pemerintah propinsi jawa timur peraturan daerah dprd.· 35. surat izin kapal pengangkut ikan yang

Download PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH dprd.· 35. Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan yang

Post on 19-Mar-2019

215 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR

PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR

USAHA PERIKANAN DAN USAHA KELAUTAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Menimbang : a. bahwa sumberdaya perikanan dan kelautan sebagai bagian kekayaanDaerah perlu dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat denganmengusahakannya secara berdayamemperhatikan kepentingan

b. bahwa dalam upaya mewujudkan keadilan dan pemerataan dalammeningkatkan taraf hidup nelayan, maka pemanfaatan sumberhares dilakukan secara terkendali;

c. bahwa upaya pengendalian pemanfaatan sumberdaya ikan diwujudkandalam bentuk peraturan perundanganusaha, perlindungan sertaoleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur;

d. bahwa sehubungan dengan maksud tersebut pada huruf a, b dan c,dipandang perlu mengatur UJawa Timur dalam Peraturan Daerah.

Mengingat: 1. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1950 tentang Pembentukan PropinsiJawa Timur juncto Undangtentang mengadakan perubahanNomor 2 dari hal Pembentukan Propinsi Jawa Timur (Lembaran NegaraTahun 1950 Nomor 32);

2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana(Lembaran Negara Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran NegaraNomor 3299);

3. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1983Indonesia

PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR

PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR

NOMOR 4 TAHUN 2005

TENTANG

USAHA PERIKANAN DAN USAHA KELAUTANPROPINSI JAWA TIMUR

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR JAWA TIMUR

bahwa sumberdaya perikanan dan kelautan sebagai bagian kekayaanDaerah perlu dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat denganmengusahakannya secara berdaya guna dan berhasil guna serta selalumemperhatikan kepentingan dan kelestariannya;bahwa dalam upaya mewujudkan keadilan dan pemerataan dalammeningkatkan taraf hidup nelayan, maka pemanfaatan sumberhares dilakukan secara terkendali;bahwa upaya pengendalian pemanfaatan sumberdaya ikan diwujudkan

ntuk peraturan perundangan-undangan balk tentang perizinanusaha, perlindungan serta pengawasan yang pelaksanaannya dilakukanoleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur;bahwa sehubungan dengan maksud tersebut pada huruf a, b dan c,dipandang perlu mengatur Usaha Perikanan dan Usaha Kelautan PropinsiJawa Timur dalam Peraturan Daerah.

undang Nomor 2 Tahun 1950 tentang Pembentukan PropinsiJawa Timur juncto Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1950 Peraturantentang mengadakan perubahan dalam Undang-undang Tahun 1950Nomor 2 dari hal Pembentukan Propinsi Jawa Timur (Lembaran NegaraTahun 1950 Nomor 32);

undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana(Lembaran Negara Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran NegaraNomor 3299);

undang Nomor 5 Tahun 1983 tentang Zona Ekonomi EksklusifIndonesia (Lembaran Negara Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara

bahwa sumberdaya perikanan dan kelautan sebagai bagian kekayaanDaerah perlu dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat dengan

guna dan berhasil guna serta selalu

bahwa dalam upaya mewujudkan keadilan dan pemerataan dalammeningkatkan taraf hidup nelayan, maka pemanfaatan sumber daya ikan

bahwa upaya pengendalian pemanfaatan sumberdaya ikan diwujudkanundangan balk tentang perizinan

pengawasan yang pelaksanaannya dilakukan

bahwa sehubungan dengan maksud tersebut pada huruf a, b dan c,saha Perikanan dan Usaha Kelautan Propinsi

undang Nomor 2 Tahun 1950 tentang Pembentukan PropinsiUndang Nomor 18 Tahun 1950 Peraturan

undang Tahun 1950Nomor 2 dari hal Pembentukan Propinsi Jawa Timur (Lembaran Negara

undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana(Lembaran Negara Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara

tentang Zona Ekonomi EksklusifLembaran Negara

nomor 3260);4. Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan

Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 41, TambahanLembaran Negara Nomor 3685) sebagaimana telah diubah denganUndangundang Nomor 34 Tahun 2000;

5. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan PeraturanPerundangundangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 53,Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389);

6. Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (LembaranNegara Tahun 2004 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Nomor4433);

7. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah(Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan LembaranNegara Nomor 4437);

8. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuanganantara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran NegaraTahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang PelaksanaanUndang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana(Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 6 Tambahan Lembaran NegaraNomor 3058);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan danPertanggungjawaban Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2000Nomor 202, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4022);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang RetribusiDaerah (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 119, TambahanLembaran Negara Nomor 4139);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2002 tentang UsahaPerikanan;

13. Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 2000 tentang Panitia NasionalPengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapalyang Tenggelam;

14. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 428/KPTS/1K.120/4.1999 tentangPerubahan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 815/KPTS/I K.120/11/90 tentang Perizinan Usaha Perikanan;

15. Keputusan Menteri Eksplorasi Laut dan Perikanan Nomor 45 Tahun2000 tentang Perizinan Usaha Penangkapan lkan;

16. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.10/MEN/2003 tentang Perizinan Usaha Penangkapan Ikan;

17. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur Nomor 36 Tahun 2000 tentang

Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur.

Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

PROPINSI JAWA TIMURdan

GUBERNUR JAWA TIMUR

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR TENTANG USAHA PERIKANANDAN USAHA KELAUTAN PROPINSI JAWA TIMUR.

BAB IKETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :

1. Propinsi adalah Propinsi Jawa Timur.

2. Gubernur adalah Gubernur Jawa Timur.

3. Dinas adalah Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur.

4. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur.

5. Perikanan dan Kelautan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaansumber daya ikan dan pemanfaatan sumberdaya laut.

6. Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatansumber daya ikan Iingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai denganpemasaran yang dilaksanakan dalam sistem bisnis perikanan.

7. Sumber daya ikan adalah potensi semua jenis ikan.

8. Ikan adalah segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada didalam lingkungan perairan.

9. Wilayah pengelolaan perikanan dan kelautan Propinsi adalah wilayah perairan laut yangdiukur 4 (empat) mil laut dari garis pantai sampai dengan 12 (dua betas) mil laut ke arah lautlepas.

10. Lingkungan sumber daya ikan adalah tempat kehidupan sumber daya ikan, termasuk biotadan faktor alamiah sekitarnya.

11. Pengelolaan perikanan adalah semua upaya, termasuk proses yang terintegrasi dalampengumpulan informasi, analisis, perencanaan, konsultasi, pembuatan keputusan, alokasisumber daya ikan, dan implementasi serta penegakan hukum dari peraturan

perundangundangan di bidang perikanan yang dilakukan oleh pemerintah atau otoritas lainyang diarahkan untuk mencapai kelangsungan produktivitas sumber daya hayati perairandan tujuan yang telah disepakati.

12. Pengendalian adalah suatu kegiatan dan atau perlakuan yang tetap menjamin ketestariansumberdaya secara kesinambungan, berkeadilan.

13. Pengawasan adalah suatu kegiatan dan atau perlakuan yang dapat menjaga segala usahapengelolaan sumberdaya berjalan sesuai ketentuan untuk kesejahteraan masyarakat .

14. Penangkapan Ikan adalah kegiatan untuk memperoleh ikan di perairan yang tidak dalamkeadaan dibudidayakan dengan alat dan cara apapun termasuk kegiatan yang menggunakankapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan/atau mengawetkannya.

15. Pembudidayaan ikan adalah kegiatan untuk memelihara membesarkan, dan / ataumembiakkan ikan serta memanen hasilnya dalam Iingkungan yang terkontrol, termasukkegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan,menangani, mengolah, dan / atau mengawetkannya.

16. Kelautan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatansomber daya laut yang meliputi Exploitasi dan Explorasi laut.

17. Nelayan adalah orang yang mata pencahariannya melakukan penangkapan ikan.

18. Korporasi adalah kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi balk merupakanbadan hukum maupun bukan badan hukum.

19. Usaha Perikanan dan Usaha Kelautan adalah semua usaha perorangan atau korporasi yangberhubungan dengan kegiatan pengelolaan sumber daya ikan dan pemanfaatansumberdaya laut.

20. Usaha Penangkapan Ikan adalah kegiatan untuk memperoleh ikan di perairan yang tidakdalam keadaan dibudidayakan dengan alat atau cara apapun termasuk kegiatan yangmenggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, mengolahatau mengawetkannya untuk tujuan komersial.

21. Usaha Pembudidayaan Ikan adalah kegiatan untuk memelihara membesarkan dan ataumembiakkan ikan dan memanen hasilnya dengan alat atau cars apapun termasuk kegiatanmenyimpan, mendinginkan atau mengawetkannya untuk tujuan komersial.

22. Usaha Eksplorasi Kelautan a

Recommended

View more >