Ppt resume teknologi pendidikan

Download Ppt resume teknologi pendidikan

Post on 28-Jan-2015

1.919 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

  • 1. Mengajar adalah sebuah cara dan sebuah proses hubungan timbal balik antara guru dengan siswa yang sama sama aktif melakukan kegiatan, dimana guru bertujuan membantu dan memudahkan siswa untuk melakukan kegiatan belajar atau lebih kearah proses menyampaikan materi. Mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses mengorganisasikan lingkungan yang ada di sekitar siswa, sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan serta dapat mendorong dan meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil pengukuran belajar inilah akhirnya akan mengetahui seberapa jauh tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah dicapai. Bloom merumuskan hasil belajar sebagai perubahan tingkah laku yang meliputi domain (ranah) kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik
  • 2. Teori belajar dibagi menjadi: Behaviourisme Kognitivisme Konstruktivisme Teori Belajar Sosial
  • 3. Program Pengajaran adalah perangkat kegiatan belajar mengajar yang direncanakan untuk mencapai tujuan yang kita sebut dengan tujuan instruksional. Karena, penyelenggaraan pengajaran di sekolah dilakukan dalam system semester, maka program pengajaran disusun dalam 2 tahap yaitu : Program Semester Program tatap muka ( Penjabaran dari program semester)
  • 4. Fungsi Program Pengajaran Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang dilakukan Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik guru maupun murid Sebagai alat ukur keefektifan suatu proses pembelajaran sehingga setiap saat dapat diketahui ketepatan dan kelambanan kerja Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja
  • 5. Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI)/ SAP PPSI adalah sistem yang saling berkaitan dari satu instruksi yang terdiri atas urutan, desain tugas yang progresif bagi individu dalam belajar. Komponen Komponen-komponen yang terdapat dalam PSSI adalah sebagai berikut: Pedoman perumusan tujuan Pedoman prosedur pengembangan alat penilaian Pedoman proses kegiatan belajar siswa Pedoman program kegiatan guru Pedoman pelaksanaan program
  • 6. Model-model Pengembangan Sistem Instruksional Model Pengembangan Instruksional Briggs Model yang dikembangkan oleh Briggs berorientasi pada rancangan sistem dengan sasaran dosen atau guru yang akan bekerja sebagai perancang kegiatan instruksional maupun tim pengembangan instruksional yang susunan anggotanya meliputi dosen, administrator, ahli bidang studi, ahli evaluasi, ahli media, dan perancang instruksional. Model Bela H. Banathy Pengembangan sistem instruksional menurut Banathy dapat dibedakan dalam enam langkah, sebagai berikut: o Langkah 1: merumuskan tujuan (formulate objectives) o Langkah 2: mengembangkan tes (develop test) o Langkah 3: menganalisis kegiatan belajar (analyze learning task) o Langkah 4: mendesain sistem instruksional (design system) o Langkah 5: melaksanakan kegiatan dan mengetes hasil (implement and test output) o Langkah 6: mengadakan perbaikan (chage to improve)
  • 7. Model PPSI Istilah sistem instruksional dalam PPSI menunjuk kepada pengertian sebagai suatu sistem, yaitu sebagai suatu kesatuan yang terorganisasi, yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling berhubungan satu dengan lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. Model Kemp o Menentukan tujuan instruksional umum o Membuat analisis tentang karakteristik siswa. o Menentukan tujuan instruksional secara spesifik, operasional, dan terukur o Menentukan materi/bahan pelajaran yang sesuai, o Menetapkan penjajagan awal. o Menentukan strategi belajar mengajar yang sesuai. o Mengkoordinasikan sarana penunjang yang diperlukan meliputi biaya, fasilitas, peralatan, waktu, dan tenaga, o Mengadakan evaluasi.
  • 8. Tingkatan Pengembangan Sistem instruksional Tingkatan Sistem oTingkatan Kelas oTingkatan Produk oTingkatan Organisasi Prinsip Dasar Pengembangan Sistem Instruksional oBerfokus pada siswa oPendekatan sistem oPemanfaatan sumber belajar secara maksimal
  • 9. Pelaksanaan Program Pengajaran Siapkan bahan pengajaran dengan mempelajarinya berulang-ulang. Berusahalah mengaitkan tiap bagian dalam bahan pengajaran tersebut. Buatlah bahan yang sistematis. Temukanlah analogi atau ilustrasi untuk mempermudah penjelasan fakta-fakta dan prinsip-prinsip yang sulit dimengerti oleh siswa. Koneksikan/hubungkan hal yang diajarkan dengan kenyataan sehari- hari yang dialami siswa. Hubungan dengan kehidupan konkrit siswa inilah yang akan membantu siswa memahmi hal yang akan diajarkan. Gunakan sebanyak mungkin sumber referensi berupa buku-buku atau bahan-bahan yang sesuai Belajar sedikit tetapi mendalam jauh lebih baik daripada belajar banyak tetapi tahu sedikit.. Carilah waktu khusus sebelum berdiri di depan kelas. Persiapan yang mantap, membuat guru percaya diri dan penguasaan materi tidak diragukan lagi.
  • 10. Andragogi berasal dari bahasa Yunani yakni andr yang berarti orang dewasa dan agogos yang berarti memimpin atau membimbing. Orang dewasa sendiri dapat didefenisikan dalam tiga aspek yaitu : Giologis seseorang dikatakan dewasa apabila telah mampu melakukan reproduksi. Psikologis seseorang dikatakan dewasa apabila telah memiliki tanggung jawab terhadap kehidupan dan keputusan yang diambil. Sosiologis seseorang dikatakan dewasa apabila telah mampu melakukan peran-peran sosial yang
  • 11. Karakteristik Pembelajaran Orang Dewasa Konsep diri orang dewasa berubah, dari seseorang yang tergantung menjadi mengatur diri sendiri. Orang dewasa memiliki sejumlah pengalaman dan pemahaman yang semakin banyak, yang berfungsi sebagai sumber daya pembelajaran yang kaya Kebutuhan untuk belajar akan lebih banyak berorientasi pada tugas perkembangan dari peran social Perspektif orang dewasa dalam menggunakan pengetahuan berubah dari penerapan yang tertunda menjadi penerapan segera
  • 12. Metode Pendidikan Orang Dewasa o Metode Ceramah (Preaching Method) o Metode demontrasi ( Demonstration method ) o Metode diskusi ( Discussion method ) o Metode latihan keterampilan ( Drill method ) o Metode percobaan ( Experimental method ) o Metode pemecahan masalah o Metode Discovery
  • 13. Strategi Pembelajaran Orang Dewasa Melakukan asesment kebutuhan belajar, merumuskan tujuan, mengidentifikasi hambatan, dan menetapkan prioritas yang akan digunakan untuk mengelola kegiatan pembelajaran. Memilih tema/pokok bahasan dan/atau tugas yang harus dilakukan dalam pembelajaran dan menentuka indicator pencapaian tujuan pembelajaran. Mengenai dan mengkaji karakteristik peserta didik sebagai bahan masukan dalam menyusun rencana pembelajaran Mengidentifikasi isi/materi atau bahan pelajaran/rincian tugas pembelajaran Merumuskan tujuan pembelajaran Merancang kegiatan pembelajaran, dengan memilih metode, media pembelajaran yang digunakan secara tepat dan pengelolaan waktu. Memilih fasilitas pembelajaran dan sumber bahan yang mendukung proses pembelajaran. Mempersiapkan sistem evaluasi proses dan hasil kegiatan pembelajaran. Mempersiapkan tindak lanjut dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan.
  • 14. Metode memiliki peran yang sangat strategis dalam mengajar. Metode berperan sebagai rambu-rambu atau bagaimana memproses pembelajaran sehingga dapat berjalan baik dan sistematis. Bahkan dapat dikatakan proses pembelajaran tidak dapat berlangsung tanpa suatu metode. Karena itu, setiap guru dituntut menguasai berbagai metode dalam rangka memproses pembelajaran efektif, efesien, menyenangkan dan tercapai tujuan pembelajaran yang ditargetkan. Secara implementatif metode pembelajaran dilaksanakan sebagai teknik, yaitu pelaksanakan apa yang sesungguhnya terjadi (dilakukan guru) untuk mencapai tujuan.
  • 15. Macam-Macam Metode Interaksi Pembelajaran Umum oMetode Ceramah oMetode Tanya Jawab oMetode Diskusi oMetode Pemberian Tugas Belajar dan Resitasi oMetode Karyawisata o