mioma uteri

Download Mioma Uteri

Post on 29-Sep-2015

13 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

MIOMA UTERI

TRANSCRIPT

PENDAHULUAN

Laporan Kasus

PENDAHULUAN

Mioma uteri adalah tumor jinak dari otot uterus dan serviks yang sebagian besar tersusun atas otot polos dan sedikit jaringan ikat fibrous. Nama lainnya adalah fibromioma, leiomioma ataupun fibroid.1-3 Mioma merupakan tumor uterus yang paling sering ditemukan pada wanita usia reproduksi. Diperkirakan sekitar 20-25 % wanita usia reproduksi menderita mioma dan paling sering dijumpai pada dekade keempat dan kelima dari kehidupan wanita. Pada ras kulit hitam, insiden mioma 3-9 kali lebih banyak dibandingkan ras kulit putih dimana pada dekade kelima kehidupan sekitar 50 % wanita kulit hitam menderita mioma.4,5 Di Indonesia, mioma uteri ditemukan 2,39 11,7 % pada semua penderita ginekologi yang dirawat.1

Etiologi mioma hingga kini belum jelas. Teori stimulasi estrogen sebagai faktor etiologi dikemukakan dengan dasar bahwa mioma uteri hampir tidak pernah ditemukan sebelum menars, sering tumbuh lebih cepat pada masa hamil, membesar pada waktu diberikan terapi estrogen, dan akan mengalami regresi pada masa menopause. Dilaporkan bahwa reseptor estrogen pada mioma uteri lebih banyak didapati daripada miometrium normal. Teori ini masih diragukan karena tidak semua wanita pada masa reproduksi menderita mioma.5,6

Mioma uteri mulai tumbuh sebagai bibit yang kecil didalam miometrium dan makin lama makin besar. Karena pertumbuhan ini miometrium terdesak dan menyusun semacam pseudokapsul atau simpai semu yang membatasi tumor dari jaringan miometrium. Didalam uterus mungkin ada satu mioma, tetapi lebih sering multipel. Setiap mioma berasal dari satu sel otot dan bukan metastase dari tumor primer.3,5,7

Mioma uteri dapat diklasifikasikan menurut lokasinya dalam dinding uterus yaitu mioma submukosum, mioma intramural, mioma subserosum, mioma intraligamenter, wandering / parasitic fibroid dan mioma servikal.

Gejala yang timbul pada mioma uteri dapat berupa :

Perdarahan uterus yang abnormal

Merupakan manifestasi klinis yang paling sering dan paling penting pada mioma yang dapat berupa menoragia, metroragia dan hipermenorea.

Nyeri

Nyeri yang paling sering terjadi adalah dismenorea. Nyeri bisa juga disebabkan kontraksi uterus pada saat mengeluarkan mioma submukosum yang bertangkai.

Gejala dan tanda penekanan

Gangguan ini tergantung pada besar dan lokasi mioma uteri. Penekanan pada kandung kemih akan menyebabkan poliuri, pada uretra dapat menyebabkan retensi urin, pada rektum dapat menyebabkan konstipasi, obstipasi dan tenesmus, sedangkan penekanan pada pembuluh darah dan pembuluh limfe pelvik dapat menyebabkan edema tungkai dan nyeri panggul.

Infertilitas dan abortus

Infertilitas dapat terjadi apabila sarang mioma menutup atau menekan pars intersisialis tuba sedangkan mioma submukosum juga memudahkan terjadinya abortus karena distorsi rongga uterus.

Pemeriksaan bimanual dapat mengungkapkan adanya tumor padat uterus yang umumnya terletak digaris tengah, seringkali teraba berbenjol-benjol. Mioma submukosum kadangkala dapat teraba dengan jari yang masuk kedalam kanalis servikalis. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan terdiri dari pemeriksaan laboratorium, USG, MRI, CT-scan, histerosalfingografi, histeroskopi dan laparaskopi.

Penanganan mioma uteri dapat berupa :

Konservatif

Bila ukuran mioma tidak lebih besar dari tinju, asimtomatis, mendekati menopause, cukup dilakukan pemeriksaan pelvis secara rutin tiga atau enam bulan sekali sehingga pertumbuhan yang cepat atau adanya komplikasi dapat diketahui.

Terapi operatif

Dapat berupa miomektomi atau histerektomi transabdominal/ transvaginal.

Terapi sinar

Pada pasien dengan kesehatan umum yang tidak memungkinkan untuk dioperasi dapat dilakukan penyinaran dengan sinar roentgen dimana dengan sinar, fungsi ovarium dihentikan sehingga tumor mengecil.

Terapi hormonal

Pemberian analog Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) dimak-sudkan untuk menekan sekresi estrogen sehingga tumor akan mengecil. Preparat ini diberikan secara intermiten karena dapat menyebabkan osteoporosis. Bila obat dihentikan akan terjadi pertumbuhan kembali dari mioma karena mioma masih mengandung reseptor dalam konsentrasi tinggi.1,4Berikut ini dilaporkan kasus mioma uteri intramural yang dirawat di Bagian Obstetri Ginekologi RSUP Manado.

LAPORAN KASUSNama : Ny. ST

Umur : 42 tahun

Alamat : Girian Bawah Lingkungan IV

Pendidikan: SMP

Suku : Jawa

Agama : Islam

Masuk Rumah Sakit: 8 Mei 2002

ANAMNESIS

Keluhan utama :penderita dikirim oleh dokter ahli dengan diagnosis mioma uteri dan menometroragia

Riwayat penyakit sekarang

Perdarahan dari jalan lahir dialami penderita sejak 5 bulan yang lalu, banyak dan bergumpal. Perdarahan berlangsung hilang timbul baik didalam maupun diluar siklus haid. Bila haid, darah yang keluar banyak dan berlangsung lebih lama dari biasanya. Nyeri perut bagian bawah dirasakan penderita hilang timbul, nyeri timbul terutama menjelang haid. Benjolan di perut bagian bawah baru diketahui penderita 2 minggu yang lalu. Oleh karena keluhan perdarahan dan benjolan tersebut sehingga penderita berobat di RS Budi Mulia Bitung dan dirawat selama 2 minggu. Selama perawatan perdarahan masih tetap ada dalam jumlah sedikit. Penderita kemudian berobat ke dokter ahli dan dikirim ke RSUP.

Penderita tidak mengeluh adanya gangguan buang air besar dan buang air kecil.

Riwayat penyakit dahulu

Riwayat sakit jantung, paru-paru, hati, ginjal, tekanan darah tinggi dan kencing manis tidak pernah dialami penderita.

Riwayat operasi sebelumnya

Tidak ada.

Riwayat perkawinan

Penderita kawin 1 kali dengan suami sekarang, umur waktu kawin 18 tahun.

Riwayat haid

Menars 12 tahun, siklus teratur setiap bulan, lamanya 4 hari, darah haid biasa, nyeri saat haid (+). Sejak 5 bulan yang lalu, haid mulai tidak teratur dan pada saat haid, darah banyak dan bergumpal serta berlangsung lebih lama.

Riwayat penyakit ginekologi

Riwayat nyeri pinggang/panggul (), riwayat sakit kelamin (), riwayat keputihan (), riwayat terlambat haid (), keluhan perdarahan pasca senggama (), nyeri saat haid (+).

Riwayat obstetrik

P1, 1986, spontan kepala, aterm, di RS Gunung Wenang, 2800 g, hidup.

Riwayat Keluarga Berencana

Tidak ada.

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum : cukupKesadaran : kompos mentis

Tinggi badan : 153 cmBerat badan : 53 kg

Tanda vital:T 130/90 mmHg, N 96 x/m, R 18 x/m, SB 36(C

Mata :konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik

Leher :pembesaran kelenjar getah bening tidak ada

Dada :( payudara:simetris, hiperpigmentasi areola dan papila

mammae (), benjolan ()

( jantung:kesan tidak membesar, bunyi jantung reguler, bising ()

( paru-paru:sonor, vesikuler, ronki (/), wheezing (/)

Abdomen :( inspeksi:agak cembung

( palpasi:teraba massa setinggi pusat, letak ditengah, besar massa 15 x 20 cm, konsistensi padat, permukaan berbenjol, mobilitas terbatas, nyeri tekan ()

( perkusi:pekak berpindah ()

( auskultasi:peristaltik (+) normal

Ekstremitas: edema tidak ada

PEMERIKSAAN GINEKOLOGIK

Inspeksi:fluor (), fluksus (+), vulva tidak ada kelainan

Inspekulo:fluor (), fluksus (+), vagina tidak ada kelainan, porsio licin, livide (), erosi (), OUE terbuka, tampak darah mengalir dari OUE

Periksa dalam:(fluor (), fluksus (+), vagina tidak ada kelainan

(korpus uteri antefleksi, membesar ukuran 15x20x15 cm, konsistensi padat, permukaan berbenjol, mobilitas terbatas, nyeri tekan ()

(adneksa / parametrium lemas, nyeri tekan (), massa ()

(kavum Douglassi lemas, nyeri tekan (), tidak berbenjol

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboratorium

Hb 7,0 g/dL, lekosit 10.300 /mm3, trombosit 59.000 /mm3, GDS 95 mg/dL, ureum 35,3 mg/dL, kreatinin 0,9 mg/dL

EKG

Sinus takikardia

Foto toraks

Jantung dan paru-paru kesan normal

USG

Kesan : mioma uteri

DIAGNOSIS KERJA

P1A0, 42 tahun, dengan menometroragia + anemia e.c. mioma uteri

DIAGNOSIS BANDING

Karsinoma endometrium

SIKAP

Masuk rumah sakit

Perbaiki keadaan umum tranfusi

D & C pemeriksaan PA

Rencana histerektomi total

Sedia donor, setuju operasi

Lapor konsulen

FOLLOW UP

Tanggal 8 13 Mei 2002

Keluhan:perdarahan sedikit, telah ditransfusi sebanyak 3 kantong darah

Pemeriksaan fisik:Keadaan umum : cukupKesadaran : CM

T 130/90 mmHg, N 88 x/m, R 20 x/m, SB 36,8(C

Mata:konjungtiva anemis (/), sklera ikterik /

Toraks:C/P dbn

Abdomen:agak cembung, lemas, massa (+) setinggi pusat, konsistensi padat, permukaan berbenjol-benjol, mobi-litas terbatas, nyeri tekan ()

Ekstremitas:edema /

Laboratorium:Tanggal 10 Mei 2002 (post transfusi)

Hematologi:Hb 10.9 g/dL, lekosit 7.600 /mm3, trombosit 441.000 /mm3, waktu perdarahan 2 menit, waktu pembe-kuan 8 menit

Kimia klinik:SGOT 16 U/L, SGPT 12 U/L, ureum 11 mg/dL, kreatinin 0,7 mg/dL, GDS 103 mg/dL

Diagnosis:P1A0, 42 tahun dengan mioma uteri

Sikap:Rencana operasi tanggal 14 Mei 2002

Tanggal 14 Mei 2002

Keluhan:panas dan menggigil

Pemeriksaan fisik:Keadaan umum : tampak sakit sedang Kes : cm

T 130/90 mmHg, N 100 x/m, R 20 x/m, SB 38,9(C

Mata:konjungtiva anemis (/), sklera ikterik /

Toraks:C/P dbn

Abdomen:agak cembung, lemas, hepar tidak teraba, lien SII, teraba massa (+) setinggi pusat, konsistensi padat, perm