pengaruh komposisi unsur hara makro dan mikro terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau

Download Pengaruh Komposisi Unsur Hara Makro Dan Mikro Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Hijau

Post on 31-Oct-2015

729 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PENGARUH KOMPOSISI UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) SECARA HIDROPONIK SISTEM AIR MENGALIRSUTARNO ,

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi unsur hara yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman sawi yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik.Hipotesa dari penelitian ini adalah dengan pemberian komposisi unsur hara yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda pula terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi.Percobaan dilaksanakan mulai bulan April sampai Agustus 2002 di Green house Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang dengan ketinggian tempat 550 m dpl.Bahan yang akan digunakan dalam percobaan ini adalah benih sawi pak choy, unsur hara makro dan mikro, talang plastik, styrefoam, spon, kayu, paralon, pompa air, tandon air dan timer. Sedangkan alat yang akan digunakan adalah alat ukur (meteran 3 m, penggaris 30 cm dan timbangan metller), jangka sorong, pH meter.Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap ( RAL ) sederhana yaitu pemberian unsur hara makro dan mikro yang diulang 4 kali sehingga keseluruhan perlakuan berjumlah 12 unit percobaan. Setiap unit percobaan ini diamati 18 tanaman sampel.Hasil penelitian tidak memberikan pengaruh nyata pada semua peubah pengamatan vegetatif maupun generatif.Dari hasil penelitian ini tidak memenuhi hipotesa yang diajukan. Hal ini disebabkan karena nilai EC yang tidak terkontrol, kekurangan unsur hara, kondisi green house dan tidak adanya kesinambungan translokasi garam-garam mineral.

Pengaruh Pemberian Pupuk TSP Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Hijau (Phaseolus Radiata L.) LAST_UPDATED2 Selasa, 26 Mei 2009 09:56 Kacang hijau (Phaseolus radiata L.) merupakan tanaman kacang-kacangan yang penting dalam peningkatan gizi masyarakat. Di Indonesia kacang hijau menempati urutan ketiga setelah kedelai dan kacang tanah, baik mengenai luas areal penanaman dan produksinya maupun peranannya sebagai bahan makanan. Kacang hijau mengandung nilai gizi yang cukup tinggi. Dalam 100 g biji kering mengandung 22,2 g protein, 6,29 g karbohidrat, 0,64 g vitamin B1, dan 6 IU vitamin C. Produksi kacang hijau di Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, selain dikonsumsi sebagai makanan tambahan, sayuran, juga sebagai bahan baku industri makanan ringan, disamping itu juga bisa sebagai bahan pakan ternak. Hasil rata-rata kacang hijau di Indonesia 0,71 ton per hektar, sedangkan potensi hasil kacang hijau unggul rata-rata 1,20-1,75 ton per hektar. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman kacang hijau adalah dengan pemupukan. Unsur posfor yang tersedia waktu pengisian polong dapat meningkatkan proses fisiologis tanaman dalam pembentukan karbohidrat dan protein, selanjutnya di transfer ke bagian polong untuk pembentukan biji. Kekahatan posfor merupakan kendala terpenting dan umum pada sebagian tanah masam. Penelitian dilaksanakan di Sitiung, Sumatera Barat, mulai bulan April sampai Juli 2004. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan tingkat pemberian TSP yaitu 0,25, 50, 75, 100, 125, dan 150 kg/ha dengan 3 ulangan. Galur yang digunakan adalah kacang hijau nomor 129, ditanam 2 biji perlobang pada petakan 4x5 m, dengan jarak tanam 40x20 cm. Setelah tanaman berumur 10 hari dilakukan penjarangan dengan meninggalkan satu tanaman terbaik perlobang. Pupuk Urea dan KCL diberikan sebagai pupuk dasar dengan takaran masing-masing 50 dan 100 kg/ha. Pupuk TSP diberikan sesuai perlakuan. Penyiangan dilakukan pada umur 15 dan 35 hari setelah tanam, dan bersamaan dengan itu dilakukan pembumbunan. Pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida Thiodan dan Dithane M-45 secara berkala dengan interval 15 hari. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang primer, jumlah polong, berat 100 biji dan hasil. Hasil pengamatan dianalisa secara statistik dan dilanjutkan dengan uji DNMRT pada taraf 5%. Pemberian pupuk TSP mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman kacang hijau, dibandingkan dengan tanpa pemberian TSP, dan bila ditingkatkan takarannya dari 25 kg/ha sampai 150 kg/ha, tinggi tanaman tidak memperlihatkan pengaruh yang nyata. Pemberian 25 kg TSP/ha sudah mencukupi kebutuhan hara bagi pertumbuhan tanaman, karena untuk pertumbuhan vegetatif khususnya batang tidak hanya dibutuhkan posfor tetapi juga hara lain seperti N dan K. Posfor sangat penting sebagai sumber energi dalam berbagai aktifitas metabolisme. Salah satu aktifitas metabolime tersebut adalah fotosintetis. Dengan posfor yang cukup, laju fotosintetis menjadi lebih optimal sehingga asimilat yang dihasilkan sebagian dimanfatkan bagi pembentuk dan penyusun organ tanaman seperti batang, sisanya disimpan dalam bentuk protein dan karbohidrat. Pemberian pupuk TSP mulai dari 50 kg/ha menghasilkan cabang primer lebih banyak, jumlah cabang primer berkurang dengan penurunan takaran TSP menjadi 25 kg/ha sedangkan pada 0 kg/ha TSP menghasilkan cabang primer sedikit. Salah satu peran posfor adalah mendorong pertumbuhan tunas, akar tanaman, meningkat aktifitas unsur hara lain seperti nitrogen dan kalium yang seimbang bagi kebutuhan tanaman. Pada leguminosa, posfor berfungsi mempercepat fiksasi N dengan mendorong pembungaan dan pembentukan biji dan buah serta mempercepat masak polong. Berat biji kering yang dihasilkan pada pemberian TSP 100 kg/ha yang tinggi merupakan akibat terpenuhinya kebutuhan hara posfor yang diperlukan dalam pembentukan dan pengisian biji serta polong. Peningkatan berat biji berhubungan dengan jumlah polong yang dihasilkan. Tanpa pemberian TSP berat biji yang dihasilkan lebih ringan dan terbentuknya jumlah cabang sedikit. Kekurangan posfor mengakibatkan terlambatnya perkembangan akar, sehingga tanaman menjadi kerdil, laju respirasi dan proses fotosintesis menurun. Peningkatan takaran pupuk TSP dari 25 kg sampai 150 kg/ha tidak nyata pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanam kacang hijau, tetapi pemberian takaran TSP 100 kg/ha memberikan hasil yang tinggi yaitu 1,85 ton/ha biji kering. Pemberian TSP dengan takaran 100 kg/ha menghasilkan jumlah polong yang lebih banyak. Tanpa pemberian TSP menghasilkan polong yang lebih sedikit.

GEJALA KEKURANGAN UNSUR HARA MIKRO KEKURANGAN UNSUR BESI ( Fe ) Defisiensi zat besi sesungguh-nya jarang sekali terjadi. Terjadinya gejala-gejala padabagian tanaman terutama daun yang kemudian dinyatakan sebagai kekurangan tersedia-nya zat Fe ( besi ) adalah karena tidak seimbang tersedianya zat Fe dengan zat kapur padatanah yang berkelebihan kapur dan yang bersifat alkalis. Jadi masalah ini merupakanmasalah pada daerah - daerah yang tanahnya banyak mengandung kapur. Gejala-gejalayang tampak pada daun muda, mula-mula secara setempat-tempat berwarna hijau pucatatau hijau kekuningan-kuningan, sedang tulang-tulang daun tetap berwarna hijau sertajaringan-jaringannya tidak mati. Selanjutnya pada tulang-tulang daun terjadi klorosisyang tadinya berwarna hijau berubah menjadi warna kuning dan ada pula yang menjadiputih. Gejala selanjutnya yang paling hebat terjadi pada musim kemarau, daun-daunmuda yang banyak yang menjadi kering dan berjatuhan. Tanaman kopi yang ditanamdidaerah-daerah yang tanahnya banyak mengandung kapur, sering tampak gejala-gejalademikian.KEKURANGAN UNSUR MANGAN (Mn) Gejala-gejala dari defisiensi Mn pada tanaman adalah hampir sama dengan gejaladefisiensi Fe pada tanaman. Pada daun-daun muda diantara tulang -tulang daun secarasetempat-setempat terjadi klorosis, dari warna hijau menjadi warna kuning yang selanjutnya menjadi putih. Akan tetapi tulang-tualng daunnya tetap berwarna hijau, adayang sampai ke bagian sisi-sisi dari tulang. Jaringan-jaringan pada bagian daun yangklorosis mati sehingga praktis bagian-bagian tersebut mati, mengering ada kalanya yangterus mengeriput dan ada pula yang jatuh sehingga daun tampak menggerigi. Defisiensiter-sedianya Mn akibatnya pada pembentukan biji-bijian kurang baik.KEKURANGAN UNSUR BORIUM ( B ) Walaupun unsur Borium sedikit saja diperlukan tanaman bagi pertumbuhannya tetapikalau unsur ini tidak tersedia bagi tanaman gejalanya cukup serius, seperti:* Pada bagian daun, terutama daun-daun yang masih muda terjadi klorosis, secarasetempat-setempat pada permukaan daun bagian bawah, yang selanjutnya menjalar kebagian tepi-tepi nya. Jaringan-jaringan daun mati.Daun-daun baru yang masih kecil-kecil tidak dapat berkembang, sehingga per-tumbuhanselanjutnya kerdil. Kuncup-kuncup yang mati berwarna hitam/coklat.* Pada bagian buah terjadi penggabusan, sedang pada tanaman yang menghasilkan umbi,umbinya kecil - kecil yang kadang-kadang penuh dengan lubang-lubang kecil berwarnahitam, demikian pula pada bagian akar-akarnya.KEKURANGAN UNSUR TEMBAGA ( Cu ) Defisiensi unsur tembaga akan menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:* Pada bagian daun, terutama daun-daun yang masih muda tampak layu dan kemudianmati (die back), sedang ranting-rantingnya berubah warna menjadi coklat dan ahkirnyamati.* Pada bagian buah, buah-buah tanaman umumnya kecil-kecil berwarna coklat padabagian dalamnya sering didapatkan sejenis perekat ( gum ).Gejala-gejala seperti terdapatpada tanaman penghasil buah-buahan ( yang kekurangan zat Cu ), seperti tanaman jeruk,apel, peer dan lain-lain.KEKURANGAN UNSUR SENG/ZINKUM ( Zn) Tidak tersediannya unsur Zn bagi pertumbuhan tanaman meyebabkan tanaman tersebutmengalami beberapa pen-yimpangan dalam per-tumbuhannya. Penyimpangan inimenimbulkan gejala-gejala yang dapat kita lihat pada bagian daun-daun yang tua:* Bentuk lebih kecil dan sempit dari pada bentuk umumnya.* Klorosis terjadi di antara tulang-tulang daun.* Daun mati sebelum waktunya, kemudian berguguran dimulai dari daun-daun yang adadi bagian bawah menuju ke puncak.KEKURANGAN UNSUR MOLIBDENUM (Mo) Molibdenum atau sering pula disebut Molibdin tersedianya dalam tanah dalam bentukMoS2 dan sangat dipengaruhi oleh pH, biasanya pada pH rendah tersedianya bagitanaman akan kurang. Defisiensi unsur ini menyebab-kan

Recommended

View more >