referat hifema - devita friska santy.doc

Download Referat Hifema - Devita Friska Santy.doc

Post on 04-Oct-2015

81 views

Category:

Documents

18 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I

PENDAHULUAN

Trauma mata sering menjadi penyebab kebutaan unilateral pada dewasa muda. Kecelakaan di rumah, kekerasan, cedera akibat olahraga, dan kecelakaan lalu lintas nerupakan keadaan-keadaan yang paling sering menyebabkan trauma mata. Trauma mata yang diakibatkan oleh benda tumpul merupakan peristiwa yang sering terjadi.

Hifema adalah darah yang terdapat di dalam bilik mata depan (Camera Oculi Anterior) yang dapat terjadi akibat trauma tumpul pada uvea yang merobek pembuluh darah iris atau badan siliar. (1) Adanya trauma tumpul pada mata dapat diakibatkan oleh benda yang keras ataupun tidak keras, dimana benda tersebut dapat mengenai mata dengan kencang ataupun lambat. (1) Selain itu, hifema dapat juga terjadi secara spontan, misalnya pada anak dengan kemungkinan leukimia dan retinoblastoma. (1) Sebanyak 57% pasien trauma mata dengan hifema berlanjut pada kerusakan segmen posterior dari mata tersebut.Kerusakan jaringan yang terjadi akibat trauma tersebut bervariasi dari yang ringan hingga yang berat, bahkan dapat terjadi kebutaan. Adanya hifema memiliki beberapa konsekuensi seperti glaukoma sekunder serta siderosis bulbi yang dapat menyebabkan ptisis bulbi dan kebutaan. (1) Oleh karena hifema dapat menyebabkan penurunan penglihatan yang signifikan, maka setiap dokter harus melakukan pemeriksaan yang cermat, yaitu anamnesis, pemeriksaan oftalmologi, diagnosis, evaluasi, dan penatalaksanaan hifema.BAB II

HIFEMA2.1. DEFINISI

Hifema merupakan keadaan dimana terdapat darah di dalam camera oculi anterior (COA) yang dapat terjadi akibat trauma tumpul yang merobek pembuluh darah iris atau badan siliar (Gambar 1). (1,2) Darah yang berasal dari pembuluh darah iris atau badan siliar akan bercampur dengan aquos humor yang jernih.

Gambar 1. Ilustrasi hifema

2.2. ANATOMI MATAMata adalah suatu struktur sferis berisi cairan yang dibungkus oleh tiga lapisan. Dari luar ke dalam, lapisanlapisan tersebut adalah: sklera/kornea, koroid/badan siliaris/iris, dan retina. Sebagian besar mata dilapisi oleh jaringan ikat yang protektif dan kuat di sebelah luar, sklera, yang membentuk bagian putih mata.

Bola mata terbenam dalam corpus adiposum orbitae, namun terpisah oleh selubung fascia bola mata. Bola mata berbentuk bulat dengan panjang maksimal 24 mm. Bola mata yang bagian depan (kornea) mempunyai kelengkungan yang lebih tajam sehingga terdapat bentuk dengan 2 kelengkungan yang berbeda. Bola mata terdiri dari tiga lapisan, yaitu:

1. Tunica FibrosaTunica fibrosa terdiri atas bagian posterior yang opaque atau sklera dan bagian anterior yang transparan atau kornea. Sklera merupakan jaringan ikat padat fibrosa dan tampak putih. Sklera juga ditembus oleh n.ciliaris dan pembuluh balik yang terkait yaitu v.vorticosae. Sklera langsung tersambung dengan kornea di depannya pada batas limbus. Kornea yang transparan, mempunyai fungsi utama merefraksikan cahaya yang masuk ke mata. Tersusun atas lapisan-lapisan berikut ini dari luar ke dalam sama dengan: (1) epitel kornea (epithelium anterius) yang bersambung dengan epitel konjungtiva (2) substansia propria, terdiri atas jaringan ikat transparan (3) lamina limitans posterior dan (4) endothel (epithelium posterius) yang berhubungan dengan aqueous humour.

2. Lamina vasculosaDari belakang ke depan disusun oleh sama dengan : (1) choroidea (terdiri atas lapis luar berpigmen dan lapis dalam yang sangat vaskular) (2) corpus ciliare (ke belakang bersambung dengan choroidea dan ke anterior terletak di belakang tepi perifer iris) terdiri atas corona ciliaris, procesus ciliaris dan musculus ciliaris (3) iris (adalah diafragma berpigmen yang tipis dan kontraktil dengan lubang di pusatnya yaitu pupil) iris membagi ruang diantara lensa dan kornea menjadi bilik mata depan dan bilik mata belakang, serat-serat otot iris bersifat involunter dan terdiri atas serat-serat sirkuler dan radier.

Anatomi Bilik Mata Depan dan Jaringan Sekitar

3. Tunica sensoria (retina)Retina terdiri atas pars pigmentosa luar dan pars nervosa di dalamnya. Permukaan luarnya melekat pada choroidea dan permukaan dalamnya berkontak dengan corpus vitreum. Tiga perempat posterior retina merupakan organ reseptornya. Ujung anterior membentuk cincin berombak, yaitu ora serrata, di tempat inilah jaringan syaraf berakhir. Bagian anterior retina bersifat non-reseptif dan hanya terdiri atas sel-sel pigmen dengan lapisan epitel silindris di bawahnya. Bagian anterior retina ini menutupi procesus ciliaris dan bagian belakang iris.Vaskularisasi Bola Mata

Pemasok utama orbita dan bagian-bagiannya berasal dari arteri ophtalmica, yaitu cabang besar pertama arteri karotis interna bagian intrakranial. Cabang ini berjalan di bawah nervus optikus dan bersamanya melewati kanalis optikus menuju ke orbita. Cabang intraorbital pertama adalah arteri sentralis retina, yang memasuki nervus optikus sebesar 8-15 mm di belakang bola mata. Cabang-cabang lain arteri oftalmika adalah arteri lakrimalis, yang memvaskularisasi glandula lakrimalis dan kelopak mata atas, cabang-cabang muskularis ke berbagai otot orbita, arteri siliaris posterior longus dan brevis, arteri palpebra medialis ke kedua kelopak mata, dan arteri supra orbitalis serta supra troklearis.

Iris sendiri diperdarahi oleh kompleks antara 2 arteri siliar posterior dan 7 arteri siliar anterior. Arteri ini akan bergabung membentuk greater arterial circle of iris dan kemudian memperdarahi iris dan badan siliar.

Drainase vena-vena di orbita terutama melalui vena oftalmika superior dan inferior, yang juga menampung darah dari vena verticoasae, vena siliaris anterior, dan vena sentralis retina. Vena oftalmika berhubungan dengan sinus kavernosus melalui fisura orbitalis superior dan dengan pleksus venosus pterigoideus melalui fisura orbitalis inferior.

2.3. ANATOMI DAN FISIOLOGI SUDUT COASudut COA dibentuk oleh jaringan korneosklera dengan pangkal iris (gambar 2). (1,3) Ciri-ciri anatomis utama sudut ini adalah garis Schwalbe, anyaman trabekula (yang terletak di atas kanal Schlemm), taji sklera (scleral spur), dan jonjot iris (gambar 3). (1,3) Pada bagian ini terjadi pengaliran keluar cairan bilik mata. Bila terdapat hambatan pengaliran keluar cairan mata, maka akan terjadi penimbunan cairan bilik mata di dalam bola mata yang mengakibatkan tekanan intraokuler (TIO) meningkat. (1) Anyaman trabekula berbentuk segitiga pada potongan melintang, dengan dasar yang mengarah ke badan siliar. (3) Anyaman ini mengisi kelengkungan sudut filtrasi yang mempunyai dua komponen, yaitu badan siliar dan uvea. Anyaman ini tersusun atas lembar-lembar berlubang jaringan kolagen dan elastik, yang membentuk suatu filter dengan pori yang semakin mengecil ketika mendekati kanal Schlemm. Bagian dalam anyaman ini, yang menghadap ke COA, dikenal sebagai anyaman uvea, sedangkan bagian luar yang berada di dekat kanal Schlemm disebut dengan anyaman korneoskleral. (3) Serat-serat longitudinal otot siliaris menyisip ke dalam anyaman trabekula tersebut. Taji sklera merupakan penonjolan sklera ke arah dalam di antara badan siliare dan kanal Schlemm, tempat iris dan badan siliare menempel. (3) Sudut filtrasi berbatas dengan akar berhubungan dengan sklera kornea dan disini ditemukan sklera spur yang membuat cincin melingkar 3600 dan merupakan batas belakang sudut filtrasi serta tempat insersi otot siliar longitudinal. Pada sudut filtrasi terdapat garis Schwalbe yang merupakan akhir perifer endotel dan membran descement, dan kanal Schlemm yang menampung cairan mata keluar ke salurannya. (1,3) Saluran-saluran eferen dari kanal Schlemm (sekitar 300 saluran pengumpul dan 12 vena aqueous) berhubungan dengan sistem vena episklera. (3) Sudut bilik mata yang sempit terdapat pada mata berbakat glaukoma sudut tertutup, hipermetropia, blokade pupil, katarak intumesen, dan sinekia posterior perifer. (1)

Gambar 2. Anatomi sudut COA

Gambar 3. Gambaran taji spur dan garis Schwalbe

2.4. EPIDEMIOLOGI

Berdasarkan penelitian, 33% dari seluruh trauma mata yang serius menimbulkan hifema. Sebanyak 80% hifema terjadi pada pria. Perkiraan rata-rata kejadian hifema di Amerika Utara adalah 17-20/100.000 populasi/tahun. Hifema sering terjadi pada pasien berumur kurang dari 20 tahun dan pertengahan 30 tahun. Perbandingan terjadinya hifema pada pria dan wanita adalah sebanyak 3:1. Olah raga merupakan penyebab dari 60% pada populasi anak muda yang mengalami hifema.2.5. ETIOLOGIHifema biasanya disebabkan oleh trauma pada mata, yang menimbulkan perdarahan atau perforasi. Hifema juga dapat terbentuk pada kornea pasca bedah katarak, inflamasi yang berat pada iris, serta penderita diabetes. (4) Perdarahan spontan dapat terjadi pada mata dengan rubeosis iridis, keganasan pada mata (misalnya retinoblastoma, juvenille xanthogranuloma, iris melanoma), miotonik distrofi, kelainan darah dan kelainan pembuluh darah (misalnya anemia sickle cell, hemofilia, dan penyakit von Willebrand), serta penggunaan obat-obatan tertentu (misalnya aspirin, warfarin, etanol). (4,5) Hifema spontan pada anak sebaiknya dipikirkan kemungkinan leukemia dan retinoblastoma. (1)Perdarahan yang timbul dapat berasal dari kumpulan arteri utama dan cabang dari badan siliar, arteri koroid, vena badan siliar, dan pembuluh darah iris pada sisi pupil (gambar 4).

Gambar 4. Asal perdarahan hifema

2.6. PATOFISIOLOGI

Terdapat dua mekanisme yang diduga menyebabkan terjadinya hifema. Mekanisme pertama adalah mekanisme dimana pada trauma, terjadi kontusio atau benturan yang dapat mengakibatkan robeknya pembuluh darah pada iris dan badan siliar. Darah ini dapat bergerak dalam ruang COA dan mengotori permukaan dalam kornea. Mekanisme kedua adalah trauma tersebut menyebabkan peningkatan tekanan intraokuler akut sehingga menyebabkan ruptur pembuluh darah pada iris dan badan siliar. Benturan dapat mengakibatkan penekanan pada