sistem pengapian motor bensin pada waktu kurang baik

Mengembangkan sebuah mobil yang dapat dioperasikan dengan bahan bakar lebih murah daripada bensin

Kesulitan Rudolf Diesel

Belum ada pompa injeksi yang dapat menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan tinggi, karena untuk menyemprotkan bahan bakar pada silinder yang bertekanan tinggi diperlukan konstruksi pompa yang khusus.

Di akhir tahun 1922, Robert Bosch mulai mengadakan penelitian, percobaan, dan pengembangan sistem penyemprotan bahan bakar pada motor diesel. Akhirnya usaha itu berhasil dengan diproduksinya seri pertama pompa injeksi pada tahun 1927.

Perlengkapan Sistem Bahan Bakar Diesel

2. Langkah Kompresi

Motor diesel

Perbandingan kompresi (() = 15-23

Udara dikompresi sampai 1,5 4 Mpa (15 40 bar)

Temperatur menjadi 700-900oC

Penyemprotan bahan bakar dimulai

30O 10O Sebelum TMAMotor Auto Perbandingan kompresi (() = 7-12

Campuran udara dan bahan bakar dikompresi sampai 0,8 1,3 Mpa (8 13 bar)

Temperatur menjadi 300 600oC

Saat pengapian 30O 5O sebelum TMA

1. Langkar UsahaMotor Diesel

Bahan bakar terbakar dengan

sendirinya akibat temperatur

udara yang panas.

Tekanan pembakaran 4 12

Mpa (40 120 bar)

Motor AutoBahan bakar terbakar akibat

Loncatan bunga api pada busi

Tekanan pembakaran 3-6 Mpa

(30 60 bar)

4. Langkah buang

Motor diesel

TTemperatur gas buang 500 600oC

Motor AutoTTemperatur gas buang 700 1000oC

Diagram indikator tekanan motor Auto 4 tak

AA = Saat pengapianBB = Tekanan maksimumCC = Akhir pembakaranDD = Katup buang membuka

Diagram indikator tekanan motor Diesel 4 tak

A= Mulai penyemprotan

B= Mulai penyalaan

C= Tekanan maksimum

D= Akhir penyemprotan

E= Akhir pembakaranF= Katup buang membuka

Kesimpulan:1. Perbedaan pembentukan campuran

Motor Diesel

Pembentukan campuran bahan bakar dan udara berada di dalam ruang bakarMotor AutoPembentukan campuran bahan bakar dan udara beradadi luar silinder (karburator, manifold isap)

2. Perbedaan cara penyalaan

Motor Diesel

Terjadi dengan sendirinya akibat temperatur akhir kompresi yang tinggi dan titik penyalaan bahan bakar yang relatif rendah

Motor AutoTerjadi akibat dari loncatan bunga api pada busi

3. Perbedaan proses pembakaran

A = Mulai penyemprotan

B = Mulai penya