referat lupus nefritis

Download Referat Lupus Nefritis

If you can't read please download the document

Post on 28-Nov-2015

117 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

lupus nefritis

TRANSCRIPT

REFERAT LUPUS NEFRITIS OLEH : Nadira Fasha Agfrianti, S.Ked J 500 090 103 PEMBIMBING: dr. Bahrodin, Sp.PD KEPANITERAAN KLINIK SMF ILMU PENYAKIT DALAM RSUD DR HARJONO PONOROGO FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2013

REFERAT

LUPUS NEFRITIS

OLEH :Nadira Fasha Agfrianti, S.KedJ 500 090 103

PEMBIMBING:dr. Bahrodin, Sp.PD

KEPANITERAAN KLINIK SMF ILMU PENYAKIT DALAMRSUD DR HARJONO PONOROGOFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA2013

BAB IPENDAHULUANLatar BelakangLupus Nefritis adalah komplikasi ginjal pada lupus eritematosus sistemik (LES).

Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit kronik inflamatif autoimun yang belum diketahui etiologinya dengan manifestasi klinis beragam serta berbagai perjalanan klinis dan prognosisnya.

Penyakit ini ditandai oleh adanya periode remisi dan episode serangan akut dengan gambaran klinis yang beragam berkaitan dengan berbagai organ yang terlibat.

Keterlibatan ginjal cukup sering ditemukan, yang dibuktikan secara histopatologis pada kebanyakan pasien dengan LES dengan biopsi dan otopsi ginjal.

Mengevaluasi fungsi ginjal pada pasien pasien-pasien dengan LES untuk mendeteksi dini keterlibatan ginjal sangat penting, karena dengan deteksi dan pengobatan dini, akan meningkatkan secara signifikan fungsi ginjal.

TujuanTujuan penulisan referat ini adalah untuk menguraikan pengertian dan penanganan kasus pada pasien lupus nefritis.

BAB II TINJAUAN PUSTAKADefinisiLupus nefritis adalah komplikasi ginjal pada lupus eritomatosus sistemik (LES). 10

Lupus nefritis adalah suatu proses inflamasi ginjal yang disebabkan oleh Sistemik Lupus Erithematosus, yaitu suatu penyakit autoimun. Selain ginjal, SLE juga dapat merusak kulit,sendi, system saraf dan hampir semua organ dalam tubuh.11

Epidemiologi Etiologi Lupus nefritis terjadi ketika antibodi (antinuklear antibodi) dan komplemen terbentuk di ginjal yang menyebabkan terjadinya proses peradangan. Hal tersebut biasanya mengakibatkan terjadinya sindrom nefrotik (eksresi protein yang besar) dan dapat progresi cepat menjadi gagal ginjal.

Kerusakan organ pada SLE didasari oleh reaksi imunologi. diawali dengan factor pencetus yang ada di limgkungan, menimbulkan abnormalitas reson imun di dalam tubuh yaitu :Set T dan B otoreaktifPembentukan sitokin yang berlebihan.Hilangnya regulasi control pada system imun Hilangnya kemampuan membersihkan antigen di kompleks imun maupun sitokin didalam tubuh, Menurunnya mengendalikan apoptosis, Hilangnya toleransi imun: sel T mengenali molekul tubuh sebagai antigen karena adanya mimikri molekulerPatogenesisAkibat proses tersebut, terbentuk berbagai macam antibody didalam tubuh yang disebut sebagai autoantibody. antibody-antibodi yang tersebut membentuk kompleks imun. Kompleks imun tersebut terdesposisi pada jaringan/ organ yang akhirnya menimbulkan gejala inflamasi dan kerusakan jaringanManifestasi Klinis (kriteria American Rheumatism Association

DiagnosisDiagnosis klinis lupus nefritis ditegakkan bila pada pasien LES (minimal terdapat 4 dari 11 kriteria ARA) didapatkan proteinuria 1 gr/24 jam dengan/atau hematuria (>8 eritrosit/LPB) dengan/atau penurunan fungsi ginjal sampai 30%.Diagnosis pasti lupus nefritis ditegakkan dengan biopsi ginjal. Pemeriksaan serologikPemeriksaan serologikGambaran histopatologi

Penatalaksanaan Terapi untuk tipe spesifik nefritis lupus berdasarkan patologi renal :

Kelas I : lupus nefritis minimal mesangial tidak memerlukan terapi spesifik

Kelas II : lupus nefritis mesangial proliferatif mungkin memerlukan pengobatan bila proteinuria lebih dari 1000 mg/hari. Pertimbangkan prednison dosis rendah sampai moderat (mis. 20-40 mg/hari selama 1-3 bulan diikuti tapering.

Kelas III dan IV : Pasien dengan lupus nefritis fokal atau difus

Berikan prednison 1 mg/kg/hari selama paling sedikit 4 minggu tergantung respons klinis. Kemudian dilakukan tapering sampai dosis rumatan 5-10 mg/hari selama kurang lebih 2 tahun. Pada pasien sakit akut, metilprednisolon intravena dengan dosis hingga 1 gram/hari selama 3 hari dapat digunakan untuk inisiasi terapi kortikosteroid.Gunakan obat imunosupresif sebagai tambahan kortikosteroid pada pasien yang tidak berespon dengan kortikosteroid sendiri, yang mengalami toksisitas terhadap kortikosteroid, yang fungsi ginjalnya memburuk, yang mengalami lesi proliferatif berat atau terdapat bukti sklerosis pada spesimen biopsi ginjal. Baik siklofosfamid dan azathioprine efektif untuk lupus nefritis proliferatif.Berikan siklofosfamid intravena secara bulanan selama 6 bulan dan setelahnya tiap 2-3 bulan tergantung respons klinis. Durasi terapi yang umum adalah 2-2,5 tahun. Turunkan dosis bila klirens kreatinin